Kisah Sukses Pendiri Uber – Travis Kalanick

0

Kesusksesan Uber di tangga industri transpormasi dunia memang tak diragukan lagi, dengan begitu lincah uber mengekspansi global hingga mereka akhirnya disebut menjadi salah satu penguasa dalam bidang transpormasi online (Ride Sharing), termasuk indonesia. dengan adanya aplikasi Uber memungkinkan pengguna atau calon penumpang transpormasi terhubung dengan pengemudi ataupun driver dengan sangat mudah dan praktis. maka tidak heran nama uber sangat mudah populer dikarenakan fungsinya yang sangat membantu dan berguna bagi banyak orang

Namun, apakah kita semua tahu siapa sosok dibalik kejayaan Uber ? dia adalah Travis Kalanick, namanya memang tidak familiar dan terkenal seperti Uber, namun dia lah pendiri atau founder sekaligus CEO Uber dibalik layar. lalu bagaimana cerita inspiratif saat dia mendirikan Uber ? Berikut kita akan mengenal profil dan biografi singkat tentang kisah sukses dan perjalanan hidup Travis Kalanick yang mungkin memberikan pelajaran hidup untuk kita semua, Simak Penjelasannya.

 

Biografi Travis Kalanick

Travis Cordell Kalanick lahir pada 6 Agustus 1976 di Los Angeles, California. Amerika Serikat, Ayah Travis Kalanick adalah seorang insinyur yang bernama Donald Edward Kalanick dan ibunya bernama Bonnie Horowitz Kalanick yang memiliki pekerjaan dibidang periklanan. Travis Kalanick di masa kecil tinggal di Northridge, California dan memiliki 6 orang saudara kandung. Travis Kalanick bersekolah di Granada Hills High School dan kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan Teknik Komputer di University of California.

 

Bisnis Diusia Muda

Bakat bisnis Travis Kalanick sudah muncul ketika ia berusia 18 tahun dengan mendirikan bisnis pertamanya yang merupakan sebuah bimbingan belajar. Bimbingan belajar yang ia dirikan memberikan pelajaran dan pemahaman kepada anak didiknya agar bisa sukses masuk ke perguruan tinggi. bahkan tak tanggung-tanggung, Travis yang pada waktu itu memiliki nilai yang sangat bagus mencoba menarik lebih banyak siswa untuk ikut kedalam bimbingan belajar yang ia dirikan dengan membuat sebuah promosi meyakinkan para siswa untuk mendapatkan kenaikan nilai yang drastis.

Baca Juga : Jangan Sedih, Kehilangan Pekerjaan Berarti akan Menemukan 3 Hal Berharga

Kecerdasan Travis memang sudah diakui oleh banyak teman-temannya, khususnya pada bidang matematika, bahkan dia pernah dijuluki sebagai mesin matematika (seperti kalkulator) karena mampu menyelesaikan soal matematika dalam waktu yang sangat singkat.

 

Mengerjakan Proyek pertama Universitas

Ketika Kalanick kuliah di Univesity of California, ia bergabung kedalam sebuah organisasi bernama Computer Science Undergraduate Association. di didalam organisasi inilah ia bertemu dengan Michael Todd dan Vinve Busam dan kemudian mereka memulai mengerjakan proyek yang bernama Scour.

Proyek ini dimulai dari sebuah kamar asrama milik Vinve Busam, mereka mulai mengembangkan Scour dengan mengotak-atik koding untuk membuat aplikasi yang memungkinkan kita bisa berbagi video, film, dan gambar.

Hari demi hari perkembangan Scour mulai ada hasilnya, hal inilah yang membuat Travis Kalanick memutuskan untuk Drop Out dari pendidikannya karena lebih memilih fokus dalam bidang yang dia sukai.

Ada kisah unik yang terjadi saat mereka mengerjakan proyek Scour bersama-sama, Kalanick menganggap dirinyalah seorang pemimpin dan ia juga beranggapan bahwa dialah yang mendirikan Scour. Padahal pada kenyataannya ia bukanlah pendiri atau pemimpin karena ia berada disana berkat teman-temannya yang lain. Semangatnya inilah yang membuat Travis Kalanick terlihat berbeda dimata para investor. Bahkan rekan-rekannya yang merupakan pendiri Scour memberikan apresiasi kepada Travis Kalanick dengan memberikannya sebagian saham Scour untuknya.

 

Hegemoni Scour Mulai Goyah

Hegemoni Scour rupanya tak bertahan lama, karena tak selang berapa lama muncul aplikasi serupa bernama Nepster,  konsep dan tujuan bisnis mereka pun sama yaitu sebuah portal mesin pencari (Search Engine) yang memungkinkan kita berbagi dan mendownload file yang kita kehendaki. Namun, meskipun Nepster lahir pada saat masa 18 bulan Scour berjalan, kesuksesan yang diraih oleh Napster ternyata lebih fenomenal dibandingkan dengan Scour. hal ini dikarenakan Nepster memiliki kelebihan yang tak dipunyai oleh Scour, dan kelebihan Scour mungkin dipunyai oleh Nepster,

Walaupun mereka mengerjakan proyek terlebih dahulu bukan berarti mereka bisa lebih sukses dengan orang yang terlambat memulai. jika pada kenyataannya kamu hanya bermain diposisi nyaman, maka siap-siaplah disalip atau digantikan oleh yang lain.

Masalah kian tak bisa ditahan lagi, ketika Scour yang merupakan tempat download berbagai macam file, tersandung tuntutan dari para pemilik produk yang berbayar. Scour pun mendapatkan tuntutan sebesar 250 juta USD, gerbang kegagalan sudah tampak jelas dalam bisnis ini, dan akhirnya Travis Kalanick memilih untuk mendirikan bisnis sendiri.

 

Mendirikan RedSwoosh

Kegagalan yang ia alami ketika berbisnis bersama teman-temannya membuat Travis memilih untuk memulai bisnisnya sendiri. Tepat ditahun 2000 ia mengajak salah satu pendiri Scour, Michael Todd, untuk bekerja sama mendirikan start up baru yang ia beri nama RedSwoosh. Bukan Cuma Micheal Todd saja yang ia ajak untuk bergabung ke dalam usaha yang baru ia dirikan. Travis pun mulai merekrut beberapa pegawai yang sebelumya juga bekerja di Scour.

Dengan pengalaman mereka dari kegagalan pertama, mereka cenderung berhati-hati untuk memulai bisnis yang kedua ini, ya, namanya juga bisnis, pasti ada yang namanya sebuah masalah muncul, pada waktu itu RedSwoosh berada dalam posisi di ujung tanduk, dan pada akhirnya para pendiri RedSwoosh, Travis Kalanick dan Michael Todd memutuskan untuk berpisah karena perbedaan persepsi.

 

Menjalankan Redwoosh Seorang Diri

Setelah memutuskan untuk berpisah dari Michael Todd, akhirnya Travis pun mulai menjalankan Redswoosh seorang diri. namun lagi-lagi penderitaan pun dirasakan oleh Travis dimana salah satu teknisi Redswoosh memilih untuk keluar dan bekerja di Google, disaat perusahaan mulai goyah, Microsoft diam-diam memendam perhatian khusus kepada RedWoosh, Micorsoft merasa tertarik untuk memiliki aset perusahaan Redwoosh.

Namun dengan begitu, tak membuat Travis Kalanick sebagai pendiri Redwoosh langsung menyetujui dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian jika jatuh dipelukan Microsoft. dan akhirnya menolak pinangan Microsoft dan memilih untuk menahannya.

Sebenarnya Travis Kalanick lebih melirik Google untuk diajak bernegosiasi, namun negosiasi tersebut sama sekali tak membuahkan hasil, dan pada akhirnya salah satu partner Travis Kalanick datang dan tertarik membeli Redwoosh seharga $23 juta, Pembelian Redswoosh ini pun merubah hidup Travis Kalanick dan ia pun menjadi jutawan.

Mendirikan Uber

 
Kisah Sukses Pendiri Uber - Travis Kalanick

Ide untuk mendirikan Uber datang saat ia mendapatkan undangan untuk mengunjungi Konferensi yang bernama LeWeb di Paris pada tahun 2008. Ketika itu ia merasa untuk  mencari taksi sangatlah susah dan Travis pun mulai berpikir da mendapatkan ide untuk memecahkan permasalahan ini.

Akhirnya di tahun 2009 Travis pun mengajak Garrett Camp untuk mengerjakan proyek Uber yang menjadi impian dari Kalanick yang mana para pengguna nanti tak merasa kerepotan untuk mencari taksi.

Saat awal diluncurkan di San Fransisco, konsep Uber adalah bisnis penyewaan limosin yang bisa digunakan layaknya taksi. Sehingga para pengguna bisa menikmati keindahan kota dengan naik limosin selayaknya seorang raja.

Namun meskipun memiliki konsep yang matang dengan pendanaan yang mumpuni kedua pendiri Uber, Travis dan Garrett tidak mau menjadi pihak utama yang menjalankan bisnis. Akhirnya mereka mulai mencari orang yang dianggap mampu menduduki posisi CEO Uber saat itu, Sampai pada akhirnya ditunjuklah Ryan Graves untuk menjadi CEO Uber dan bertanggung jawab untuk menjalankan bisnis secara penuh.

Baca Juga : 30 Kata Kata Berani Mengambil Resiko untuk Berubah

Masuknya Ryan Graves sebagai CEO Uber membuat perubahan dan dampak yang signifikan bagi perkembangan perusahaan. Dimana ia mengusulkan tentang siapa pun bisa menjadi sopir di Uber dan bisa menggunakan mobil apapun.

Namun dengan begitu, posisi Ryan Graves sebagai CEO Uber tidaklah lama, karena posisinya kembali digantikan oleh sang pendiri Uber, Travis Kalanick.

Dan sekarang Uber sukses mengeknspansi Global dengan inovasi yang mereka keluaran, tidak hanya layanan taksi, bahkan uber juga mengeluarkan fitur ojek yang diberinama uber motor dan lain sebagainya dan sulit ditandingi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here