Tito Karnavian – Biografi, Profil dan Kisah Sukses Kapolri

0

Nama Tito Karnavian adalah orang nomor satu di kepolisian republik indonesia, dia saat ini menjabat sebagai kapolri (kepala polisi republik indonesia) karena segudang prestasi yang sangat gemilang dari awal meniti karir hingga diangkat sebagai kapolri.

Nah berikut kita akan mengenal lebih dekat dari seorang Tito Karnavian, biografi, profil, cerita sukses hingga kisah inspiratif dari perjalanan hidup Tito karnavian yang mungkin memberikan kita pelajaran yang berharga dari seorang kapolri tito karnavian. Simak Penjelasannya.

 

Biografi

Tito karnavian dilahirkan dengan nama lengkap Muhammad Tito Karnavian pada tanggal 26 oktober 1964 di Palembang, Sumatera Selatan. Ia adalah putra dari ayahnya bernama H, Achmad Saleh dan ibunya bernama Hj Kardiah yang bekerja sebagai bidan.

Pendidikan yang pernah ia tempuh dimulai dari pendidikan di SD Xaverius 4 Palembang, kemudian di SMP Xaverius 2 Palembang, dan melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 2 Palembang. Semasa ia sekolah, tito adalah orang yang cerdas dan pintar, hal ini terbukti dengan berhasil lulus dibanyak tes yang diadakan oleh lembaga pemerintah dan universitas.

 

Masuk AKABRI

Tercatat tito berhasil luluspada tes AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, lulus di kedokteran universitas Sriwijaya, ia juga lulus di jurusan HI (Hubungan Internasional) Universitas Gajah Mada dan lulus di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Namun Tito dengan tekatnya lebih memilih untuk masuk AKABRI walaupun Ibunya sebenarnya mengharapkan Tito Karnavian dapat menjadi seorang dokter

Baca Juga : 8 Alasan Kita yang Masih Muda Berpotensi Besar untuk Sukses

Setelah menjalani pendidikan AKABRI, Tito Karnavian akhirnya lulus pada tahun 1987 sebagai lulusan terbaik dan menerima penghargaan Bintang Adhi Makayasa. ia ditempatkan untuk bertugas sebagai Perwira Samapta Polres Jakarta Pusat kemudian naik pangkat menjadi kanit reserse Polres Metro Jakarta Pusatpada samapai tahun 199.

Di tahun yang sama, Tito Karnavian menikah dengan Tri Suswati yang merupakan pacarnya ketika masih bersekolah di SMA Negeri 2 Palembang dan dikarunia tiga orang anak. Prestasi Tito kian cemerlang hingga akhirnya ia tercatat beberapa kali naik jabatan menjadi wakapolsek seperti di Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat dan juga Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat.

Pada tahun 1993, Tito Karnavian sukses menyelesaikan pendidikan Master of Arts di bidang Police Studies. Tidak berhenti samapi disitu, pada tahub 1996 Tito Karnavian juga menyelesaikan pendidikannya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta dengan predikat lulusan terbaik dan kemudian mendapatkan penghargaan Bintang wiyata Cendekia. Pada tahun yang sama, Tito menjabat sebagai Sespri Kapolda Metro Jaya, kemudian, ia menjabat sebagai Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat hingga tahun 1997.

Dengan sejumlah prestasi yang ciamik, Tito akhirnya dipromosikan sebagai Sespri (Sekretaris Pribadi Kapolri) di tahun 1997 hingga 1999. Sebelumnya di tahun 1998, Tito sempat menimba ilmu di Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand dan juga memperoleh gelar Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang Strategic Studies di Massey University, New Zealand.

Pada masa reformasi, Tito Karnavian sempat mengalami rotasi di jabatan kepolisian di wilayah jakarta seperti pada tahun 1999 hingga tahun 2000 menjabat Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya, kemudian menjadi Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya hingga tahun 2002. Disini Tito Karnavian berhasil menuai prestasi dengan menangkap buronan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Suharto yang ketika itu menjadi Buronan atas kasus pembunuhan berencana Hakim Agung Syafiudin.

Dengan prestasi ini, Tto karnavian sukses mendapatkan prmosi kenaikan pangkat, Namun tak berselang beberapa saat, Tito Karnavian dipindahkan ke Makassar dan mengisi jabatan sebagai Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulawesi Selatan. dan kembali ke Polda Metro Jaya untuk mengisi jabatan sebagai Koorsespri Kapolda Metro Jaya hingga tahun 2003.

Pada tahun 2003, Tito menjabat sebagai Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya. dan tahun 2004, terjadi pebentukan Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 Anti Teror oleh Kapolda Metro Jaya ketika itu, dan Tito Karnavian ditunjuk sebagai Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya yang saat itu berpangkat Ajun Komisaris Besar (AKBP).

Menjadi Kepala Densus 88

Bersama Tim Densus 88 Tito Karnavian mengukir banyak prestasi, salah satuny adalah  berhasil menangkap teroris terkenal yaitu Dr. Azhari yang tewas tertembak di Malang pada tahun 2005. dan mendapat kenaikan pangkat menjadi Komisaris Besar Polisi.
Tito kemudian dipindahkan ke serang, banten untuk menjabat sebagai Kapolres Serang Polda Banten. Tak berselang lama tak, Tito Karnavian kembali mengalami pindah tugas ke Mabes Polri dengan menjabat sebagai Kasubden Bantuan Densus 88 Anti Teror Bareskrim Polri dan Kasubden Penindak Densus 88 Anti Teror Bareskrim Polri di tahun 2006,
Ia kemudian menjabat sebagai Kasubden Intelijen Densus 88 Anti Teror Bareskrim Polri, dan berhasil menangkap tersangka kerusuhan Poso melalui Densus 88 Anti Teror. Hingga tahun 2009, tahun dimana ia dipromosikan sebagai Kadensus 88 Anti Teror Bareskrim Polri hingga tahun 2010 dan berhasil menangkap teroris terkenal yaitu Noordin M Top.

Kapolda Papua

Prestasinya yang bagus dalam menanggulangi teroris bersama Densus 88, Tito Karnavian kemudian dipromosikan sebagai Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di tahun 2011 hingga tahun 2012.
Selama hampir dua tahun di BNPT, Tito Karnavian kemudian dipromosikan sebagai Kapolda Papua pada tahun 2012. Dan di tahun 2013, Tito Karnavian berhasil meraih gelar Ph.D di bidang Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization di S.Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore dengan predikat magna cum laude. Ia menjadi Kapolda Papua hingga tahun 2014.

Kapolda Metro Jaya

Pada tanggal 16 juli 2014, Tito Karnavian kemudian ditarik ke Mabes Polri. Pada tahun 2015 ia menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena) dimana posisi tersebut merupakan salah satu jabatan bergengsi di Mabes Polri. Tak lama kemudian, Tito Karnavian sukses dipromosikan sebagai Kapolda Metro Jaya.

Kapolri

Setahun kemudian, Tito Karnavian kemudian ditunjuk sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di bulan Maret 2016 yang membuat pangkatnya naik menjadi Komisaris Jendral Polisi Bintang Tiga. Tak lama setelah itu, tepatnya pada pertengahan tahun 2016 Presiden Joko Widodo kemudian menunjuk Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri berpangkat bintang empat menggantikan Jenderal Polisi Badrodin Haiti yang pensiun.


Profil dan Biodata Tito Karnavian

 
  • Nama lengkap : Muhammad Tito Karnavian
  • Tempat dan Tanggal Lahir : Palembang, 26 Oktober 1964.
  • Agama : Islam
  • Istri : Tri Suswati
  • Anak : Via, Opan, Angga
  • Orang Tua : H Achmad Saleh (Ayah), Hj Kardiah (Ibu)
  • Jabatan : Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri)
  • Pangkat : Jenderal Polisi Bintang Empat.

Riwayat Pendidikan

  • SD Xaverius 4 di Palembang (1976)
  • SMP Xaverius 2 di Palembang (1980)
  • SMA Negeri 2 Palembang (1983)
  • Akademi Kepolisian (1987); Penerima bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan Akpol terbaik.
  • Master of Arts (M.A.) in Police Studies, University of Exeter, UK (1993)
  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1996); Penerima bintang Wiyata Cendekia sebagai lulusan PTIK terbaik
  • Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (Sesko) (1998) Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies, Massey University, New Zealand (1998)
  • Sespim Pol, Lembang (2000) Lemhannas RI PPSA XVII (2011) penerima Bintang Seroja sebagai peserta Lemhanas terbaik.
  • Ph.D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude) (2013).

 

Penghargaan

 
  • Bintang Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akpol) (1987)
  • Bintang Wiyata Cendekia (lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta) (1996)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Mayor ke Ajun Komisaris Besar (2001)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Ajun Komisaris Besar ke Komisaris Besar (2005)
  • Penghargaan memimpin operasi anti teror di daerah konflik Poso Sulawesi Tengah (2007)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Komisaris Besar ke Brigadir Jenderal (2009)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Brigadir Jenderal ke Inspektur Jenderal (2011) (Penyesuaian kepangkatan BNPT)
  • Bintang Seroja Lulusan Terbaik Lemhanas PPSA 17 (2011)
  • Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden RI
  • Bintang Bhayangkara Nararya Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri
  • Bintang Yudha Dharma Utama dari Panglima TNI Bintang Eka Paksi Utama dari TNI AD
  • Bintang Jalasena Utama dari TNI AL
  • Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama dari TNI AU
  • Satyalencana Kesetiaan 8 Tahun
  • Satyalencana Kesetiaan 16 Tahun
  • Satyalencana Kesetiaan 24 Tahun
  • Satyalencana Dwidaya Sistha
  • Satyalencana Bhakti Buana
  • Satyalencana Bhakti Nusa
  • Satyalencana Darma Nusa
  • Satyalencana Dharma Phala
  • Satyalencana Jana Utama
  • Satyalencana Santi Dharma
  • Satyalencana Karya Bakti
  • Satyalencana Karya Satya
  • Satyalencana Seroja
  • Satyalencana Ksatria Tamtama
  • Satya Lencana Nararia
  • Satya Lencana UN Mission
  • The United Nation Medal (PBB)

Buku

 
  • Indonesian Top Secret: Membongkar Konflik Poso, Gramedia, Jakarta, 2008.
  • Regional Fraternity: Collaboration between Violent Groups in Indonesia and the Philippines, Bab dalam buku “Terrorism in South and Southeast Asia in the Coming Decade”, ISEAS, Singapura, 2009.
  • Bhayangkara di Bumi Cenderawasih, ISPI Strategic Series, Jakarta, 2013.
  • Explaining Islamist Insurgencies, Imperial College, London, 2014

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here