Menjadi “Terbaik” Mungkin Sulit, Tapi menjadi “Lebih Baik” itu sangat Bisa (Motivasi)

0

Kita pasti mempunyai angan-angan yang besar, namun sering kali kita merasakan khawatir dengan angan-angan ini, apakah saya akan menjadi yang terbaik, ? apakah saya akan kalah dan gagal ?. Memang dalam sebuah persaingan pasti ada yang namanya menang, dan ada juga yang kalah. Kalau semuanya menjadi pemenang, ya itu namanya seri alias bukanlah persaingan.

Jangan bohong, banyak sekali keinginan dan cita-cita yang selama ini kita harapkan. Contohnya ingin menjadi orang yang sukses, atau setidaknya bisa membahagiakan kedua orang tua, dan membuat bangga orang-orang yang kita cintai. Untuk mewujudkan ini semua, pastinya membutuhkan kerja keras dan pengorbanan yang besar.

Kadang kita iri dengan orang-orang yang tanpa melakukan kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan, malah bisa melenggang dengan mulus mendapatkan semua yang mereka inginkan. Mungkin seseorang tersebut mempunyai kedudukan yang kuat, atau bisa jadi dia orang yang dilahirkan dari keluarga yang terpandang dan kaya. Sedangkan kita, kita bukanlah siapa-siapa. Kita tidak punya sanak-saudara yang bisa memudahkan kita mencapai semua tujuan. Bahkan untuk mendapatkan sesuatu, kita harus bersusah payah agar sesuatu itu menjadi kenyataan.

Telintas dipikiran, “apakah Tuhan itu tidak adil”.? Akan tetapi, jika kita perhatikan. makna dari kata berjuang itu dirasa sangatlah besar, salah satunya untuk mengasah mental diri sendiri. Kamu bisa bayangkan jika kamu mendapatkan sesuatu benar-benar hasil dari keringat dan jerih payahmu sendiri. Senangnya kepalang bukan main. Selain itu, Kita juga mungkin bisa menghargai sesuatu dengan bijak, bisa mengerti bahwa segala sesuatu tidaklah bisa didapatkan secara instans, Sebenarnya Tuhan itu maha baik kok.

Kembali ke masalah “persaingan”. di jaman seperti sekarang ini. persaingan ada dimana-mana. bahkan dilingkungan tempat tinggal pun ada persaingan. tentunya persaingan ini dilakukan dengan cara yang sehat dan positif. Nah, ketika kita terjebak dalam sebuah persaingan, tentunya kita mau tidak mau harus melakukan yang terbaik dan dituntut menjadi yang paling istimewa. Karena bukan hanya kamu yang ingin mendapatkan sesuatu, tapi semua orang juga ingin mendapatkan hal yang serupa.

Memang, persaingan dapat membuat kita semakin memperbaiki diri dan semakin berkembang, Namun bagaimana jika kita merasa bahwa apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang sia-sia, dan tidak ada gunanya. Dan anehnya kita mulai merasa hidup ini gitu-gitu aja dan nggak ada perkembangan sama sekali. Tapi kepikir nggak, bukan berarti kita sama sekali tidak ada perkembangannya, bahkan semua yang kamu lakukan hari ini, akan menjadi cerita perkembangan kamu esok hari. Hal-hal yang kita anggap sepele dan sederhana, mungkin saja bisa bermanfaat bagi banyak orang dikemudian hari.

Untuk menjadi yang terbaik, kadang kamu bekerja dengan sangat keras, sampai-sampai lupa waktu dan lupa segalanya. yang ada dipikiran kamu saat ini hanyalah bagaimana kamu bisa bermanfaat untuk orang, dan tentunya bisa mengalahkan orang lain. Nah disinilah letak kesalahan yang tidak kita sadari. Meskipun punya ambisi untuk menjadi yang terbaik itu tidak ada salahnya. Tapi terus-terusan memperbaiki diri sampai-sampai lupa segalanya adalah kehidupan yang tidak sehat.

Contohnya seperti ini, ketika kamu melihat pesaing kamu melakukan sesuatu, kamu secara tidak langsung meresponnya dengan melakukan hal yang sama atau mungkin bisa melakukannya lebih baik dari dirinya. Ibaratkan seseorang mempunyai satu benda, kamu harus mempunyai dua benda. Nah untuk mewujudkannya, kamu jadi lupa segalanya, dan menghalalkan segala cara. karena ambisi sudah mengendalikan pikiran mu saat ini. Apakah ini sehat ? Think Again.

Mungkin kita perlu mengenal arti sebuah kesabaran. Makna dari sabar bukan hanya diperuntukkan
untuk orang yang sedang dilanda masalah dan cobaan saja, tapi makna sesuangguhnya adalah bagaimana kita bisa menahan diri walaupun emosi kita sedang meledak-ledak. Intinya, tidak perlu khawatir apakah kamu bisa menjadi yang terbaik, bersabar adalah kunci jawaban apakah kamu memang pantas menjadi yang terbaik dari sesuatu yang baik.

Baca Juga : 30 Kata Kata Ikhlas dan Sabar Menerima semua Kenyataan Hidup

Meskipun jika kita bandingkan pencapaian kamu dengan orang lain sangat jauh bagaikan langit dan bumi. tapi dengan kesabaran dan ketekunan, mungkin saja kamu bisa melewatinya suatu saat nanti. Kita bisa belajar dengan sejarah, sebelum adanya pesawat, manusia pada waktu itu sangat ingin terbang mengangkasa dilangit, tapi ketika ada pemikiran tersebut, bukan berarti manusia bisa langsung terbang di langit. masih akan ada proses yang sangat lama, dan tentunya butuh kesabaran yang ekstra. Akhirnya, manusia saat ini sudah bisa mengangkasa, bahkan lebih dari itu, manusia saat ini sudah bisa menembuh langit menuju bulan.

Begitupun dengan masalah menjadi yang terbaik, tak perlu memaksakan diri untuk harus selalu menjadi yang terbaik kalau memang dirasa tidak bisa melakukannya. cukuplah perlahan memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu, dan jadilah lebih baik dari sebelumnya disetiap harinya. walaupun kita berjalannya lambat, bukan berarti kan kita nggak bisa sampai tujuan. Biarpun lambat asalkan selamat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here