Kisah Setya Nadella – Sukses diangkat jadi CEO Microsoft

0

Jika mendengar nama Microsoft mungkin kita lebih familiar dengan nama Bill Gates, sang pendiri Microsoft dan manusia terkaya saat ini. Namun Bill Gates bukanlah CEO Microsoft lagi karena saat ini tempat CEO sudah diduduki oleh Setya Nedella. Sekedar informasi, Bill Gates pendiri Microsoft saat ini memang lebih banyak fokus dengan kegiatan amal dengan mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation. Orang terkaya sejagat bumi ini resmi keluar dari kepemimpinannya di Microsoft pada tahun 2006.

Lalu siapa Setya Nadella ? Kenapa dia berhasil dijadikan CEO perusahaan yang dikenal karena Windows yakni Microsoft ?. Apa karena prestasi, pengalaman, atau hal lainnya ? Nah daripada menebak-nebak, berikut ini Biografi, Profil singkat, dan cerita inspiratif dari Setya Nadella. Simak Penjelasannya.

Biogarfi Setya Nadella

Setya Narayana Nadella lahir pada tanggal 19 Agustus 1967 di Hyderabad, India. Ia tumbuh seperti anak-anak lainnya. Faktanya, CEO Microsoft ini tidak memilih Fakultas Ilmu Komputer saat menempuh pendidikan sarjana, melainkan ia memilih jurusan Teknik Elektronika, di Institut Teknologi Manipal.

Nadella akhirnya mengambil program studi Ilmu Komputer saat melanjutkan program master di Universitas Wisconsin, Amerika Serikat. dan lulus pada tahun 1990. Selanjutnya ia juga mendapatkan gelar MBA Bisnis dari Universitas Chicago Booth. Amerika Serikat.

Perjalanan Karir

Setalah menuntaskan pendidikannya, Nadella lantas memulai karir dengan bergabung sebagai staff teknologi di Sun Microsystem, ia lalu meninggalkan Sun Microsystem pada tahun 1992 dan bergabung dengan Microsoft. Di Microsotf, Nadella berkembang dengan cepat. Nadella mengambil peran yang besar dalam pengembangan Microsoft Internet seperti Cloud Computing yang mendukung untuk produk Bing, hingga Microsoft Office.

Ia dibilang cukup cepat naik jabatan, Nadella mendapatkan jabatan sebagai wakil presiden senior dari R&D untuk Online Service Division dan menjabat wakil presiden dari Business Division di Microsoft. Diposisi ini, Nadella berperan mengembangkan BING menjadi mesin pencari. Walaupun Bing belum bisa mengejar Google, namun Nadella membentuk Bing menjadi lebih kuat lagi dengan cara melakukan kerjasama dengan berbagai merk seperti, Yahoo. dan jaringan advertisers. Nadella juga memimpin pengembangan infrastruktur untuk layanan Cloud Microsoft.  Selain itu Nadella juga pernah memimpin divisi seperti Windows Azure, Windows Server, System Center, SQL Server.

Kemudian Nadella kembali naik jabatan sebagai wakil presiden eksekutif dan Enterprise Cloud group Microsoft. Ia yang bertanggung jawab untuk membangun dan menjalankan platform komputasi perusahan, perangkat, dan layanan cloud. Model bisnis yang diterapkan Nadella dimana fokus dalam bisnis cloud membuat Microsoft mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Nadella percaya bahwa masa depan teknologi nantinya adalah teknologi cloud.

Sekedar informasi, Cloud adalah sebuah sistem dimana informasi atau produk akan tersimpan secara permanen di awan internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna.

Menjadi CEO MICROSOFT

Setelah Steve Ballmer (pengganti Bill Gates) memutuskan untuk mengundurkan diri dari CEO Microsoft, maka perusahaan ini mencari pengganti untuk mengambil alih nahkoda Microsoft. Beberapa nama besar digandang-gadang akan dipilih menjadi Bos baru Microsoft seperti, mantan CEO Nokia Stephen Elop, CEO Ford Alan Mulally, pemimpin Skype Tony Bates, dan CEO Qualcomm Steve Mollenkopf. Namun nama Setya Nadella yang dinilai sangat siap untuk mengemban jabatan sebagai bos Microsoft.

Pada waktu itu, Nadella masih menjabat sebagai wakil presiden eksekutif Microsoft dari divisi Cloud dan Enterprise. Walaupun pihak Microsoft masih akan membuat keputusan, namun Nadella mendapatkan banyak dukungan dari publik hingga media-media kepadanya untuk menjadi CEO Microsoft selanjutnya.

Baca Juga : 30 Kata Kata Semangat Kerja Keras Demi Masa Depan Cerah

Satya Nadella bergabung ke Microsoft sejak berusia 24 tahun. Artinya, beliau sudah bekerja untuk Microsoft selama 22 tahun. Pengalamannya di Microsoft sudah tidak diragukan lagi, selain itu, dia juga pastinya sudah sangat mengenal seluk-beluk Microsoft dengan baik ketimbang orang yang baru masuk kemudian langsung memimpin. Dan akhirnya Ia ditunjuk sebagai CEO pada tanggal 4 Februari 2014 menggantikan Steve Ballmer.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Setya Nadella adalah “Konsisten”. Nadella awalnya bukanlah siapa-siapa di Microsoft, namun Setya Nadella secara konsisten mendedikasikan ilmu dan tenaganya untuk perkembangan Microsoft. Ia mengabdi selama 22 tahun dan akhirnya kerja kerasnya dibayar dengan posisi sebagai bos utama Microsoft saat ini.

Pengalaman Jabatan Microsoft

  • Executive Vice-President of Cloud and Enterprise group
  • Corporate Vice-President of Business Solutions and Search & Advertising Platform Group
  • Vice-President of the Business Division
  • Senior Vice-President of Research and Development for the Online Services Division (Maret 2007 – Februari 2011)
  • Presiden Server & Tools Division (9 Februari 2011 – Februari 2014)
  • CEO Microsoft (2014, sekarang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here