20 Cara Positif Menjadi Pengusaha Sukses dari Nol sampai Sukses

0

Menjadi pengusaha sukses memang tidak segampang membalikan telapak tangan. Menjadi sukses itu adalah tentang cara pola pikir seseorang yang menyukai tantangan, menyukai hambatan, dan tidak pernah cepat merasa puas.

Ada pertanyaan yang menggelitik tentang. Mengapa kita memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha ?, padahal menjadi pengusaha itu sangatlah sulit dan tentunya tidak akan mudah untuk berhasil. Mengapa kita tidak memilih menjadi seorang karyawan kantoran yang mungkin saja masa depannya agak sedikit cerah, kita gak perlu repot-repot memikirkan masa depan bisnis, tugas kita cukup masuk kantor, mengerjakan apa yang diperintahkan oleh atasan, lalu terima gaji setiap bulannya.

Namun ada beberapa alasan kuat untuk menjawab pertanyaan tersebut, salah satu jawaban mengapa kita ingin menjadi seorang pengusaha adalah karena kita mungkin ingin merasakan kebebasan, tidak terkekang, dan tidak terikat oleh apapun dan siapapun.

Dan lagi, masa depan seorang pengusaha tidak selalu lebih suram ketimbang mereka yang menjadi seorang karyawan tetap, boleh jadi seorang pengusaha jauh lebih sukses daripada mereka yang bekerja dikantoran. Kita bisa amati orang-orang kaya dan para miliarder di dunia ini, 100% semuanya adalah seorang pengusaha.

Lalu bagaimana menjadi seorang pengusaha yang sukses ?. Nah berikut ini adalah 20 Cara dan Tips menjadi seorang pengusaha yang sukses. Simak Penjelasannya.

20 CARA MENJADI PENGUSAHA SUKSES

1. Amati Pengusaha yang telah Sukses.

Cara pertama adalah mengamati pengusaha yang telah lebih dulu mencapai kesuksesan. Ada kata-kata bijak mengatakan “Terkadang kita bisa belajar dari pengalaman orang lain”. Kata kata tersebut mempunyai makna bahwa kita bisa mengambil pelajaran kehidupan dari orang lain.

Pelajaran kehidupan yang bisa kita ambil dari pengalaman orang sukses adalah “Bagaimana cara dia bisa mencapai kesuksesannya”,“Apa kendala dan rintangan yang ia pernah alami ketika membangun usahanya”,”Lalu bagaimana cara dia menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi.

Keuntungan kita mengamati dan mempelajari pertanyaan-pertanyaan diatas adalah kita jadi bisa tahu apa yang mesti kita lakukan ketika pertanyaan diatas terjadi pada diri kita sendiri juga nantinya.

Misalnya kalo terjadi masalah pada bisnismu nantinya, kamu sudah paham dimana jalan keluarnya karena sebelumnya kamu sudah mengamati cara untuk keluar dari permasalahan yang diambil dari pengalaman orang-orang sukses.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengambil pelajaran dari kesalahan yang pernah di perbuat oleh orang-orang sukses, agar dikemudian hari kamu tidak terjebak di jurang yang sama, atau dengan kata lain melakukan kesalahan yang sama yang jelas-jelas gatot (gagal total).

Dan terakhir mengamati cara mereka membangun bisnisnya dari titik nol hingga meraksasa. Dalam hal ini, kamu tidak harus meniru total apa yang mereka lakukan, karena saya yakin kita semua pasti memiliki cara kita masing-masing untuk mendapatkan kesuksesan. Yang mesti kita lakukan hanya menganggap “sekedar tahu saja”, atau kalau memang terpaksa harus meniru cara orang lain, usahakan cara tersebut lebih baik dari cara yang sebelumnya.

2. Introspeksi diri.

Setelah kita mengamati, selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mengintrospeksi diri kita sendiri. Sebelum memulai bisnis, ada baiknya kita lebih dahulu memperbaiki diri kita sendiri, mulai dari kebiasaan hingga gaya hidup sehari-hari.

Pebisnis itu akan mengubah cara kehidupan orang lain, lalu bagaimana bisa kita mengubah orang lain tapi kita sendiri justru sulit untuk berubah menjadi lebih baik. Contoh sederhananya adalah kebiasaan malas kita sehari-hari. Seorang pebisnis mungkin akan memiliki jadwal yang super sibuk, hal ini ditakutkan menjadi rintangan besar bagi seorang yang pemalas.

Itu adalah contoh sederhananya. Namun intinya, berubahlah sedini mungkin. Yang dulunya kita tidak pernah konsisten, mulai dari sekarang usahakan untuk bersikap dengan tegas dan lugas. Begitupun dengan hal-hal lainnya.

3. Luangkan Waktu untuk Berpikir Kreatif.

Sebelum kita memulai bisnis, maka kita perlu meluangkan sejenak waktu untuk berpikir secara kreatif. Ingat, kreatif adalah salah satu kunci keberhasilan seorang pengusaha. Hampir setiap perusahaan-perusahaan saat ini mengandalkan kreativitas untuk bersaing dan menggaet konsumennya.

Lalu bagaimana kita bisa berpikir kreatif. Jawabannya cukup simple. Luangkanlah waktu sebelum tidur untuk berkhayal menjadi seseorang yang selama ini kita kagumi, bisa berkhayal menjadi seorang presiden, seorang artis, atau seorang yang kaya raya, bebas berkhayalah sesuka hatimu. Dengan begitu kamu secara tidak langsung melatih pikiran untuk lebih kreatif.

4, Amati Keluhan Orang Lain.

Ketika kita bingung, “kita mau usaha apa sih”,”apa yang di butuhkan orang lain”, “bisnis apa yang kira-kira bisa berhasil dan tidak mudah gagal ?”. Tapi kalo kita mencermati peluang bisnis yang besar untuk sukses adalah bisnis yang menjadi keluhan orang banyak.

Misalnya, kita mendengar seseorang mengeluhkan “restoran yang jauh dari rumahnya, bahkan untuk sekedar mencari makan dia harus pergi jauh untuk membelinya”. Nah disini sebenarnya adalah peluang bisnis untuk kita. Kita mungkin akan mempertimbangkan untuk membuka restoran di dekat rumahnya supaya orang-orang disekitar tidak perlu repot pergi jauh hanya untuk menbeli makanan.

Simple bukan. Tidak cuma contoh diatas saja, pastinya banyak sekali keluhan-keluhan orang lain yang bisa kita manfaatkan untuk memulai bisnis.

5. Bekerja sesuai Passion.

Berbicara mengenai “apa sih peluang industri yang paling menguntungkan. Bisnis properti, teknologi, makanan, atau asuransi?”. Jawabannya adalah bisnis apa saja dapat menguntungkan, asalkan kita bisa menghargai dan mencintai apa yang kita lakukan.

Kita bisa mengawali bisnis sesuai dengan minat dan keahlian kita masing-masing. Jangan ada kata terpaksa, karena bisa jadi disaat ada kata “terpaksa” mungkin kita akan mengerjakan bisnis tersebut setengah hati. Ada baiknya kita berikanlah totalitas penuh di setiap yang kita lakukan, dengan begitu hasilnya mungkin akan total juga.

6. Tetapkan Tujuan.

Tujuan adalah misi sasaran yang ingin kita capai di masa yang akan datang, Anda yang ingin menjadi pengusaha pastinya memiliki tujuan “mengapa Anda ingin menjadi pengusaha?”.

Misalnya, tujuan Kamu ingin mendapatkan penghasilan tambahan, menyalurkan hobi, atau tujuan-tujuan lainnya. Nah dengan adanya tujuan Kamu akan mendapatkan kejelasan tentang apa yang sebenarnya kamu lakukan.

Ibaratnya Kamu saat ini sedang berjalan-jalan namun tak ada tujuan kamu itu mau kemana, Seakan-akan berjalan tanpa arah yang ujung-ujungnya membuat kamu sendiri tersesat.

Nah begitu juga untuk memulai bisnis. Sebelum memulai untuk menjadi seorang pengusaha, ada baiknya untuk terlebih dahulu menetapkan apa tujuan kita yang sebenarnya. Hal ini untuk meminimalisir kesalahan dan kebingungan yang mungkin saja akan kita temui di kemudian hari.

7. Berani Mengambil Risiko.

Setelah kita dengan teguh melangkah untuk menjadi seorang pebisnis, yang harus kita lakukan kemudian adalah belajar untuk mengambil risiko. Sebenarnya semua hal yang ada di dunia ini pasti memiliki risiko, Namun dalam dunia bisnis, risiko yang harus kita tanggung adalah, risiko kesuksesan, atau risiko kebangkrutan.

Jangan hanya mengharapkan untuk meraih keberhasilan, tapi pertimbangkan juga adanya kegagalan. Namun, perlu diingat, bukan berarti kamu mengambil risiko secara buta, Melainkan, harus penuh dengan kalkulasi.

Maksud kalkulasi yaitu dengan membandingkan setiap resiko dan juga peluang yang ada. Hal tersebut untuk memajukan bisnis kedepannya. Kamu haruslah menjadi seseorang yang penuh dengan perhitungan.

8. Pikirkan Rencana Bisnis.

Setalah kamu berani mengambil konsekuensi apapun itu untuk menjadi seorang pengusaha. Kini saatnya kita masuk ke tahap yang lebih serius. Yaitu dengan membuat rencana bisnis yang detail.

Rencana bisnis meliputi beberapa metode yang akan mendukung kinerja usaha yang akan kita rintis, Walau demikian, rencana bisnis harus bersifat sistematis dan berjalan dalam waktu tertentu.

Secara umum rencana bisnis harus mencakup beberapa lingkup, antara lain

  • Visi dan Misi
  • Siapa saja target pelanggan, dan bagaimana menrik perhatian pelanggan
  • Mengindentifikasi persaingan, dan bagaimana menjadi pemenang
  • Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)
  • Dll.

9. Ciptakan nama Brand dan Logo yang Kuat.

Ada yang bertanya. “Seberapa kuat brand dan logo sebuah perusahaan untuk menentukan kesuksesan”. Jawabannya sangatlah kuat. Sebagai contoh, saya akan memberikan sebuah logo dan tugas Anda adalah menebak logo tersebut.

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika melihat logo tersebut. Ya kita semua sudah tahu bahwa logo tersebut adalah logo milik Facebook. Tanpa sadar peran Logo sudah mempengaruhi pola pikir kita untuk mengenali sebuah perusahaan.

Kemudian saya akan memberikan sebuah logo yang meliputi nama brand, dan tugas Anda untuk menebak jenis usaha apa yang ditawarkan oleh brand tersebut.

Ya “eCommerce”. Saya akui bahwa nama brand BukaLapak sangat kuat dalam jenis usaha jual beli online. Brand ini mengandung arti menawarkan pedagang membuka lapaknya untuk dijual secara online.

Dari dua contoh diatas, mungkin kita sudah cukup mengerti seberapa pentingnya nama dan logo brand dalam perusahaan, tak terkecuali bisnis yang sedang kamu rintis. Untuk itu ciptakanlah brand dan logo yang kuat untuk mendukung usaha yang akan dijalankan. Nah ada beberapa cakupan untuk menentukan brand dan logo yang kuat.

  • Mudah diingat
  • Menarik perhatian orang
  • Simple
  • Merincikan usaha yang Anda tawarkan

10. Cari Modal.

Setiap usaha pasti membutuhkan modal awal. Nah kamu harus memikirkan darimana modal awal yang akan menghidupi usaha ritisan kamu saat ini, bisa dari dana pribadi atau jika perlu dana dari pinjaman.

Harus diakui modal adalah alasan utama kenapa seseorang memutuskan untuk tidak menjadi seorang pengusaha. Namun itulah namanya pengorbanan seperti kata kata mutiara yang mengatakan “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Jikalau usaha kamu memiliki profit yang tinggi di masa depan, kenapa tidak untuk habis-habisan saat ini.

11. Cari Tempat Strategis.

Mari kita akui bahwa peran bisnis yang memiliki tempat strategis adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah bisnis. Kebanyakan dari kita tidak menyadari hal ini, namun ketika kita memperhatikan pengusaha yang sukses dengan bisnisnya, mereka sangat memperhatikan dimana tempat atau lokasi untuk berbisnis.

Contoh sederhananya, Anda dan teman anda membuka warung makan di tempat yang berbeda, Anda membukanya di sekitar rumah, sedangkan teman Anda membuka warungnya di daerah dekat dengan kawasan perkantoran atau tempat sekolah. Maka jangan heran kalo warung teman Anda jauh lebih ramai ketimbang warung Anda sendiri.

Ada beberapa faktor dasar yang dapat kamu pertimbangkan untuk membuka tempat bisnis di sebuah kawasan, yaitu.

  • Tempat yang mudah dijangkau
  • Tempat yang mudah terlihat
  • Tempat yang dekat dengan pusat keramaian
  • Tempat yang friendly (nyaman)
  • dll

12. Cari Rekan Team yang Solid.

Untuk memulai sebuah bisnis, pastinya kamu tidak bisa menjalankannya sendirian. Butuh adanya partner atau karyawan yang dapat membantu kamu dalam segi apapun. Oleh karena itu, bentuklah sebuah team agar pekerjaan kamu lebih ringan nantinya.

Tidak mesti punya syarat yang banyak untuk bisa bergabung, cukuplah dia yang mau bekerja keras, percaya dalam satu impian, dan tentunya belum menuntut apapun dari bisnis kamu, dalam artian tidak memikirkan keuntungan materil untuk saat ini, mengingat bisnis kamu masih baru akan berjalan.

Membentuk rekan dan team yang solid adalah kalian yang bisa memahami satu sama lain, dan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ibaratnya Anda dan team adalah sebuah bagian tubuh yang satu, bila ada bagian tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakit juga.

13. Bangun Inftrastruktur yang Kuat.

Selanjutnya adalah membangun inftastruktur yang kuat. Infratruktur tidak hanya masalah tempat atau lokasi bisnis, namun termasuk juga peralatan atau fasilitas yang akan mendukung mobilitas bisnis kamu nantinya.

Misalnya kendaraan, properti tempat usaha (meja, kursi), fasilitas internet (wifi), fasilitas teknologi (komputer, printer) dan lain sebagainya tergantung kebutuhan bisnis kamu.  Pikirkan secara mendetail tentang kebutuhan infratruktur, karena jangan sampai yang dibutuhkan, tidak ada, dan yang tidak dibutuhkan, justru ada.

Semakin kuat infrastruktur bisnis, maka semakin mobile juga karyawan atau team untuk bekerja. Dan ujung-ujungnya berdampak dengan hasil bisnis kamu yang makin positif.

14. Implementasi rencana Bisnis.

Sebelumnya kamu sudah membuat rencana bisnis di poin ke 8, nah saatnya kamu mengimplementasi rencana bisnis tersebut. Karena sebagus apapun rencana yang telah disusun sebelumnya, akan terasa sia-sia jika tidak diimplementasikan.

Tugas kamu bukan hanya mengimplemntasikannya dengan tindakan saja, melainkan juga memperhatikan apakah rencana bisnis itu berjalan sesuai dengan apa yang kamu inginkan, bisa jadi rencana bisnis kamu itu ternyata gagal total setelah dijalankan.

Oleh karena itu, setelah bertindak, ada baiknya kamu mengamatinya dan memperbaharui rencana bisnis secara berkala.

15, Amati Pesaing.

Kita patut bersyukur jika bisnis kita ternyata mempunyai banyak pesaing. Pesaing bukan berarti pengganggu, banyak yang membenci persaingan, namun ada kalanya pesaing adalah seorang teman yang bisa memperbaiki diri kita sendiri.

Persaingan itu akan membuat kita selalu merasa cemas dan khawatir, cemas apakah produk yang kita tawarkan lebih baik atau lebih buruk dari pesaing. Nah dari perasaan cemas ini tidak jarang membuat kita bersemangat untuk mempersembahkan yang terbaik dari yang terbaik.

Oleh karena itu, jangan pernah melewatkan perubahan apapun yang ada pada pesaing Anda. Karena bisa jadi, ketika Anda mengabaikan atau menganggap remeh pesaing, itu artinya Anda sudah siap ditikung atau bahkan ditinggal jauh oleh para pesaing.

16. Terus Berinvestasi dan Berinovasi.

Dalam dunia bisnis, investasi kebanyakan digunakan untuk memperkenalkan sebuah brand kepada orang lain, tentu untuk memperkenalkan diri harus ada dana operasional yang tidak sedikit.

Adalah hal yang wajar jika seorang pengusaha belum memikirkan keuntungan pada bisnis barunya. Mereka lebih suka mengeluarkan dana daripada memperdulikan keuntungan saat ini.

Tengok perusahaan-perusahaan teknologi yang gemar membakar uang untuk beriklan. Sebenarnya mereka itu bukan kebanyakan uang, namun tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan produk mereka kepada banyak orang.

Bahkan banyak perusahaan teknologi yang mengaku belum mendapatkan keuntungan, mereka menganggap bakar-bakar uang untuk beriklan adalah sebuah investasi. Maksudnya, tak apa seorang pengusaha menghabiskan uangnya di awal, karena disaat sudah banyak yang mengenal produk mereka, disinilah mereka baru akan mengambil keuntungan.

Selain itu, iringi investasi dengan berinovasi. Inovasi adalah karya atau gagasan kita yang berbeda dari orang lain. Dengan memperbanyak investasi dan inovasi, kita harapkan usaha tersebut akan semakin maju dan kuat di masa depan.

17. Konsisten.

Tidak ada kesuksesan yang instan, semuanya butuh waktu dan proses yang lama. Tidak mungkin usaha yang baru dibuka sehari mampu mendulang banyak pelanggan. Disinilah kesabaran kita akan diuji, seberapa kuat kita mempertahankan konsistensi untuk mencapai kesuksesan.

Terkadang sesuatu yang paling menggoda kita untuk mengubah haluan adalah karena saat-saat yang tidak mengenakan, misal kondisi keuangan bisnis yang sedang tidak baik, atau karena alasan yang tidak masuk akal, misal ikut-ikutan atau termakan hasutan orang lain.

“Sudahlah, buat apa usahanya dilanjutin, ga pernah untung juga, yang ada malah rugi terus.”

Nah jangan sampai keteguhan kita akan mimpi menjadi seorang pengusaha harus dimusnahkan oleh bisikan-bisikan ghaib yang tak bertanggung jawab. Mulai saat ini, biasakan untuk konsisten dengan keputusan awal.

18. Bekerja dengan Keras dan Cerdas.

Selanjutnya adalah dengan bekerja keras. Kita semua tahu bahwa tantangan kedepan akan semakin sulit. Untuk menjadi seorang pemenang bisnis, kita tak selamanya harus mengandalkan kekuatan otot atau financial.

Terkadang orang yang hanya mengandalkan otot kebanyakan dipecundangi oleh orang yang bekerja dengan otak. Oleh karena itu, biasakan untuk bekerja cerdas jika tidak mau menjadi seorang pecundang.

19. Kembangkan Bisnis Anda.

Ketika bisnis kamu sudah berjalan dengan baik dan kamu mulai paham resep dan rahasia suksesnya, maka kamu bisa mengembangan usaha tersebut untuk semakin besar lagi.

Contohnya membuka cabang usaha, atau bisa juga membuka usaha baru yang masih dibawah embel-embel nama usaha sebelumnya, misalnya, usaha kamu adalah membuat keripik pisang, maka kembangkanlah dengan cara membuat keripik singkong atau dengan bahan baku lainnya juga.

20. Persiapkan Masa Depan.

Jika pada akhirnya kamu sudah merasa puas dengan bisnis kamu yang sudah berjalan lancar, jangan merasa tenang, karena tugas kamu saat ini adalah mempersiapkan masa depan antara kehidupan kamu dan bisnis kamu.

Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa jadi suatu saat financial bisnis kamu sedang memburuk atau parahnya mengalami kebangkrutan.

Oleh karena itu. Sediakan payung sebelum hujan. Kamu bisa memulai untuk menabung agar jika suatu saat mengalami sebuah masalah, kamu tidak akan jatuh terlalu dalam.

Kesimpulan

Intinya untuk menjadi pengusaha yang sukses itu tergantung pada diri kita sendiri, tergantung kemauan dan tindakan nyata untuk mewujudkannya. Namun sayangnya, kebanyakan dari kita hanya mempelajari “bagaimana menjadi pengusaha sukses” namun tak ada tindakan lanjutan untuk merealisasikannya. Semoga Bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here