in

6 Cara Move On dari Abusive Relationship Sebelum Memulai Hubungan Kembali

6 Cara Move On dari Abusive Relationship Sebelum Memulai Hubungan Kembali
Photo by Unsplash

Memiliki keinginan untuk memulai suatu hubungan baru paska putus adalah hal yang wajar. Tapi bagaimana jika hubungan sebelumnya adalah bentuk abusive relationship atau hubungan yang dikuasai oleh tindak kekerasan? Pastinya menimbulkan trauma tersendiri.

Tak jarang setelah menjalani abusive relationship, beberapa orang memilih enggan untuk memulai hubungan baru. perasaan was-was dan takut mendapat pasangan yang sama abusive-nya seperti hubungan yang lalu atau bahkan lebih menjadi terror yang membuat cemas.

Meskipun pernah mendapatkan pengalaman pahit dengan hubunganmu yang dahulu, bukan berarti kamu tidak berhak mencinta lagi. Justru kamu perlu bangkit dan menemukan cinta yang lain. Kamu harus terlepas dari belenggu trauma masa lalu dan mencoba membuka lembar baru yang lebih baik.

Agar trauma masa lalu tidak selalu menghantui sehingga berdampak pada hubunganmu yang selanjutnya, kamu memerlukan cara untuk bisa move on agar tidak terlalu stres dan cemas berlebihan. Dilansir dari Elite Daily, berikut beberapa cara untuk menyiapkan diri untuk memulai hubungan baru setelah terlepas dari abusive relationship.

1. Fokus pada penyembuhan diri

Fokus pada penyembuhan diri
Photo by Unsplash

Pada dasarnya, hubungan dengan kekerasan dapat meninggalkan trauma yang membekas pada ingatan seseorang. Nggak mudah untuk menghapus ingatan buruk dan luka yang pernah dialami, apalagi jika menyangkut hubungan asmara.

Trauma dan luka yang dialami pada hubungan sebelumnya berdampak pada hubungan selanjutnya. Maka sebelum memutuskan untuk memulai hubungan baru, ada baiknya untuk fokus menyembuhkan luka lama terlebih dahulu.

Setidaknya kamu memahami cara mengontrol psikologismu, kamu mengerti celah untuk melihat seseorang yang akan memulai hubungan baru denganmu, serta paham tak-tik untuk membentengi diri dari pelaku jika hal yang sama terjadi lagi.

Dengan mengenali hal ini dapat membantumu untuk sembuh dan meminimalisir kesempatan hadirnya pelaku lain dalam hidupmu. Para ahli menegaskan jika memiliki waktu dan ruang yang cukup untuk menyembuhkan diri dapat menjadi kunci untuk move on dan menemukan cinta yang lebih sehat dan bahagia.

2. Berlatih merawat diri sendiri

Berlatih merawat diri sendiri
Photo by Unsplash

Merawat diri sendiri penting bagi siapa pun. Terutama bagi mereka yang pernah mengalami hubungan dengan kekerasan. Dengan merawat diri sendiri, kamu bisa menemukan titik di mana kamu merasa nyaman, hal-hal yang mampu membuatmu rileks, serta memiliki trik sendiri untuk menghadapi tekanan dari luar. Beberapa bentuk perawatan diri yang bisa kamu lakukan seperti perawatan secara fisik maupun mental.

Menurut para ahli, salah satu aktivitas yang membantumu merawat diri adalah menulis jurnal. Menulis jurnal membuatmu bebas untuk menuangkan segala pikiran dan perasaan. Kamu bisa menuliskan keresahan dan isi hatimu ke dalam jurnal tanpa harus memendamnya. Hal ini dapat membuatmu merasa lebih lega.

Selain itu, kamu juga dapat melakukan meditasi dan yoga untuk melatih perhatian, merilekskan pikiran sehingga membuatmu jadi lebih sehat. Beberapa hal lain yang membuatmu nyaman dan aman juga jangan sungkan-sungkan untuk dilakukan.

Menghabiskan waktu yang berkualitas bersama orang terdekat, mengunjungi tempat yang indah, serta hal-hal lain yang kamu sukai tapi tetap dalam batasan kewajaran adalah bentuk perawatan diri yang tepat untuk proses penyembuhanmu.

3. Bertemu dengan orang-orang yang memiliki energy positif

Bertemu dengan orang-orang yang memiliki energy positif
Photo by Unsplash

Dengan siapa kita bergaul mencerminkan bagaimana diri kita. Hal ini sangat tepat jika kita dapat bergaul dengan orang-orang yang memiliki energi baik. Terutama bagi orang yang baru saja mengalami kepahitan dalam hidupnya seperti hubungan abusive.

Memilih teman dan bergaul dengan orang yang memiliki energy positif dapat membantu proses penyembuhanmu dan menemukan titik terang kembali dalam hidup. Kamu bisa lebih mencintai diri sendiri serta lebih bahagia dan bersemangat menghadapi hidup.

Siapa tahu juga dengan lingkungan positif di sekitarmu, kamu jadi bisa mendapatkan tambatan hati baru. Nggak cuma mampu menularkan energy baik untukmu, tapi bisa menjadi akhir yang baik juga bagi perjalanan cintamu. Siapa sih yang nggak mendamba hubungan sehat dan bahagia? Tapi ingat, kamu jangan terlalu menutup diri dan terlalu curigaan agar orang-orang tidak mengindarimu.

4. Mempersiapkan tujuan hubungan asmara yang lebih matang

Mempersiapkan tujuan hubungan asmara yang lebih matang
Photo by Unsplash

Seiring dengan keinginan untuk mulai membuka hati, coba deh untuk merencanakan hubungan seperti apa yang sebenarnya kamu inginkan. Apa tujuan dari hubungan yang akan kamu jalani, hingga makna hubungan sehat yang kamu impikan.

Misalnya kamu menentukan tipe pasangan yang seperti apa, batasan-batasan bagi hubungan nantinya, hal yang tidak dan boleh dilakukan dalam hubungan kalian. Dengan begitu, kamu memiliki skala prioritas tersendiri dan mampu menganalisis berbagai hal yang mungkin akan terjadi di hubunganmu selanjutnya.

Sebagai tambahan, kamu juga bisa menuliskan tanda-tanda bahaya dalam hubungan yang pernah kamu alami dari hubungan abusive sebelumnya. Misalnya memanipulasi dirimu, mengucapkan kata kasar, mengendalikan dirimu, dan sebagainya.

Ketika kamu telah menemukan batasan-batasan dalam hubungan, kamu bisa merespon dengan baik jika calon pasangan mencoba mengganggu batasan yang kamu buat. Kamu berhak kok untuk mempersiapkan hubungan sehat yang lebih aman, nyaman dan saling terbuka. Tidak mau kan jatuh di lubang yang sama lagi?

5. Nggak ada salahnya untuk mengikuti insting

Nggak-ada-salahnya-untuk-mengikuti-insting
Photo by Unsplash

Para ahli mengatakan kalau insting adalah alat paling kuat untuk menilai apakah hubungan itu baik atau tidak untukmu. Ahli juga mengungkapkan bahwa ternyata hubungan abusive dapat merusak radar psikologismu. Artinya, kemampuan untuk mempercayai instingmu berkurang. Entah karena ragu dengan pikiran dan perasaan atau terlalu curiga pada seseorang demi melindungi diri. Karena itu, kamu jadi sulit membedakan seseorang yang berniat baik dan kurang baik.

Kamu bisa meminta bantuan atau pandangan dari keluarga, teman dekat bahkan professional seperti psikoterapis untuk membuka pikiran, perasaan dan reaksimu terhadap rencana hubungan yang baru. Lebih dari itu, kamu harus mulai berlatih sendiri untuk mengandalkan instingmu. Jauh di dalam lubuk hatimu pasti ada satu jawaban yang bisa kamu pegang. Tetapi, jangan terburu-buru.

6. Mengenal support system

Mengenal support system
Photo by Unsplash

Penting untuk mengetahui siapa saja yang siap menjadi pendukungmu dalam hal tersulit sekali pun. Ketika kamu berusaha keluar dari hubungan abusive sebelumnya, pasti ada orang-orang yang menyediakan bahu untuk bersandar, telinga untuk mendengarkan hingga tangan yang siap merangkul. Kamu juga bisa meminta bantuan mereka untuk dimintai pendapat mengenai hubungan kencanmu yang berikutnya.

Sebaiknya jangan sepelekan kehadiran orang-orang di sekitarmu. Sesekali lihatlah hubunganmu melalui kacamata mereka, dengarkan saran dan masukan dari mereka.

Ketika kamu sudah siap untuk melangkah lagi ke hubungan baru, libatkan peran-peran dari support system mu. Ingat, jangan tergesa-gesa, lakukanlah langkah-langkah yang kamu perlukan untuk move on. Yang terpenting adalah kesembuhan dirimu dari luka hubungan abusive sebelumnya. Seiring waktu, berjalanlah dengan sabar sambil terus menata hati. Berpositif thinking untuk menemukan cinta baru yang lebih baik.

Baca Juga : 10 Tips Move On dari Mantan Biar Gak Galau Terus

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *