Selain Facebook, 38 Aplikasi ini juga Diblokir di China. Untuk apa?

0

Pada tahun 2017, pemerintah China memutuskan untuk memblokir aplikasi Skype dari peredaran Internet negara komunis tersebut. Dengan diblokir nya aplikasi Skype, hal ini menambah daftar panjang aplikasi dari perusahaan teknologi raksasa dunia yang diblokir di Tiongkok. Menarik untuk kita mengetahui apa alasan negara China memblokir aplikasi yang justru memudahkan aktivitas manusia. Tercatat sudah banyak aplikasi yang hingga kini diblokir dan tidak bisa diakses di China. Aplikasi apa saja?

Sosial Media

  • Facebook
  • Twitter
  • Snapchat
  • Instagram
  • Youtube
  • Pinterest
  • Google Plus
  • Blogspot
  • Flickr
  • Periscope

Search Engine

  • Google
  • DuckDuckGo

Messaging Apps

  • Facebook Messenger
  • Whatsapp
  • Telegram
  • LINE
  • KaKao Talk
  • Signal

Streaming

  • Youtube
  • Netflix
  • Vimeo
  • Dailymotion
  • Twitch
  • Periscope
  • Instagram
  • Snapchat

Email

  • Gmail

Cloud Storage & Productivity

  • Dropbox
  • Google Drive
  • Google Docs
  • Scribd
  • Slack

News & Information

  • New York Times
  • The Economist
  • Bloomberg
  • Wall Street Journal
  • Reuters
  • Wikipedia (English)

Sebenarnya cara terbaik untuk mengakses situs web yang diblokir adalah dengan menggunakan aplikasi VPN (virtual private network). VPN menggunakan terowongan yang aman untuk mengarahkan lalu lintas web Anda melalui server VPN yang tidak diblokir ke tujuan web yang diblokir.

Sayangnya, sebagaimana yang dikutip dari TheNextWeb, penggunaan layanan VPN wajib mengikuti proses filterisasi dari pemerintah china.

Coba Anda bayangkan jika situs dan aplikasi diatas diblokir juga di Indonesia. Apakah Anda saat ini masih bisa mengupload foto di Instagram, mengupdate status di Facebook, atau nonton video di Youtube?

Hidup ini mungkin akan terasa sangat sulit, waktu seperti berjalan sangat lambat, dan hidup terasa sedikit membosankan.

Lalu apa sebenarnya alasan pemerintah Tiongkok memblokir situs dan aplikasi diatas yang nyatanya bisa memudahkan kehidupan manusia? Tidak mungkin pemerintah Tiongkok tidak punya alasan yang kuat. Menutup diri dari perkembangan teknologi sama saja menghambat kemajuan sebuah negara.

Berikut ini adalah alasan kenapa situs dan aplikasi diatas diblokir.

1. Keamanan Politik

Pemerintah China tidak mau masyarakat membaca konten-konten negatif yang dapat menganggu kenyamanan dan keamanan negara, apalagi informasi yang dapat menyudutkan pemerintah negara China itu sendiri. Dengan mengendalikan media Internet, pemerintah juga dapat dengan mudah mengendalikan informasi yang bisa diakses demi keamanan negara.

2. Keamanan Negara

Jika kita mencermati situs dan aplikasi yang diblokir pemerintah China, hampir semuanya bukanlah buatan China. Dari hal ini, muncul-lah sebuah alasan yang masuk akal kenapa pemerintah Tiongkok memblokir aplikasi diatas. Yups, karena keamanan negara.

Saat Anda menggunakan situs atau aplikasi diatas, semua data aktivitas dan data pribadi Anda kemungkinan akan terekam di server penyedia layanan aplikasi.

Misalnya ketika Anda mendaftar di Facebook, atau Informasi pribadi di profil Facebook Anda, mengkampanyekan informasi yang lagi trending topik, melakukan video call, melakukan streaming, dan lain sebagainya.

Semua data dari aktivitas itu disimpan di sebuah server. Pertanyaannya dimanakah server layanan aplikasi tersebut?

Jika servernya di dalam negeri, pemerintah setempat mungkin bisa dengan mudah mengawasi data-data tersebut. Tapi bagaimana jika servernya di negara lain?

Seperti yang dikutip dari Bloomberg yang dimuat di Telko.id “Alasan pihak berwenang China melakukan pemblokiran adalah agar dapat memantau semua komunikasi di internet,”

3. Memberi Kesempatan Statup Lokal Berkembang

China adalah pasar terbesar di dunia dengan 1,3 Miliar jiwa. Ketika Anda menguasai pasar China itu sama saja menguasai pasar dunia. Hal ini mungkin juga telah disadari oleh pemerintah Tiongkok.

Disaat situs dan aplikasi asing ditendang oleh pemerintah Tiongkok, maka munculah situs dan aplikasi serupa kreasi anak negeri untuk menggantikan situs yang diblokir. Contohnya.

  • Google = Baidu
  • Whatsapp = Wechat
  • Twitter = Weibo
  • Facebook Messenger = QQ

Pemerintah Tiongkok seolah memberikan kesempatan bagi pelaku startup dalam negeri untuk memanfaatkan pasar di negara mereka sendiri.

Terbukti, walaupun aplikasi buatan China tersebut masih dirasa jago kandang, namun mereka telah menjelma sebagai perusahaan raksasa teknologi dunia dengan ratusan juta pengguna yang berasal dari Tiongkok.

Baca Juga: 10 Cara Menggunakan Media Sosial yang Baik dan Bijak

Selain itu, semakin banyak startup lokal yang berkembang, maka samakin banyak pula pemasukan yang didapat sebuah negara.

Begitulah beberapa alasan kenapa banyak aplikasi yang diblokir di Tiongkok. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here