15 Cara Bayi Berkomunikasi Dengan Orang Tua, Salah Satunya Dengan Menangis

0
Cara Bayi Berkomunikasi Dengan Orang Tuanya, Salah Satunya Dengan Menangis

Ketika bayi masih berusia bulanan sejak ia dilahirkan, orang tua cenderung punya banyak ketakutan tentang perasaan dan kesehatan si kecil. Para orang tua kadang mencoba menebak-nebak apa yang diinginkan bayi mereka dan apa yang mungkin menyebabkan bayi merasa tidak nyaman.

Tetapi bagaimana cara Anda memahami bayi tanpa berbicara dengan kata-kata? Para ahli menguraikan 3 metode utama yang dapat membantu bayi berkomunikasi dengan orang dewasa. Berikut adalah tanda dan cara Bayi berkomunikasi dengan orang tuanya.

Cara bayi menangis

Menangis adalah cara utama bayi dalam mengekspresikan kebutuhannya selama 4 bulan pertamanya. Tetapi bagaimana orang tua dapat mengerti apakah bayi itu menangis karena kelaparan, rasa sakit, atau sesuatu yang lain?

Teriakan panggilan: Ketika bayi sendirian untuk waktu yang lama, bayi biasanya akan memanggil kedua orang tuanya dengan cara mengeluarkan suara seperti hendak menangis selama 5-6 detik dan kemudian berhenti selama 20 detik seolah-olah mereka sedang menunggu hasilnya. Jika orang tua tidak merespons suaranya, maka siklus ini akan berulang beberapa kali.

Tangisan karena kelaparan: Ini bisa dimulai dengan tangisan panggilan dan berlanjut ke tangisan histeris. Bayi juga mungkin terus menoleh-nolehkan kepalanya, dan membuat suara tersendat-sendat ketika dia menangis.

Tangisan karena kesakitan: Tangisan ini akan monoton, keras, dan konstan. Secara berkala, akan ada peningkatan suara tangisan yang menunjukkan bahwa rasa sakitnya bertambah. Namun, jika bayi sedang jatuh sakit, tangisan mereka juga bisa monoton, tetapi tenang, karena bayi tidak memiliki tenaga yang cukup untuk membuat suara keras.

Tangisan karena Mengantuk: Ketika bayi ingin tidur tetapi tidak bisa tidur karena suatu alasan, tangisan mereka akan terdengar seperti rengekan yang halus dan diikuti dengan sering menguap.

Tangisan karena ketidaknyamanan: Tangisan ini seperti rengekan yang terputus-putus, dan sering disertai dengan mengayun dan melengkung tubuhnya. Ini berarti sudah saatnya untuk memeriksa popok mereka atau mereka mungkin merasa terlalu dingin atau terlalu panas menggunakan pakaiannya.

Suara yang mereka buat

Dokter anak asal Australia, Priscilla Dunstan, telah mempelajari dan meneliti suara anak usia (3-4 bulan) selama lebih dari 20 tahun. Ribuan bayi dari berbagai negara masuk dalam eksperimennya. Priscilla berpendapat bahwa suara refleks primer dari bayi bersifat umum, artinya semua bayi umumnya melakukan hal yang sama.

Setelah berusia 4 bulan, bayi mulai bersuara dan berkomunikasi untuk menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan fisik mereka. Priscilla juga membuka sekolahnya sendiri yang mengajar orang tua baru memahami bayi mereka.

“Neh” artinya “Bayi lapar!” Suara ini dihasilkan ketika bayi sering menjulurkan lidahnya dari mulut dan sering mengisap-isap jari mereka.

“Eh – “Bayi akan bersendawa” Suara ini terbentuk ketika udara berlebih mulai meninggalkan kerongkongan bayi dan bayi mencoba melepaskannya secara refleks dari mulutnya.

“Owh artinya “Bayi mengantuk atau lelah!” Bayi bisa mengeluarkan suara kelelahan dengan cara melipat bibir mereka sebelum menguap.

“Heh” artinya“Bayi merasa tidak nyaman!” Sentuhan yang tidak menyenangkan membuat bayi bergerak, kemudian menyentak tangan dan kaki mereka. Semua gerakan ini berkontribusi untuk menghasilkan suara ‘Heh’, terutama ketika mulut bayi sedikit terbuka.

Gerakan yang bayi lakukan

Bayi juga bisa berkomunikasi lewat bahasa tubuh mereka

Melengkungkan punggung: Bayi di bawah usia 2 bulan sering melakukan gerakan ini ketika merasakan rasa sakit pada tubuhnya atau sedang sakit perut. Jika bayi melengkungkan punggungnya setelah makan, itu berarti mereka kenyang. Jika bayi melakukan gerakan ini saat makan, itu bisa menjadi tanda mereka ingin buang gas. Jika usia bayi lebih dari 2 bulan, gerakan ini biasanya menandakan mereka sedang kelelahan dan suasana hati yang buruk.

Menggeleng-gelengkan kepala: Ini adalah gerakan menenangkan bagi bayi. Mereka mungkin melakukannya sebelum tertidur atau ketika mereka berada di sekitar orang yang tidak dikenal.

Memegang telinga: Dalam kebanyakan kasus, gerakan ini menunjukkan bahwa bayi hanya menjelajahi tubuh mereka. Namun Anda mungkin harus berkonsultasi dengan dokter jika gerakan ini diikuti dengan menangis dan sering mengulangi gerakan tersebut.

Mengepalkan tangan: Ini pertanda rasa lapar. Jika Anda mengetahuinya tepat waktu, Anda dapat mencegah tangisan yang disebabkan oleh rasa lapar.

Mengangkat kaki: Ini adalah tanda sakit perut. Bayi berusaha meredakan nyeri secara refleksif.

Menyentak lengan: Gerakan ini berarti bayi lagi ketakutan, bisa karena suara keras, cahaya yang terang, atau bagun secara tiba-tiba yang memicu refleks mengejutkan. Dalam hal ini, bayi perlu dihibur dan ditemani.

Dokter anak merekomendasikan agar orang tua lebih sering berbicara dengan bayi-nya, menjelaskan dan memperkenalkan semua hal kepada bayi tentang lingkungan sekitarnya. Meskipun bayi belum mengerti apa-apa. namun hal ini dapat membantu bayi agar mulai berkomunikasi dengan orang lain menggunakan suara dan gerakannya, dan ini juga membantu mereka berkembang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here