10 Cara Membaca Pikiran Orang Lain Dengan Mudah dan Cepat

0
10 Cara Positif Membaca Pikiran Orang Lain Dengan Mudah
membaca pikiran orang

Kemampuan untuk membaca pikiran orang lain dan memahami apa yang sedang orang lain rasakan sangat berguna di berbagai kondisi, di mana hal ini akan memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan orang tersebut. Pikiran memang selalu bersifat misterius, karena hanya kita lah satu-satunya orang yang bisa mengerti tentang apa yang sedang kita pikirkan dan rasakan. Namun dengan begitu, ternyata ada cara supaya kita bisa membaca pikiran orang lain, salah satu caranya adalah memahami ilmu psikologis.

Jika kebetulan kamu pernah mengikuti psikotes, mungkin Kamu pernah merasa bingung untuk memahami soal-soal yang diberikan. Pertanyaannya memang terlihat simple, tapi cukup membingungkan. Kita harus berpacu dengan respon, nalar, dan logika untuk menjawab semua soal-soal tersebut.

Namun jika kamu menyadarinya, hal itu bertujuan untuk memahami pikiran, karakter dan kepribadian kamu sendiri loh.

Tapi jujur menurut saya pribadi, saya tidak terlalu suka mengikuti psikotes karena tidak mau seseorang dengan mudah menilai diri saya sendiri hanya karena melihat sebuah kertas yang berisi jawaban-jawaban dari soal tes. Karena Anda tidak akan pernah bisa menilai seseorang itu dengan sekejab mata saja.

Tapi di kehidupan yang sesungguhnya, kita nyatanya bisa membaca pikiran orang lain loh. Dengan syarat kita sudah lama mengenal orang-orang tersebut, baik sikap, sifat, dan kebiasaan nya.

Nah berikut ini adalah 10 Cara Positif Membaca Pikiran Orang Lain Dengan Mudah dan Cepat.

1. Membaca Pikiran dari Emosi

Terkadang kita bisa membaca pikiran orang lain ketika kita melihat tingkat emosi seseorang yang tidak stabil.

Jika sebelumnya kamu mengenal dia adalah orang yang lembut dan tenang, dan sekarang ia menjadi sedikit pemarah, mudah tersinggung, dan selalu cemas, bisa dipastikan ada yang salah pada dirinya.

Sama halnya ketika sebelumnya kamu mengenal orang yang selalu ceria dan bahagia, dan sekarang orang itu berubah menjadi orang yang sedikit tertutup dan selalu diam, bisa dipastikan juga ada yang salah pada dirinya.

Salahnya dimana? Pasti ada sebuah alasan kenapa mereka memutuskan untuk berubah dari mereka yang sebelumnya. Entah itu karena cobaan, atau masalah kehidupan.

2. Membaca Pikiran dari Ekspresi Mata

Mata tidak pernah bisa untuk berbohong, sepandai apapun mulut mengatakan sebuah kebohongan, mata akan selalu menolaknya walau dengan cara yang halus.

Misalnya ketika Anda sedang berbohong, mata yang tidak berani menatap secara langsung adalah indikasi yang kuat kalau Anda sedang berbohong.

Mata yang hanya sesekali menatap lawan bicaranya adalah indikasi bahwa Anda sulit untuk mengakui keberadaan orang lain di sekitar Anda.

Mata yang berkedip ketika selesai bicara mengindikasikan bahwa Anda sedang memahami orang lain.

Dan mata yang selalu tertuju ke bawah adalah indikasi bahwa Anda sedang tidak percaya diri, mungkin karena rasa malu atau rasa rendah hati.

Baca Juga: Sulit Mengingat ? Inilah 10 Cara Positif Menghafal Dengan Cepat

3. Membaca Pikiran dari Nada Bicara

Perubahan volume dari nada bicara seseorang mengindikasikan banyak hal. Kita bisa membacanya tergantung dari seberapa besar perubahan nada bicara seseorang.

Misalnya ketika awalnya seseorang berbicara dengan volume bicara yang cepat namun suaranya perlahan-lahan menjadi pelan, itu artinya orang tersebut sedang mengatakan sesuatu yang penting dari dirinya.

Dan jika memang suaranya semakin melambat, Itu artinya ia sangat mengharapkan Anda untuk mendengarkan kata-katanya dengan sebaik-baiknya.

Tugas kita hanyalah diam sembari memperhatikan apa yang sedang ia bicarakan.

4. Perhatikan Jarak

Jarak antara orang lain saat berinteraksi dapat mengindikasikan apakah orang itu merasa aman dan nyaman atas keberadaan Kamu atau tidak.

Ketika ada orang yang menjaga jarak dengan mu saat berinteraksi mencerminkan bahwa ia tidak ingin terlibat lebih dekat dengan Kamu secara emosional.

Namun dengan begitu, hal ini bukanlah juga sebagai tolak ukur yang pasti karena tergantung pada kondisi saat orang lain berinteraksi, misalnya jarak kalian jauh mungkin karena sedang terburu-buru, terlalu sibuk, atau alasan lainnya.

Jadi inti dari poin ini adalah pemahaman karakter seseorang juga memperngaruhi jarak dan kondisi atas orang tersebut.

5. Perhatikan Cara Tertawanya

Tertawa adalah suatu ungkapan perasaan senang dan gembira. Walau demikian, ternyata cara seseorang tertawa itu dapat menunjukan karakter dan watak seseorang.

Seseorang yang dapat menahan tawa mengindikasikan bahwa orang itu dapat mengendalikan emosinya dengan baik.

Seseorang yang mudah tertawa dengan lepas mengindikasikan bahwa orang itu adalah orang yang jujur dan suka berterus terang.

Seseorang yang tertawa dengan lemah lembut mengindikasikan bahwa dia adalah orang yang lemah dalam pendiriannya.

Dan lagi, terkadang kita bisa menilai apakah senyuman orang lain itu adalah senyuman yang tulus atau senyuman yang hanya menutupi perasaan mereka yang sebenarnya.

Nah apapun alasan Anda untuk tertawa, yang terpenting tertawalah dengan tulus.

6. Membaca Pikiran dari Respon

Respon seseorang saat menghadapi sesuatu adalah salah satu cara untuk bisa membaca pikiran orang tersebut.

Orang yang terlalu lambat merespon mencerminkan bahwa orang tersebut kurang tertarik pada sesuatu, atau bisa juga karena orang itu malas dan tidak serius.

Berbeda ketika seseorang menunjukan respon yang cepat dan sigap, orang ini menunjukan apa yang terjadi sesuai dengan tujuan akhir yang ingin di raih, atau dengan kata lainnya, ia sangat tertarik melakukan hal tersebut.

Dengan memahami respon yang ditunjukan seseorang maka Anda sudah mulai bisa membaca pikiran orang lain.

7. Membaca Pikiran dari Ekspresi Wajah

Ekspresi wajah merupakan indikasi yang mudah dibaca. Jika ekspresi orang dengan wajah yang cerah, itu menandakan bahwa ia sedang bergembira.

Sebaliknya, jika ekpresi orang dengan wajah yang kusam dan murung, itu mungkin menandakan ia sedang bersedih.

Walaupun demikian, kita juga harus menyadari bahwa ekspresi wajah adalah hal yang paling mudah untuk dimanipulasi orang lain.

Seseorang dengan mudah berpura-pura bahagia dengan cara membuat wajahnya terlihat cerah dan banyak tersenyum padahal ia sedang bersedih.

Maka dari itu, untuk membaca pikiran orang ada baiknya kita tidak terlalu fokus pada ekspresi wajah menyeluruh. Tapi perhatikan bagian-bagian kecil yang lain pada wajah seperti alis, mata dan hidung.

8. Membaca Pikiran dari Cara Berjalan

Cara yang satu ini adalah cara yang cukup mudah untuk dipelajari agar bisa membaca pikiran orang lain.

Seseorang yang berjalan dengan percaya diri akan berjalan dan mengayungkan kakinya dengan pasti.

Sebaliknya seseorang yang berjalan dengan rasa tidak percaya diri akan berjalan lemas sambil menundukan kepalanya.

Namun yang paling menyebalkan dari cara orang lain berjalan adalah saat ia berjalan dengan kepala naik sambil menghentak-hentakan kaki dan mengayungkan-gayungkan tangannya. Alias orang yang sombong.

9. Cara Menyentuh Anda

Saat Anda bertemu dengan seorang teman, sentuhan yang paling umum adalah saling berjabat tangan atau saling bersalam-salaman.

Jadi, ketika hal ini tidak dilakukan lagi saat bertemu, bisa dipastikan ada sesuatu yang terjadi pada kalian berdua.

Pun jika masih saling berjabat tangan. Yang harus Anda lakukan untuk bisa membaca pikirannya adalah merasakan apakah genggaman tangannya lebih lemah atau lebih kuat dari biasanya.

Karena hal ini bisa mengindikasikan hal-hal yang buruk. Maka untuk memastikannya, cobalah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diri teman Anda.

10. Membaca Pikiran dari Inkonsistensi

Cara terakhir untuk bisa membaca pikiran orang adalah dengan memperhatikan keputusan yang ia buat.

Jika sebelumnya Anda mengenal seorang teman yang merupakan orang yang sangat konsisten dengan keputusan dan pendiriannya.

Baca Juga: 40 Kata Kata Punya Komitmen, Prinsip, dan Pendirian Hidup

Namun sekarang ia justru menjadi orang yang lemah dalam pendirian dan sulit untuk memutuskan sesuatu, bahkan keputusan yang ia pilih selalu berubah-ubah seiring dengan terjadinya sesuatu.

Maka hal ini bisa mengindikasikan bahwa ia sedang ada sebuah masalah. Beban yang ia tanggung mungkin terlalu besar sehingga ia menjadi cemas tentang “apakah yang ia lakukan akan membuahkan hasil atau tidak”.

Tugas kita sebagai temannya adalah mencoba menenangkan dan memberikan nasihat kepadanya.

Kesimpulan

Untuk bisa membaca pikiran orang lain tidak bisa kita lakukan dengan semua orang. Kita bisa melakukannya hanya kepada mereka yang telah kita kenal dengan baik sebelumnya.

Jadi kita bisa membaca kondisi pikirannya melalui sinyal-sinyal yang berbeda dari kebiasaan, sifat, dan sikap orang tersebut. Jika menyadari ada yang berbeda, tanpa dikatakanpun, Anda sudah bisa memahami pikiran orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here