7 Cara Memulai Bisnis Ritel Dengan Mudah Untuk Pengusaha Pemula

bisnis-retail

Jaman sekarang tren pekerjaan sudah mulai bergeser dari bekerja untuk orang lain ke bekerja untuk diri sendiri. Banyak dari kita ingin menjadi bos bagi diri sendiri dan membuat keputusan sendiri dengan cara menjadi seorang pengusaha. Hal ini bukan tanpa sebab, karena menjadi pengusaha telah dianggap bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar daripada menjadi seorang karyawan biasa, waktu kerja yang fleksibel, dan tak terikat oleh apapun. Maka tak heran jika banyak yang ingin menjadi pengusaha dengan memulai bisnis kecil-kecilan.

Dengan memulai usaha baru, kamu berharap mendapatkan kepuasan dan kebanggaan tersendiri yang tidak mungkin didapatkan saat bekerja untuk orang lain. Nah bicara tentang usaha, salah satu bisnis yang lagi hits saat ini adalah bisnis ritel.

Bisnis ritel adalah semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis. Pada praktiknya Ritel atau pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport, baik secara langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil.

Jika melihat definisinya, banyak yang membayangkan menjalankan bisnis ritel itu memerlukan modal yang besar. Namun untuk awalannya, kamu bisa membeli produk dalam jumlah yang kecil, kemudian menjual kembali produk tersebut kepada konsumen akhir.

Beberapa contoh bisnis ritel antara lain:

  • Produk makanan seperti yang dijual di minimarket, supermarket, dll.
  • Peranti keras – perabot rumah tangga, elektronik konsumen, mebel (furnitur), alat olahraga, alat kantor, dan alat kesehatan, dll.
  • Pakaian.
  • Dll.

Nah bagi kamu yang ingin memulai bisnis ritel, berikut ini tips dan cara memulai bisnis ritel dengan mudah yang bisa kamu terapkan.

1. Tulis Rencana Bisnis

Jika kamu berpikir untuk memulai bisnis, maka kamu harus mengetahui cara membuat rencana bisnis. Rencana bisnis ritel yang baik dapat membantu kamu memulai bisnis dan membuat bisnis ritel itu berkembang. Jangan sampai kamu yang sudah punya ide bisnis yang bagus, namun bisnis tersebut malah tidak berjalan semestinya karena tak punya rencana bisnis.

Apa yang membuat bisnis gagal dan sukses? Ada beberapa alasan, tetapi tidak semua alasan hanya karena layanan dan logistik yang buruk. Tetapi alasan utamanya adalah kurangnya rencana bisnis. Rencana bisnis membantu menemukan sasaran pasar dan mencapainya. Menuliskan visi akan membantu kamu menjalankan rencana bisnis yang terarah sesuai dengan misi bisnis kamu.

2. Tetapkan Tujuan

Terkadang tujuan tanpa rencana hanyalah sebuah harapan. Maka dari itu tentukanlah strategi dan taktik untuk menunjang operasional kegiatan bisnis kamu, seperti, tanggal-tanggal penting, tenggat waktu, anggaran dan arus kas.

Definisikan dengan jelas tujuan jangka pendek yang ingin kamu capai dalam 12 bulan, pencapaian jangka menengah yang akan membutuhkan waktu antara 2 hingga 3 tahun, dan pencapaian jangka panjang. Pertimbangkan semua aspek seperti jumlah outlet yang kamu inginkan, jumlah pelanggan yang kamu butuhkan, populasi target dan kelompok usia, serta jumlah pendapatan yang dihasilkan di masa depan.

3. Ketahui Pasar Anda

Terkadang sering terjadi ketika kamu memiliki ide-ide bisnis yang cemerlang tetapi orang lain sudah memulai bisnis dengan rencana yang sama. Kamu seharusnya tidak membiarkan hal itu menghentikan langkah kamu untuk memulai bisnis ritel. Perlu kamu ketahui bahwa beberapa bisnis dapat memberikan layanan yang sama dan masih bertahan karena pasar sangat luas.

Lakukan riset dan cari tahu berapa banyak pesaing yang kamu miliki? Layanan apa yang mereka tawarkan? Apa tren industri saat ini dan yang akan datang? Berapa banyak modal yang harus kamu siapkan?  Begitu kamu tahu cara kerja pesaing dan aktivitas pasar, maka kamu siap untuk bersaing dengan pemain-pemain ritel besar.

4. Nama dan Legalitas

Nama adalah salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis. Nama bisnis akan menjadi brand atau merek jika dikelalo dengan baik. Menentukan nama brand atau merek dalam sebuah bisnis bukanlah perkara yang simpel. Kehadirannya terbukti mampu meningkatkan potensi bisnis menjadi bisnis yang sukses.

Masalahnya, banyak pelaku usaha merasa bingung memberikan nama untuk bisnis mereka. Dan tak jarang juga banyak pengusaha cenderung asal-asalan dalam memilih nama brand. Mereka terlalu fokus dengan produk, lalu mengenyampingkan pentingnya menentukan nama brand.

Meskipun nantinya kamu akan menjual produk dari brand lain, namun nama bisnis kamu juga harus diperhatikan, misalnya nama outlet kamu, dan lain sebagainya. Berilah nama yang mudah diingat dan dibaca. Setelah itu, daftarkan nama bisnis tersebut agar memiliki izin usaha dan berbadan hukum.

Baca Juga: 5 Cara Menentukan Nama Brand yang Bagus untuk Bisnis Pemula

5. Arus Kas Positif

Keuntungan dan uang kas adalah dua poin penting dalam memulai bisnis ritel. Yang harus kamu lakukan adalah jangan dulu pikirkan apakah bisnis ini akan cepat menghasilkan keuntungan. Lebih baik pikirkan terlebih dahulu kesehatan keuangan dari bisnis kamu. Jika nanti ada keuntungan, gunakan keuntungan itu sebagai investasi dan modal tambahan agar bisnis kamu semakin berkembang dan bertahan lama.

6. Desain Kemasan Ritel

Menurut pengamatan, desain kemasan berperan besar dalam kesuksesan penjualan, bahkan terkadang produk dengan kemasan yang menarik bisa mengalahkan produk dengan kualitas yang baik, atau dengan kata lain produk dengan desain kemasan yang bagus akan lebih cepat terjual.

Kamu harus memahami bahwa kemasan adalah salah satu alat penjualan. Ini adalah tentang bagaimana memberikan kesan kepada konsumen agar produk kamu selalu diingat. Coba kamu perhatikan ketika kamu melihat produk dengan kemasan yang mencolok, mungkin kamu akan tertarik membelinya, kan!

Maka dari itu, mintalah bantuan kepada desainer grafis professional untuk membuat kemasan yang menarik yang seoalah-olah bisa membujuk konsumen untuk membeli produk kamu, misalnya karena warnanya, desain gambar, dan sebagainya.

7. Tim Performa Tinggi

Untuk memulai bisnis ritel yang sukses, kamu membutuhkan tim yang kuat yang berdedikasi dalam satu visi. Selain itu, komposisi tim, tujuan tim, distribusi tugas, komunikasi, dan lain-lain, sangat penting untuk kinerja bisnis ritel yang sedang kamu jalankan. Tugas kamu sebagai owner bisnis harus memastikan beberapa karakteristik tim berkinerja tinggi, seperti,

  • Interaksi cepat di antara anggota tim.
  • Komunikasi informal dan tidak terstruktur.
  • Keterlibatan semua anggota.
  • Memiliki ambisi dan pemikiran kreatif.

Anggota tim perlu mengetahui bahwa ada beberapa pedoman, beberapa aturan, atau perjanjian yang harus mereka ikuti. Kamu dapat menjalankan rencana bisnis ritel dengan sukses jika kamu bisa membentuk tim yang solid.

Tips memulai bisnis ritel dengan mudah diatas harus digunakan sebagai pedoman sebelum membuka toko sendiri. Sebagai pengecer yang sukses, kamu harus selalu ingat bahwa bisnis ritel yang sukses sangat bergantung pada penawaran produk yang tepat, dengan harga yang tepat, dan pada waktu yang tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here