Pernah Diremehkan, Sekarang Nokia Malah Pakai Android. Kenapa?

0
Pernah Diremehkan, Sekarang Nokia Malah Pakai Android. Kenapa?

Siapa yang tidak mengenal brand Nokia. Salah satu merek perangkat mobile ini punya cerita indah di masa lalu. Pengalaman Nokia memproduksi perangkat ponsel sudah tak diragukan lagi. Perusahaan ini bahkan pernah dikatakan sebagai salah satu merek paling berharga di dunia.

Namun kini, era Nokia nampaknya sudah berlalu. Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat Nokia seakan-seakan kehabisan bensin. Kepopuleran Nokia juga tergerus oleh para kompetitor yang dulu dianggap tak punya pengalaman apapun dalam dunia perangkat mobile.

Banyak yang berspekulasi bahwa penyebab utama Nokia mengalami kemunduran ialah tak mau mengunakan Android di perangkat ponselnya. Padahal, perkembangan Android yang begitu cepat dan permintaan perangkat bersistem operasi Android yang terus tinggi, sudah cukup menjadi alasan untuk Nokia menggunakan Android.

Namun setelah beberapa periode berlalu, Nokia akhirnya menggunakan sistem operasi Android pada smartphone mereka. Ada yang bertanya-tanya, mengapa Nokia baru mulai menggunakan Android sekarang? Pasti ada alasannya, bukan!

Pertanyaan itu bukanlah tanpa sebab, mengingat diawal kemunculan Android, Nokia sempat ‘menghina’ dan ‘meremehkan’ sistem operasi besutan Google ini.

Daripada berspekulasi tak jelas, berikut ini adalah kisah perjalanan Nokia sebelum menggunakan Android.

Kisah hegemoni Nokia

Kisah hegemoni Nokia

Nokia bukanlah perusahaan ‘kemarin sore’ dalam binis ponsel dunia. Tahukah Anda, Nokia adalah brand perangkat ponsel paling laris di dunia pada tahun 1990-an. Hampir semua masyarakat pada waktu itu menggunakan Nokia sebagai alat komunikasi.

Debut Nokia dalam kancah ponsel terjadi pada tahun 1982 dimana perusahaan itu meluncurkan ponsel pertamanya yang disebut ‘Mobira Senator’. Ponsel dengan berat 10 kg dikhususkan untuk mobil-mobil klasik.

Nokia yang memang besar dari bisnis telekomunikasi adalah perusahaan yang mengembangkan The Global System for Mobile communications (GSM) pada tahun 1987. Teknologi generasi kedua yang memungkinkan panggilan suara berkualitas tinggi, roaming internasional yang mudah, dan mendukung pesan teks (SMS). Kemudian pada tahun 1992, Nokia berhasil meluncurkan ponsel GSM pertama yang disebut Nokia 1011.

Nokia juga yang pertama kali memperkenalkan mobile gaming. Lewat game permainan ular yang disematkan pada produk seri 6110. Bahkan Nokia seri 3210 yang diluncurkan pada 1999 juga tak mau ketinggalan mengadopsi permainan Snake. Karena hal ini, Nokia berhasil mendongkrak penjualan N3210 sebanyak 150 juta perangkat.

Pada tahun 2002, Nokia juga menjadi pioneer perangkat ponsel dengan kamera VGA, yang sukses meluncurkan HP berkamera VGA pertama di dunia yaitu Nokia 7650, tetapi ponsel tersebut masih belum mampu merekam video.

Kemudian jangan lupakan Nokia 1100. Ponsel yang diperkenalan pada 2003 silam menjadi produk terlaris sepanjang masa Nokia dengan penjualan lebih dari 250 juta unit secara global. Hingga artikel ini ditulis, belum ada brand ponsel manapun yang bisa menyaingi penjualan Nokia 1100.

Nokia pernah hina Android

Nokia pernah hina Android

Pada tahun 2000an, sedang terjadi booming-boomingnya ponsel cerdas. Meskipun ponsel cerdas atau smartphone pertama kali diluncurkan pada 1992 oleh IBM, namun hadirnya PDA, Blackberry, dan Iphone generasi pertama menambah atmosfer persaingan ponsel pintar menjadi lebih menarik.

Raksasa teknologi Google juga tak mau ketinggalan, Google mengakuisis Android pada 2005, dan mengumumkan akan mengembangkan Android lebih jauh. Debut Android sebagai sistem operasi perangkat mobile terjadi ketika HTC merilis HTC G1/Dream pada tahun 2008.

Kepopuleran Android semakin menanjak ketika vendor-vendor perangkat ponsel lain seperti Samsung dan kawan-kawan juga menggunakan sistem operasi besutan Google ini.

Android yang bersifat open source yang memungkinkan siapa saja bisa mengembangkan Android juga menambah nilai lebih untuk vendor pihak ketiga mengembangkan produknya di sistem operasi Android.

Pada saat yang sama, Nokia yang juga merilis smartphone, ternyata tak mau ikut-ikutan menggunakan Android dan masih nyaman mengandalkan sistem operasi symbian.

Nokia yang pada kala itu masih sangat berkuasa memandang Android sebelah mata dan menganggapnya bukanlah ancaman. Bahkan sampai tiga tahun kemudian, tepatnya tahun 2010, bos Nokia masih saja meremehkan Android.

Detik-detik kehancuran Nokia

Detik-detik kehancuran saham Nokia

Semakin banyak vendor smartphone yang bersama-sama menggunakan sistem operasi Android lambat laun kian menyudutkan Nokia. Sang raja ponsel tersebut seolah-olah menutup mata tentang perkembangan yang terjadi pada lingkungan bisnisnya.

Detik-detik kehancuran Nokia bermula pada tahun 2010 dimana saham-saham mereka mulai jatuh bertumbangan.

Stephen Elop yang kemudian diangkat menjadi CEO Nokia pada tahun 2011 memiliki tugas yang berat, yaitu membangkitkan Nokia yang saat itu mulai kepayahan di tengah panasnya kompetisi industri mobile.

Nokia yang anti Android

Nokia yang anti Android

Untuk menyelamatkan Nokia, Elop kemudian ‘membunuh’ sistem operasi Symbian pada 2011 yang sebelumnya sangat diandalkan Nokia, dan menghentikan pengembangan MeeGo karena dianggap tak sejalan dengan fokus perusahaan.

Bukannya memilih Andorid, Nokia mengambil langkah menjadi pendukung setia Windows Phone, sebuah sistem operasi ponsel pintar yang dikembangkan Microsoft. Sejak itu hubungan Microsoft dengan Nokia sangat mesra.

Namun selama 3 tahun dipimpin Elop, pendapatan Nokia malah turun 40 persen, begitu juga dengan keuntungan yang anjlok 95 persen. Harga saham Nokia pun turun 60 persen, dan kehilangan nilai serta kapitalisasi pasar sebesar 13 miliar dollar AS.

Demi menjaga stabilitas perusahaan, Elop harus memecat sekitar 40.000 karyawan dan mengurangi biaya operasional sebesar 50 persen.

Namun kebijakan tersebut tak memberikan dampak apapun. Nokia selalu merugi. Pada akhirnya Nokia pasrah dengan keadaan lalu menerima pinangan untuk dibeli oleh Microsoft. Raksasa pencetus sistem operasi Window ini akhirnya menuntaskan transaksi pembelian Nokia pada April 2014.

Chairmen of the board Nokia kala itu, Jorma Ollila menyampaikan pesan sedih saat konferensi pers Nokia diakuisisi oleh Microsoft.

Kami tidak melakukan kesalahan apa-apa, tapi kami tidak tahu kenapa kami bisa kalah, ucapnya.

Namun nasi sudah menjadi bubur, tak ada yang bisa menyelamatkan Nokia selain menyerah. Setelah berhasil dibeli, nama unit bisnis ponsel Nokia kemudian diganti menjadi divisi Microsoft Mobile. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu harus merogoh kocek 5 miliar dollar AS untuk mahar akusisi Nokia.

Sementara itu, untuk lisensi paten Nokia, Microsoft mengeluarkan uang sebesar 2,2 miliar dollar AS. Total dana yang dihabiskan oleh Microsoft adalah 7,2 miliar dollar AS.

Microsoft turut membajak karyawan Nokia sebanyak 25.000 orang, lebih sedikit dari angka 32.000 yang direncanakan sebelumnya. Termasuk CEO Nakia Stephen Elop yang juga bergabung ke Microsoft dengan menjabat sebagai eksekutif wakil presiden perangkat keras yang bertanggung jawab atas perangkat konsol game Xbox, tablet Surface, hingga aksesori.

Lanjutkan membaca halaman selanjutnya >

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here