50 Kata Kata Caption Tentang Senja yang Indah dan Penuh Makna Terbaik

kata kata senja

Kata Kata Caption tentang Senja | Kutipan | Quotes | Mutiara |  Bijak | Motivasi | Sunset Senja | Sore Hari | – Senja adalah bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam dan tenggelam. Banyak yang menyukai waktu ini karena di waktu senja kita bisa menikmati pemandangan langit yang dihiasi warna orange atau jingga yang menenangkan.

Bagi sebagian orang, senja kadang memberikan makna tersendiri. Kehadirannya yang sesaat namun selalu dinanti membuat kita mengerti bahwa yang indah terkadang cuma datang sesaat saja. Sinarnya yang redup cenderung gelap mengajarkan kita bahwa yang indah tak selalu tentang keterangan yang menyilaukan.

Biasanya senja identik dengan perasaan rindu, dan juga dikaitkan dengan perasaan cinta. Terkadang kisah cinta kita sama persis dengan maknanya senja. Bersamanya namun hanya sementara, mencintainya namun tak bisa memegangnya, merindukannya namun tak bisa tersampaikan. Yang hanya bisa kita lakukan cuma memandanginya dari kejauhan dan berharap dia tidak segera hilang tenggelam.

Bagi orang-orang yang puitis, mereka kadang menjadikan senja sebagai objek untuk memberikan kata kata bijak tentang keindahan hidup. Kata kata senja yang romantis sering terucap di caption status mereka yang seakan-akan memberitahu pembacanya bahwa dia adalah orang lemah lembut dan optimis memandang masa depan.

Berikut ini adalah kata kata caption tentang senja yang pas untuk dijadikan caption dalam status atau postingan foto di instagram, facebook, twitter dan media sosial lainnya.

Kata Kata Keindahan Senja

Karena senja selalu menerima langit apa adanya.

Hanya senja yang tau cara berpamitan dengan indah.

Senja selalu cantik kecuali saat kau patah hati.

Jika senja mengalah pada malam, aku disini mengalah pada rindu.

Jika kamu merindukan seseorang, tataplah matahari sore. Kirimkan pesan rindumu untuknya lewat senja.

Ada yang tak tenggelam ketika senja datang: Rasa.

Dibawah alismu hujan berteduh. Dimerah matamu senja berlabuh.

Aku masih rindu. Namun senja tak ingin lama bertamu.

Kamu seperti senja,terasa menyenangkan namun tak bertahan lama.

Diantara senja dan keheningan di tempat ini, mengingatmu menjadi kesibukan kecil yang membahagiakan.

Cobalah jadi malam agar kau tahu rasanya rindu, dan jadilah senja sesekali agar kau tahu artinya menanti.

Sudah banyak senja yang kulalui, namun belum pernah kulewati senja yang membawamu kembali.

Hampa itu seperti langkah tak berjejak, senja tapi tak jingga, cinta tapi tak dianggap.

Aku mencintaimu sebanyak hujan. Kau mencintaiku sesingkat senja. Seperti hujan, aku jatuh cinta berkali-kali. Seperti senja, kau jatuh cinta kemudian pergi.

Senja mengajarkan kita bahwa sesuatu yang terlihat indah sebagian besar hanya bersifat sementara.

Ujung senja membawa angin menari, menyisakan gundah ketika pagi menyepi.

Sementara aku berhenti di bawah langit ini. Ada senja yang perlu kusapa.

Ternyara dia bukan senja, jingganya tak hangatkan luka. Dia hanyalah angin yang sekedar singgah kemudian pergi.

Layung senja telah mencuatkan sinar indahnya. Akan tetapi kenapa kamu masih saja tetap di posisi yang sama dan dengan perasaan yang sama.

Bukan senja namanya jika tak sendu, bukan senja namanya jika tak sunyi, dan bukan senja namanya jika tak mencipta rindu.

Senja lebih tau bagaimana cara mengungkapkan rindu tanpa diketahui oleh angin dan juga derai nafas yang menderu.

Senja mendadak mati, angin terhenti, sejumlah luka terjadi, rindu ini menjelma semacam belati.

Senja mengajarkan kita bahwa keindahan tak harus datang lebih awal.

Sebab senja lebih tau bagaimana cara permisi tanpa ada sedikit pun insan yang merasa tersakiti.

Ketika senja dan hujan tak lagi saling menggoda, langitpun ikut lelah menyatukan mereka.

Senja lebih paham bahwa kita adalah sepasang insan yang merajut kisah namun belum bisa terselesaikan.

Di dalam dekapan sang senja, diriku mengharapkan sebuah asa, yang dapat membuat semesta yang fana menjadi semesta yang penuh warna.

Engkau terkadang datang seperti jingga di kala senja, datang dengan keindahan namun berlalu menyisakan kegelapan.

Kenapa senja terdengar lebih romantis dari fajar? Karena perpisahan akan lebih mudah dikenang dari pada pertemuan.

Saat senja menyapa, aku menyadari bahwa masih banyak hal indah yang Tuhan ciptakan selain Kamu.

Padahal langit menerima senja apa adanya. Namun senja, tinggalkan langit tanpa aba-aba.

Senja mengajarkan bahwa menanti itu tidak mudah, berjuang pun juga sama susahnya. Apalagi harus berjuang menunggu seseorang dalam ketidakpastian.

Selepas senja, aku kembali menjadi manusia, yang menutupi air mata dengan gelak tawa.

Berdiri di bawah langit di tengah hujan tak membuatku gentar. Aku percaya, tiada hari yang indah saat senja berada di pelupuk mata.

Senja selalu menggiring keceriaan menuju kegelapan. Mungkin hanya mereka yang bersyukur yang mampu menyeka air mata untuk melihat bintang.

Senja datang membawa ketenangan dan secercah asa. Membuat saya sadar perpisahan tak selalu tentang duka. Pasti ada akhir bahagia di setiap ucapan ‘sampai jumpa’.

Jadilah seperti senja yang kehadirannya selalu membuat ketenangan dan kepergiannya selalu membuat kerinduan.

Aku memuji langit dengan puisi. Lalu langit tersipu malu. Pipinya merah merona. Orang-orang menyebutnya senja.

Aku adalah senja yang sama; senja yang tak berani mengucapkan selamat tinggal, senja yang selalu menolak pergi meski dihalau paksa oleh waktu.

Hari ini aku belajar dari senja bahwa yang indah dan mempesona akan datang dan hilang pada waktunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here