50 Kata Kata Jangan Menilai Orang Dari Penampilan Cerita Orang dan Masa Lalunya

0
Kata Kata Jangan Menilai Orang Dari Penampilan Cerita Orang dan Masa Lalunya

Kata Kata | Kutipan | Kalimat | Ucapan | Caption | Quotes | Mutiara | Bijak | Motivasi | Kata Kata Jangan Menilai Orang Dari Penampilan | Cerita Orang | Masa Lalunya |

Salah satu yang paling menyebalkan dalam hidup ini adalah bertemu orang-orang yang dengan mudah menilai diri kita. Entah itu dari penampilan, dari cerita orang, atau dari masa lalunya. Jujur, kita bersikap seperti itu bukan berarti kita anti dengan kritikan, karena kita sadar biasanya kritikan itu dapat membangun kita menjadi lebih baik. Tapi terkadang penilaian itu justru datang dari orang yang sama sekali tidak mengenal kita dengan baik. Mereka tidak tahu bagaimana sifat asli kita, dan bagaimana sosok kita yang sebenarnya.

Sudah menjadi tradisi bahwa kebanyakan dari kita menilai seseorang itu dari penampilannya. Jika seseorang berpenampilan baik, maka mungkin orang tersebut adalah orang yang baik. Kita juga bisa saja menilai orang dari apa yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Jika ada seseorang yang mengatakan orang tersebut tidak baik, maka kita ikut-ikutan menganggap ia tidak baik. Begitu juga dengan masa lalunya.

Teruntuk mereka yang gampang mendeskripsikan seseorang, sadarlah bahwa seseorang bisa saja berubah tanpa sepengatahuan orang lain. Tidak perlu menghakimi jika kamu sendiri tidak tahu kenyataan yang sebenarnya. Karena takutnya, apa yang kamu nilai dari seseorang akan menyerang dirimu sendiri. Jadi berhati-hatilah menilai seseorang.

Nah bagi kamu yang sering dinilai tidak baik dari orang lain, berikut ini adalah kata kata jangan menilai orang terlalu mudah yang bisa dijadikan sebagai sindiran untuk mereka.

Kata Kata Jangan Menilai Orang Terlalu Mudah

Nilailah diri sendiri sebelum menilai orang lain. Sudah benarkah dirimu di mata orang lain?

Jangan menilai orang dari cerita orang.

Jangan pernah menilai berdasarkan ‘katanya’.

Untuk menilai. Kita perlu mengenal.

Seseorang boleh menilai kita, tapi tidak untuk menghakimi kita.

Kita terlahir dengan dua mata. Kenapa masih sering menilai sesuatu hanya dari sebelah mata?

Kenali seseorang bukan dari kata orang lain karena pandangan kita tak selalu sama. Ambil kebaikan darinya jangan ingat kejelekannya.

Semakin kita berusaha menilai seseorang, semakin sulit bagi kita untuk menerima itu apa adanya.

Jangan terlalu sibuk mencari kesalahan orang lain sedangkan kesalahan diri sendiri belum diperbaiki.

Jangan kita menilai orang lain sebelum kita mengenal kita sendiri. Bercerminlah.

Silahkan menilai saya sesuka anda. Itu hak anda. Tapi, alangkah baiknya berkaca dulu sebelum bicara. Itu lebih baik.

Kita hidup di zaman dimana orang menilai kita tanpa tau kita sebenarnya.

Jangan pernah menilai kebodohan seseorang, karena orang bodoh ialah orang yang menilai dirinya paling pintar.

Jika Anda hanya berusaha menilai seseorang, maka Anda tidak akan pernah dapat menyayangi mereka.

Menurut Teori multyple intelegence, kecerdasaan itu jamak, jadi jangan menilai seseorang hanya berdasarkan satu kemampuan saja.

Banyak orang terlalu pintar menilai orang lain tapi sayangnya dia terlalu bodoh menilai dirinya sendiri.

Orang yang tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, sulit bisa melihat kelebihan-kelebihan orang lain.

Sebenarnya mudah bagi kita melihat kesalahan diri sendiri, tapi kadang kita kehilangan waktu karena terlalu sering menilai oranglain.

Jangan terlalu cepat menilai seseorang, terkadang apa yang kau lihat adalah hal yang memang sengaja ingin dia perlihatkan kepadamu.

Pintar menilai orang lain tapi bodoh menilai diri sendiri, bagaikan meludah keatas langit tapi ludahnya kena muka sendiri.

Jangan menilai seseorang hanya dari apa yang dia katakan, karena banyak hal yang tak dapat dia ungkapkan.

Menilai siapa yang benar tulus padamu, jangan lihat siapa yang ada saat kamu berhasil, tapi pandanglah siapa yang menemanimu berjuang.

Jangan menilai seseorang dari luarnya saja, karena belum tentu apa yang terlihat dari luar mencerminkan isi hati yang ada didalam.

Jika kamu menilai seseorang hanya dari penampilannya, kamu akan kehilangan banyak kesempatan bertemu orang-orang yang hebat.

Kita menilai diri sendiri berdasarkan apa yang sedang kita lakukan, orang lain menilai kita berdasarkan apa yang telah kita lakukan.

Jangan menilai buku dari sampulnya. Jika kamu menilai buku dari sampulnya, kamu mungkin kehilangan cerita yang luar biasa didalamnya.

Karena terlalu cepat menilai, kadang kita kehilangan kesempatan mengenali orang-orang hebat.

Hati-hati dalam menilai dan menghalimi seseorang. Takut-takut apa yang kita tabur pada orang, itu yang akan subur dalam diri kita.

Jangan remehkan dirimu hanya karna bagaimana orang lain menilaimu. Yang terpenting adalah bagaimana kamu menilai dirimu sendiri.

Biarkan orang lain menilai kita seperti apa kita dimatanya. Hidup kita akan berubah karena tindakan, bukan karena penilaian orang.

Jangan menilai orang, kamu tak tahu apa yang telah dilaluinya. Kamu mungkin mendengar ceritanya, tapi kamu tak tahu apa yang dirasakan hatinya.

Jangan menilai seseorang dari luarnya saja, karena belum tentu apa yang terlihat dari luar mencerminkan isi hati yang ada di dalam.

Mereka yang hanya bisa menilai dari apa yang dilihat oleh mata, tak akan mampu mengerti apa yang dirasakan oleh hati.

Ketika orang lain menilaimu baik maupun buruk, mereka sedang menunjukkan siapa dirinya, bukan siapa kamu.

Sebagian orang menilai kita orang baik dan sebagian lagi menurut mereka kita adalah orang yang jahat, ternyata dalam kehidupan ini kita adalah tokoh yang baik dan jahat dalam cerita seseorang.

Jangan menilai seseorang tanpa tahu apa alasan di baliknya. Kamu tak pernah tahu betapa sulitnya tersenyum ketika hati terluka.

Kenali terlebih dahulu sebelum menilai, karena yang tampak indah tak selalu indah dan yang tampak buruk tak selalu buruk.

Berhentilah menilai orang lain dan membandingkan dengan hal lain. Semua orang memiliki kebaikan yang berbeda-beda dengan sudut pandang berbeda-beda pula.

Jangan Menilai seseorang berdasarkan masa silam, tetapi lihatlah pada hari ini. Setiap orang mampu berubah bahkan jauh lebih baik dari apa yang kita sangkakan.

Niat adalah ukuran untuk menilai benarnya suatu perbuatan. Jika niatnya benar, maka perbuatan akan benar, dan jika niatnya buruk maka perbuatan itu buruk.

Terkadang apa yang kita lakukan baik tak selalu dinilai baik oleh orang lain. Tapi tak mengapa, karena Allah tidak pernah salah menilai hambanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here