30 Kata Kata Pasrah Dengan Keadaan dan Kehidupan

kata-kata-pasrah

Kutipan | Kalimat | Ucapan | Caption | Quotes | Kata Kata Bodoh | Mutiara | Bijak | Motivasi | Kata Kata Pasrah dengan Keadaan | Kehidupan | Takdir |

Hidup terkadang tak sesuai dengan harapan. Kata kata itu adalah kalimat yang simple namun memiliki makna yang dalam. Terkadang ketika menginginkan sesuatu, kita dengan harus terpaksa menerima sebuah kenyataan. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah kita harapkan dari awal. Bukan karena kita gagal, tapi lebih kepada kita tak bisa berbuat apapun untuk mewujudkannya. Entah karena kondisi ataupun keadaan yang tak memungkinkan. Ada yang bilang ini merupakan kehidupan yang normal. Tapi entah mengapa, hati ini tak rela untuk menerimanya.

Situasi yang membingungkan antara bertahan atau melepaskan tak jarang membuat kita menjadi lunglai. Kita bingung harus melakukan apa. Kita juga merasa kita dalam situasi yang serba salah. Ingin rasanya melakukan sebuah tindakan agar suasana hati ini menjadi tenang, namun tak bisa. Disisi lain, terus berdiam diri juga dirasa tidak akan menghasilkan apa-apa.

Mungkin inilah yang disebut dengan pasrah. Memasrahkan diri untuk sebuah kenyataan yang tidak bisa kita ubah. Tak peduli apapun yang akan terjadi. Kita serahkan semuanya kepada kuasa Tuhan. Untuk saat ini, lakukan bagianmu semampunya yang kamu bisa. Selanjutnya, biarkan Tuhan melakukan bagian yang tak kamu bisa. Selagi kita percaya dengan kuasa Tuhan,  maka pasrah kepadaNya adalah pilihan yang bijak. Untuk memotivasi diri sendiri, berikut adalah kata kata pasrah dengan keadaan dan kehidupan.

KATA KATA PASRAH DENGAN KEADAAN

Mengeluh membuat hidup kita tertekan sedangkan bersyukur membawa kita pada jalan kemudahan.

Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka.

Aku hanya bisa pasrah pada apa yang akan terjadi nanti.

Aku telah berusaha, aku juga sudah berdo’a. Kini saatnya untuk pasrah.

Boleh pasrah, tapi jangan menyerah.

Di batas kemampuan seseorang, ada level pasrah yang melebihi ikhtiarnya

Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara, bisa jadi semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya.

Biarlah semua berjalan apa adanya. Berlalu dengan semestinya. Dan berakhir dengan seharusnya.

Pasrah itu seolah mendengar Tuhan berkata “Istirahatlah, biar Aku yang selesaikan akhirnya”

Tinggalkan pikiran yang membuatmu lemah, dan peganglah pikiran yang memberimu kekuatan.

Aku khawatir dengan khawatiranmu yang berlebihan, sehingga membuat dirimu tidak pasrah dengan semua ketetapan-NYA.

Terkadang, ketika resah membuat hati gelisah, yang kita butuhkan hanyalah pasrah dan berserah.

Nyalakan atau matikan, berhenti atau lanjutkan, bebaskan atau batasi, pasrah atau kritisi.

Terdengar pasrah, tulus, terucap lirih dari relung hati yang paling dalam. Ingin tertawa tapi takut dosa. Miris.

Saat kita dalam kesulitan, kita punya dua pilihan. Bangkit dan menghadapinya, atau pasrah dan meratapinya.

Berusaha dan gagal, akan jauh lebih melegakan daripada pasrah melihat keadaan diri yang hanya berpangku tangan tanpa kemajuan apapun.

Yang pantas menilai kita cuma Allah.. lalu mengapa masih memikirkan komentar manusia?

Bersyukur untuk membuat diri nikmat. Pasrah untuk membuat diri kalah.

Mustahil itu bukanlah fakta, mustahil adalah pendapat dari orang-orang kecil yang pasrah menghadapi tantangan di dalam hidupnya.

Pasrah bukan berarti diam. Pasrah bukan berarti tidak berusaha. Pasrah itu merendahkan hati.

Sekarang aku hanya bisa pasrah, jika akhirnya menyerah, setidaknya aku pernah berusaha dan bersusah payah.

Setiap hari kau harus membuat keputusan. Apakah kau akan menyerah, pasrah, atau memberikan kemampuanmu sepenuhnya?

Hidup tak lebih dari serangkaian masalah, penolakan yang tak kunjung lelah, penempatan rasa yang salah, hingga akhirnya kita sadar harapan selalu membuat kita berserah pasrah.

Ikhlas bukanlah pasrah menerima, tapi ikhlas adalah kekuatan besar untuk terus berusaha agar mendapat yang lebih baik.

Adakala kita sampai di satu titik dimana kita harus pasrah, diam, ikhlas dan tidak memikirkannya lagi, hanya berserah pada ilahi.

Jangan jadi diri sendiri kalo bisa jadi lebih baik. Kata-kata “be yourself” cuma untuk orang-orang yang sudah pasrah sama dirinya sendiri dan tidak mau memperbaiki diri.

Kamu tidak bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki pangkalnya, tapi kamu bisa mulai berubah dari sekarang dan merubah ujungnya.

Terlalu banyak berharap, biasanya akan banyak kecewa. Itulah mengapa kita harus berdoa, bersyukur dan pasrah pada keputusan Tuhan.

Ada saatnya kita harus pasrah kepada Tuhan. Tidak semua hal akan menjadi seperti yang kita harapkan. Belajar ikhlas menerima segala misteri kehidupan.

Hidup terus berjalan, sementara waktu akan bergulir. Maka bersabarlah, sedihmu akan berlalu, dan bahagia akan segera hadir.

Mulai hari ini, iklashkan dan pasrahkanlah semuanya, jika ikhtiar dan doa sudah digencarkan sebagaimana mestinya.

Karena Allah tidak akan memberi ujian diluar batas kemampuanmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here