10 Kesalahan Anak Muda yang Bakal Disesali Pada Usia Tua Nanti – Jangan sampe nyesel ya

0
10 Kesalahan Anak Muda yang Bakal Disesali Pada Usia Tua Nanti
Kesalahan anak muda (Kevin Quezada on Unsplash)

Manusia memang gak akan pernah merasa puas dalam kehidupannya. Karena manusia memiliki hawa nafsu yang sulit untuk dikendalikan. Itu adalah takdir yang udah ditetapkan oleh yang Maha Kuasa. Namun terkadang manusia sulit sekali membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah jika batinnya sedang terganggu oleh hawa nafsu tersebut, dan tak jarang menyebabkan kita terjebak dengan hal-hal yang tidak baik atau negatif. Khususnya bagi kaum anak muda. Menurut sebuah penelitian, remaja adalah orang yang sering kali berbuat kesalahan daripada orang yang telah memiliki umur yang dewasa. Hal ini bukanlah tanpa sebab mengingat masa-masa muda adalah masa mencari jati diri kita yang sesungguhnya. Dimulai dari rasa ingin tahu yang tinggi. Selalu mencoba hal-hal baru, cara pandang yang kritis, kebiasaan, hingga pola pikir yang berbeda.

Maka dari itu, ada kiranya kita mengetahui kesalahan-kesalahan yang biasanya diperbuat oleh anak muda sebagai pembelajaran pribadi bagi kita semua. Karena udah banyak sekali orang yang justru menyesal karena udah menyia-nyiakan masa-masa muda nya dengan melakukan hal-hal yang tidak baik, bukan untuk diri sendiri, bahkan juga untuk orang lain. Terkadang generasi milenial nggak banyak yang menyadari, kesalahan-kesalahan yang mereka buat di masa kini atau masa lalu seringkali akan menghambat mereka untuk meraih cita-cita dan terkadang membuat masa depan sedikit suram. Nah berikut ini adalah Kesalahan Anak Muda yang Bakal Disesali Pada Usia tua nanti.

1. Semakin nakal ya semakin keren

Semakin nakal semakin keren (Sean Pollock on Unsplash)

Namanya juga anak muda tentunya gak jauh-jauh dari kenakalan remaja. Semakin nakal ya semakin keren dilihat orang? Apa iya? Itu tergantung tipe orang masing-masing, kalo emang basiknya orang itu juga nakal, ia cenderung akan menyukai orang yang nakal juga. Karena terkadang seseorang akan merasa lebih nyaman ketika ia didekat orang yang sama sepertinya, baik sikap, sifat, maupun keadaan.

Orang yang masih memegang anggapan “Semakin nakal semakin keren” bisa kita katakan orang yang sudah ketinggalan zaman, alias nggak jaman lagi. Karena saat ini era-nya prestasi dan pencapaian “Semakin Anda berprestasi semakin keren juga Anda dimata orang lain”.

Tapi apa hubungannya dengan penyesalan di masa muda? Anda mungkin pernah mendengar orang yang menyesal karena kenakalannya di masa lalu. Penyesalan itu emang datangnya terakhir lho, nggak ada yang datangnya di awal. Mereka yang nggak peduli dampak apa yang mereka lakukan, hingga akhirnya merugikan diri sendiri dan orang lain.

2. Terlalu banyak gengsi

Gengsian (Priscilla Du Preez on Unsplash)

Memang sih mengejar gengsi adalah hal yang masih dalam tahap kewajaran, namanya juga makhluk sosial, apalagi untuk anak muda yang suka sekali dengan pujian dan pengakuan. Tapi kalo gengsi kita terlalu besar, mungkin akan membuat kita kesulitan nantinya. Karena semua yang akan kamu lakukan bersumber dari rasa gengsi itu sendiri. “ini gengsi, itu gengsi, semuanya kamu merasakan gengsi”. Sehat gak?

Percaya atau tidak, membiarkan rasa gengsi untuk terus tumbuh dalam diri sejatinya akan menghambat kamu untuk berkembang dan maju lho. Karena biasanya kamu akan terlalu memikirkan tentang opini orang lain terhadap dirimu.

Eh ini gimana ngerjainnya ya?

Gak tau deh, coba tanya si A, dia tau tuh.

Ih, gak deh, mending gua gak ngerjain tugas sekalian daripada harus nanya sama dia, kan gengsi, ntar harga diri gue turun!

Nah itu adalah salah satu contoh kalo kita masih saja gengsi-gengsian. Dan yang lebih bahayanya lagi, Kamu mungkin akan sulit untuk mengakui, sulit untuk mengalah, ataupun sulit untuk menerima segala sesuatu yang terjadi dalam lingkunganmu.

3. Hanya melakukan kesenangan yang sementara

Kesenangan gak ada yang abadi (Kelsey Chance on Unsplash)

Remaja suka sekali dengan hal-hal yang menyenangkan. Liburan, nongkrong sana-sini, atau pergi ke tempat-tempat yang “tidak baik”, adalah aktivitas wajib bagi para generasi muda zaman sekarang. Tapi kalo kita menyadarinya nanti, aktivitas-aktivitas tersebut adalah sesuatu yang tidak ada hasilnya, alias hanya membuang-buang waktu saja. Emang sih masih ada hasilnya kita mungkin merasakan senang dan bahagia, namun percaya deh, kesenangan itu tidak akan bertahan lama, hanya bersifat sementara.

Baca Juga: 50 Kata Kata Bijak Keluar Dari Zona Nyaman

4. Merasa uang nggak perlu dicari sehingga semena-mena menghabiskan uang orang tua

Kerjanya poya-poya (Allef Vinicius on Unsplash)

Untuk hal ini, sebetulnya yang perlu dikoreksi adalah dua pihak: bisa jadi orangtuanya yang memang terlalu royal memberikan uang kepada anaknya, dan bisa jadi pula si anak yang memang tak peduli dengan yang ia belanjakan. Yang ada dipikirannya hanyalah poya-poya aja. Tanpa peduli bagaimana orangtua susah payah mencarinya. Bahkan tak jarang apa yang kita belanjakan adalah sesuatu yang bukan kebutuhan melainkan hanyalah keinginan saja.

Hal ini adalah salah satu yang paling banyak disesali oleh orang dewasa. Penyesalannya adalah uang yang udah pernah mereka poya-poyakan kenapa nggak ditabungkan saja untuk kebutuhan masa depan atau kebutuhan-kebutuhan yang bersifat darurat, sehingga ketika dalam keadaan yang genting, mereka nggak jatuh terlalu dalam.

5. Anak muda rasa penasarannya besar, namun kadang disalahgunakan untuk mencoba-coba sesuatu yang negatif

Penasarannya besar (Tom Pottiger on Unsplash)

Sudah disinggung sebelumnya, remaja sangat menyukai hal-hal yang baru dalam hidupnya. Kalo mereka nggak mencoba sesuatu yang baru, bisa-bisa mereka akan “mati penasaran”. Tapi salahnya anak muda cenderung mencoba sesuatu yang negatif ketimbang sesuatu yang positif.

Dalam hal peran lingkungan dan pergaulan cukup besar membentuk jati diri kita yang sebenarnya. Jika kita lebih banyak bergaul dengan orang-orang positif, besar kemungkinan kita akan ketularan positif-nya. Begitupun sebaliknya.

Maka dari itu, daripada kita mencoba sesuatu yang tidak baik dan menyesal dikemudian hari, lebih baik kita mencoba sesuatu yang bermanfaat, misalnya belajar ataupun memperbanyak membaca.

6. Membuang-buang waktu untuk bermalas-malasan

Buang-buang waktu (John Sting on Unsplash)

Walau sering di anggap berjiwa muda yang punya semangat tinggi. Tapi sekarang, dengan begitu banyaknya kemudahan membuat kaum milenial akhirnya jadi malas-malasan. Coba bandingkan dengan jaman orangtua kita dulu, bahkan untuk mendapatkan sesuatu mereka harus kerja keras terlebih dahulu.

Bermalas-malasan hanya membuang-buang waktu saja lho! Hal itu juga membuat kamu seakan tak ada gunanya. Dan lagi gak ada manfaatnya sama sekali, lebih baik kamu belajar dengan tekun untuk mengejar ketertinggalan kamu sama yang lain.

7. Sebagian anak muda suka sekali bekerja keras, namun tak peduli dengan kesehatannya

lelah bekerja keras (Maaike Nienhuis on Unsplash)

Kerja keras itu adalah sesuatu baik, tapi akan jadi nggak baik kalo kamu bekerja secara berlebihan, sampai-sampai lupa waktu dan lupa segalanya. Ada baiknya kamu lebih care dengan kesehatan daripada prestasimu. Jangan sampe tujuan kamu untuk mencapai sesuatu harus di bayar dengan kesehatanmu yang semakin memburuk.

8. Seringkali membentak-bentak orang tua

Membentak orang tua (morgan basham on Unsplash)

Apa tujuan kamu sering membantah orang tua? Harus diakui bahwa masa remaja itu sangat sulit untuk di atur, bahkan di atur sama orangtua sendiri pun ada yang nggak mau. Tapi orangtua yang marah itu pasti tujuannya demi kebaikan kita lho! Nggak mungkin orangtua menegur jika kamu nggak buat salah apa-apa. Jadi masih pantaskah kita untuk membentak-bentaknya?

9. Hanya fokus pacaran, nggak peduli dengan masa depan

Kerjanya pacaran mulu (freestocks.org on Unsplash)

Masa muda nggak jauh-jauh dari namanya jatuh cinta. Sebagai makhluk sosial, jatuh cinta emang sulit untuk ditebak sama siapa dan terjadi di mana saja. Asalkan dia cocok dan memiliki banyak kesamaan itu udah cukup kok membuat kita merasa nyaman berada disisinya.

Tapi kesalahan anak muda adalah terlalu fokus pacaran dan melupakan rencana masa depannya. Pacaran itu boleh asalkan nggak terlalu berlebihan, karena masih banyak sesuatu yang harus kita wujudkan, dimulai dari kemapanan ekonomi, kedewasaan sikap maupun sifat, dan seseorang yang harus kita banggakan.

Baca Juga: Cewek harus tahu! 12 Tanda Cowok Serius Menjalin Hubungan Sama Kamu

10. Kamu pikir “Mendekatkan diri kepada Tuhan hanya untuk orang yang udah tua aja. kamu yang muda nggak wajib?”

Lupa sama yang maha kuasa (Aziz Acharki on Unsplash)

Ya begitu lah anak muda. Mereka yang terlalu gampang dipengaruhi sama kesenangan duniawi hingga akhirnya lupa dengan kewajibannya sebagai umat beragama. Entah lupa atau hanya pura-pura lupa, tetapi kalau diingatkan untuk beribadah, jawabannya begini.

“Ah, anak muda itu wajar kok kalau jauh dari Tuhan. Dekat kepada Tuhan hanya untuk orang tua-orang tua saja! Nanti aja kalau udah tua, sekarang mau nikmati masa muda dulu”

Kawan asal kamu tahu saja, Tuhan memang menyukai orang tua yang rajin beribadah. Namun, Tuhan lebih mencintai orang-orang yang masih muda namun gemar sekali beribadah. Bahkan salah satu naungan di hari kiamat nanti adalah naungan bagi anak muda yang rajin beribadah lho! Dan lagi, tidak ada yang menjamin umur kamu sampai tua. Manusia nggak ada pengetahuan sama sekali tentang sampai kapan umurnya. Jadi sebelum terlambat, perbaikilah ibadah kita dimulai hari ini.

Kesimpulan

Ada kata-kata pepatah mengatakan “Setiap orang punya jatah gagal, Habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda”

Arti dari kata-kata tersebut adalah masa muda memang masa dimana kita sangat sering melakukan kesalahan dan kegagalan. Habiskan jatah gagal itu, supaya di masa tua, jatah kita tinggal kesenangan dan kebahagiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here