10 Kesedihan yang Dirasakan Pekerja Kantoran yang Kerja 8 Jam Sehari dan Lembur Setiap Hari

0
Kesedihan pekerja kantoran
Kesedihan pekerja kantoran

Kebanyakan orang mengira generasi milenial khususnya para anak muda itu tahunya hanya malas-malasan, senang-senang dan menghabis-habiskan uang saja, entah darimana persepsi tersebut, tapi di balik tampilan gaul dan eksis di media sosial, tenyata banyak juga yang gila-gilaan kerja. Ada yang bekerja paruh waktu sambil kuliah, punya banyak kerja sampingan, atau menjadi seorang full karyawan yang super sibuk. Khususnya para pekerja kantoran, kesibukan kamu makin menjadi-jadi saat mengambil lembur nyaris setiap hari. Diam-diam padatnya kesibukan telah menjadi ukuran keren generasi sekarang. Semakin sibuk berarti semakin hebat. entah dalam pencapaian karier, prestasi, atau pengalaman yang di dapat.

Selagi kesibukan itu positif, maka dampaknya juga akan baik. Tapi bekerja dengan cara lupa waktu pun kadang tak semuanya baik loh, apalagi bekerja 8 jam di tambah waktu lembur yang melelahkan, itu pun nggak semuanya pulangnya malam, kadang dari pagi ketemu pagi lagi di kantor. Terkadang banyak orang yang tak tahu, menjadi pekerja kantoran yang sering lembur itu ternyata ada pahit manis nya dan menjadi kesedihan tersendiri bagi pekerja kantoran. Nah berikut ini adalah beberapa diantaranya.

1. Lebih sering membuat tagar “#PergiGelapPulangGelap”

Pergi pagi pulang pagi via Unsplash

Lokasi kantor yang cukup jauh mengharuskan kamu pergi sepagi mungkin kalau tak mau telat. Paling tidak setelah subuh, kamu sudah berkemas untuk siap pergi ke kantor. Beda cerita kalo kamu emang orang yang terlalu rajin, jarak antara rumah dan kantor cukup dekat, tapi masih saja kamu berangkatnya pagi sekali.

Sementara itu, momen yang paling ditunggu-tunggu adalah saat jam pulang kerja telah tiba. Tapi biasanya jam pulang kantor itu sulit untuk ditebak. Kadang saat lonceng berbunyi langsung let’s and go pulang. Tapi kebanyakan dalam sebulan pulang tepat waktu bisa di hitung dengan jari saja. Sisanya, ya itu tadi pulangnya malam. Enak kalo kantornya emang beropreasi 24 jam, setidaknya kamu ada yang nemenin, eh ini malah nggak, terpaksa deh sendirian di kantor.

Jadi nggak heran lagi kenapa kamu akhirnya akrab dengan tagar “Pergi gelap pulang gelap” atau malahan “Pergi pagi pulang pagi”.

2. Ketinggalan Informasi, kamu seakan-seakan menjadi orang yang nggak update sama sekali.

Kurang Informasi via Unsplash

Terkadang betapa menyedihkannya kamu ketika gila-gilaan bekerja sering kali membuat kamu kurang informasi. Seperti saat teman mu membahas seputar game terbaru “PUBG”, boro-boro pernah main game itu, dengar game nya aja kamu belum pernah. Mungkin sebelumnya kamu mengira “PUBG” itu bukanlah nama gim, tapi nama mall atau nama makanan.

Dari miss komunikasi seperti itu, akhirnya membuat pembicaraan sedikit nggak nyambung. Dia bahas apa, kamu malah mikirnya apa! Dan yang paling menyedihkan diantara itu, akhirnya kamu di cap orang yang ketinggalan informasi. “Nggak update!” ☹.

3. Sering mengeluhkan status jomblo, tapi yang didapat malah guyonan “Kerja mulu sih, kapan cari pacarnya?”

Iri liat orang pacaran via Unsplash

Yaelah! Jangankan mikirin pacaran, memikirkan diri sendiri pun nyatanya masih keteteran. Tapi ya namanya juga manusia biasa. Ada saatnya di mana fitrahnya sebagai mahkluk sosial yang tak hanya butuh sosok seperti keluarga dan teman saja, tapi butuh juga orang spesial.

Sebagai jomblo sejati, kadang kita merasa iri pada orang lain yang bisa menghabiskan waktunya bersama orang-orang terkasih. Melihat mereka jalan berdua, kamu malah jalannya sendirian. Lihat orang lain chattan atau video call sama pacarnya, kamu malah sibuk karena di chat pihak operator yang memberitahukan masa tenggang nomormu akan habis.

Kamu pun pada akhirnya mengeluhkan status jomblo yang nggak berubah-ubah dari dulu. Tapi sayangnya, orang-orang terdekat mu yang mendengar keluhan itu hanya membalasnya dengan guyonan “kerja terus sih, kapan bisa punya pacarnya” Jadi terima saja komentar tersebut.

4. Jarang bertemu teman dan saudara, sekali bertemu, kamu malah merasa canggung.

Merasa Canggung via Unsplash

Terlalu sibuk bekerja membuat kita lupa segalanya, termasuk juga pada lingkungan sosial. Jangan jauh-juah deh. Kamu mungkin lupa semakin hari semakin banyak uban yang menghiasi rambut kedua orangtua mu, kamu lupa bahwa adik kamu yang sebentar lagi merayakan ulang tahun, atau kamu juga lupa bahwa kakakmu sedang pusing menyiapkan pernikahannya. Untuk masalah ini bedakan antara lupa dan nggak peduli.

Selain keluarga inti, yang paling terasa menjauh adalah keluarga dari pihak ayah dan ibu. Sampai kadang kamu merasa canggung saat bertemu dengan mereka, bukannya bingung mau membicarakan apa, tapi malahan kamu sering lupa nama sepupumu karena sudah lama tak berjumpa.

Sama halnya dengan teman, kesibukan pada akhirnya menjauhkan kita dari mereka. Waktu berkumpul kalian semakin tergerus karena kesibukan masing-masing. Sekali membuat rencana bertemu, kebanyakan hanya pemberi harapan palsu, ujung-ujungnya hanya tetap menjadi sebuah rencana.

5. Terkadang dokter udah hapal keluhan sakit yang sering kamu rasakan.

Langganan ke Dokter via Unsplash

Bukan hanya doktermu yang sudah hapal tentang sakitmu apa, tapi juga teman-teman sekantormu. Karena tiap kali meminta izin ke dokter, pasti keluhannya tak jauh-jauh dari penyakit itu-itu aja, kalau gak pusing, demam atau pegal-pegal. Kamu sendiri tampaknya sudah paham kalau sakitmu itu adalah dampak dari kerja yang tak ada hentinya. Tapi mau bagaimana lagi, itu adalah kewajiban yang  menjadi kebiasaan, sulit untuk diubah.

Sejujurnya banyak yang telah menasehati kamu bahwa “Bekerja lah sewajarnya saja, dan jangan lupa beristirahat”. Dan lagi kamu semestinya bisa mengubah kebiasaan tersebut. Tapi kadang kita merasa ada yang aneh jika menghilangkan semua kesibukan kita. Dari yang biasanya sibuk, jadi santai itu kadang bikin kamu merasa kayak waktumu terbuang sia-sia dan dirimu jadi tak berguna.

6. Udah ada rencana mau liburan, tapi entah kenapa mengambil cuti nggak jadi-jadi.

Liburan gak jadi-jadi via Unsplash

Saking sibuknya bekerja, kamu bahkan tak punya waktu untuk memanjakan diri. Jangankan liburan, untuk jalan-jalan di dalam kota pun kamu gak sempet. Kadang kamu udah buat rencana bulan depan mau jalan-jalan ke luar kota, karena kamu juga butuh yang namanya bersenang-senang, menikmati hasil dari kerja keras kamu selama ini.

Tapi saat harinya udah mulai deket, pasti ada-ada aja tuh kejadian yang menghambat rencana kamu untuk liburan, entah karena uangnya harus ke pake-lah, atau menghadiri acara teman yang mengharapkan kamu hadir di acaranya. Kadang kamu harus merelakan cuti tahunanmu, sekali udah cuti, kamu malah diam aja di rumah.

Baca Juga: 10 Kegiatan yang Hanya Membuang-buang Waktu Kita

7. Yang paling nyesek itu sering ketinggalan momen-momen penting, karena kamu terlalu sibuk bekerja.

Ketinggalan momen via Unsplash

Harus diakui, yang paling menyedihkan itu ketika kamu ketinggalan momen-momen penting bersama keluarga dan sahabat. Kamu sebenarnya tahu bahwa hari ini ada acara kumpul sama teman-teman lamamu, tapi kamu mendadak jadi orang insomnia dengan cara berpura-pura tidak tahu, bukannya tidak peduli, tapi tahu kamu tak bisa hadir ke acara tersebut karena kesibukanmu.

Sebenarnya kamu bisa meminta izin. Tapi kadang kamu ternyata lupa bahwa hari ini ada acara, kamu baru ingat ketika teman-temanmu membagikan cerita keasyikan mereka di media sosial, udah deh, cemberut aja tuh seharian.

8. Ada kalanya kamu kangen tidur di bawah jam 10 malam.

Kangen tidur malam via Unsplash

Kerja 8 jam di tambah jam lembur membuat kamu sudah akrab dengan jam tidur tengah malam, malahan ada juga yang nggak tidur sama sekali. Tak jarang jam tidur kamu udah kebalik kayak vampir, yang sebelumnya tidur pada malam hari, kini tidurnya di pagi hari. Jika kebiasaan itu terus berlanjut, percayalah akan ada saatnya kamu merasa kangen tidur di bawah jam 10 malam.

9. Ada segelintir orang yang nge-cap kamu sebagai orang yang sok sibuk.

 

Gue sibuk! via Unsplash

Antara kamu yang menyedihkan atau orang yang menyebalkan. Karena kesibukanlah pada akhirnya membuat kamu mendapatkan julukan baru, julukan “orang yang sok sibuk”. Setiap kali di ajak keluar, kamu nggak bisa, alasannya simple, sibuk dengan pekerjaan. Dan julukan yang lebih seremnya lagi, adalah julukan “Lupa dengan teman”, seolah-olah kamu nggak menganggap mereka temenmu lagi. Dan pada akhirnya, kamu terlihat nggak punya temen lagi deh.

10. Di saat orang seusia mu sibuk dengan dunia remajanya, kamu malah sibuk dengan dunia orang dewasa.

Sibuk dengan dunia sendiri via Unsplash

Jangan pada bohong, pasti ada aja kamu merasa iri ketika melihat orang lain bersenang-senang, iri bisa melakukan apapun yang mereka suka, bisa nonton film terbaru, atau bisa nongkrong sama temen-temen, kapanpun dan dimanapun. Sedangkan kamu mungkin hanya bisa menunda-nunda keinginan tersebut, gak tau deh kapan bisanya nonton film yang udah di tunggu-tunggu dari bulan kemarin, kadang kamu kebanyakkan cuma bisa nonton via streaming doang.

Ya namanya juga manusia biasa, aktivitas kamu gak mesti semuanya harus sama orang-orang kantoran. Dan lagi naluri remaja kamu masih saja sering kumat bila membahas tentang masalah bersenang-senang, jadi jangan heran kenapa fokus kamu sering kali hilang tiba-tiba.

Kesimpulan

Eh ngomong-ngomong tentang pekerjaan, ada kata-kata bijak yang mengatakan “Bekerjalah sampai idola Anda menjadi pesaing Anda”. Walaupun begitu. bukan berarti juga kita menghambakan pekerjaan sampe-sampe lupa segalanya loj.

Kemudian, kesibukan juga nggak selalu dikaitkan dengan kesedihan kok!. Umpamanya kamu sedang berakit-rakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Gak apa kamu bersusah-payah sekarang, tapi pastikan bahwa masa depan kamu adalah sesuatu yang bersenang-senang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here