Ini 8 Rahasia Kenapa Orang Tiongkok Mudah Sukses dan Kaya Raya

0
Jack Ma Alibaba

8 rahasia kenapa orang Tiongkok mudah sukses dan kaya raya – Bukan rahasia umum lagi bahwa bangsa Tiongkok saat ini menjadi raksasa ekonomi di dunia. Negara tirai bambu ini bersaing ketat dengan negara maju Amerika Serikat untuk menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia. Bahkan menurut laporan dari PricewaterhouseCoopers (PwC) 2018, memprediksi bahwa China akan meraih gelar sebagai perekonomian terkuat pada tahun 2050.

Pastinya ada rahasia dibalik kuatnya ekonomi negara China. Salah satunya karena pengaruh dari masyarakatnya. Tak dipungkiri bahwa banyak keturuan Tionghoa yang sukses secara karir maupun finansial. Salah satu tokoh yang menjadi panutan saat ini ialah Jack Ma pendiri Alibaba dan Pony Ma pendiri Tencent. Kedua orang tersebut menjadi pengusaha sukses di dunia, bahkan mereka juga masuk kedalam jajaran manusia terkaya di dunia.

Nah kita mungkin bertanya-tanya, kenapa orang keturunan Tionghoa itu banyak yang sukses dan kaya? Daripada bingung mencari tahu alasannya, berikut ini adalah 8 rahasia kenapa orang Tiongkok mudah sukses dan kaya raya.

 

8 Rahasia Kenapa Orang Tiongkok Mudah Sukses dan Kaya

 

1. Masyarakat Tiongkok lebih suka menjadi pengusaha ketimbang bekerja di perusahaan

Sebelum membahas lebih jauh kenapa orang Tiongkok mudah sukses dan kaya raya, ada sebuah pertanyaan untuk kita semua tentang pekerjaan apa yang menjadi idaman kamu selama ini? Mungkin jawabannya tidak jauh-jauh menjadi seorang PNS, bekerja di BUMN, atau bekerja di perusahaan yang prestisius.

Namun hal ini tak berlaku bagi orang Tiongkok, mereka sama sekali tak tertarik untuk bekerja sebagai pekerja kantoran. Mereka punya prinsip “daripada bekerja untuk orang lain, lebih baik bekerja untuk diri sendiri” yakni menjadi pengusaha.

Dengan berdagang pada umumnya tidak akan memiliki sebuah ikatan seperti yang dialami oleh pekerja kantoran yang selalu terikat dengan aturan-aturan perusahaan.

Warga Tionghoa pada umumnya tidak suka pada batasan-batasan, dan perdaganganlah yang bisa memberikan dunia tanpa batasan. Dunia dagang adalah dunia yang cukup menjanjikan kebebasan, kesenangan, kemewahan, dan kebahagiaan.

So daripada menjadi seorang karyawan biasa, kapan kaya-nya? Oleh karena itu, kalo ingin meniru kesuksesan orang Chinesse, maka mulailah menjadi pengusaha.

2. Mereka lebih suka memproduksi sendiri daripada membeli

Sekarang produk-produk buatan Cina sudah meraja rela di pasar dunia. Mulai dari produk teknologi, smartphone, ritel, manufaktur, infratruktur dan lain sebagainya. Tampaknya tak ada satu produk pun yang tak bisa di buat oleh Tiongkok.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Tiongkok punya jumlah penduduk lebih dari 1,2 miliar jiwa. Itu artinya 4 kali lipat lebih banyak dari populasi penduduk Indonesia.

Masyarakat Tiongkok tampaknya paham betul dengan pasar yang besar tersebut. Secara logika, ketika berhasil menguasai pasar Cina, itu artinya sama saja menguasai pasar dunia.

Untuk memanfaatkan pasar besar tersebut, masyarakat Tionghoa memiliki budaya masyarakat produktif ketimbang konsumtif, atau lebih suka menciptakan daripada menikmati. Namun kalau tak bisa menciptakan, mereka akan meniru sesuatu yang sudah ada lalu diterapkan pada wilayahnya.

Misalnya saja pada dunia teknologi. Masyarakat di Cina ternyata tidak kenal yang namanya Google dan Facebook. Kenapa? Karena mereka punya mesin pencari (Google versi Cina) bernama Baidu. Sama juga dengan Facebook, masyarakat Cina punya media sosial sendiri bernama Weibo dan Wechat.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Ya, harus diakui bahwa Indonesia masih sangat membutuhkan Google dan Facebook. Hingga kini, kita belum mampu menghadirkan mesin pencari dan media sosial karya anak bangsa sendiri.

3. Mereka memiliki kebiasaan menabung lebih dari 70% dari pendapatannya

Kebanyakan masyarakat Indonesia merasa gaji hanya cuma numpang lewat saja. Bahkan ada juga yang habis dalam waktu sekejab saja, habis karena kebutuhan yang banyak, makanan yang enak, membeli ini dan itu, dan lain sebagainya.

Coba bandingkan dengan kebanyakan masyarakat Tionghoa, mereka setidaknya akan menyisihkan 70% dari pendapatannya. Jadi misalkan pendapatannya sekitar Rp.3 juta perbulan, maka sekitar 900 ribu adalah biaya kehidupan mereka untuk bulan ini. Sisanya yang Rp.2,1 juta akan mereka tabung untuk keperluan masa depan.

Walau terkesan jauh dari kemewahaan, namun manajemen keuangan ini membuat finansial orang Tionghoa menjadi kuat. Mereka tidak mudah goyah kalau saja musibah datang menghampiri, karena mereka sudah siap payung sebelum hujan turun.

Lanjutkan membaca halaman selanjutnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here