Saat Dia Kembali Setelah Pergi, 8 Perasaan Aneh Ini Akan Membuat Dirimu Galau

0
Saat Dia Kembali Setelah Pergi, 8 Perasaan Aneh Ini Akan Membuat Dirimu Galau

Putus cinta adalah hal yang tidak pernah diharapkan oleh pasangan manapun. Karena bagaimana pun juga, putus cinta pasti meninggalkan luka perih untuk salah satu pihak. Baik pihak yang disakiti, maupun yang menyakiti. Untuk pihak yang tersakiti, mungkin move on adalah pilihan yang paling rasional. Dan bagi pihak yang menyakiti, mencoba untuk tidak mendekat kembali setelah pergi mungkin merupakan pilihan yang paling bijak.

Terlepas dari itu semua, biasanya kita dibuat bingung saat dia kembali setelah pergi. Perasaan itu bukanlah tanpa sebab, karena dulu dia pernah jadi orang yang spesial dalam hidup kita. Meskipun sedikit benci, tapi terkadang masih ada rasa peduli untuk dirinya.

Perasaan yang aneh, bukan. Itu cuma salah satunya. Berikut ini 8 perasaan aneh yang akan membuat dirimu galau saat dia kembali setelah pergi.

Padahal namanya mulai memudar dihatimu, kamu pun pelan-pelan tak mengingatnya. Perasaan itu sudah mulai hambar. Datar.

Melupakan memang perkara yang tak mudah, merelakan sesuatu yang berharga sudah cukup membuat hidupmu tersiksa. Kini dengan segala aktivitasmu, kamu mulai pelan-pelan bisa melupakannya. Menurutmu, ada sesuatu yang lebih penting daripada mengurusi masalah cinta.

Lalu tiba-tiba hadir kembali di hidupmu. Like postingan kamu, view stories kamu, dan kembali menyapa ‘Hai, apa kabar?’

Saat kamu mulai benar-benar melupakannya. Tanpa perasaan bersalah sedikit pun, dia lalu hadir kembali di hadapanmu. Walau tidak secara langsung, namun hal itu membuat kamu mau tak mau kembali mengingat dirinya.

Benteng yang kamu bangun susah payah kini hancur dengan sekejab. Hati yang dijaga ketat-ketat direbut lagi.

Saat kembali dekat dengannya, kamu berpendirian untuk tidak membuka lagi pintu hati untuk dirinya. Namun setelah melihat keseriusannya, hatimu mulai gundah dan benih-benih cinta mulai tumbuh lagi untuknya.

Hadirnya mengingatkanmu tentang masa-masa indah dulu. Rindu kembali dicintainya, rindu diperhatikannya, rindu menjadi seorang yang penting di hatinya.

Lambat laun kamu mulai bernostalgia masa-masa indah bersamanya. Kenangan yang dulu telah kamu lupakan, kini sedikit demi sedikit muncul kembali ke permukaan, dan membuat pikiranmu semakin kebingungan.

Lalu tiba-tiba kamu ingin kembali?

Kemudian perasaan aneh muncul ketika kamu mulai nyaman kembali pada dirinya. Keinginan untuk mengulangi masa-masa indah bersamanya semakin besar. Entahlah, apakah hal ini memang perasaan cinta atau perasaan nyaman saja. Yang jelas, harus diakui ada secuil rasa ingin memiliki lagi.

Jawab! Untuk apa? Untuk disakiti lagi? Untuk dikecewakan lagi?

Disatu sisi kamu berpikir, untuk apa kembali lagi? Bukankah dia pernah menyikiti kamu? Dia pernah meninggalkanmu tanpa alasan yang jelas. Apakah kamu lupa sulitnya kamu melupakan dirinya? Tapi kenapa kamu masih mau membuka hati untuknya? Apakah kamu hanya kasian kepadanya? Lalu apakah dia pernah kasian padamu?

Padahal sebenarnya hatimu menolak, nuranimu ragu. Tak pernah sedikitpun tersirat untuk kembali.

Sudahlah jangan munafik. Katakanlah bahwa kamu tak mau mengulangi kesalahan yang sama. Meskipun seseorang pantas diberi kesempatan kedua. Tapi kamu juga berhak melindungi perasaan dirimu psendiri.

Kamu tahu dia tak senaif itu. Karena jika memang benar cinta, seharusnya tak semudah itu seseorang memutuskan untuk pergi.

Memang benar, dia sudah berubah tidak seperti yang dulu. Dia terlihat lebih baik, lebih pengertian, dan lebih bisa menghargai. Namun sayangnya, kamu juga tidak seperti yang dulu. Perasaanmu sudah menghilang untuknya. Kamu sadar, dia bukanlah orang yang pantas untuk kamu perjuangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here