in

Sebelum Jualan Online, Ketahui 7 Perbedaan E-Commerce dan Marketplace

Photo by QuinceCreative from Pixabay

Dunia saat ini, telah mengalami perkembangan di bidang digital yang sangat pesat. Berbagai hal bisa dilakukan secara online dan dalam kurun waktu yang cukup singkat. Mulai dari transportasi, pemesanan, pembayaran, pengiriman, hingga pembelian barang dapat dilakukan secara online.

Jika dulunya para pengusaha hanya menggunakan media sosial untuk berjualan online. Kini, bisa dengan mudah menjualkan barangnya secara luas, menggunakan e-commerce atau marketplace.

Seiring dengan jangkauan yang lebih luas, maka omset penjualan pun bisa dipastikan akan lebih meningkat.

Sayangnya, banyak orang yang masih belum paham mengenai e-commerce dan marketplace. Padahal, kedua jenis platform ini memiliki perbedaan yang signifikan. Sehingga, seringkali strategi marketing yang digunakan pun belum sesuai atau tidak tepat.

Agar lebih jelas pemahaman mengenai marketplace dan e-commerce. Berikut penjelasan dan perbedaan dari kedua platfrom tersebut.

Pengertian E-Commerce dan Marketplace

Secara sederhana, e-commerce adalah salah satu tempat penjualan barang secara online yang menggunakan website. Dalam platfrom ini, kita tidak akan menemukan toko online bahkan competitor lain. Dengan kata lain, platform tersebut dibuat secara ekslusif hanya dikelola oleh brand atau merek itu sendiri. Jadi, tidak ada pihak ketiga yang ikut campur di dalamnya.

Sementara, marketplace adalah layanan yang diberikan dari pihak ketiga sebagai perantara, antara penjual dan pembeli. Semua penjual dapat menjual produknya di marketplace. Konsep platform ini sama halnya dengan pasar. Hanya saja, semua transaksi dilakukan secara online.

Lalu apa perbedaan ecommerce dan marketplace? Berikut ini perbedaannya.

1. Faktor teknis dan efektifitas biaya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, e-commerce adalah website store yang dibuat khusus untuk brand atau merek itu sendiri. Tidak semua orang memiliki pengetahuan dan mampu mengelola e-commerce dengan baik. Sehingga diperlukan staf ahli di bidang website developer.

Tidak heran, jika pembuatan e-commerce membutuhkan biaya yang cukup besar. Apalagi jika kamu tidak memiliki keahlian dibidang tersebut.

Apabila tidak memiliki modal untuk membuat e-commerce, marketplace bisa menjadi pilihan alternatif. Dengan mudah, kamu bisa membuat tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun, alias gratis.

Marketplace menyediakan platform untuk memposting segala sesuatu yang berhubungan dengan toko online. Mulai dari upload produk, deskripsi, stock barang, cara pemesanan hingga pembayaran. Semua telah disediakan oleh pihak ketiga.

2. Jenis produk yang dijual

Untuk e-commerce karena website yang dibuat khusus, maka yang dijual hanyalah produk milik brand atau merek tersebut. Meskipun mengeluarkan berbagai macam jenis produk, nama merek tetap sama. E-commerce akan lebih cocok dan tepat, jika produk yang dijualkan unik dan ekslusif.

Sedangkan di marketplace, jenis produk yang dijualkan dari berbagai macam brand. Artinya, platform ini menyediakan banyak toko yang menjual berbagai macam produk, brand, hingga jasa.

Artinya, satu toko boleh menjual produk apapun dan dari merek apa saja. Pemilik toko online tidak harus memiliki produk sendiri. Sehingga, cocok digunakan untuk menjual produk yang sudah umum dipasaran.

3. Marketing dan traffic

Inilah yang paling membedakan antara penjualan di e-commerce dan marketplace. Kedua platform tersebut memiliki banyak perbedaan di strategi marketing.

Memiliki modal yang cukup, pastinya e-commerce memiliki tim ahli dibagian marketing. Tidak heran, apabila promosi pada platform ini memiliki potensi marketing yang lebih baik dan tidak terbatas.

Jika strategi marketing dilakukan dengan benar maka trafik penjualan pun akan jauh lebih besar. Selain itu, pemilik toko online juga bisa menentukan luasan jangkauan. Sehingga, tidak akan kehilangan leads.

Sementara, untuk marketplace penjual tidak perlu memilikirkan tentang marketing. Sebagai penyedia, pihak ketiga lah yang akan menarik trafik dan menjual produk di dalam platform sebanyak mungkin. Oleh karena itu, penjual tidak harus mengeluarkan uang untuk melakukan promosi.

Sayangnya, meskipun trafik yang melihat produk akan tinggi. Tetapi, bukan berarti mereka akan membeli bahkan menjadi pelanggan kita. Jikapun mereka jadi membeli, belum tentu nantinya mereka akan menjangkau toko kita lagi.

4. Jumlah penjualan

Dari poin sebelumnya, tentu sudah sangat jelas bahwa e-commerce punya brand itu sendiri, artinya siapapun yang mengunjungi website tersebut tertarik dengan produk yang dijualkan. Tidak heran, margin yang diperoleh di e-commerce jauh lebih tinggi.

Namun, berbeda dengan marketplace. Setinggi apapun traffic yang mengunjungi marketplace tersebut, belum tentu mereka akan mengunjungi toko online kita. Kenapa bisa begitu? Hal ini karena banyaknya penjual yang menjualkan barang atau jasa dalam satu tempat. Sehingga, tidak heran jika persaingan akan jauh lebih sengit.

5. Persaingan

Pemilik e-commerce atau website store tersebut tidak memiliki pesaing. Pengunjung yang datang, bisa dipastikan tertarik dengan produk yang ditawarkan. Justru, kompetitor di sini terjadi dengan sesame e-commerce lainnya.

Sedangkan marketplace, memiliki persaingan lebih keras daripada e-commerce. Sebab, banyak toko berbeda yang menawarkan produk dengan kualitas dan kuantitas yang sama dalam satu platform.

6. Media komunikasi

Media komunikasi menjadi salah satu pendukung paling penting dari kesuksesan penjualan. Hal ini agar para penjual bisa menjalin komunikasi dengan para cutomers.

Akan sangat mudah bagi e-commerce untuk berkomunikasi. Banyak fitur komunikasi yang bisa digunakan pembeli, seperti halnya fitur message dalam website, hingga tersedia link Whatsapp, Line, atau  Telegram.

Sementara, penjual di marketplace tidak bisa melakukan hal tersebut. Semua media komunikasi hanya bisa melalui fitur yang sudah disiapkan oleh marketplace itu sendiri. Hal ini agar tidak ada kesepakatan antara pembeli dan penjual yang melakukan transaksi di luar marketplace.

7. Pengumpulan Data

Data adalah salah satu hal yang paling penting dari berbisnis. Dengan data yang jelas, maka kita bisa memantau traffic penjualan toko kita. Semua data tersebut pasti akan sangat berguna ke depannya. Apalagi jika nanti ingin membuat produk baru atau bahkan brand baru.

Dari hal ini, e-commerce memiliki pengumpulan data yang lebih lengkap dibandingkan marketplace. Semua data pengunjung website akan bisa di analisa dan dan diketahui. Berbeda dengan marketplace yang semua data pengguna dikelola oleh pihak marketplace.

Nah, itulah penjelasan dan perbedaan mengenai e-commerce dan marketplace. Pilihlah mana yang paling cocok untuk toko kamu.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *