50 Kata Kata Dilan 1991 Karya Pidi Baiq, Romantis dan Bikin Baper

kata kata dilan 1991

Kumpulan | Kata Kata | Kalimat | Kutipan | Ucapan | Caption | Quote | Mutiara | Bijak | Motivasi | Romantis | Novel Dilan 1991 | Pidi Baiq | Film Dilan 1991 | Bikin Baper | – Tentu kita tak lupa dengan kesuksesan film Dilan 1990 yang dirilis pada awal tahun 2018 lalu, film yang menceritakan kisah percintaan romantis antara Dilan dan Milea itu berhasil menarik perhatian jutaan masyarakat Indonesia untuk menontonnya. Kini penggemar buku novel Dilan kembali dimanjakan dengan diluncukannya film Dilan 1991 (Dia adalah Dilanku tahun 1991) pada tanggal 28 Februari 2019.

Banyak yang menduga bahwa jalan cerita Dilan 1991 versi movie tidak akan jauh berbeda dengan versi buku novel karya Pidi Baiq berjudul Dilan bagian 2.

Jika bersumber dari novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq, sipnosisnya menceritakan kisah percintaan antara Dilan dan Milea yang penuh dengan lika-liku. Kisah cinta mereka berdua mulai merengang disebabkan Milea tidak suka Dilan ikut-ikutan geng motor, dan sering membahayakan dirinya sendiri dengan cara nyerang geng motor lain.

Milea lalu berusaha menasihati Dilan agar berhenti dari aktivitas geng motornya, namun Dilan seakan-akan tidak memperdulikan nasihat dari pacarnya tersebut. Nah kamu pasti bertanya-tanya. gimana sih ending dari ceritanya? apakah Dilan dan Milea akan putus dan berpisah?

Selain jalan ceritanya, salah satu yang paling membuat kita penasaran dengan film ini adalah kata kata mutiara dan kalimat puitis yang seringkali membuat kita baper mendengarnya. Kata kata Dilan 1991 terkadang sulit dimengerti namun memiliki makna yang dalam. Entah kebetulan atau tidak, banyak juga yang mengaku bahwa kata kata dilan 1991 sangat pas mengambarkan perasaan kita saat ini.

Nah berikut ini adalah kata kata Dilan 1991 karya Pidi Baiq yang romantis dan bikin baper.

Kata Kata Mutiara Dilan 1991

Tujuan pacaran adalah putus. Bisa karena menikah, bisa karena berpisah.

Kepercayaan dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.

Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap. ― Milea

Dengar ya Lia, senakal-nakalnya anak geng motor, mereka juga shalat pada waktu ujian praktek Agama. ― Dilan

Nanti kalo jaket ini aku pinjemin, aku sakit. Kalau aku sakit, nanti siapa yang jagain kamu.

Milea: Aku suka kamu.
Dilan: Itu kata-kata aku untukmu.
Milea: Pinjem,
Dilan: ia boleh.
Milea: Boleh pinjem lagi,
Dilan: boleh.
Milea: Aku suka kamu.

Kalau kamu ninggalin aku, itu hak kamu, asal jangan aku yang ninggalin kamu. Aku takut kamu kecewa.

Kupenjamkan mataku untuk bisa membuat seolah-olah kamu sedang bersamaku.

Aku pacar yang buruk. Mudah buatmu nyari pacar yang baik. – Dilan

Aku jalan menyusuri jalan Milea. Jalan yang penuh kenangan bersama Dilan.

Kalau aku jadi presiden yang harus mencintai rakyatnya, maaf, aku pasti tidak bisa. Karena aku cuma mencintai milea.

Aku gak pandai cemburu. Malahan, kalau kamu ninggalin aku, aku gak bisa apa-apa. Bisaku cuma mencintaimu. – Dilan

Aku ingin segera bicara denganmu, tapi gak ada cara untuk bisa menghubungimu. Pikiranku langsung gak karuan. Pikiranku langsung dilanda kegelisahan.

Aku tahu orang yang sedang kupeluk adalah orang yang aku cintai. Rasanya damai sekali. Aku sering merasa seperti itu. – Milea

Aku telah menemukan seseorang yang aku bisa mencintainya tanpa merasa takut untuk tidak dicintainya.

Hati-hati, Lia, jangan ada yang melukaimu, nanti besoknya orang itu akan hilang.

Jangan tanya apakah aku sedih atau tidak, kamu bisa menebaknya sendiri.

Aku langsung merasa kecewa, frustasi dan sedih pada saat yang sama. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Aku tidak tahu apa yang harus aku pikirkan. – Milea

Biar bagaimanapun, biar lagi kesel pun, biar lagi jengkel pun, tetep aja rasa perhatian itu tetap ada.

Jangan salah paham. Semua sikapku kepadamu, bahkan termasuk ketika aku marah, ketika aku kesal, ketika aku jengkel, kamu harus tahu bahwa semua bersumber dari aku yang sangat mencintaimu.

Tanganku seperti sengaja diciptakan hanya untuk berpegangan denganmu. Aku betul-betul merasa tak perlu lagi berpikir, aku hanya ingin menikmati apa yang aku rasakan.

Aku tak ingin kamu hilang dari Bumi, yang akan membuat aku sunyi, yang akan membuat aku sedih, yang akan membuat aku nangis tak bisa berhenti.

Walau tubuhku ada di situ, tetapi pikiranku terus mengembara ke Dilan. Sungguh, aku tidak pernah berpikir akan mencintai orang lain selain Dilan.

Kalau boleh kembali lagi ke masa lalu, aku mau melakukan hal yang sama. – Dilan

Aku terpaksa mutusin kamu, biar kamu tahu aku serius kalau aku gak suka kamu ikut-ikutan geng motor. – Milea

Di saat aku sedang merasa rindu, apakah kamu juga merasakan hal yang sama, meskipun kamu sudah senang dengan kehidupan barumu.

Bagiku, ketika aku kehilangan seseorang yang sudah begitu dekat denganku, aku harus menghormati memori itu.

Aku merasa sedih untuk apa yang hilang, tetapi kupikir mungkin ada pelajaran yang bisa kita dapati dari situ.

Masa lalu bukan untuk diperdebatkan. Itu sudah bagus. Biarkan.

Baca Juga: Kata Kata Mutiara Romatis dari Novel Dilan 1990

Kukira itu normal. Itu adalah bagian dari suatu proses berduka. Tetapi cepat atau lambat, aku harus bisa menerima sepenuhnya, meskipun sebagian dari diriku masih berharap akan bisa kembali bersama-sama.

Kalau dulu aku berkata bahwa aku mencintai dirimu, maka kukira itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap dan berlaku tidak hanya sampai pada hari itu, melainkan juga di hari ini dan untuk selama-lamanya. – Milea

Sebenarnya, aku tidak mau lagi berpikir mengapa kemudian aku memiliki rasa suka kepadanya. Lebih mudah kukatakan bahwa aku tidak tahu mengapa kemudian aku jatuh cinta kepadanya. – Milea

PR-ku adalah merindukanmu. Lebih kuat dari Matematika. Lebih luas dari Fisika. Lebih kerasa dari Biologi. – Dilan

Bagiku, Kamu adalah bagian terbesar dari hidupku. Aku bisa saja membiarkanmu melakukan apa yang kamu inginkan, tetapi tidak untuk hal yang akan berakibat buruk bagimu.

Itulah dia, Dilanku, yang selalu bisa membuat aku gembira. Itulah dia, Dilanku, yang selalu bisa membuat aku merasa istimewa. Itulah dia, Dilanku, yang selalu bisa meyakinkan diriku untuk merasa aman di mana pun aku berada.

Sekarang aku mungkin bukan aku yang dulu, waktu membawa aku pergi, tetapi perasaan tetap sama, bersifat menjalar, hingga ke depan.

Aku rindu, kau harus tahu itu selalu.

Terima kasih, kau pernah mau kepadaku. Dan kini, biarkan aku, kalau selalu ingin tahu kabarmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here