Kisah Sukses Diajeng Lestari – Pendiri Hijup – Para Wanita Simak ya!

0
Kisah Sukses Diajeng Lestari - Pendiri Hijup
Diajeng Lestari - Pendiri Hijup

Apakah Anda pernah membeli produk di Hijup.com? Tapi tahu gak siapa pendiri Hijup? Dia adalah Diajeng Lestari, Istri Achmad Zaky Pendiri Bukalapak.com. Lalu seperti apa cerita inspiratif Diajeng Lestari sang pendiri Hijup? Berikut adalah kisah sukses dari Diajeng Lestari pendiri Hijup mulai dari biografi, profil, dan perjalanan hidup. Simak Penjelasannya.

HIJUP.com adalah Islamic fashion e-commerce pertama di dunia yang didirikan pada tahun 2011. Dengan konsep online mall, HIJUP.com menyediakan berbagai macam produk terbaik karya designer fashion muslimah Indonesia. Produk yang disediakan ditujukan khusus untuk wanita Muslim, dari mulai pakaian, kerudung, aksesoris dan banyak lagi yang lainnya.

Sejak awal berdiri, HIJUP.com berperan sebagai perantara antara para designer dengan calon pembeli di seluruh dunia. Dengan HIJUP.com para designer dapat meningkatkan keuntungan dengan lebih efisien sementara calon pembeli jadi lebih mudah mencari produk yang diinginkan, tampil menawan dengan pakaian yang cantik dan mengikuti trend namun tetap syar’i.

Dengan konsep bisnis yang unik, membuat Hijup sebagai salah satu E-commerce yang sangat potensial di Indonesia bahkan di dunia.

Biografi Diajeng Lestari

Diajeng Lestari yang merupakan pendiri Hijup lahir di Bekasi pada tanggal 17 Januari 1986. Ayahnya bernama H.Heru Soekotjo dan Ibunya bernama Endang Nurul Kusumawardhani. Ia tumbuh dan besar di kota kelahirannya yaitu Bekasi. Profesi sang ibunda yang merupakan seorang wirausaha, membuat Diajeng mulai menyukai bisnis sejak muda. Diajeng kecil kala itu sudah diperkenalkan tentang berbagai jenis penjualan dan diajak ke berbagai bazar.

“Waktu kelas empat SD, saya membuat cincin dari kabel-kabel telepon bekas di gudang dan  saya jual ke teman,” tutur dia. Ajeng juga memasarkan produk gantungan kunci kreasi sang kakak. Dari situ, Ajeng sering mendapat order gantungan kunci dalam jumlah besar.”

Ketika di SMP dan SMA, Ajeng tidak berjualan lagi. Pada tahun 2004, perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang telekomunikasi bangkrut. “Ketika ekonomi keluarga hancur dan adik-adik masih banyak, saya berusaha mencari tambahan,” ujar anak ketiga dari delapan bersaudara ini. Ajeng lalu mencari penghasilan tambahan dari berjualan kue, jilbab, mengajar privat dan bimbingan belajar, hingga bekerja freelance sebagai interviewer.

Setelah menamatkan pendidikan SMP. Pada tahun 2001 Diajeng Lestari melanjutkan sekolah di SMUN 61 Jakarta, dan lulus pada tahun 2004. Sampai ketika kuliah tahun 2004, beliau diterima di FISIP Universitas Indonesia, jurusan Ilmu Politik, dan lulus sebagai seorang sarjana pada tahun 2008.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Pada bulan Januari 2009, Diajeng Lestari memulai karir profesionalnya sebagai seorang Consultant di perusahaan GTZ SfGG, yaitu lembaga pemerintahan asal Jerman yang bekerjasama dengan Pemerintahan Indonesia guna meneliti tentang pelayanan public di Indonesia. Disana Diajeng Lestari bertanggung jawab untuk menjadi konsultan dan analisis klien dan mitra perusahaan. Beliau bekerja di perusahaan ini selama 9 bulan dan keluar pada September 2009.

Kemudian pada bulan Januari 2010, Diajeng Lestari bergabung bersama MARS Indonesia, sebagai Research Executive, yang bertanggung jawab untuk melakukan riset & analisis pasar berdasarkan klien dan proyek perusahaan.

Pada jabatan tersebut, bisa dikatakan kuliatas hidup Diajeng Lestari tergolong bahagia, mengingat gaji yang ia terima cukup besar di MARS Indonesia. Sampai ketika Diajeng Lestari menyudahi masa lajangnya dengan menikah dengan Achmad Zaky, yang merupakan pendiri sekaligus CEO E-commerce raksasa “Bukalapak” tepatnya pada 17 Oktober 2010.

Awal Mula Mendirikan Hijup

Setelah menikah dengan Zaky dan seringnya berinteraksi dengan sang suami membuat Diajeng Lestari terbuka pemikirannya. Zaky menularkan visinya pada sang istri untuk memanfaatkan internet dalam berbisnis. Diajeng Lestari yang memang sudah jenuh menjadi karyawan dan sulit menemukan hijab yang akan dikenakan dalam kesehariannya mencetuskan ide untuk membuat situs komersial yang mengkhususkan diri pada penjualan busana muslimah. Zaky mendukung penuh ide tersebut dan membantu Istrinya mendirikan Hijup. HIJUP sendiri adalah kependekan dari Hijab Up (seperti pada kata make up atau dress up).

Banyak dorongan yang melatarbelakangi Diajeng Lestari mendirikan HijUp. Secara internal, Diajeng Lestari ingin membuat muslimah yang mengenakan hijab selalu merasa “UP”, percaya diri, dan merasa bahagia dengan penampilannya. Secara eksternal, Diajeng Lestari ingin mengubah wajah industri Islamic fashion di Indonesia menjadi lebih baik, lebih sustainable, dan lebih bermanfaat. Ia merasa Indonesia memiliki potensi besar di bidang fashion dan tekstil, ditambah lagi dengan populasi muslim terbesar di dunia, Diajeng Lestari percaya bahwa industri fashion muslim bisa saja menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia apabila dikelola dengan baik.

Mendirikan Hijup

hijup.com

Dengan tekat yang bulat, Diajeng Lestari lalu memutuskan untuk resign dari MARS Indonesia pada Juni 2011 supaya fokus mendirikan platform Islamic fashion e-commerce pertama di dunia. Hijup.com resmi didirikan pada tanggal 1 Agustus 2011.

Masa perjuangan dalam membesarkan mal online tersebut tidaklah mudah. Sebab, Diajeng Lestari dituntut harus serba bisa. Dari Direktur, Manajer, Marketing, hingga office girl untuk usahanya. Sedangkan untuk bagian IT, Diajeng Lestari sang pendiri Hijup di bantu oleh suaminya yang saat itu juga memiliki perusahaan IT.

Awal-awalnya, HIJUP hanya memiliki dua orang karyawan, seorang admin komputer dan seorang admin gudang, sedangkan untuk pengerjaan website, Ajeng dibantu oleh tim IT perusahaan suaminya, BukaLapak.

Baca Juga: 10 Alasan Kamu Gak Harus Nunggu Mapan Untuk Menikah

Saat menawarkan jasa HijUp, tak jarang ada yang mencibir dengan mengatakan bahwa nama perusahaan Hijup itu aneh, hingga tentang hasil foto produk yang ada di platform Hijup yang jelek-jelek. Namun hal tersebut ia anggap sebagai masukan yang berharga untuk mengembangkan HijUp menjadi lebih baik lagi.

Menurut Diajeng Lestari, salah satu yang membuat Hijup bertahan sampai sekarang adalah kepercayaan diri yang tinggi, percaya dengan mimpi, dan mempercayai adanya kekuasaan Tuhan. Selain itu membangun tim yang hebat yang punya tujuan dan mimpi yang sama adalah salah satu hal paling penting dalam bisnis startup.

Peran suaminya, Achmad Zaky, pun turut serta dalam membantu keberlangsungan bisnis Hijup yang sedang ia rintis. Walaupun seorang ibu dengan anak satu sekaligus CEO, namun Diajeng mampu membagi waktu untuk kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dia bersama sang suami sering mengobrol dan sharing tentang banyak hal pada malam dan pagi hari. Yang terpenting adalah saling pengertian, saling memahami, dan saling mendukung. ucap Diajeng Lestari pendiri Hijup.

Sampai saat ini, mereka telah dikarunia seorang anak yang diberi nama Laiqa Anzani. Nama Laiqa kemudian dipakai sebagai nama Majalah gaya hidup yang sangat terkenal di kalangan hijabers.

Kesuksesan Hijup

Seiring berjalannya waktu, Hijup perlahan kian berkembang dan populer. Hal ini terlihat dari pengikut Instagram @hijup yang kian membludak. HijUp juga mengklaim pertumbuhan trafik web tumbuh hingga dua juta pageview per bulan di 2015.

Sumber terbesar pengunjung justru berasal dari luar negara Indonesia, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Australia, dan beberapa negara Eropa lainnya. HijUp memang telah menyediakan layanan pengiriman internasional bagi pelanggannya yang berasal dari luar negeri.

Pada tahun 2015 pula, Hijup sukses memperoleh pendanaan awal sebesar tujuh digit dari Fenox Venture Capital1, 500 Startups, dan EMTEK Group. Sayangnya, tidak disebutkan angka pasti dari pendanaan tersebut.

Kerja keras Diajeng Lestari pun berbuah manis. Di tahun keenam berjalan (2017), bisnisnya kini telah dijalankan oleh 70 karyawan, berbanding jauh saat pertama-tama beroperasi yang hanya mengandalkan tiga orang karyawan saja.

Aplikasi Hijup di playstore di tahun 2018 sukses mendapatkan lebih dari 100 ribu download. Hijup juga tercatat sudah enam kali mendapatkan suntikan dana yang diperolehnya baik dari investor asing maupun dalam negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here