7 Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan “Kapan Nikah?”

7 Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan “Kapan Nikah?”
7 Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan “Kapan Nikah?”
Iron Man
Iron Man
Print PDF

Saatmencapai usia layak nikah, pertanyaan tentang masa depan tidak hanya menjadiranah hati dan pikiranmu pribadi. Namun, pertanyaan tersebut juga terkadang menjadikepentingan orang-orang terdekatmu.

Bagi mereka,kamu yang sudah lulus kuliah, kerja pun sudah lumayan mapan, gak kan ragu nanya“Kapan nikah?”, “Apa coba yang ditunggu?”Belum lagi, orang tua mana yang tidak ingin cepat menggendong cucu.

Pertanyaan kapan nikah terdengar sepele bagi orang yang tidak paham situasi sosial. Bayangkan saja, jauh-jauh bertemu keluarga, eh malah ada yang sok tahu dan menanyakan kehidupan pribadimu.

Read More : The Best Scholarships for Economics Programs in Texas


Perlu dipahami bahwa ada banyak alasan mengapaseseorang belum menikah. Tiap orang pasti punya alasan dan pilihanmasing-masing. Jika serius peduli tentang pernikahan saudara atau teman, lebih baiktanyakanlah secara pribadi, tidak perlu ditanyakan dihadapan orang banyak.

Meski demikian, tidak semua orang paham mengenai normatersebut. Maka dari itu lebih baik mempersiapkan diri untuk meladeniorang-orang yang bertanya kapan nikah saat ada acara keluarga.

Read More : Computer Science College in Texas: Nurturing Tech Innovators


Menghadapi pertanyaan yang sensitive seperti itudibutuhkan ketenangan hati yang maksimal. Berikut ini beberapa tips untukmenjawab pertanyaan menyebalkan tersebut.

1. Tetap Bersikap Tenang dan Fokus pada Logika

Jika kamu dihadapkan pada pertanyaan kapan nikah yang membabibuta, jangan marah. Sabarlah, kamu sudah dilatih sabar karena sudah seringditanya seperti itu kan? Jadi terapkan lagi. Berikan senyum dan jawab dengansantai. Ada yang bertanya kapan nikah? Cukup jawab: “Tenang saja, nanti saya undang.”

Read More : Exploring the Best Psychology Colleges in Texas


Ada yang mulutnya iseng bertanya kapan kawin? Atau mempertanyakankenapa kamu masih betah sendiri? Jawab saja iya, dan jelaskan bahwa hati masihbelum bertemu cinta sejati. 

2. Berikan Jawaban, “Doakan Saja”

Jika ditanya kapan nikah, katakan saja kamu lagi menunggudipertemukan dengan sosok yang tepat. Kemudian, mintalah doa dari anggotakeluarga yang nanya itu.

Bagaimana jika disindir kalo kamu sibuk berkarier ketimbangmencari jodoh? Jawab saja dengan jujur bahwa kamu masih menunggu kesiapan hatidan karier memang sedang bagus. 

Memang harus diakui ada saudara atau teman yang bisamenikah usia muda, tetapi bukankah zona waktu tiap orang berbeda? Mengapa harusmemakai waktu orang lain sebagai acuan? Percayalah bahwa setiap orang memilikijalan hidup sendiri, termasuk kamu.

Salah satu cara paling mudah adalahmeminta doa dari penanya tersebut. Jika kamu sudah punya kekasih, mintalah doasupaya hubungan yang sedang terjalin terus harmonis dan diberi keyakinan untukmelangkah ke jenjang berikutnya. Jika kamu masih sendiri, mintalah doa supayasegera dipertemukan dengan jodohmu.

3. “Tunggu Saja Undangannya”

Kadang, beberapa orang tidak akan langsung bertanya kapan nikah, tapi bisa juga lewat sindiran. Jika hal ini terjadi, kamu tak boleh kehilangan akal untuk menjawabnya.

Ada yang menyebut single karena tidaklaku? Masih single itu bukan soal tak laku, hanya saja belumsaatnya bertemu.

Ada yang mengatakan kamu mapan dan mandiri, tetapi masih sendiri?Tak apa, setiap orang punya jalan ceritanya sendiri-sendiri. 

Ketika kamu bisa menjawab pertanyaan kapan nikah, pasti ada sajapertanyaan balasan, atau justru celaan yang akan menjadi senjata dari orangyang bertanya tersebut. Misalnya “Kamuyang pemilih” atau “Kamustandarnya ketinggian kali.”

Memang berat menghadapi orang seperti itu. Tetapi ingat, celaandan prasangka seperti itu justru menunjukan kualitas orang-orang tersebut.Sementara, jika kamu tetap tenang dan santai, kamu akan dipandang lebih dewasa.

Ini salah satu cara ampuh menjawab pertanyaan kapan nikah. Orangbiasanya akan berhenti bertanya kalau kamu sudah menjawab “tunggu saja undangannya”.

Kalau dia bertanya lagi, dengan siapa kamu menikah, cukup kembalijawab “tunggu saja, ya nanti juga tau”.Jangan lupa tetap berikan senyuman lebar bagi sang penanya.

4. “Tolong Carikan Jodoh, Ya!”

Kamu mungkinlengah dengan pertanyaan yang sama yang bahkan kamu sendiri tidak tahujawabannya. Katakan, “Tolong carikanjodoh untuk saya.” akan menjadi jawaban yang bijak dan tepat.

Tak ada salahnya kok, meminta dijodohkan dengan orang. Bisa jadi di luar sana ada kenalan-kenalan kerabat yang juga sedang menunggu bertemu jodohnya. Daripada saling tunggu, mengapa tak mengajukan diri saja?

5. Berikan Jawaban yang Bijak

Jika kamu mempunyaibanyak waktu atau sudah gemas dengan pertanyaan tersebut, kamu bisa menjelaskansecara baik-baik dan bijak tentang pernikahan.

Katakanbahwa Tuhan telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan, dan bila sudahdatang waktu yang tepat dengan orang yang tepat, maka menikah akan menjadirencana selanjutnya.

Menjawab pertanyaan menyentil tersebut kadang membuat kesal, ya. Namun, jangan menunjukkan sikap kesal apalagi jika yang bertanya adalah orang yang lebih tua. Tersenyum akan membuat emosimu perlahan menurun dan kembali netral.

Baca Juga: 50 Kata Kata Tentang Pernikahan Sederhana, Maknanya Menikah!

6. Tanya Balik Si Penanya

Jika bertanyaadalah sepupu, keponakan atau saudara yang seumuran dengan kamu dan belum juga menikah,kamu bisa menanyakan balik pertanyaan tersebut padanya. Biasanya, dia juga akanbingung merespons pertanyaan tersebut jika belum punya rencana.

Jika diamenjawab tentang rencana pernikahannya, kamu bisa menanyakan tentang detailrencananya sehingga pelan-pelan dia melupakan pertanyaan tersebut.

Namun, jikayang bertanya adalah orang yang lebih tua, maka alihkan pertanyaan denganmeminta tips bagaimana mempersiapkan pernikahan atau menemukan orang yangtepat.

7. Ucapkan Terima Kasih

Pendekatanyang satu ini mungkin lebih sesuai untuk menanggapi kerabat yang berusia lebihtua darimu. Tanggapilah pertanyaan mereka dengan mengatakan terima kasih, lalu melanjutkandengan berkata kalo kamu tentu akan mengenalkan pasanganmu jika waktunya telahtepat. Kamu juga bisa menambahkan bahwa kini kamu masih menikmati kehidupansekaligus belajar menjadi pasangan yang ideal.

Ingatkanjuga kepada orang yang bertanya kalau ini pilihan yang membuat kamu bahagia dansudah mempunyai target ke depannya. Jaga cara bicaramu agar jangan terkesankesal. Coba alihkan ke cerita bagaimana kamu menikmati pekerjaan saat ini.

Gunakankesempatan ini untuk menekankan bagaimana kamu dapat menghabiskan lebih banyakwaktu untuk perbaikan diri. Ingat bahwa setiap orang berada pada tahap yangberbeda dalam karier mereka, jadi jangan membandingkan diri kamu dengan oranglain

Tidak ada yang berhak menyalahkanmu karena masih jomlo,walaupun mereka sanak saudara. Saat dihadapkan pada pertanyaan seputar kenapamasih jomlo, jawablah dengan jujur tentang kebahagiaan yang kamu dapatkan daristatus tersebut.

Jelaskan pula kenapa menjadi jomlo justru merupakanpilihan yang membahagiakan bagi dirimu. kamu selalu berhak menolak untukmenanggapi pertanyaan yang menimbulkan rasa tidak nyaman untuk dirimu sendiri.

Jawaban cerdas di atas bisa mendinginkan suasanakumpul keluarga yang sebenarnya mungkin membuatmu tidak nyaman. Jika trik-trikdi atas tidak berhasil dan kerabatmu masih sering bertanya “kenapa masih jomblo?”, “kapannikah?”, kamu pun bisa menanyakan balik alasannya untuk memahami motiflain yang mungkin tidak kamu sadari.