in

Ini Dia 8 Fakta Si Introvert yang Nggak Banyak Orang Tahu

Introvert adalah salah satu ciri kepribadian utama yang diidentifikasi dalam banyak teori kepribadian. Orang Introvert cenderung tertutup, fokus pada pikiran, perasaan, dan suasana hati internal daripada mencari stimulasi eksternal. Tipe Introvert adalah kebalikan dari Ekstrovert.

Sebenarnya Introvert itu seperti apa sih? Nah, berikut adalah 8 fakta si Introvert yang mungkin tidak diketahui banyak orang:

1. Pendiam

Images by Pixabay

Orang introvert cenderung lebih pendiam dan tidak banyak bicara. Mereka lebih suka mengenal seseorang sebelum terlibat dalam banyak percakapan. Menjadi orang yang pendiam pasti bukan keinginan pribadi seseorang. Sifat ini biasanya sudah bawaan dari sejak lahir.

Namun, Pendiam bukan berarti Pemalu. Orang terkadang berpikir bahwa hanya karena seseorang pendiam, itu artinya dia juga pemalu. Padahal ada perbedaan besar antara introversi, rasa malu, dan kecemasan sosial. Orang introvert tidak perlu khawatir berbicara dengan orang lain, meskipun beberapa orang introvert ada saja yang mengalami rasa malu atau kecemasan sosial.

2. Suka Menyendiri

Images by Pixabay

Orang introvert  mendapatkan energi dengan menghabiskan waktu sendirian. menurut Dr. Jennifer Kahnweiler, penulis The Introverted Leader: Building on Your Quiet Strength. “Ini seperti baterai yang mereka isi ulang,” katanya. “Dan kemudian mereka bisa pergi ke dunia dan terhubung dengan sangat indah dengan orang-orang.”

Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Journal of Motor Behavior menemukan bahwa introvert membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses informasi dibanding ekstrovert. Kahnweiler mengatakan ini karena mereka memproses lebih serius daripada ekstrovert. Mereka membutuhkan waktu ekstra untuk memahami ide sebelum pindah ke yang baru.

3. Lebih Tertutup

Images by Pixabay

Introvert dikenal sebagai kepribadian tertutup yang cenderung menyimpan perasaan atau masalah sendiri. Mereka cukup sulit mengekspresikan perasaan atau masalah yang sedang dihadapi. Si Introvert lebih memilih untuk menyelesaikan segala sesuatu sendiri. Jika masalah terus menumpuk dan tidak terselesaikan dengan baik, orang introvert rentan terkena depresi.

Menurut penelitian, orang dengan kepribadian introvert cenderung rentan alami depresi dan gangguan cemas dibandingkan orang dengan kepribadian ekstrovert. Esposito mengatakan Si Introvert bisa saja mengalami depresi yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati.

“Seringkali fakta bahwa mereka sendirian lebih sering daripada orang ekstrovert, gejala depresi bisa tidak diperhatikan. Ada peluang lebih tinggi mereka bisa pergi lebih lama tanpa intervensi. ” kata Esposito

Dia menambahkan, “Ketika Anda introvert, lebih sulit untuk meminta bantuan daripada seseorang yang secara alami lebih ramah.”

4. Jadi Pendengar yang Baik

Images by Pixabay

Introvert secara alami mahir dalam hal mendengarkan secara aktif, menurut Buelow, yang mengidentifikasi dirinya sebagai seorang introvert. “Kami cenderung menjadi teman atau kolega yang dapat Anda hubungi ketika Anda kesal atau Anda memiliki kabar baik untuk dibagikan,” katanya. 

“Kami akan dapat mendengarkan dan menyertai Anda dalam hal itu, tanpa memutarnya dan membuatnya tentang kami.” imbuh Buelow

Orang yang ekstrovert lebih cenderung untuk terlibat dalam percakapan sebelum sepenuhnya memproses apa yang dikatakan orang lain. Bukan karena mereka egois atau tidak peduli, tetapi karena mereka memproses informasi secara interaktif, kata Dr. Laurie Helgoe, penulis Introvert Power: Why Your Hidden Life is Your Hidden Strength.

Sebaliknya, Introvert memproses informasi secara internal, kata Helgoe. Keterampilan itu memungkinkan mereka untuk mendengar, memahami, dan memberikan wawasan yang dipertimbangkan dengan cermat ketika mereka merespons.

5. Berpikir Sebelum Berbicara

Images by Pixabay<