Logical Fallacy On Epstimology

Logical Fallacy On Epstimology
Logical Fallacy On Epstimology
Iron Man
Iron Man
Print PDF

Pendahuluan

Istilahdari logika,dilihat dari segi etimologis, berasal dari kata yunani logos yang digunakan dengan beberapa arti seperti , ucapan,bahasa,kata,pengertian,pikiran akal budi ilmu.  Dari kata logos kemudian  diturunkan kata sifat logis yang sudah sangat sering diterdengar dalam percakapan kita sehari hari. Kesesatan berfikir merupakan kekeliruan penalaran yang disebabkan oleh pengambilan kesimpulan yang tidak sahih dengan melanggar ketentuan-ketentuan logika atau susunan dan penggunaan bahasa serta penekanan kata yang secara sengaja atau tidak sengaja telah menyebabkan pertautan atau asosiasi gagasan yang tidak tepat. Kesesatan berfikir adalah proses penalaran atau argumentasi yang sebenarnya tidak logis, salah arah dan menyesatkan. Ini karena adanya suatu gejala berfikir yangdisebabkan oleh pemaksaan prinsip-prinsip logika tanpa memperhatikan relevansinya. Kesesatan ini dapat terjadi karena faktor bahasa (kesesatan bahasa) yang menyebabkan kekeliruan dalam menarik kesimpulan, dan juga dapat terjadi karena memang tidak adanya hubungan logis atau relevansi antara premis dan kesimpulannya (kesesatan relevansi).

Pembahasan

Logika dasar berpikir

Istilah dari logika,dilihat dari segi etimologis, berasal dari kata yunani logos yang digunakan dengan beberapa arti seperti , ucapan,bahasa,kata,pengertian,pikiran akal budi ilmu.  Dari kata logos kemudian  diturunkan kata sifat logis yang sudah sangat sering diterdengar dalam percakapan kita sehati hari. 

Logika adalah instrumen kegiatan berpikir penalaran. Sementara penalaran merupakan proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Pengetahuan yang tersistematisasikan disebut ilmu. Agar ilmu pengetahuan shahih maka proses penarikan kesimpulan yang dilalui harus dilakukan menurut cara atau pola tertentu disebut logika.

Pengertian logika yang disimpulkan ,bahwa  logika merupakan ilmu yang mengajarkan aktivitas akal atau berpikir sebagai objek material, sedangkan bentuk dan hukum berpikir merupakan objek formal dari logika. 

Lapangan penyelidikan logika adalah manusia itu sendiri, karna hanya manusialah yang mampu melakukan aktivitas berpikir. 

Logikamerupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana objek materialnya adalah Berpikir(khususnya penalaran/proses penalaran) dan objek formal logika adalah berpikir/atau penalaran yanh ditinjau dari segi ketepatannya. Logika bersifat priori.Kebenaran logika tidak dapat ditemukan dan diuji secara empiris,tetapi kebenaran diuji secara akal. 

Menurut poedjawijanta objek formal logika ialah mencari jawaban: Bagaimana manusia dapat berpikir dengan semestinya. Mundiri menjelaskan bahwa pikiran merupakan perkataan dan logika merupakan patokan,hukum atau rumus berpikir.Logika bertujuan untuk menilai dan menyaring pemikiran dengan cara serius dan terpelajar serta mendapatkan kebenaran terlepas dari kepentingan dan keiinginan seseorang. Pada pokoknya asas logika ada tiga asas Yaitu:asas identitas,asas pengingkaran dan asas menolak kemungkinan ketiga. 

      Kegunaan logika.  

Ilmu mantik yang bertujuan membimbing manusia kearah berpikir benar, logis dan sistematis mempunyai manfaat yang banyak fiantanya dikemukakan sebagai berpikir. 

1. Membuat daya fikir menjadi lebih tajam dan berkembang melalui latihan latihan berpikir.

.membuat Seseorang berpikir tepat sehingga mampu meletakan sesuatu pada tempatnya dan mengerjakan sesuatu tepat pada Waktunya(berpikir efektif dan efisien) 

   3. Membuat seseorang mampu membedakan alur pikir yang benar dan alur pikir yang keliru.    

  4. Membantu setiap orang yang memperlajari logika untuk berpikir secara rasional,kritis,lurus,tepat,tertib,metodis dan koheren  

    5.meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak,cermat dan objektif

Pemahaman sesat fikir

Kesesatan berfikir merupakan kekeliruan penalaran yang disebabkan oleh pengambilan kesimpulan yang tidak sahih dengan melanggar ketentuan-ketentuan logika atau susunan dan penggunaan bahasa serta penekanan kata yang secara sengaja atau tidak sengaja telah menyebabkan pertautan atau asosiasi gagasan yang tidak tepat.

Kesesatan merupakan bagian dari logika yang dikenal sebagai fallacial/fallacy. Kesesatan terjadi karena dua hal yaitu karena ketidaktepatan bahasa dan ketidaktepatan relevansi.

Secara garis besar, kesesatan dapat dibedakan kedalam dua kategori sebagaimana yang dikemukakan oleh Soekardijo yaitu kesesatan formal dan kesesatan material.

Kesesatan formal adalah kesesatan yang dilakukan karena bentuk (forma) penalaran yang tidak dapat atau tidak sahih. kesesatan ini menyangkut pelanggaran terhadap prinsip-prinsip dan kaidah logika.

kesesatan material adalah kesesatan yang terutama menyangkut ini (materi) penalaran.

Jhon dewey mengidentifikasikan berapa kesesatan berpikir yang pada akhirnya termanifestasi dalam perilaku yang juga sesat. Pertama, kesesatan yang terjadi karena subjek sesungguhnya jarang berpikir sendiri dan berpikir atau bertindak sesuai dengan apa yang dipikirkan dan dilakukan orang lain.

Keduakesesatan dimana subjek bertindak seakan sangat menghargai rasio, tetapi kenyataannya tidak menggunakan rasionya sendiri dengan baik. Ketiga adalah kesesatan yang terjadi akibat subjek tidak terbuka untuk melihat persoalan secara komprehensif, terpaku hanya pendapat atau pendekatan tertentu, orang tertentu atau sumber tertentu.

Dapatdisimpulkan bahwa kesesatan merupakan kesalahan yang sangatlah fatal dalam logika, sebab itu akan menyebabkan makna atau artinya berubah dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan kesesatan ini seseorang juga dapat keliru dalam menarik sebuah konklusi hanya disebabkan bahasanya.

Terdapat beberapa macam kesesatan yang belum disepakati pembakuannya oleh para logisi. namun secara umum kesesatan terjadi karena tidak mengikuti aturan-aturan penyimpulan. kesalahan demikian secara garis besar dapat terjadi dalam empat hal; kesalahan formal kesalahan secara formal terjadi pada bentuknya (formanya) sehingga menghasilkan penalaran yang tidak sahih/valid. kesalahan ini disebabkan tidak diikutinya aturan-aturan dalam logika. kedua kesalahan logika material; kesalahan ini terjadi berkaitan dengan isinya atau fakta-fakta dari materi penalaran. hal ini mencakup ke dalam dua hal. Pertama, kesalahan bukti-bukti. hal demikian terkait dengan alasan-alasan yang tidak didukung oleh bukti-bukti empirik yang dibutuhkan oleh suatu kesimpulan. Kedua, kesalahan ketidak sesuaian. hal demikian bisa terjadi di jika alasan-alasan untuk mendukung tidak sesuai dengan kesimpulan.

Ketiga Kesalahan linguistik.; kesalahan linguistik dapat terjadi berkaitan dengan sifat bahasa yang memiliki sifat ambigu. Ambiguitas ini sering membawa pada masalah pada kesalahan kesimpulan.

Keempat kesalahan logika karena emosi; hal demikian bisa terjadi karena memasukkan unsur-unsur atau dugaan-dugaan serta prasangka sehingga berpengaruh pada kesimpulan.

Menurut Lorens Bagus, sesat pikir mengakomodir enam hal yaitu:pertama, menyatakan bahwa suatu gagasan(proposisi) adalah sesat yang berarti bahwa fakta yang diacu oleh gagasan itu tidak ada( tidak ada dalam kenyataan). Kedua, tidak sesuai dengan kebenaran. Ketiga, tidak mempunyai evidensi (fakta) pendukung yang baik. Keempat, berarti salah. Kelima, basis dari dua perangkat nilai kebenaran yang menyangkal nilai kebenaran yang ditentukan bagi suatu kenyataan. Dan keenam, lain dari kebenaran.

Model sesat fikir

Kesesatan berrfikir adalah proses penalaran atau argumentasi yang sebenarnya tidak logis, salah arah dan menyesatkan. Ini karena adanya suatu gejala berfikir yangdisebabkan oleh pemaksaan prinsip-prinsip logika tanpa memperhatikan relevansinya. Kesesatan ini dapat terjadi  

karena faktor bahasa (kesesatan bahasa) yang menyebabkan kekeliruan dalam menarik kesimpulan, dan juga dapat terjadi karena memang tidak adanya hubungan logis atau relevansi antara premis dan kesimpulannya (kesesatan relevansi).

Ada beberapa macam bentuk kesesatan karena penggunaan bahasa

1.Kesesatan Aksentuasi 

Pengucapanterhadap kata-kata tertentu perlu diwaspadai karena ada suku kata yang harus diberi tekanan. Perubahan dalam tekanan terhadap suku kata dapat menyebabkan perubahan arti. Karena itu kurangnya perhatian terhadap tekanan ucapan dapat menimbulkan perbedaan arti.

2. Kesesatan Amfiboli

KesesatanAmfiboli(gramatikal) adalah kesesatan yang dikarenakan konstruksi kalimat sedemikian rupa sehingga artinya menjadi bercabang. Ini dikarenakan letak sebuah kata atau [term] tertentu dalam konteks kalimatnya.

3. Kesesatan Relavansi

Kesesatanrelavansi terjadi karena ruang lingkup argumen menunjukkan bahwa premis-premisnya secara logis tidak memiliki relavansi dengan kesimpulan yang hendak dicapai.

Penutup

ilmulogika lahir bersamaan dengan  lahirnya filsafat barat di yunani. Dalam usaha untuk menyebar luaskan pemikiran-pemikirannya, para filusuf yunani banyak yang coba membantah pemikirannya dengan para filusuf dengan lainnya menunjukan kesesatan penalarannya. sejak awal,logika telah menaruh perhatian atas kesesatan penalaran tersebut. kesesatan penalaran ini disebut dengan kesesatan berpikir(fallacia/fallacy) 

kesesatann berpikir adalah ptoses penalaran atau argumentasi yang sebenarnya tidak logis, salah arah dan menyestkan. ini karna adanya suatu gejala berpikir yang disebabkan oleh pemaksaan prinsip-prinsip logika tanpa memperhatikan relavansinya.  kesesatan relavansi timpul ketika seseorang menurunkan pada premisnya atau secara logis kesimpulan tidak terkandung bahkan tidak merupakan inplikasi dan premisnya.

Referensi

Dr. H. Muhammad Haerun, SH, MH. 2013. _Pengantar Logika Dasar._ Bandung : Soerang Indah.

BambangKuspandrijo 2016. Dasar – Dasar Logika. Jakarta : Kencana.

 Ainur Rahman Hidayat. Februari 2018. _Filsafat Berfikir Teknik – Teknik Berfikir Logis Kontra Kesesatan Berfikir._ Kadur Pamekasan : Duta Media Publishing. 

Bambang Kuspandrijo. 2016. _Dasar – Dasar Logika._ Jakarta : Kencana.

Drs Al Rasyidin , Drs. Mardianto. 2017. _Panduan Kuliah Filsafat Ilmu._ FT IAIN Sumatera Utara.

Oleh Mahasiswa IAIDU Asahan

Teguh Arahman Mrg ,Anggun Lestari, Sindy Nurul Adhilla ,Ariyandi Rizki Anshari