Pengertian Industri adalah: Arti, Jenis, Macam, dan Contoh Industri

Pengertian Industri adalah: Arti
Pengertian Industri adalah: Arti
Iron Man
Iron Man
Print PDF

Istilah industri berasal dari bahasa latin “industria” yang berarti “ketekunan, aktivitas, tenaga kerja”. Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah atau memiliki manfaat yang lebih tinggi. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.

Pada umumnya, industri berhubungan erat dengan bidang pengolahan hasil bumi. seperti industri pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Namun kini juga ke sektor ekonomi, budaya, dan teknologi. Nah untuk mengetahui apa itu industri, berikut penjelasan lengkap mengenai definisi industri.

Pengertian Industri Menurut Para Ahli

Pengertian Industri Menurut Para Ahli

1. KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan.

2. Badan Pusat Statistik

Industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah barang dasar (bahan mentah) menjadi barang jadi atau setengah jadi dan atau dari barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir.

3. UU Perindustrian No 5 Tahun 1984

Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengelola bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaanya termasuk kegiatan rancangan bangun dan perekayasaan industri.

4. Dumairy

Istilah industri mempunyai dua arti. Pertama, industri dapat berarti himpunan perusahaan-perusahaan sejenis. Kedua, industri dapat pula merujuk ke suatu sektor ekonomi yang di dalamnya terdapat kegiatan produktif yang mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

5. Hasibuan

industri mempunyai dua arti, industri secara makro adalah semua sektor yang dapat menghasilkan nilai tambah dan secara garis besar dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu industri yang menghasilkan barang dan industri yang menghasilkan jasa. Sedangkan pengertian industri secara mikro diartikan sebagai kumpulan perusahaan-perusahaan yang dapat menghasilkan barang-barang yang homogen atau saling dapat mengganti secara erat.

6. Moeliono

Industri merupakan kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misal mesin. Kegiatan yang mengolah bahan mentah, baku, barang setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang dengan nilai yang tinggi untuk pengunaannya.

Jenis-Jenis Industri

Bidang industri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu industri barang dan industri jasa.

Industri barang merupakan usaha mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan industri ini menghasilkan berbagai jenis barang, seperti pakaian, sepatu, mobil, sepeda motor, pupuk, dan obat-obatan.

Sementara itu, industri jasa merupakan kegiatan ekonomi yang dengan cara memberikan pelayanan jasa. Contohnya, jasa transportasi seperti angkutan bus, kereta api, penerbangan, dan pelayaran. Perusahaan jasa yang membantu proses produksi seperti bank dan pergudangan. Dan pelayanan jasa yang langsung ditujukan kepada para konsumen seperti asuransi, kesehatan, penjahit, pengacara, dan salon kecantikan.

Baca Juga: Pengertian, Jenis, Faktor, dan Tujuan Produksi

Macam-Macam Industri

Macam-Macam Industri

Adapun macam-macam industri berdasarkan kriteria dan klasifikasi masing-masing, adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Indonesia No.19/M/I/1986, industri dibedakan menjadi

  • Industri Kimia Dasar: misalnya industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb.
  • Industri Mesin dan Logam Dasar: misalnya industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll.
  • Industri Kecil: industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
  • Aneka Industri: industri pakaian, industri makanan, dan minuman, dan lain-lain.

2. Industri Berdasarkan Bahan Baku

  • Industri ekstraktif yaitu industri yang bahan baku diambil langsung dari alam. Contoh: pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
  • Industri nonekstaktif yaitu industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
  • Industri fasilitatif yaitu industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya. Contoh: Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.

3. Industri berdasarkan modal

  • Industri padat modal, yaitu industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
  • Industri padat karya, yaitu industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.

4. Industri berdasarkan jumlah tenaga kerja

  • Industri Rumah Tangga: Banyaknya tenaga kerja 1-4 orang.
  • Industri Kecil: Banyaknya tenaga kerja 5-19 orang.
  • Industri Sedang: Banyaknya tenaga kerja 20-99 orang.
  • Industri Besar: Banyaknya tenaga kerja 100 orang atau lebih.

5. Industri berdasarkan pemilihan lokasi

  • industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry), yaitu industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
  • Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja (man power oriented industry), yaitu industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja atau pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
  • Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry), yaitu jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
  • Industri yang tidak terkait oleh persyaratan yang lain, yaitu industri yang didirikan tidak terkait oleh syarat-syarat di atas. Industri ini dapat didirikan dimana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan dimana saja. Contohnya: Industri elektronik, Industri otomotif, dan industri transportasi.

6. Industri berdasarkan Proses Produksi

  • Industri Hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Contohnya: Industri kayu lais, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.
  • Industri Hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen. Contohnya: Industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri mebel.

7. Industri berdasarkan produktivitas perorangan.

  • Industri primer, adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
  • Industri sekunder, adalah industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Contohnya: pemintalan benang sutra, komponen elektronik, daging kaleng, dan sebagainya.
  • Industri tersier, adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa. Contohnya: telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
  • Industri kuarterner, adalah industri yang mencakup penelitian pengetahuan, dan teknologi serta berbagai tugas berlevel tinggi lainnya. Contohnya: para peneliti, dokter, dan pengacara.
  • Industri kuinari, beberapa menganggapnya sebagai salah satu cabang sektor kuarterner yang meliputi level tertinggi pengambilan keputusan dalam masyarakat atau ekonomi. Sektor ini meliputi eksekutif atau pegawai resmi dalam bidang pemerintahan, pengetahuan, universitas, non-profit, kesehatan, kultur, dan media.

Demikianlah penjelasan mengenai industri. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua.