in

Pengertian Produksi adalah: Arti, Jenis, Faktor, dan Tujuan Produksi

Pengertian Produksi adalah: Arti, Jenis, Faktor, dan Tujuan Produksi

Kata produksi berasal dari bahasa Inggris, yakni production yang artinya menghasilkan. Secara umum, produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mengubah input menjadi hasil output. Produksi adalah suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.

Produksi ini nantinya akan menghasilkan suatu produk baru, baik barang atau jasa yang kemudian dimanfaatkan oleh konsumen. Produksi tidak terjadi begitu saja namun terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya proses tersebut.

Untuk mengetahui apa itu produksi, berikut ini pembahasan lengkap mengenai definisi produksi.

Pengertian Produksi Menurut Para Ahli

Pengertian Produksi Menurut Para Ahli

1. KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, produksi adalah proses mengeluarkan hasil atau penghasilan. Selain itu, terdapat dua makna lain dari produksi yaitu hasil dan pembuatan.

2. Atje Partadiradja (1979)

Produksi adalah suatu proses dimana barang dan jasa yang disebut input diubah menjadi barang-barang dan jasa-jasa lain yang disebut output. Banyak jenis-jenis aktivitas yang terjadi di dalam proses produksi, yang meliputi perubahan-perubahan bentuk, tempat, dan waktu penggunaan hasil-hasil produksi.

Masing-masing perubahan-perubahan ini menyangkut penggunaan input untuk menghasilkan output yang diinginkan. Produksi dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang menciptakan atau menabah nilai atau manfaat baru.

3. Millers dan Meiners (2000)

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Produksi tidak hanya terbatas pada pembuatannya saja tetapi juga penyimpanan, distribusi, pengangkutan, pengeceran, dan pengemasan kembali atau yang lainnya.

4. Sri Adiningsih (1999)

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu proses produksi.

5. Sukanto Reksohadiprodjo (2000)

Produksi adalah kegiatan untuk mengetahui penambahan manfaat atau penciptaan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi yang bermanfaat bagi pemenuhan konsumen.

6. Sugiarto, dkk (2002)

Produksi adalah suatu kegiatan yang mengubah input menjadi output. Kegiatan tersebut dalam ekonomi biasa dinyatakan dalam fungsi produk, Fungsi produk menunjukkan jumlah maksimum output yang dapat dihasilkan dari pemakaian sejumlah input dengan menggunakan teknologi tertentu.

7. Sofyan Assoury (2001)

Produksi adalah kegiatan mentranspormasikan masukan (input) menjadi keluaran (output), tercakup semua aktifitas atau kegiatan menghasilkan barang dan jasa, serta kegiatan-kegiatan lain yang mendukung atau usaha untuk menghasilkan produksi tersebut.

8. Drs. Mohammad Hatta

Produksi menurut Drs. Mohammad Hatta adalah suatu proses yang dilakukan untuk mendapatkan guna, memperbesar peluang yang ada serta membagi guna tersebut mampu memperoleh keuntungan. Dengan melalui proses produksi ini barang yang awalnya bernilai rendah menjadi produk yang berharga.

9. Drs. Eko Harsono

Produksi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam mengolah benda mentah menjadi sebuah produk. Kegiatan penting ini umumnya dilakukan oleh pelaku usaha untuk menciptakan produk baru. Adapun produk tersebut dapat berguna dan memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari.

Faktor-Faktor Produksi

Produksi memiliki faktor-faktor utama yang mendukung berjalannya proses produksi. Faktor-faktor itu ialah:

1. Alam/lingkungan

Tanah dan kekayaan alam merupakan unsur pokok yang digunakan untuk menghasilkan barang. Tanah mempunyai dua fungsi yang penting dalam kegiatan memproduksi.

Fungsi yang pertama adalah sebagai tempat untuk melakukan kegiatan ekonomi. Jalan, bangunan kantor, pertokoan dan lokasi pabrik memerlukan sebidang tanah untuk dikembangkan.

Yang kedua, tanah dan kekayaan alam lainnya diperlukan sebagai bahan untuk memproduksikan barang lain. Tanah dan air diperlukan untuk mengembangkan dan menyuburkan tanaman. Barang tambang seperti minyak mentah dan gas alam diperlukan untuk menjalankan alat-alat yang mendukung produksi.

2. Modal

Operasi sistem produksi membutuhkan modal. Dalam ekonomi manajeral, berbagai macam fasilitas peralatan, mesin-mesin produksi, bangunan pabrik, gudang, dan lain-lain, dianggap sebagai modal. Biasanya dalam periode jangka pendek, modal klasifikasikan sebagai input tetap.

3. Tenaga kerja

Suatu produksi tidak akan berjalan tanpa adanya tenaga kerja yang melakukan pengawasan dan mengolah input tersebut. Istilah tenaga kerja ini tidak hanya mengacu pada tenaga namun juga termasuk kemampuan non fisik, mental, tenaga non didik dan pendidik.

4. Pengusaha atau Kewirausahaan

Faktor produksi pengusaha diartikan sebagai kemampuan yang dimilki seseorang untuk mengorganisasikan atau mengatur dan mengkombinasikan faktor produksi alam, tenaga kerja dan modal.

Jenis-Jenis Produksi

Jenis-Jenis Produksi

1. Perdagangan

Produksi jenis ini merupakan usaha yang menghubungkan antara konsumen dan produsen. Umumnya produksi perdagangan juga disebut sebagai distributor barang buatan atau hasil bumi.

2. Agraris

Produksi agraris merupakan salah satu usaha untuk menghasilkan suatu produk yang berasal dari sumber daya alam yang sebelumnya diolah terlebih dahulu sesuai dengan prosedur. Contoh produksi agraris antara lain kakao yang berasal dari perkebunan diolah menjadi coklat, padi dari petani lalu diolah dan dijual menjadi beras.

3. Industri

Berikutnya yaitu produksi yang biasanya banyak dilakukan oleh pabrik atau perusahaan industri. Produksi ini mengubah barang baku yang masih mentah diolah menjadi barang jadi atau hampir jadi kemudian dijual ke konsumen. Beberapa contoh produksi industri ini yaitu gandum atau tepung yang dikirim untuk dijadikan roti atau mie instan.

4. Jasa

Seperti namanya, produksi jasa ini berupa kegiatan untuk menjual atau mengenalkan jasa kepada orang lain baik berupa keahlian maupun hobi yang dapat berguna untuk membantu mengatasi masalah tertentu. Adapun contoh produksi jasa yaitu les privat dan bengkel kendaraan bermotor.

5. Pengangkutan

Produksi pengangkutan adalah produksi yang melayani pendistribusian atau pemindahan suatu barang yang berasal dari produsen ke konsumen terdekat. Contoh dari produksi pengangkutan ini yaitu pengangkutan logam atau hasil tambang dengan truk atau tongkang ke smelter, bahan bangunan ke tempat konsumen, dan lain-lain.

6. Ekstraktif

Produksi ekstraktif adalah kegiatan produksi dan bahan dasarnya berasal dari sumber daya alam atau hasil bumi. Hasil tersebut masih berupa bahan mentah yang nantinya akan diberikan pada produsen lain dan diolah menjadi barang jadi atau baru. Contoh produksi ekstraktif antara lain penambangan minyak bumi, gas, batu bara, emas, nikel, tembaga dan sebagainya.

Tujuan Produksi

Tujuan Produksi

1. Menghasilkan produk

Tujuan pertama dari proses produksi yaitu dapat menghasilkan produk. Produksi dilakukan dengan tujuan mengolah atau membuat suatu bahan menjadi produk baru yang memiliki nilai guna yang lebih tinggi.

2. Memenuhi kebutuhan masyarakat

Berjalannya proses produksi dikarenakan adanya kebutuhan pasar. Sehingga suatu bisnis akan memanfaatkan bahan-bahan baku untuk membuat produk yang dibutuhkan masyarakat.

3. Menambah nilai suatu produk

Jika awalnya suatu barang memiliki nilai rendah atau bahkan tidak bernilai, namun dengan ide kreatif dan melalui proses produksi membuat barang tersebut memiliki nilai tinggi yang bermanfaat.

4. Meningkatkan kemakmuran masyarakat

Tenaga kerja sangat dibutuhkan untuk membantu proses produksi. Semakin banyak proses produksi yang dijalankan maka semakin banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan. Hal ini dapat meningkatkan lapangan pekerjaan yang semakin banyak.

5. Meningkatkan keuntungan

Tujuan utama bisnis melakukan produksi adalah untuk memenuhi permintaan konsumen. Jika bisnis tidak melakukan proses produksi, maka tidak akan ada keuntungan yang akan didapatkan oleh bisnis tersebut.

Itulah informasi seputar produksi mulai dari pengertian, faktor, jenis-jenis hingga kelebihannya. Secara umum produksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan, membuat dan mengolah suatu barang mentah atau setengah jadi menjadi suatu produk yang memiliki nilai cukup tinggi dari sebelumnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *