Video Guru SMK Dikeroyok Siswa di Kendal Viral, Siapa Yang Patut Disalahkan?

0
Viral, Guru SMK Dikeroyok Siswa di Kendal

Media sosial kembali di buat heboh ketika sebuah video yang mempertontonkan ketidaksopanan siswa kepada guru beredar luas di masyarakat. Dalam video yang viral tersebut, nampak ada guru paruh baya yang tengah dikelilingi para anak muridnya. Awalnya beberapa murid mendorong guru tersebut. Kemudian disusul beberapa murid yang juga mencoba menganggu guru itu. Tak terima di dorong, guru itu kemudian mencoba mendorong, memukul, menendang, dan melempar buku, yang juga diikuti para murid yang mencoba menendang guru.

Posted by Yuni Rusmini on Sunday, 11 November 2018

Melihat video ini, netizen Indonesia pun menyayangkan aksi yang di buat guru dan murid tersebut. Banyak yang menganggap perlakukan murid-murid di sekolah itu sungguh di luar batas sewajarnya. Apalagi sang guru terlihat lemah dan sudah berumur, tak sepantasnya mereka berbuat seperti itu.

Klarifikasi pihak sekolah

Mengetahui video terkait siswa dan guru sekolahnya viral di media masa, Kepala Sekola SMK NU 03 Kaliwungu bernama Muhaidin, S.Ag, M.Pd.I., M.Si menyampaikan klarifikasinya. Kepsek menjelaskan bahwa peristiwa terkait kekerasan yang diberitakan selama ini tidaklah benar. Adapun kronologisnya adalah pada hari itu para siswa sedang bercanda dengan melepar kertas, dan salah satu kertas ada yang mengenai pak Joko Susilo S.Pd.

Pak Joko kemudian menanyakan siapa yang melempar kertas tersebut. Namun tidak ada yang mengaku. Tapi beberapa anak murid maju ke depan untuk bercanda berharap Pak Joko tidak marah. Pak Joko yang memang hobi bercanda langsung ditanggapi reaktif dengan melakukan gerakan seperti orang yang hendak berkelahi, dan ditanggapi anak-anak sambil tertawa lepas. Berikut adalah klarifikasi selengkapnya pihak sekolah.

Posted by Yuni Rusmini on Sunday, 11 November 2018

Tanggapan KPAI

Mengutip kompascom, Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) mengusulkan agar para siswa pelaku perundungan (bullying) terhadap guru di Kabupaten Kendal diberikan rehabilitasi psikologis. Hal ini agar tak ada dampak psikologis pada siswa pasca viralnya video perundungan terhadap guru, serta supaya mereka tak mengulangi lagi perbuatannya.

KPAI juga berkoordinasi secara intensif dengan Kadisdik Provinsi Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo. Para siswa tersebut juga diminta menuliskan pernyataan tidak akan mengulangi guyonan seperti dalam video yang viral tersebut.

Para orangtua siswa tersebut, lanjut Retno, telah dipanggil pihak sekolah dan membuat komitmen bersama untuk menasihati anak-anaknya agar tidak mengulangi lagi perbuatannya dan dapat lebih menghormati para gurunya.

Respon Bupati Kendal

Mengutip dari detikcom, Bupati Kendal, Mirna Anissa terkejut dengan viralnya video guru di bully di SMK NU 03 Kaliwungu. Ia pun mendatangi sekolah tersebut untuk memastikan apa yang terjadi.

Keterangan tertulis dari kepala sekolah SMK NU 03 Kaliwungu
Keterangan tertulis dari kepala sekolah

Keterangan tertulis dari kepala sekolah sebenarnya sudah beredar dan menyebut peristiwa itu hanyalah guyonan semata. Namun Bupati tetap datang untuk menasihati kelima anak yang terlibat dalam video berdurasi 24 detik tersebut.

Mirna bertemu lima siswa tersebut di ruang kepala sekolah. Sang Bupati meminta penjelasan terkait video itu kepada para siswa langsung. Ia juga meminta agar mereka berjanji tidak mengulanginya lagi. Bahkan Mirna juga menggertak jika mereka nakal boleh dititipkan ke kantor polisi.

Pandangan Sepositif

Apapun alasannya, perbuatan yang dilakukan oleh guru dan murid SMK NU 03 Kaliwungu tidak bisa dibenarkan. Guru yang seharusnya dihormati dan menjadi teladan bagi siswanya malah seakan-akan mengajarkan kekerasan kepada muridnya. Meskipun itu semua hanya bercanda, namun guru patut memberi contoh yang baik kepada anak didiknya.

Begitu pula murid yang ada di video tersebut. Tak sepantasnya seorang murid memperlakukan guru seperti itu. Murid seharusnya memiliki batasan-batasan perlakuan kepada seorang guru, bukan semena-mena begitu. Mentang-mentang gurunya humoris dan suka bercanda, jangan jadikan itu semua sebagai alasan bersikap kurang ajar kepada guru. Ingat, guru adalah orangtua kita di sekolah. Mereka yang mendidik kita, sepatutnya kita memperlakukannya sama persis perlakukan kita kepada orang tua.

Sebenarnya dalam dunia pendidikan, bercanda antara murid dan guru adalah hal yang biasa terjadi. Hal itu supaya suasana kelas tidak membosankan dan bisa juga mengurangi tingkat stress yang terjadi. Tapi kalau bercandanya sudah menjurus ke masalah fisik seperti mendorong, itu beda lagi ceritanya.

Lalu siapa yang harus disalahkan? Dalam hal ini tidak ada yang bisa disalahkan. Tergantung bagaimana masing-masing pihak bisa sadar diri apakah yang dilakukannya itu salah ataupun benar. Namun peran orang tua juga harus lebih memperhatikan perkembangan dan pergaulan anaknya. Ya, semoga saja kasus seperti ini tak terulang kembali kedepannya, apapun alasannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here