Impianku Lebih Besar daripada Beban Hidupku – Cerita Pendek

0
Impianku Lebih Besar daripada Beban Hidupku - Cerita Pendek
Image: Unsplash

Hidup memang memberikan sejuta warna, warna yang membuat hari-hari kita menjadi lebih bermakna. Jika berasumsi tentang warna, warna yang enak di lihat adalah warna yang terang. Terang menggambarkan ceria dan bahagia. sedangkan warna yang gelap cenderung kaitannya dengan rasa duka.

Namun warna yang terang tak selamanya harus berbahagia. Seiring dengan berjalannya waktu, warna yang terang akan mulai memudar, dia yang tak akan seterang dulu, dia yang tak seindah seperti di masa lalu. Pelan-pelan pudar lalu menghilang.

Entah harus mulai darimana mengatakannya, kebingungan membuat hal ini menjadi lebih berat untuk dihadapi. Namun satu hal yang pasti, harus diakui bahwa saat ini kamu mulai tertekan.

Tertekan ketika kamu mengetahui beban hidupmu semakin berat dan bertambah. Tertekan karena kamu harus melalui semua ini dengan sendirian saja. Bukan bermaksud untuk menutup diri, melainkan kamu merasa bahwa tak ada satupun orang yang akan mengerti dan memahami akan hal tersebut.

Ingin rasanya melarikan diri dan menghilang sejenak dari hingar-bingar kehidupan, tapi kamu masih saja tertahan karena ada sesuatu yang selalu mengikat. Sesuatu yang benar-benar menghalangi kamu untuk bebas dalam artian yang sebenarnya.

Tanpa sadar, hal ini justru membuat dirimu semakin terbebani. Disaat permasalahan belumlah teratasi, munculah sesuatu yang selalu menghalangi untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Lalu apakah ini yang dinamakan cobaan hidup?

Sebelum berpikiran terlalu jauh, mari katakanlah bahwa impianku lebih besar daripada beban hidupku.

Kita semua pasti punya mimpi masing-masing. Ada kutipan yang mengatakan “Bermimpilah setinggi langit”.

Disaat ikatan semakin kuat mengikat, kita nyatanya masih bisa merasa bebas di dalam dunia khayalan. Karena di mimpi tak ada yang bisa mengikat dan tak ada yang akan mengekang.

Sebetulnya kata cobaan hidup lebih tepatnya disebut dengan perjuangan kehidupan. Dimana disaat kita memikirkan kembali perjuangan apa yang telah kita lalui, tanpa sadar hal itu bisa membuat kita semakin memaknai arti kehidupan.

Dan yang terpenting, kita akan semakin bersemangat untuk menjalani kehidupan.

Jangan berbohong, selama ini kamu masih bertahan dalam situasi dan kondisi karena kamu punya mimpi dan cita-cita yang besar yang belum pernah sempat terwujud.

Kamu tidak rela hanya karena cobaan hidup membuat mimpi yang selama ini kamu percayai menjadi buyar.

Lihatlah lagi orang-orang yang berhak kamu bahagiakan, orangtua, adik-kakak, keluarga, dan sahabat. Apakah kamu tega mengikis hati mereka saat melihatmu menjadi orang yang pesimis seperti ini.

Bagaimana perasaan mereka? Apakah mereka akan mengasihanimu? Kalo iya, itu artinya kamu sudah membebani mereka. Sejujurnya lebih baik hidup kita yang terbebani daripada kita yang menjadi beban orang lain.

Tak mengapa hidup ini penuh dengan lika-liku, asalkan kita masih mampu menjaga mimpi dan cita-cita di dalam diri kita.

Karena mimpi memberikanmu tujuan hidup yang jelas. Dan dengan adanya tujuan hidup yang jelas, akan memaksa kamu untuk selalu memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik.

Percayalah, masalah hidup tak sebanding dengan keinginanmu untuk mencapai sesuatu, apalagi jika dibandingkan dengan adanya kekuasaan Tuhan. Jelas masalah hidup adalah perkara yang amat kecil.

Teruslah berjalan diatas mimpi, jangan berjalan diatas penderitaan. Terkadang orang pengecut selalu bersembunyi dalam keputus-asaannya.

Hidup ini memang berat, namun percayalah Tuhan telah menyiapkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Dengan catatan, kita mampu bersabar dan bersyukur saat ini. Ibaratnya bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Bagaikan senja yang terkikis karena datangnya malam, namun cepat atau lambat, cahaya pagi akan mulai menyapa. Seperti itulah siklus kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here