Pengertian Harta adalah: Arti, Macam, dan Jenis Harta

Pengertian Harta adalah: Arti
Pengertian Harta adalah: Arti
Iron Man
Iron Man
Print PDF

Dalam ilmu ekonomi, harta disebut juga dengan istilah aktiva. Harta adalah barang-barang berharga yang dimiliki seseorang atau perusahaan yang dapat bermanfaat untuk masa depan. Harta dibagi menjadi dua jenis yaitu harta seperti uang, surat berharga, tanah, rumah, dan lainnya, dan harta tak berwujud seperti karya, hak cipta dan sebagainya.

Harta merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kelangsungan hidup seseorang karena memiliki nilai moneter dan dapat bermanfaat untuk kehidupan di masa depan. Lalu apa itu harta? Berikut adalah definisi harta:

Pengertian Harta Menurut Para Ahli

Pengertian Harta Menurut Para Ahli

1. KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, harta adalah:

  • Barang (uang dan sebagainya) yang menjadi kekayaan. Barang milik seseorang
  • Kekayaan berwujud dan tidak berwujud yang bernilai dan yang menurut hukum dimiliki perusahaan.

2. Cambridge Dictionary

Dalam Cambridge Dictionary, harta adalah:

  • Kekayaan yang dimiliki seperti emas, uang, dan sebagainya.
  • Sesuatu yang sangat berharga.

3. Oxford Dictionary

Dalam Oxford Dictionary, harta adalah:

  • Barang-barang berharga dimiliki seperti emas, perhiasan, dan sebagainya.
  • (Dapat dihitung, biasanya jamak) objek yang sangat berharga.

Jenis-Jenis Harta atau Aktiva

Harta memiliki jenis-jenis sebagai pembentuknya. Berikut adalah jenis-jenis harta:

1. Harta atau aktiva lancar

Jenis harta ini merupakan yang paling cepat dan paling mudah untuk diubah maupun dikonversikan dalam bentuk kas atau uang. Aktiva lancar mempunyai siklus perputaran serta memiliki waktu manfaat yang terbilang cukup singkat, yakni satu tahun. Akan tetapi, jenis aktiva ini mudah terganti dan mudah habis sehingga aktiva akan selalu terdata.

2. Harta atau aktiva tidak lancar

Sementara itu harta atau aktiva tidak lancar merupakan jenis harta ini tidak mudah diubah atau dikonversikan ke dalam bentuk kas atau uang. Siklus jenis harta tersebut terbilang cukup lama dan beberapa di antaranya mempunyai siklus yang panjang. Oleh karena itu, siklus jenis aktiva ini lebih dari satu tahun.

Jenis Harta atau Aktiva Tidak Lancar

Jenis Harta atau Aktiva Tidak Lancar

1. Investasi jangka panjang

Dalam kamus investasi, harta juga termasuk sesuatu yang diinvestasikan. Investasi ini biasanya dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan akan mengalami kemajuan apabila memiliki investasi yang berasal dari perolehan dana tambahan dari luar perusahaan. Perolehan dana tersebut merupakan wujud dari investasi yang dibutuhkan perusahaan.

Sedangkan untuk investasinya sendiri, perusahaan membutuhkan investasi jangka panjang karena perusahaan harus melakukan pencatatan segala hal yang berkaitan dengan harta yang diinvestasikan ke dalam bentuk neraca. Harta sangat membantu perusahaan dalam membiayai segala hal yang dibutuhkan dalam kegiatan perusahaan.

2. Aktiva tetap

Ciri khas dari aktiva tetap yaitu memiliki wujud dan dapat terlihat. Aktiva tetap dibutuhkan dalam proses produksi dan bukan untuk dijual. Akan tetapi, bukan tidak mungkin bahwa aktiva tidak bisa dijual. Aktiva ini bisa dijual maupun digantikan apabila nilainya sudah tidak produktif serta nilai manfaat berkurang.

3. Aktiva tidak berwujud

Aktiva tidak berwujud tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata. Dalam hal ini, aktiva atau harta adalah sesuatu yang sangat bermanfaat untuk perusahaan karena tanpa adanya aktiva ini perusahaan bisa saja terhenti aktivitasnya.

Aktiva ini tidak memiliki bentuk fisik sehingga kerap disebut sebagai hak istimewa dan merupakan milik perusahaan. Contoh aktiva ini berupa franchise, hak cipta, merek dagang, hak paten, dan lain sebagainya.

Penggunaan Harta dalam Lingkup Ekonomi

Nilai harta merupakan sesuatu yang harus dicermati karena menjadi sebuah dasar dalam mengukur kesehatan finansial perusahaan. Hasil pengukuran ini nantinya digunakan sebagai perbandingan prestasi yang didapatkan oleh perusahaan dengan prestasi yang didapatkan perusahaan lainnya.

Bahkan, kepemilikan harta atau aktiva perusahaan juga menjadi dasar atas keputusan manajemen perusahaan untuk meningkatkan atau mempertahankan aktiva yang diperoleh perusahaan. Berikut hal-hal yang merupakan penggunaan harta di dalam lingkup ekonomi:

1. Optimalisasi laba

Profitabilitas atau perolehan keuntungan dari harta milik perusahaan diukur dari angka laba harta maupun laba investasi. Kedua hal tersebut berasal dari angka laba yang diperbandingkan. Perbandingan ini diambil berdasarkan laporan laba dan rugi serta keseluruhan total dari harta yang memiliki nilai total investasi.

Manajemen perusahaan bertanggung jawab atas segala pemanfaatan atau pemeliharaan keseluruhan harta yang digunakan oleh perusahaan. Sehingga harta adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak manajemen perusahaan agar hasil dari optimalisasi laba sesuai dengan perhitungan dari keseluruhan total harta dan harta yang telah digunakan.

2. Efisiensi terkait penggunaan harta

Salah satu ukuran terkait dengan penggunaan harta adalah angka total harta atau rasio penjualan. Hal tersebut disebut dengan persentase. Apabila penjualan semakin besar, maka efisiensi mengenai penggunaan harta seluruhnya juga semakin meningkat. Besaran angka penjualan diperoleh dari laporan laba dan rugi.

Angka total harta yang dimiliki perusahaan diperoleh dari neraca. Sehingga rasio penjualan yang diperoleh perusahaan dari tahun terakhir lebih tinggi dibandingkan dengan rasio di tahun sebelumnya. Oleh karena itu, harta adalah berkaitan dengan efisiensi penggunaannya sehingga perusahaan dikatakan maju dan berkembang jika rasio penjualannya meningkat.