in

Pengertian Referensi adalah: Arti, Jenis, dan Sumber Referensi

Pengertian Referensi adalah: Arti, Jenis, dan Sumber Referensi

Sebelum membuat suatu karya kepenulisan, biasanya seseorang akan mencari referensi terlebih dahulu supaya penelitian bisa berjalan dengan lancari. Referensi adalah teori maupun argumentasi yang bertujuan sebagai sumber atau rujukan dalam membuat sebuah gagasan atau ide.

Referensi bisa berupa tulisan, video, maupun gambar yang memuat informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan penulisan karya ilmiah maupun non ilmiah. Teori atau argumentasi yang merupakan sumber atau referensi tersebut dapat membantu seseorang lebih mudah dalam penulisan sebuah karya tulis ilmiah maupun non ilmiah.

Untuk mengetahui apa itu referensi, berikut pembahasan lengkap mengenai definisi referensi.

Pengertian Referensi Secara Umum

Referensi berasal dari bahasa inggris ‘reference’ yang artinya “menunjukkan kepada”. Istilah referensi juga merupakan suatu rujukan yang bersifat faktual dan non faktual. Bentuk referensi berupa nilai-nilai, bukti, maupun kredibilitas.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, referensi adalah sumber acuan atau rujukan yang meliputi dari buku-buku, jurnal, hasil penelitian, gagasan, artikel, makalah, skripsi, tesis, dan ide pemikiran, yang kemudian kesimpulannya dijadikan bahan untuk melakukan penelitian dan membuat gagasan.

Referensi merupakan informasi yang digunakan sebagai pendukung dalam kepentingan study atau penelitian sehingga bisa berjalan dengan lancar. Dalam kepentingan study atau penelitian, referensi biasanya berupa fakta yang aktual dan terpercaya.

Penulis teori biasanya orang yang sudah berkiprah di bidangnya sejak lama sehingga teori-teori yang dibuatnya digunakan sebagai referensi penulisan karya ilmiah.

Kemudian sumber referensi wajib dilampirkan di halaman terakhir suatu karya ilmiah supaya hasil penelitian tersebut menjadi valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber-Sumber Referensi

Sumber-Sumber Referensi

Sumber referensi bermacam-macam, bisa berupa jurnal, buku, surat kabar atau majalah, skripsi, tesis, internet, artikel, hingga seminar. Nah berikut ini adalah sumber-sumber yang bisa dijadikan referensi.

1. Jurnal

Salah satu sumber referensi adalah jurnal. Jurnal biasanya hanya terdiri dari 3-4 halaman yang berisi tentang sebuah tema dan hasil penelitian yang dibuat secara ringkas dan rinci Jurnal biasanya berisikan beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli dan dikaitkan dengan tema penelitian yang ada pada jurnal tersebut.

2. Internet

Referensi di internet biasanya bersumber dari website atau blog-blog yang memang membahas tema yang sesuai dengan penelitian. Dan referensi ini kemudian ditulis dengan mencantumkan link sumbernya pada naskah penelitian.

Link tersebut dilampirkan sebagai bukti bahwa sumber yang didapatkan adalah kredibel dan orisinil yang didapat dari link website di internet.

3. Buku

Sumber lain yang dapat dijadikan referensi adalah buku. Referensi ini merupakan sumber yang sering digunakan oleh para penulis karya ilmiah. Di dalam buku banyak sekali penjabaran dari teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli.

4. Surat kabar atau majalah

Referensi ini jarang sekali digunakan untuk penulisan karya ilmiah. Biasanya penulis yang menggunakan referensi berupa surat kabar atau majalah adalah penulis konten yang menghasilkan tulisan bukan karya ilmiah. Surat kabar atau majalah bersifat up to date sehingga jarang disimpan dalam waktu yang lama dalam sebuah perpustakaan.

5. Skripsi dan tesis

Skripsi dan tesis juga sering dijadikan referensi untuk penulisan karya ilmiah karena dalam skripsi atau tesis biasanya membahas suatu tema penelitian yang dijelaskan secara detail mulai dari rumusan masalah hingga hasil pembahasan yang mengupas tuntas sebuah tema penelitian.

Baca Juga: Pengertian, Jenis, Macam, dan Contoh Literasi

Jenis-Jenis Referensi

Referensi terbagi menjadi beberapa jenis. Setiap jenis referensi mempunyai makna dan tujuan masing-masing yang dibutuhkan oleh penulis.

1. Catatan Kaki

Catatan kaki biasanya ditulis pada margin bagian bawah karya tulis dengan penjelasan atas beberapa kata yang ditandai dengan simbol. Cara menuliskan catatan kaki yaitu ditulis terpisah dengan jarak tiga spasi dari naskah halaman yang sama dengan mencantumkan nama pengarang yang ditulis lengkap seperti di buku.

2. Bibliografi

Bibliografi merupakan daftar Pustaka yang ditulis di halaman belakang sebuah karya ilmiah. Bibliografi berisikan sebuah daftar berupa beberapa artikel, judul buku, serta bahan penerbitan yang lain. Jenis referensi ini menjadi sebuah pelengkap dari catatan kaki. Penyusunan penulisan bibliografi diurutan berdasarkan alfabet dari nama-nama pengarangnya.

Ada beberapa unsur dalam bibliografi antara lain :

  • Nama pengarang: Penulisan nama pengarang harus dibalik, misalnya nama pengarang terdiri dari dua kata, maka penulisannya dibalik dengan nama depan diletakkan di belakang dan nama belakang diletakkan di depan. Pastikan nama pengarang ditulis dengan lengkap. Jika berupa singkatan, tulis apa adanya sesuai dengan referensinya.
  • Judul buku: Judul buku bisa berupa judul artikel dari sebuah jurnal, judul esai dari nama buku yang berisi kumpulan esai, atau judul karangan atau penjelasan kata. Judul buku harus ditulis lengkap beserta judul tambahannya. Jangan memotong kata sedikitpun dari sebuah judul.
  • Data publikasi: Jenis referensi ketiga yakni data publikasi yang berupa nama penerbit, tahun terbit, tempat terbit, nomor jilid, cetakan keberapa, serta jumlah halaman buku. Penulisan data publikasi harus ditulis secara lengkap sesuai dengan cara penulisan bibliografi yang benar. Jangan sampai salah menuliskan data publikasi supaya sesuai dengan sumber aslinya.

3. Kutipan

Jenis referensi yang ketiga adalah kutipan yang merupakan susunan dari paragraf, kalimat maupun pendapat dari ucapan para ahli atau seorang pengarang yang terdapat pada jurnal, buku atau terbitan lainnya. Fungsi kutipan yakni sebagai penegasan atas isi uraian, bukti yang kuat, dan ungkapan kejujuran dari penggunaan referensi.

Kutipan sendiri dibagi menjadi dua yaitu kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan salinan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya dan tidak ada perubahan apapun. Sedangkan kutipan tidak langsung berupa penyesuaian atau pengambilan ide yang ditulis dengan bahasa atau kalimat sendiri oleh penulis.

Itulah penjelasan tentang definisi referensi. Referensi adalah sesuatu yang penting untuk disertakan dalam penulisan karya ilmiah maupun non ilmiah. Tentu saja penulisan referensi harus disesuaikan dengan cara penulisan yang benar supaya sesuai dengan sumber aslinya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *