in

Pengertian Sketsa adalah: Arti, Unsur, Fungsi, dan Jenis Sketsa

Pengertian Sketsa adalah: Arti, Unsur, Fungsi, dan Jenis Sketsa

Secara umum, pengertian sketsa adalah sebuah gambar awal atau pendahuluan yang masih belum halus, ringan, dan mempunyai sifat sementara. Sedangkan untuk fungsinya sendiri tidak hanya bisa diterapkan pada suatu karya seni gambar saja melainkan juga arsitektur, animasi, pakaian dan lain sebagainya.

Berbicara mengenai lukisan, Anda pasti tahu bahwa sebelum berada di tahap finishing biasanya harus ada coretan gambar terlebih dahulu atau disebut dengan sketsa. Untuk lebih memahami apa itu sketsa, simak definisi sketsa berikut ini.

Pengertian Sketsa Menurut Para Ahli

Pengertian Sketsa Menurut Para Ahli
Photo by Pixabay

1. But Muchtar

Dari hasil pemikiran But Muchtar, sketsa adalah sebuah ungkapan yang dinilai esensial di dalam seni dan mempunyai fungsi sebagai alat atau media untuk menuangkan kreativitas di karya-karya tertentu. Jadi sebelum karya tangan manusia berbentuk utuh dan indah pasti sebelumnya melewati metode penggambaran ini.

2. KBBI

Sketsa adalah lukisan yang tidak membutuhkan waktu lama karena hanya terdiri sari garis-garis besar, gambar dari sebuah rancangan, denah, bagan dan reng-rengan. Bisa juga diperingkas menjadi pelukisan yang dilakukan secara cepat dengan isian berupa garis, ikhtisar dan tulisan singkat.

3. Oesman Effendi

Menurut Oesman Effendi, sketsa bisa diartikan sebagai suatu kombinasi dari proses mengamati, menghayati, meresapi atau merasakan, bersikap, empati, berpikir, dan berekspresi. Dengan demikian sketsa ini melibatkan kepekaan serta kedalaman jiwa dari intuisi manusia kepada objek yang ingin direkam.

4. Eko Agus Prawoto

Sketsa adalah suatu desain pertama atau rencana ketika seseorang akan membuat karya seni lukisan. Biasanya untuk membuatnya perlu ada media seperti kertas atau kanvas supaya memudahkan seniman ketika menggambar. Tak ada warna sama sekali, sebab yang tertuang hanyalah coretan rapi untuk dijadikan ciptaan nyata yang indah.

5. H.W.Flower

Sketsa adalah lukisan ataupun gambaran pendahuluan yang mempunyai bentuk tak terlalu beraturan dengan tekstur kasar dan ringan. Pembuatannya pun tidak membutuhkan persiapan yang matang.

Jenis-Jenis Sketsa Secara Lengkap

Sketsa memiliki beberapa jenis yang mendukung terbentuknya sketsa, berikut adalah jenis-jenis dari sketsa.

1. Studi citra

Jika digambarkan studi citra hanyalah sebuah coretan yang dibuat dengan cepat dan menunjukkan bentuk gambar secara meluas. Salah satu jenis sketsa ini bisa dikatakan tidak terlalu terperinci dalam penataan pencahayaannya, hanya saja gambar sudah terbentuk meskipun tidak terlalu mendetail.

2. Gambar garis besar

Gambar garis besar sketsa adalah sebuah garis berukuran besar yang bisa membentuk rincian gambar secara sederhana. Tentu saja gambar ini tidaklah utuh karena belum terselesaikan dengan baik, sehingga dapat disebut sebagai pola awal dari suatu karya.

3. Sketsa cepat

Sketsa cepat mempunyai ikatan dengan jenis sketsa sebelumnya. Hanya saja gambar garis besarnya ini sudah diselesaikan oleh pembuatnya. Pada gambar ini wujudnya sudah lebih baik daripada yang sebelumnya.

Fungsi Sketsa Dalam Berbagai Bidang

Fungsi Sketsa Dalam Berbagai Bidang
Photo by Pixabay

1. Pakaian

Sketsa tidak hanya bermanfaat untuk suatu gambar atau lukisan saja, namun juga bisa dipakai bagi seorang perancang busana atau desainer.

Ketika ingin membuat satu baju biasanya orang-orang yang berprofesi ini akan melakukan penjelajahan sketsa sampai beberapa kali. Barulah ketika ada satu desain yang baik, maka proses selanjutnya akan dilaksanakan.

Di bidang perancangan pakaian ini lebih umum menggunakan sketsa garis namun didominasi dengan elemen. Garis yang dibuat ini sangat berguna untuk membentuk desain, tirai kain global, dan potongan.

Begitu selesai maka prosedur berikutnya adalah mengaplikasikannya pada kain sehingga menjadi pakaian yang utuh dan siap pakai.

2. Seni murni

Seni murni bisa dicontohkan dengan patung. Dimana penggunaan sketsa lebih dititik beratkan untuk menjadi media studies. Sehingga hal ini dapat memicu kemunculan gagasan dan perasaan dari penciptanya. Sementara itu, membuat sketsa ini bisa langsung di bahan utamanya, barulah dibentuk atau dipahat sesuai dengan keinginan.

3. Seni terapan

Dalam seni terapan, sketsa memiliki fungsi sebagai komponen awal perancangan sebelum mewujudkan ke dalam bentuk gambar kerja yang sempurna dan lengkap.

Selain itu, gambar ini juga berguna sebagai suatu sarana untuk mengeksplorasi, sekaligus menjadi alat percakapan awal pada perancang atau orang lain.

Baik konsumen maupun seseorang yang dipercaya mampu bertanggung jawab dalam mewujudkan suatu produk. Dengan begitu, pengerjaannya akan lebih mudah dan gampang ketika ingin dipahami implementasinya. Sketsa yang dilihat atau diamati juga bisa menjadi pelengkap untuk gambar kerja dan notasi.

Unsur-Unsur Sketsa

Unsur-Unsur Sketsa
Photo by Pixabay

1. Garis

Di dalam sketsa, unsur garis menjadi yang paling utama. Karena dari sinilah bidang pada gambar bisa tercipta. Ada 2 macam garis yang dapat digunakan yakni datar (vertikal dan horizontal) dan melengkung.

2. Bidang

Bidang bisa dibuat dari garis-garis yang disatukan. Pada hakikatnya, bidang juga dapat menjelaskan tentang bagian kecil dari suatu gambar. Hal ini terjadi karena bidang masih berkaitan dengan bentuk.

3. Bentuk

Bentuk mempunyai pengertian gabungan dari sejumlah bidang, sehingga gambar yang diciptakan memiliki makna dan arti yang bisa dikenali. Pada unsur ini, gambar sudah terlihat lebih baik karena utuh dan menerangkan tentang suatu keadaan atau benda.

4. Warna

Pada suatu sketsa gambar hanya dua warna yang bisa terbentuk yakni hitam dan putih. Namun kombinasi keduanya bisa menghasilkan warna baru yaitu abu-abu, sehingga dapat dijadikan pula sebagai salah satu pemberi efek gelap dan terang dari sebuah gambar.

5. Efek pencahayaan

Unsur terakhir adalah efek pencahayaan, dimana fungsi menuangkannya pada gambar adalah untuk mempertegas tampilannya. Keberadaan efek ini juga sangat penting supaya gambar tidak hanya tampak sebagai garis-garis biasa yang disatukan dan menjadi bentuk tertentu saja, akan tetapi mempunyai sisi berbeda yang lebih bermakna.

Ciri-Ciri Sketsa

Sketsa memiliki beberapa ciri yang mendukung terbentuknya sketsa, berikut adalah jenis-jenis dari sketsa.

1. Hanya sebuah rancangan

Sketsa memang bukanlah karya seni yang utuh karena masih ada beberapa komponen yang belum terlengkapi. Oleh karenanya, ciri utama sketsa adalah sebagai sebuah rancangan saja, yang nantinya menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah karya seni.

2. Ada garis tebal dan tipis

Kumpulan beberapa garis akan menjadi sketsa berbentuk gambar. Adapun garis yang digunakan harus tebal dan tipis, supaya karakteristik rancangannya bisa muncul dan lebih tegas.

3. Menggunakan peralatan seadanya

Tak perlu mempersiapkan peralatan yang lengkap ketika ingin membuat sketsa, cukup seadanya saja seperti kertas dan pensil. Sebab dalam menciptakan gambar sederhana ini hanya ada coretan garis yang mendominasi dan tidak ada warna selain hitam dan putih.

Itulah penjelasan secara terperinci mengenai pengertian, jenis-jenis, fungsi, unsur, dan ciri-ciri dari sketsa yang merupakan coretan gambar yang ada di atas media sederhana.

Semoga setelah membacanya, Anda dapat mencoba untuk membuatnya dengan lebih baik dan menjadi suatu karya yang bermanfaat bagi orang lain. Sebab tak ada ciptaan manusia yang indah tanpa ada dasaran yang matang.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *