in

11 Tips Psikologi Warna untuk Marketing Bisnis

Tips Memilih Warna yang Cocok untuk Desain Logo Perusahaan

Pernah gak ketika kamu berjalan-jalan di mall atau beberapa market lainnya, baik online maupun offline, kamu tertarik sama suatu produk karena tampilan kemasannya yang menarik? Nah, kira-kira apa yang menarik dari tampilan kemasan produk yang kamu lirik itu?

Hal pertama adalah karena warnanya yang menarik. Biasanya, jika melihat warna kemasan yang menarik, konsumen akan mudah melihatnya dan mudah mengenalinya meskipun melihatnya dari kejauhan. Nah, itulah mengapa psikologi warna sangat penting dalam marketing.

Untuk itu, kamu harus banyak memahami tentang penggunaan psikologi warna dalam marketing bisnis. Karena setiap warna memiliki kharisma yang berbeda-beda, kamu hanya perlu menggunakannya dengan tepat sesuai dengan produk yang kamu jual. Nah, berikut ini adalah tips dan trik marketing bisnis menggunakan psikologi warna.

1. Pahami Psikologi Konsumen

Dalam memainkan warna untuk bisnis, kamu harus memahami psikologi konsumen terlebih dahulu. Sebenarnya, yang dimaksud dengan psikologi warna ialah bagaimana warna yang kamu pakai dalam bisnis dapat mempengaruhi psikologi konsumen dengan cepat.

Jadi, sebelum kamu mulai memainkan warna, kamu harus pelajari tentang sebagian besar calon konsumen yang kamu targetkan. Karena psikologi antara orang dewasa tentu berbeda dengan psikologi remaja. Rata-rata anak muda lebih suka warna yang cerah dibandingkan dengan orang dewasa.

2. Pahami Tentang Teori Warna

Ada beberapa teori warna yang dapat kamu terapkan dalam berbisnis. Contohnya, ketika produk kamu dipajang di suatu mall, dan ada calon konsumen yang melewatinya. Pasti mereka akan melirik produk kamu jika warna kemasan produk tersebut menarik.

Nah, dalam hal ini, ada dua teori warna yang biasanya sering dipakai untuk bisnis, yaitu kombinasi warna atau penggunaan satu warna khusus.

Menggunakan kombinasi warna yang kontras biasanya untuk membangun branding, dan menggunakan satu warna khusus biasanya untuk mempengaruhi psikologi konsumen.

3. Gunakan Kombinasi Warna untuk Branding

Dalam membangun brand bisnis, kamu harus menggunakan kombinassi warna yang tepat dan khas agar mudah di ingat oleh konsumen.

Sekalipun tanpa simbol dan tulisan, brand dapat diciptakan dengan kombinasi warna yang khas. Trik yang satu ini sudah banyak digunakan oleh berbagai perusahaan besar.

Contohnya, ketika kamu melihat logo G dengan kombinasi warna merah biru hijau dan kuning, tentu pikiran kamu akan langsung mengarah ke brand Google.

Nah, begitulah sebuah kombinasi warna bekerja pada proses branding. Jadi, kombinasikan warna dengan khas agar brand kamu mudah di ingat oleh konsumen.

4. Gunakan Warna yang Bersifat Persuasif

Penggunaan warna yang tepat, baik untuk background maupun kombinasi lainnya, harus mampu membujuk calon konsumen.

Percaya atau tidak, warna akan mampu mempengaruhi emosional seseorang. Dengan melihat warna sekilas saja, mereka bisa tertarik membeli suatu produk tersebut.

Sebaliknya, konsumen mungkin akan mengabaikan produk kamu jika kamu menggunakan warna yang kurang tepat.

Untuk hal ini, kamu perlu melakukan kajian lebih lanjut mengenai penggunaan warna yang cocok untuk bisnis, sehingga kamu mampu menggunakan warna yang persuasif.

5. Gunakan Warna Cerah untuk CTA

CTA atau call to action merupakan istilah untuk segera melakukan tindakan, yang pada hal ini banyak digunakan oleh perusahaan e-commerce atau perusahaan retail.

Nah, coba kamu perhatikan beberapa perusahaan e-commerce saat ini, rata-rata mereka menggunakan warna yang cerah. Karena warna cerah lebih efektif mengajak orang untuk segera mengambil tindakan.

Baca Juga: Tips Memilih Warna yang Cocok untuk Desain Logo Perusahaan

6. Gunakan Warna Biru untuk Membangun Kepercayaan

Dalam psikologi warna marketing, warna biru dikenal sebagai warna yang dapat membangun kepercayaan. Dan kepercayaan ini tentu banyak berhubungan dengan bisnis yang mengelola data penting.

Coba kamu perhatikan perusahaan keuangan yang pernah kamu temui, kebanyakan dari mereka didominasi dengan warna biru.

Perhatikan juga media sosial terbesar seperti Facebook dan Twitter, yang menyimpan miliyaran data penting penggunanya.

Jadi, kalo bisnis yang kamu jalankan berkaitan dengan data-data penting, sebaiknya manfaatkan warna biru untuk brand bisnis kamu.

7. Hati-hati Menggunakan Warna Kuning

Apakah kamu pernah bertanya mengapa police line menggunakan warna kuning? Perlu kamu ketahui bahwa warna kuning dapat menimbalkan rasa waspada dalam otak manusia.

Mungkin dalam kadar yang kecil, kombinasi warna kuning dapat dengan mudah menarik perhatian karena warnanya yang sangat kontras.

Namun, jika warna kuning digunakan dalam jumlah yang besar, ini akan memancing rasa waspada dan gelisah, bahkan bisa juga menimbulkan rasa amarah.

Untuk itu, kamu perlu berhati-hati dalam menggunakan warna kuning untuk bisnis, gunakanlah dengan komposisi yang tepat.

8. Tampilkan Warna Monokrom untuk Kesan Elegan

Seringkali warna hitam dan putih diabaikan dalam dunia bisnis, bahkan ada yang menganggap kedua warna ini bukanlah warna.

Padahal, hitam dapat digunakan untuk memberikan kesan elegan dan kuat. Sebagian lagi dapat menampilkan kesan mewah. Untuk itu, gunakanlah warna gelap jika kamu menawarkan produk yang mahal.

Sedangkan warna putih akan menampilkan kesan luas dan bebas. Apabila kedua warna ini dikombinasikan dengan komposisi yang tepat, maka kamu bisa membuat bisnis kamu terkesan elegan, simpel, dan mahal.

9. Gunakan Warna Gold untuk Kesan Mewah

Selain warna hitam, warna gold menyimbolkan kejayaan dan kesan yang mewah. Warna gold sangat cocok untuk ditargetkan kepada konsumen yang suka tampil glamor. Jika bisnis kamu terkecimpung dengan barang-barang mewah, pertimbangkan menggunakan warna gold.

10. Gunakan Warna Oranye untuk Menampilkan Kesenangan dan Optimis

Warna oranye dapat memancarkan rasa senang. Itu sebabnya, dalam memainkan psikologi warna untuk marketing, kebanyakan warna oranye digunakan untuk produk yang berkaitan dengan kesenangan, seperti produk anak-anak dan papan bertuliskan diskon.

Selain itu, warna oranye juga banyak digunakan dalam bisnis olahraga dan teknologi. Karena selain dapat menimbulkan rasa senang, warna oranye dapat memancing rasa hangat, semangat dan percaya diri. Warna oranye bisa membuat orang merasa lebih optimis.

11. Manfaatkan Warna Coklat dan Hijau untuk Kesan Alami

Warna coklat dan hijau dikenal sebagai warna dengan kesan yang alami, karena warna coklat identik dengan warna tanah dan kayu, sedangkan hijau identik dengan warna daun.

Kedua warna inilah yang mendominasi warna daratan kita. Itulah alasan mengapa warna coklat dan hijau memberikan kesan yang natural dan ketenangan.

Nah itulah beberapa tips marketing psikologi warna untuk bisnis. Intinya, sebelum kamu mendesain brand bisnis, sebaiknya pelajari dulu trik memainkan psikologi warna.

Jika perlu, diskusikan dengan orang-orang yang ahli terkait psikologi warna. Biasanya, para desainer sudah mahir dalam hal ini.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *