in

8 Taktik Cerdas Penetapan dan Penulisan Harga Produk Agar Bisnis Laku Keras

Penulisan Harga Produk

Pernah tidak, saat kamu berjalan-jalan di mall, pasar, supermarket atau jenis perbelanjaan lainnya, kamu tiba-tiba saja tertarik untuk membeli sebuah barang? Padahal, awalnya kamu tidak berniat untuk membeli apapun, hanya berniat untuk jalan-jalan. Kadang niat awal kamu akan runtuh saat kamu melihat beberapa produk dengan label harga yang menggiurkan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa di balik harga-harga yang menggiurkan tersebut, ada beberapa strategi yang mereka pakai. Sehingga mereka menggunakan strategi psikologis marketing  untuk menarik konsumen agar membeli produk mereka. Nah, bagaimana dengan bisnis yang kamu jalankan? Apakah kamu sudah memaksimalkan permainan harga?

Kamu harus ingat bahwa harga ini berperan penting pada sebuah bisnis, terlebih lagi dalam berdagang. Bagi para konsumen, ketentuan harga akan dijadikan parameter dalam menilai sebuah produk atau jasa. Itu sebabnya, kamu perlu banyak memainkan taktik dalam menetapkan dan menuliskan harga setiap produk dan jasa yang kamu jual.

Untuk menetapkan dan menuliskan harga produk dari bisnis, kamu hanya perlu bermain-main dengan psikologi konsumen. Dalam artian, kamu memberikan ilusi melalui harga yang dapat menarik konsumen untuk membeli produk kamu. Bagaimana caranya? Berikut taktik penetapan dan penulisan harga produk yang dapat mengilusi konsumen:

1. Menetapkan Harga Tinggi untuk Membangun Image

Percaya atau tidak, harga yang tinggi akan memberikan image yang berkualitas terhadap sebuah produk. Taktik yang satu ini telah banyak dibuktikan oleh beberapa perusahaan ternama. Taktik ini sangat cocok untuk digunakan untuk beberapa produk yang memang sengaja dibuat untuk membentuk image sebuah brand dengan kualitas tinggi.

Biasanya taktik ini sering dipakai untuk produk-produk fashion. Dan memang pada kenyataannya, semakin mahal harga sebuah produk maka akan membuat para konsumen sangat percaya diri memakainya. Nah, kamu dapat mencoba trik ini untuk perusahaan kamu, dengan catatan produk yang dihasilkan juga berkualitas tentunya.

2. Menggunakan Nominal Ganjil pada Harga

Menggunakan nominal ganjil dengan sedikit lebih rendah dari harga yang kamu target. Misalnya, kamu menargetkan satu produk kamu seharga Rp 500.000, maka kamu dapat menuliskan harga tersebut dengan nominal Rp 499.999. Secara nilai harga, ini sama dengan Rp 500.000, akan tetapi ini memberikan efek psikologis yang berbeda bagi konsumen.

Secara psikologis, mereka menganggap bahwa harga yang tertulis dengan nominal Rp 499.999 lebih murah dibandingkan harga nyata Rp 500.000 yang kamu targetkan. Hal ini memberikan ilusi dalam pikiran konsumen, walaupun pada kenyataannya kedua harga ini hanya berbeda satu nilai saja, bahkan terhitung sama.

3. Menggunakan Font yang Kecil

Selain ilusi berupa nilai nominal, penulisan harga juga sangat dipengaruhi oleh ilusi visual secara fisik. Yang dimaksud ilusi visual secara fisik adalah kamu tidak hanya menuliskan harga dengan angka yang lebih kecil, namun juga ukuran font yang lebih kecil. Hal ini memang tidak bisa diperhitungkan secara nyata.

Akan tetapi, percaya atau tidak, ukuran font yang tertulis di harga sangat berpengaruh terhadap pola pikir konsumen mengenai nilai harga. Kabanyakan konsumen akan melihat harga yang tertulis dengan ukuran font besar akan terkesan mahal. Nah, begitu juga sebaliknya, ukuran font yang kecil akan nampak terasa lebih murah.

4. Mengganti Nominal Ribuan dengan K dan Menghilangkan Tanda Mata Uang

Pada jaman sekarang ini, kamu pasti sering menjumpai harga senilai ribuan yang hanya dituliskan dengan huruk “K”. Misalnya, harga Rp 15.000 hanya dituliskan dengan “15K”, dengan tanpa menggunakan tanda mata uang. Penulisan seperti ini biasanya banyak dijumpai di jual-beli online, terutama jual-beli di media sosial.

Memang belum ada aturan resmi mengenai penulisan harga seperti ini, akan tetapi, gaya penulisan harga seperti ini sudah menjamur, khususnya pada jual-beli online. Dan faktanya, gaya penulisan seperti ini mengandung unsur psikologis yang menyebabkan konsumen terasa lebih ringan menilai harga sebuah produk.

5. Membuat Perbandingan Harga Lebih Rendah dari Pasar

Taktik yang biasanya digunakan dalam mempermainkan harga juga dilakukan dengan menetapkan harga sidikit lebih rendah dari harga pasaran. Menentukan harga yang lebih rendah dari harga pasar tidak akan membuat kamu rugi. Karena biasanya rata-rata konsumen akan membandingkan harga setiap produk yang sama.

Rata-rata konsumen akan lari kepada produk yang sama dengan harga yang lebih murah, sekalipun selisih barang sedikit. Misalnya, harga produk roti Rp 7.800 akan lebih ramai dipilih jika dibandingkan dengan roti yang sama seharga Rp 8.000. Selisih Rp 200 akan bernilai bagi konsumen, sekalipun pada kenyataan itu hanya selisih sedikit.

6. Membuat Beberapa Produk dalam Satu Kemasan Harga

Taktik yang satu ini biasanya sering digunakan di beberapa supermarket atau beberapa tempat pembelanjaan ternama. Misalnya, produk minyak goreng digandeng dengan beberapa cemilan atau bahan dapur lainnya yang dipatok dalam satu harga sedikit lebih murah dari harga normal masing-masing produk.

Atau taktik semacam ini juga bisa digunakan dengan cara membuat parsel pada saat mendekati hari lebaran. Untuk beberapa produk yang dibungkus dalam satu parsel dan dibingkis dengan satu harga. Nah, dengan taktik semacam ini, konsumen akan berpikir bahwa produk-produk tersebut jauh lebih murah dibandingkan membelinya satuan.

7. Menampilkan Harga Referensi

Agar harga yang kamu tetapkan nampak terasa sangat murah, kamu perlu mencantumkan harga produk serupa. Misalnya, harga asli sebuah produk Rp 200.000, lalu tulisan Rp 200.000 tersebut kamu coret. Kemudian kamu menuliskan harga Rp 180.000 di dekat tulisan harga yang kamu coret tadi. Usahakan harga yang baru ditulis dengan ukuran font yang lebih kecil.

Secara psikologis, kamu telah mempengaruhi persepsi konsumen untuk membandingkan kedua harga tersebut dan kemudian lebih tertarik dengan produk kamu tersebut. Hal ini juga biasanya digunakan ketika kamu menggunakan taktik diskon. kamu mencoret harga asli kemudian menuliskan kata diskon dengan diikuti harga diskonnya.

Baca Juga: 8 Cara Menarik Minat Calon Konsumen dalam Berbisnis

8. Menggunakan Harga Pancingan

Taktik yang satu ini biasanya digunakan untuk beberapa produk berupa kemasan. Misalnya, kamu menjual produk shampoo. kamu menggunakan strategi harga pancingan dengan meluncurkan dua produk yang berbeda ukuran kemasan. Kemasan yang lebih besar kamu patok dengan harga yang tidak telalu jauh dengan kemasan kecil.

Padahal, jika diperhitungkan secara ukuran dan harganya seimbang. Akan tetapi, psikologis konsumen akan berpikir bahwa lebih baik membeli produk kemasan yang besar, karena hanya beda harga sedikit dengan kemasan kecil. Mereka akan berpikir bahwa hanya dengan selisih harga yang tidak seberapa mereka akan mendapatkan yang lebih banyak.

Mungkin memang ada sebagian orang yang peka dan teliti dengan berbagai taktik yang disebut di atas. Akan tetapi, masih banyak pula sebagian konsumen yang akan terbius dengan tawaran harga yang dilakukan dengan tatik di atas. Manfaatkan segala peluang yang memungkinan untu memberi keuntungan. Jadi, taktik penetapan dan penulisan harga ini akan banyak memberikan keuntungan bagi bisnis kamu.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *