8 Cara menyikapi Perdebatan dengan Pasangan

8 Cara menyikapi Perdebatan dengan Pasangan
8 Cara menyikapi Perdebatan dengan Pasangan
Iron Man
Iron Man
Print PDF

Di antara duamakhluk yang berpasangan,tentu akan ada banyak perbedaan yang terkadang mengundang masalah. Kesalahpahaman,keegoisan, dan lain-lainakan sering muncul pada saat kamu mulai mengenal pasanganmu dengan baik. Hingga padaakhirnya hubungan kamu akan berjumpa dengan sebuah perdebatan.

Perdebatan adalah hal yang wajar dansering kamu jumpai dalam suatuhubungan. Diantara kalian, pasti ada yang pernah mengalaminya kan? Lalu gimana cara kamumenyikapi hal itu? Apakah berakhirputus atau gimana? Tidak menutup kemungkinan kanperdebatan akan berakhir dengan hubunganyang putus?

Nahuntuk itu sebaiknya simak cara menyikapiperdebatan dengan pasangan padapembahasan ini.

Read More : The Best Scholarships for Economics Programs in Texas


1. Tetap Fokus pada Permasalahan

Saatribut dengan pasangan, biasanya masalahyang kecil bisa berubah menjadi masalah yang lebih besar. Jika tidak segera diatasi biasanya akan merembet kemasalah-masalah baru atau masalah yang sudah lalu. Misalnya mengungkit-ngungkitkesalahan, dan sebagainya.

Untukitu, ada baiknya kamu mengendalikan fokus permasalahan agar tidak merembetkemana-mana, misalnya jika kamu ribut dengan pasangan karena berbohong, maka janganbiarkan kamu atau dia mencari-cari kesalahan lain sebagai kambing hitam.

Read More : Computer Science College in Texas: Nurturing Tech Innovators


Jadi, ketikakamu merasa perdebatan mulai melenceng dari jalur, sebaiknya tegas dan ingatkanpasanganmu tentang permasalahan sebenarnya.  

Jikadibairkan hal itu tidak akan menyelesaikan permasalahan, yang ada perdebatanakan semakin panjang dan tidak akan ada ujungnya. Lebih baik fokus pada masalahsaat ini lalu cari solusi agar bisa teratasi.

Read More : Exploring the Best Psychology Colleges in Texas


2.Berbicaralahdengan Nada yang Tenang

Perdebatan akanmenjadi tidak sehat jika salah satu atau keduanya sampai berkata dengan nadatinggi. Dalam berdebat,yang menjadi hal utama bukan tentang apa yang dikatakan, namun juga tentangbagaimana cara penyampaiannya. Kalimat bisa saja berubah arti jika carapenyampaiannya salah.

Bisa saja sebuahkalimat yang biasa akan menjadisebuah bentakan jika kamu mengatakannyadengan nada yang tinggi. Hal ini secaratidak langsung akan memancing pasanganmu untuk membalasnyadengan nada yang tinggi juga.Untuk itu, usahakan untuktidak mengatakan sesuatu dengan kalimatbernada tinggi. Jika kamumerasa nadamu mulai meninggi, segera turunkan kembali.

3. HindariKata Penyangkalan

Dalam perdebatandengan pasangan, kebanyakan dari kitasering menggunakan kata “tapi, mungkin, kan”atau kata sejenisnya. Nah, apakah kamutahu? Kata-kata seperti itu akan menunjukkan bahwa kamu selalumenyangkal dan tidak mau peduli dengan perkataannya.Dengan begitu, pasangan kamumungkin merasa tidak dihargai keberadaannya.

Untuk mengatasihal ini, sebaiknya hindari penggunaan kata-kata yang berbau menyangkal. Gantilah dengan kata-kata yang lebih positif,misalnya kata “terus”.Dengan kata “terus”ini, kamu membuka kesempatan baru untuk kalimat lainnya tanpa harus mematahkankalimat pertama.

4. Tanyakan Apa Tujuannya

Saatberdebat dengan pasangan, pastikan bahwa kamu dan dia saling mengerti tentang tujuanyang sebenarnya dari keributan tersebut. Sudah pasti,setiap orang memiliki tujuan dalam suatu perdebatan. Misalnya kamu ingin dia lebih baik, dan lain-lain.

Ada baiknya kamu menanyakan apa yang ingin dia maksud. Tanyakan dengan nada yang rendah. Percayalah, perdebatan muncul pasti karena ada suatu kesalahan, dan tujuan utama perdebatan adalah memperbaiki kesalahan tersebut.

Baca Juga: 14 Tanda Pasangan Kita Sudah Bosan Menjalani Hubungan Denganmu

5. Berusahauntuk Saling Mendengarkan

Setelah kamu menanyakan tujuannya, sebaiknya posisikandiri sebagai pendengar yang baik. Jangan adacelahuntuk menyangkal apa yang dia katakan.Dengarkan saja perkataannya sampai selesai.

Pada faktanya,perdebatan akan membawa hubungan menjadi lebih baik, asalkan keduanya sama-samamau saling mendengarkan.Mengapa begitu? Karena dengan saling mendengarkan, kalian akan bisa saling mengerti satu sama lain.

6. AduArgumen untuk Mencapai Kesepakatan

Beradu argumensebenarnya hanya untuk membentuk sebuah pemahaman antara kalian berdua. Kamu harus tahu bahwa beradu argumenitu hanya untuk mendapatkan solusi atas persoalan yang kalian hadapi, bukan malahuntuk mempermalukan pasanganmu.

7. JanganPernah Bermain Fisik

Tingkat negatifyang paling parah pada suatu perdebatanadalah ketika sudah bermain fisik. Tingginya amarahterkadang akan menimbulkan tindakan tak terkontrol hingga membuat seseorangbermain fisik atau memukul.

Initidakhanya untuk laki-laki, namun juga untuk perempuan. nah, jikasalah satunya sudah sampai bermain tangan, maka perdebatan tersebut memang sudah sampai pada kondisiyang fatal. Saat amarah kamu mulai memuncak, sebaiknyatenangkan diri, jika perlu kamu pergimeninggalkan dia.

8. Meminta Maaf

Terkadang dalamperdebatan,tanpa sengaja akan mengeluarkan kata-kata yang bisa menyinggung perasaan. Pada akhirnya akanmenimbulkan ketegangan dankesenjangan di antara kalian berdua.

Jika perdebatan kalian sudah sampai padakondisi seperti ini, biasanya kalian engganuntuk saling meminta maaf. Terkadang rasa ego dan gengsi mendominasi pikiran kalian berdua, sampai-sampai ogah minta maaf, dan akhirnyatidak saling bertegur sapa.

Padahalkata maaf bisamencairkansuasana. Apa salahnya untuk minta maaf. Terlepas dari salahatau tidaknya kamu, maaf menjadi bukti bahwa kamu memang menyayanginya.