Kisah Sukses Pencipta Playstation – Ken Kutaragi

0
Kisah Sukses Pencipta Playstation - Ken Kutaragi
Ken Kutaragi - Pencipta Playstation

Apakah kalian tahu siapa penemu Playstation? Jangan bisanya main PS doang, tapi nggak peduli siapa pembuat Playstation. Namanya adalah Ken Kutaragi yang juga dikenal sebagai “Bapak pencipta Playstation“, ia tercatat sebagai orang yang pertama kali menciptakan Playstation, Ken Kutaragi juga adalah mantan CEO dari anak perusahaan Sony Corporation, yakni,  Sony Computer Entertainment (Saat ini, Sony Interactive Entertainment, Inc) perusahaan yang menaungi Playstation. Lalu gimana sih kisah sukses Ken Kutaragi pencipta Playstation? Berikut ini adalah cerita inspiratif dari Ken Kutaragi mulai dari Biografi, Profil Hingga perjalanan hidup dari sang pencipta Playstation. Simak Penjelasannya.

Bagi kalangan anak muda, khususnya para gamers, pastinya sudah sangat familiar dong dengan perangkat game konsol bernama Playstation. Yups, Playstation adalah perangkat konsol yang sangat populer hingga kini. Walaupun pasar gaming saat ini lambat laun telah beralih ke perangkat desktop maupun mobile, namun pesona bermain game di Playstation masih saja diminati para pencinta game di seluruh dunia. Mari berkenalan dengan pencipta Playstation.

Biografi Ken Kutaragi

Ken Kutaragi lahir pada tanggal 2 Agustus 1950 di Tokyo, Jepang. Kehidupan Kutaragi cukup sederhana, ia bukanlah orang kaya dan bukanlah dari keluarga yang terpandang. Kutaragi hanya putra seorang pengusaha dari pulau Kyushu yang datang ke Tokyo untuk memulai bisnis percetakan.

Pabrik percetakan ayahnya tidak terlalu besar di kota Tokyo. Sewaktu Kutaragi tumbuh dewasa, orang tuanya secara aktif mendorong dirinya untuk belajar ilmu mekanis di dalam pabrik, dan ia bekerja seusai pulang sekolah. Dari usaha ayahnya inilah, Kutaragi mulai berkenalan dengan dunia bisnis. Kutaragi belajar tentang bisnis sambil memperhatikan ayahnya mengelola bisnis keluarga. Selain bekerja di pabrik orangtuanya, Kutaragi adalah sosok yang tekun dan pintar, ia sering sekali mendapatkan nilai 100 di sekolahnya.

Disisi lain, ketertarikannya semakin kuat ketika ia membongkar mainannya dan memperhatikan bagaimana benda tersebut bekerja, hal itu membuatnya sangat penasaran. Kutaragi lalu memutuskan untuk memperdalam ilmu elektronika dengan mengambil jurusan teknik di Denki Tsushin University. Ia kemudian lulus sebagai seorang sarjana teknik elektro pada tahun 1975.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Reid Hoffman – Pendiri Linkedin

Bergabung dengn Sony

Setelah lulus kuliah, Kutaragi langsung mendapatkan pekerjaan dengan bergabung di Sony Computer entertainment pada tahun 1975. Di perusahaan itu, Kutaragi mendapatkan banyak pujian karena prestasi atas pengaruh besarnya pada proyek yang di jalankan perusahaan Sony. Kemampuan ia memecahkan sebuah masalah membuatnya sangat dipandang di perusahaan tersebut. Pada tahun 1975-an keatas, ia merancang Liquid Crystal Display (LCD) untuk perusahaan Sony. Namun proyek itu gagal karena kalah bersaing dengan perusahaan lain yang memasarkan teknologi serupa.

Titik balik karir Kutaragi datang pada tahun 1990, ketika berakhirnya kemitraan antara Sony dan Nintendo untuk menciptakan sistem Home Video Game baru. Banyak eksekutif Sony yang menyerah dengan keadaan. Tetapi Kutaragi bersikeras dan percaya bahwa Sony dapat mengembangkan sistemnya sendiri. Dia bahkan mengancam akan meninggalkan Sony jika perusahaan itu tidak mendukung tujuannya.

Pada tahun 1991, ia lalu diangkat sebagai menajer proyek untuk membangun sistem game baru, yang disebut Playstation. Konsol game itu mulai dipasarkan pada bulan Desember 1994. Namun siapa sangka, Playstation meledak dipasaran, bahkan di awal kemunculannya, Playstation telah menyumbangkan 40 persen dari keuntungan Sony.

Dengan pengaruh besar menciptakan Playstation, pada tahun 1999, ia di angkat menjadi presiden dan CEO Sony Computer Entertainment, anak perusahaann Sony Corporation yang bertanggung jawab atas PlayStation.

Sukses dengan Playstation generasi 1, Kutaragi kembali berperan menciptakan Playstation 2. Alih-alih menggunakan komponen yang sudah dibangun, semua yang ada di Playstation 2 dirancang dari awal. Hal ini membuat biaya pengembangan menjadi membengkak.

Eksekutif Sony merasa Kutaragi membutuhkan mitra, dan mendorongnya untuk membuat kesepakatan dengan Microsoft. Pada tahun 1999, Kutaragi bertemu dengan Chairman Microsoft, Bill Gates, tetapi pertemuan itu tidak ada hasil kesepakatan.

Ketika PlayStation 2 mulai dirilis pada bulan April 2000, PS 2 juga terjual dengan sangat baik. Namun Sony kesulitan untuk memproduksi chip secara massal untuk mendukung antusiasme penggemar Playstation. Sony harus menginjeksi lebih banyak uang ke dalam proyek Playstation, sehingga biaya pengembangan kembali membengkak menjadi US$ 2,5 Miliar.

Disisi lain, kenyamanan Playstation terganggu setelah Microsoft mengumumkan akan merilis konsol game saingan bernama Xbox. Hal ini membuat keadaan semakin sulit, selain Sony yang kehilangan banyak uang, mereka juga harus melawan raksasa teknologi, Microsoft, dengan Xbox-nya. Namun walau Sony dalam masa-masa sulit, tetapi penjualan Playstation 2 terus meningkat dikarenakan banyak perusahaan game yang merilis produk game-nya untuk PS2. Dan hal ini lambat laun membuat Sony Computer Entertainment kembali bangkit dan mulai menghasilkan uang kembali.

PlayStation 2 mengambil alih sekitar 70 persen pasar game rumahan. Dalam beberapa tahun, SCE menghasilkan 60 persen dari keuntungan Sony. Peran Kutaragi menjadi lebih penting bagi Sony ketika laba perusahaan dan harga saham menurun pada tahun 2003. Lalu untuk menambal defisit perusahaan, Kutaragi dan Sony merilis PSX, sebuah perangkat kombinasi perekam video digital, TV, dan bermain game. Tetapi produk tersebut penjualannya mengecewakan.

Pada tahun 2005, Kutaragi sang pencipta Playstation kembali menjadi pusat perhatian di Sony. Produk baru lainnya dari Sony, PlayStation Portable (atau PSP), sebuah perangkat game yang juga dapat memutar film dan musik, dirilis di Jepang pada bulan Desember 2004 dan terjual 800.000 dalam enam minggu pertamanya.

Sekali lagi, Sony membuat taruhan besar pada produk Kutaragi. Sony menginvestasikan banyak uang supaya harga PSP lebih murah jika produk itu booming. Tetapi jika produk itu gagal, keuangan Sony mungkin akan terguncang. Sony melaporkan bahwa penjualan dan laba untuk tahun ini mungkin akan kehilangan target mereka, sebagian karena persaingan ketat dari perangkat hiburan portabel seperti iPod.

Kutaragi mengakui kepada wartawan bahwa Sony telah kehilangan peluang di pasar hiburan portabel dengan tidak merilis perangkat yang mirip dengan iPod sebelumnya. (Pemutar musik pertama Sony tidak mendukung format MP3 yang populer, dan hanya bisa memutar file dengan format Sony, Atrac.) Manajemen Sony ragu-ragu karena divisi musik dan filmnya khawatir tentang hak konten, katanya.

Sementara itu, Kutaragi dan divisinya bekerja pada inovasi lain. mengembangkan mikroprosesor kuat yang dapat mengambil berbagai jenis jaringan broadband dan menjalankan beberapa produk, termasuk Playstation 3 yang dirilis di Jepang pada tanggal 11 November 2006.

Media sering berspekulasi bahwa Kutaragi akan menjadi Chairman Sony suatu saat nanti. Kutaragi meremehkan gagasan itu ketika berbicara dengan Wall Street Journal ‘s Guth.

“Saya harus mengorbankan diri saya tanpa akhir untuk tahun-tahun mendatang,” katanya. “Kesehatanku akan hancur. Beberapa orang mungkin menganggapnya menarik. Tapi bukan aku.”

Kutaragi mengundurkan diri dari jabatan CEO Sony Computer Entertainment pada 2007, dan kehilangan posisinya sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas semikonduktor, elektronik rumah, dan Playstation. Namun ia tetap menjadi penasihat dan ketua kehormatan SCEI hingga 2011.

Pada bulan Januari 2007, Ken Kutaragi mendirikan perusahaan yang disebut “Cyber Ai Entertainment”. Usaha baru ini bertujuan untuk mengkomersilkan pengembangan layanan internet generasi mendatang. Ia menjabat sebagai Presiden dan CEO perusahaan tersebut.

Baca Juga: Kisah Sukses Min-Liang Tan – Pendiri Razer Inc (Perangkat Gaming)

Karir Ken Kutaragi Pencipta Playstation

  • Joined Sony Corporation, 1975.
  • Manager for PlayStation project, Sony, 1991.
  • Assistant General Manager, Computer Entertainment Project, Home Video Group, Sony, April, 1993.
  • Director and General Manager, Research and Development, Sony, November, 1993.
  • Executive Vice President, Research and Development, Sony, 1996.
  • Chairman and Chief Executive Officer, Sony Computer Entertainment America, April, 1997.
  • Group Executive and Executive Vice President, Sony Computer Entertainment, Juni, 1997.
  • Co-chief Organization Officer, Sony Computer Entertainment, Oktober, 1997.
  • Group Executive Officer, Sony Corporation, 1998.
  • President and Chief Executive Officer, Sony Computer Entertainment, 1999.
  • Resigned from Board and named Group Executive Officer, Sony Computer Entertainment, 2005.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here