in

Nick Woodman – Kisah Sukses Pendiri Kamera GoPro

Nick Woodman - Kisah Sukses Pendiri Kamera GoPro
Image dari marketwatch.com

GoPro, Inc. adalah perusahaan teknologi Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 2002 oleh Nick Woodman. Perusahaan yang dulu bernama Woodman Labs, Inc. ini memproduksi action camera dan mengembangkan aplikasi seluler dan perangkat lunak pengeditan video.

Bagi kamu yang suka dengan dunia fotografi, pastinya tidak asing lagi dengan teknologi kamera bernama GoPro. Perusahaan pengembang teknologi action camera ini memang sudah terkenal seantero dunia karena memiliki kualitas kamera yang mumpuni. Ditambah dengan strategi marketing dan branding yang ciamik membuat perusahaan ini mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Orang dibalik kesuksesan GoPro adalah pria bernama Nick Woodman, seorang pengusaha muda yang sempat menjadi salah satu orang terkaya di dunia berkat perusahaan GoPro. Lalu seperti apa cerita inspiratif Nick Woodman CEO GoPro? Berikut ini adalah kisah sukses pendiri perusahaan kamera GoPro.

Biografi Nick Woodman

Nicholas D. Woodman lahir pada tanggal 24 Juni 1975. Ayahnya bernama Dean Woodman dan ibunya bernama Concepcion Woodman. Ayahnya, Dean, adalah salah satu pendiri perusahaan perbankan investasi, Robertson Stephens.

Nicholas dibesarkan di Atherton dan Menlo Park, California, AS. Dia dikenal sosok yang mudah bergaul, saat bersekolah Menlo School, Dia sangat aktif berselancar bahkan dia pernah membentuk klub selancar bersama kawan-kawannya.

Setelah lulus dari Menlo School pada tahun 1993, dia kemudian melanjutkan pendidikannya di University of California, kemudian memperoleh gelar sarjana dalam bidang visual arts and a minor in creative writing pada tahun 1997.

Meniti Karir

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Nicholas kemudian mengawali karirnya menjadi seorang pengusaha dengan mendirikan startup bernama EmpowerAll.com. Startup ini adalah situs jual beli barang elektronik. Konsep bisnisnya pun unik yaitu hanya mendapatkan keuntungan $2 dari setiap produk yang berhasil dijual. Namun startup ini pun gulung tikar karena terlalu banyak mengalami kerugian.

Kemudian Nicholas mendirikan Funbug pada tahun 1999, platform permainan dan pemasaran yang memberi pengguna kesempatan untuk memenangkan hadiah uang tunai. Tak tanggung-tanggung, Nicholas berhasil mengumpulkan dana $3,9 juta dari investor untuk mengembangkan startup nya ini. Namun kesalahan strategi bisnis membuat startup Funbug sangat sulit mendapatkan pengguna.

Mendirikan GoPro

Ternyata dua percobaan bisnis startup yang gagal itu membuat Nicholas sedikit menggedor mental dalam berbisnis. Ia kemudian memutuskan menenangkan pikirannya dengan berlibur. Dia kembali menekuti hobinya yaitu berselancar dengan mendatangi kawasan-kawasan terkenal seperti Australia dan Indonesia. Dan siapa sangka ide untuk mendirikan perusahaan kamera muncul saat dalam masa liburan ini.

Ini bermula ketika dia sangat ingin memiliki sebuah alat yang dapat merekam kegiatannya saat berselancar, namun keinginannya itu tidak bisa terwujud karena fotografer amatir tidak mungkin terlalu dekat dengan dirinya saat berselancar. Apalagi fotografer amatir juga tidak mampu membeli peralatan yang berkualitas karena harganya yang sangat mahal.

Kemudian Nicholas tidak kehilangan ide, ia kemudian mencoba merekam kegiatan berselancar menggunakan kamera 35mm yang terpasang di telapak tangannya yang diikat menggunakan karet gelang.

Dari sini dia menyadari bahwa idenya mengikat kamera di tangan ternyata banyak dibutuhkan dan dicari para peselancar lain. Akhirnya ia membulatkan tekat untuk mulai mengembangkan sabuk kamera tersebut sebagai awalan bisnisnya.

Nicholas membeli ratusan tali pinggang yang dia beli di Bali dengan harga satuannya $1,9 untuk dibawa ke negara asalnya, Amerika. Kemudian Nicholas meminjam mesin jahit dari ibunya, yang ia gunakan untuk menjahit tali kamera saat bereksperimen dengan desain awal.

Setelah jadi, dia bersama sang istri kemudian menjual sabuk kamera ciptaanya itu di sepanjang pantai California dengan harga $60. Dari bisnis awalnya ini, dia berhasil meraup keuntungan sebesar $10 ribu.

Tak puas dengan sabuk kamera ciptaanya itu, Nick mulai berpikir untuk membuat produk kamera yang lebih kompatibel dengan kegiatan dan olahraga yang ekstrim. Hal ini menuntunnya untuk menemukan sebuah perusahaan kamera yang bisa ia dapatkan lisensinya dan bisa dikembangkan sendiri.

Akhirnya bertemulah Nick dengan perusahaan kamera asal China bernama Hotax. Dengan harga kamera $3.05 perbuah, Nick kemudian memodifikasi kamera tersebut agar sesuai dengan keinginannya untuk menciptakan action camera yang disebut GoPro.

Pemilihan nama ‘GoPro’ karena pada saat itu, satu-satunya peselancar yang aksinya bisa difilmkan adalah para perselancar profesional.

Kesuksesan GoPro

Produk GoPro pertama adalah kamera film 35mm yang dikembangkan oleh Nicholas. Produk ini telah berkembang menjadi kamera digital yang mendukung WiFi, dapat dikendalikan dari jarak jauh, tahan air dan adanya slot untuk kartu micro SD.

Pada tahun 2004, Nicholas berhasil melakukan penjualan besar pertamanya ketika sebuah perusahaan asal Jepang memesan 100 kamera di sebuah acara olahraga. Setelah itu, penjualan menjadi berlipat ganda setiap tahunnya.

Pada bulan Desember 2012, produsen Taiwan Foxconn membeli 8,88% dari saham perusahaan GoPro senilai $ 200 juta. Kala itu valuasi GoPro sudah mencapai $ 2,25 miliar. Dikarenakan Nicholas merupakan pemegang saham mayoritas, ini membuatnya menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Pada 26 Juni 2014, GoPro resmi IPO yang sahamnya sukses ditutup senilai $ 31,34 per saham di hari pertamanya. Pada 2014, Nicholas dinobatkan sebagai Chief Executive Amerika Serikat dengan bayaran tertinggi, bahkan gaji Nick ditaksir $235 juta lebih besar dari keuntungan GoPro $128 juta.

Gelombang Kemunduran

GoPro melakukan serangkaian PHK pada 2016-2018. Pada Januari 2016, perusahaan memangkas 100 pekerjaan, atau 7% dari tenaga kerjanya. Pada November 2016, GoPro memangkas 15% dari tenaga kerjanya setelah mencoba melakukan ekspansi dari bisnis intinya, karena divisi hiburan gagal mencapai profitabilitas. PHK tambahan diikuti pada Maret 2017.

Pada Januari 2018, GoPro mengumumkan bahwa mereka memberhentikan pengembangan drone dari jajaran produk mereka karena kurang diminati, disusul pengurangan tenaga kerja dari 1.254 karyawan menjadi kurang dari 1.000 karyawan.

Dengan banyaknya perubahan yang terjadi dengan GoPro, termasuk berbagai PHK dan penurunan harga saham, Nicholas disebut dalam artikel Fox Business 2016 sebagai salah satu CEO terburuk tahun ini.

Kebangkitan

Dari kemunduran tersebut, Nicholas mengumumkan bahwa ia terbuka untuk menjual GoPro. Bahkan Nick sudah menelepon JP Morgan untuk menawarkan perusahaannya kepada orang yang mau membelinya.

Di kala sudah hampir menyerah, Nickolas mampu bangkit kembali dan menjanjikan adanya inovasi baru pada GoPro yang menandai kembalinya GoPro ke pasar persaingan kamera.

Profil Singkat

  • Nama: Nicholas D. Woodman
  • Tanggal Lahir: 24 Juni 1975
  • Istri: Jill R. Scully
  • Perusahaan: GoPro
  • Anak: 3

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *