Kisah Inspiratif Tong Wenhong, Awalnya Seorang Resepsionis Kini Menjadi Eksekutif Alibaba

Judy Tong Wenhong

Kesuksesan itu tidak ada yang instan, tidak bisa diraih hanya dalam waktu satu hari atau beberapa minggu saja. Perlu diketahui, menjadi seorang yang sukses harus melalui proses yang panjang, ibaratnya kamu sedang menaiki anak tangga, kamu tak bisa melangkahi atau langsung menaiki tangga yang paling atas, kamu harus menaiki tangga satu per satu mulai dari bawah, hingga akhir menuju yang paling atas.

Hal itulah yang dirasakan perempuan bernama Judy Tong Wenhong, yang kini menjadi salah satu eksekutif Alibaba Group. Siapa sangka, sebelum menjadi salah satu bos di Alibaba, Judy Tong Wenhong memulai karir sebagai seorang resepsionis. Namun berkat kerja keras dan kegigihannya, wanita tersebut pun sukses naik jabatan. Tak tanggung-tanggung, Judy Tong kini berhasil menjadi top eksekutif di perusahaan e-commerce raksasa yang didirikan Jack Ma tersebut.

Karir Judy Tong Wenhong bersama Alibaba dimulai pada tahun 2000 saat dirinya berusia 30 tahun. Pada awalnya ia melamar sebagai asisten adminstrasi, namun ditolak Alibaba karena Judy Tong tak lolos pada tes wawancara pertama.

Meski pernah gagal, namun hal itu tak mematahkan niat Judy Tong untuk bergabung bersama Alibaba. Pada kesempatan kedua, ia kembali melamar pekerjaan di Alibaba, dan akhirnya Judy Tong berhasil lolos sebagai pegawai front desk di perusahaan yang berbasis di China tersebut.

Belum lama bekerja di Alibaba, Tong Wenhong melayangkan surat pengunduran diri karena konflik dengan seorang rekan kerja hanya dalam waktu satu minggu bekerja. Meski awal karirnya di Alibaba tak mulus, namun Judy Tong memutuskan untuk bertahan, kemudian bekerja dengan penuh semangat walau hanya sebagai resepsionis di perusahaan tersebut.

Judy Tong Wenhong

Wanita cantik itu sering menerima pujian dari rekan kerjanya terkait pekerjaan yang ia lakukan. Banyak yang mengatakan bahwa Judy Tong merupakan pekerja yang penuh ketelitian dan selalu optimis melihat masa depan.

Selain itu, banyak juga yang memperhatikan bahwa dia sering mengerjakan tugas di luar tanggung jawabnya, seperti mengirimkan jadwal kereta api Hangzhou-Shanghai untuk rekan-rekannya yang sedang dalam perjalanan bisnis ke Shanghai, menyimpan minuman dingin untuk rekannya selama musim panas, atau membantu klien yang ingin bertanya seputar layanan pelanggan.

Setahun kemudian, Judy Tong dipindahkan ke departemen customer support. Tiga bulan setelah itu, ia kembali lagi ke divisi administrasi, tetapi kali ini, Tong dipromosikan sebagai direktur.

“Merupakan tantangan besar bagi saya untuk memimpin divisi karena saya hanya seorang resepsionis di masa lalu,” kata Judy Tong seperti yang dikutip.

Tak berhenti sampai disitu, berkat kerja kerasnya yang ia dedikasikan untuk Alibaba membuat jenjang karir Judy Tong kian menanjak. Menurut laporan Rauters, Judy Tong mendapat beberapa kali promosi jabatan mulai dari manager customer service center dan departemen human resources, hingga akhirnya menjadi vice president (wakil presiden) di berbagai departemen antara 2007-2013.

Selama mengemban tugas sebagai wakil presiden di berbagai divisi, ia menghadapi banyak tantangan yang menguji kemampuannya sebagai seorang pemimpin. Namun tantangan tersebut diubahnya menjadi sebuah prestasi yang membanggakan.

Di antara prestasi yang pernah diraihnya adalah West Lake Internet Symposium, sebuah acara besar di mana ia berhasil memfasilitasi proyek-proyek pembangunan gedung Alibaba Group yang ia awasi secara efektif.

Peran Judy Tong dalam melawan penyebaran SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) di perusahaan pada tahun 2003 juga sangat dipuji. Dia bertanggung jawab untuk melaporkan keadaan darurat kepada para pemimpin senior, tetap berkomunikasi dengan penjaga keamanan, dan memasang peralatan evakuasi darurat.

Judy Tong Wenhong

Ketika tantangan lain menghadang Judy Tong pada Mei 2013, ia sudah sangat siap untuk mengambil peran yang lebih besar lagi.

Alibaba kemudian meluncurkan kerjasama sistem CNS dengan perusahaan lain dan mendirikan Cainiao.com, di mana pendiri Alibaba, Jack Ma, menjabat sebagai presiden, sementara Judy Tong menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO).

Platform baru ini didirikan untuk menciptakan “platform logistik terbuka yang besar dalam lima hingga delapan tahun dan dapat mengirimkan barang ke pelanggan dalam waktu 24 jam.”

Pada tahun 2014, Jody Tong juga merupakan salah satu dari 27 mitra pertama Alibaba, dan salah satu dari sembilan mitra perempuan ketika perusahaan Alibaba go public di Bursa Efek New York. Saat itulah Alibaba membuat sejarah sebagai IPO AS terbesar yang pernah terjadi, yang berhasil mengumpulkan dana sebesar $ 21,8 miliar.

Berkat kesetiaannya bersama Alibaba, Judy Tong berhasil menjadi salah satu wanita miliuner di dunia. Kini dirinya menjabat sebagai Chief People Officer Alibaba, yang mengawasi bakat dan budaya organisasi, termasuk pengembangan dan strategi dalam perusahaan.

Dengan diumumkannya rencana pensiun Jack Ma sebagai pucuk pimpinan Alibaba, Judy Tong siap mengambil peran yang lebih besar sebagai salah satu pemimpin generasi berikutnya di Alibaba.

Peningkatan kariernya dari posisi entry-level hingga menjadi salah satu dari 27 rekan kerja pertama Alibaba adalah bukti pentingnya kegigihan dan dedikasi dalam membuka jalan menuju kesuksesan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here