in

Pengertian Diksi adalah: Arti, Fungsi, Ciri, dan Jenis Diksi

Pengertian Diksi adalah: Arti, Fungsi, Ciri, dan Jenis Diksi

Diksi berasal dari bahasa lain Latin, dictionem (nom. dictio), yang berarti sebuah perkataan, ungkapan, dan kata. Diksi adalah pilihan kata di dalam tulisan maupun lisan yang digunakan untuk memberi makna sesuai dengan keinginan penulis. Syarat diksi adalah tepat, benar, dan lazim.

Banyak penulis dapat dikatakan memiliki “diksi” sendiri, karena mereka cenderung menggunakan kata-kata tertentu dalam menyusun kalimatnya dengan cara yang unik.

Bagi penulis maupun akademisi, pemahaman mengenai diksi tentu sudah tidak asing lagi. Ini tentu berbeda dengan masyarakat umum yang masih belum memahami betul apa dan makna dari diksi. Berikut ini penjelasan mengenai definisi diksi.

Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

1. KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi adalah pemilihan kata yang selaras dengan maksud penulis atau pengarang. Sehingga penggunaannya sesuai dan cocok dengan gagasan yang ingin disampaikan, sesuai dengan peristiwa, sesuai dengan pokok pembicaraan, maupun khalayak umum.

2. Harimurti

Diksi adalah pilihan kata maupun kejelasan lafal yang membantu pemahaman kalimat. Penggunaan diksi memiliki tujuan yakni untuk memperoleh efek tertentu sehingga pembicaraan atau tulisannya dapat diterima oleh khalayak dengan baik sesuai maksudnya.

3. Gorys Keraf

Diksi yaitu sebagai pilihan kata yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan. Diksi juga dianggap sebagai pengungkapan makna yang tepat secara tertulis maupun lisan, sehingga sesuai dengan maksud yang diinginkan dan juga situasi yang ada.

4. Widyamartya

Diksi adalah kemampuan seseorang untuk membedakan makna secara tepat. Sehingga gagasan yang ingin disampaikan dapat sampai dengan baik kepada penerima, bisa gagasan secara lisan maupun tertulis. Diksi merupakan kemampuan yang sesuai dengan nilai rasa pada masyarakat atau kondisi yang dialami oleh pengarang.

5. Susilo Mansurudin

Diksi adalah pemaknaan dan pemilihan kata yang sesuai. Diksi harus digunakan secara cermat, sehingga memberikan makna yang tepat dan membantu untuk pemahaman mengenai suatu kata yang hendak diucapkan atau ditulis. Pemilihan kata tersebut harus sesuai sehingga kesalahan penafsiran dapat diminimalisir dengan baik sesuai makna yang dimaksud.

6. Enre

Diksi adalah pemilihan kata yang dianggap sesuai dengan perasaan atau pemikiran. Dengan begitu diksi mewakili gagasan yang ingin disampaikan oleh pihak pengarang bisa memiliki pola yang menarik dan menjadi kalimat yang lengkap tanpa adanya kemungkinan salah tafsir.

Fungsi dari Diksi dalam Tata Bahasa

Fungsi dari Diksi dalam Tata Bahasa

Terdapat beberapa fungsi diksi sebagai cara untuk memilih kata yang tepat, salah satunya adalah membuat kalimat menjadi lebih indah dan menarik. Berikut merupakan beberapa fungsi diksi yang bisa Anda temukan dalam berbagai proses penceritaan, diantaranya:

1. Membuat Cerita Lebih Runtut

Jika diksi diaplikasikan dengan baik pada suatu kisah, maka proses penyampaian cerita bisa dilakukan dengan lebih runtut. Tidak hanya itu, tokoh dan alur cerita dapat dideskripsikan dengan baik sesuai dengan latar waktu dan tempatnya. Ini tentu akan membuat cerita dapat dipahami lebih mudah tanpa adanya kesalahan pemahaman makna.

2. Memudahkan Khalayak

Istilah ini juga sering disebut sebagai pemilihan kata yang sesuai dengan maksud, sehingga pembaca atau pendengar tidak kesulitan menangkap maknanya. Apa yang hendak disampaikan oleh penulis atau pengarang bisa diterima dengan baik oleh khalayak tanpa khawatir salah persepsi.

3. Kata Lebih Jelas

Fungsi lain dari diksi adalah membuat kata menjadi lebih jelas, sehingga maknanya bisa diterima dengan tepat. Begitu pula dengan konteksnya, bisa langsung diterima tanpa perlu melakukan pertimbangan ulang atau pengecekan kepada pengarang tulisan atau pembicaraan tersebut.

4. Meminimalisir Interpretasi yang Salah

Semua orang tentunya memiliki pemikiran yang berbeda, karena itu tidak jarang kesalahan interpretasi juga bisa dilakukan. Dengan menggunakan pemilihan kata yang tepat, Anda bisa menyampaikan suatu kalimat secara penuh kepada khalayak, tanpa khawatir disalahpahami.

5. Membuat Komunikasi Lebih Efektif

Diksi juga dapat digunakan untuk membuat proses komunikasi menjadi lebih efektif dan efisien, sebab tidak perlu pengulangan makna untuk menjelaskan maksud dan gagasan milik pengarang. Diksi juga bisa menggambarkan ekspresi dengan lebih tepat, dengan begitu proses komunikasi bisa berjalan sesuai dengan baik.

Ciri-Ciri dari Diksi

Diksi memiliki ciri-ciri tertentu yang bisa Anda pahami, berikut ini adalah ciri-ciri diksi.

  • Pemilihan kata yang tepat, sehingga bisa mengungkapkan gagasan dengan baik dalam suatu kalimat atau pembicaraan.
  • Diksi dapat digunakan untuk membedakan nuansa dan makna yang ada dalam suatu gagasan, sehingga memiliki makna yang dapat dirasakan oleh khalayak.
  • Menggunakan pembendaharaan kata yang kaya, sehingga maknanya dapat ditangkap oleh masyarakat dengan mudah.

Jenis-Jenis Diksi yang Sering Digunakan

Jenis–Jenis Diksi yang Sering Digunakan

Terdapat beberapa jenis diksi yang sering digunakan. Berikut ini merupakan beberapa jenis diksi yang banyak digunakan dalam berbagai bidang, diantaranya:

1. Diksi Makna Denotatif

Jenis yang pertama adalah berdasarkan makna denotatif, yang memiliki makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan. Kalimat ini dirasa lebih realities dan dapat membantu pembaca memahami kalimat dengan lebih mudah.

Contoh dari makna denotatif misalnya terdapat dalam kalimat: “Mila bekerja keras membantu ibunya berjualan di pasar.” Kata “bekerja keras” merupakan makna denotatif yang dimaksudkan penulis ke dalam kalimat tersebut untuk menekankan aktivitas Mila.

2. Diksi Makna Konotatif

Jenis kedua dari diksi adalah kalimat yang memiliki artian tidak sebenarnya. Anda bisa menggunakan kalimat tersebut sebagai penekanan pada aktivitas atau gagasan yang ingin disampaikan kepada khalayak.

Contoh dari makna konotatif dapat Anda temukan dalam kalimat berikut ini, yakni: “Mila membanting tulang untuk membantu ibunya di pasar.” Kata “membanting tulang” memiliki makna yang tidak sebenarnya, namun gagasan yang ingin disampaikan dirasa lebih tepat menggunakan kata tersebut dibandingkan yang lain.

3. Diksi Sinonim

Jenis berikutnya adalah diksi dengan jenis sinonim, sehingga memiliki arti yang serupa dengan kata yang lain. Misalnya penggunaan kata “bahagia” yang serupa dengan kata “senang”, begitu pula dengan “mentari” yang serupa dengan kata “matahari”.

Anda bisa menggunakan yang mana saja dari kalimat tersebut, sebab memiliki makna yang serupa dengan sinonimnya. Pemilihan kata itu nantinya akan mempengaruhi persepsi yang dimiliki oleh pembaca atau pendengar untuk memahami kalimat yang dibuat pengarang.

4. Diksi Antonim

Jenis diksi terakhir adalah antonim, yang memiliki makna kebalikan dari kata yang digunakan. Misalnya penggunaan kata “murah” dengan kata “mahal”, begitu pula dengan kata “besar” yang memiliki antonim “kecil”.

Itulah penjelasan mengenai diksi yang bisa Anda gunakan untuk menambah pengetahuan terkait dengan tata bahasa Indonesia.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *