Seringkali diantara semua orang banyak yang sudah pernah membaca ataupun mendengar kata gagasan, baik di media sosial maupun dari orang lain. Jika diartikan gagasan adalah sesuatu yang dihasilkan dari pemikiran, usul, kemauan, serta harapan dari seorang penulis yang ingin disampaikan kepada para pembaca ataupun pendengar.
Kemunculan ide ini sendiri sebenarnya memiliki tujuan agar keyakinan pembaca maupun pendengar akan kebenaran mulai ada pada dirinya.
Sementara itu gagasan ini memanglah dibutuhkan keberadaannya dalam sebuah acara-acara seminar, diskusi atau musyawarah, talk show, dan lain-lain, agar permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan baik dan tidak memperkeruh suasana.
Pengertian Gagasan Menurut Ahli
Berbagai sumber ahli juga mengunggapkan pengertian dari gagasan, diantarnya adalah:
1. Widyamartaya
Menurut sudut pandang dari Widyamartaya, gagasan adalah sebuah kesan tersembunyi yang ada di dalam hati ataupun batin dan ingin disampaikan oleh seseorang kepada orang yang berbeda.
Gagasan dapat berupa beberapa hal seperti keinginan, pengamatan, pengetahuan, dan lain-lain yang proses penyampaiannya dapat dilakukan dengan cara pembahasan, pelukisan, pemaparan, dan pencitraan.
2. Suyono
Suyono yang mengatakan bahwa gagasan adalah informasi berisi kelengkapan data berupa data, fakta, dan juga komponen lainnya.
Adanya pendukung tersebut diharapkan dapat memperjelas lagi isi dari gagasan yang ingin disampaikan juga sekaligus menjadi langkah agar pembaca dapat yakin terhadap isinya.
3. KBBI
Gagasan adalah hasil dari pemikiran atau ide yang dapat dipakai untuk mendirikan yayasan.
Pada umumnya banyak dari tokoh yang menggunakan arti ini untuk dikembangkan menjadi kalimat-kalimat dengan maksud yang sama namun kata-katanya berbeda.
4. Ilmu filsafat
Dalam sudut pandang ilmu filsafat, gagasan adalah ide yang biasanya merujuk pada sebuah gambaran pada perwakilan mental terhadap suatu objek. Bisa juga gagasan ini ditujukan terhadap konsep abstrak yang tidak mampu mewakilkan gambaran mental.
Jenis-Jenis Gagasan atau Pemikiran Secara Umum
1. Gagasan Mendalam
Gagasan mendalam memiliki pengertian dimana seseorang melihat sesuatu hal kemudian dipahami dengan betul dan baru melakukan penilaian.
Biasanya jika orang memilih cara ini akan menghasilkan gagasan yang kebenarannya cukup akurat untuk dibuktikan kepada pembaca maupun pendengar.
2. Gagasan Tingkat tinggi
Kemunculan ide yang berasal dari hasil pemahaman, pembandingan, evaluasi, dan penciptaan merupakan pengertian dari gagasan atau pemikiran tingkat tinggi.
Dimana nantinya sifat non alogoritmik yang arah tindakannya tidak bisa secara keseluruhan ditentukan dari awal karena memang membutuhkan beberapa sudut pandang.
Menariknya gagasan tingkat tinggi ini dapat menghasilkan solusi yang cukup unik untuk setiap persoalan yang dihadapinya karena melibatkan nuansa serta interpretasi.
Tak harus selalu memperoleh hasil dalam waktu yang cepat karena gagasan ini membutuhkan pengaturan diri dalam proses berpikirnya.
Bukan hanya itu, keberadaan pemaksaan makna serta penemuan struktur haruslah menjadi komponen utama yang harus diselesaikan.
Dengan begitu dapat diartikan pula bahwa gagasan jenis ini juga harus diupayakan terhadap pekerjaan mental dalam ukuran yang besar dan beberapa penilaian yang dibutuhkan. Pada akhirnya nanti akan membuah hasil yang maksimal terkait ide-ide yang dikeluarkan.
3. Gagasan Dangkal
Pemikiran dangkal bisa juga dikatakan sebagai gagasan yang tidak membutuhkan waktu lama dalam proses pengambilan keputusan.
Pasalnya seseorang hanya akan melihat, dan langsung memberikan nilai terhadap sesuatu hal tanpa dibarengi dengan pemahaman yang mutlak.
Jika ditafsirkan gagasan ini akan membuahkan ide yang tidak maksimal. Mengingat tidak ada konsep utama yang menjadi landasannya, sehingga kebenaran itu masih tabu dan belum dapat dipastikan.
4. Gagasan Kritis
Banyak dari ahli yang sering menggunakan gagasan ataupun pemikiran kritis untuk memperoleh perundingan yang tepat tanpa dibarengi dengan adanya emosional dari berbagai pihak yang terkait. Disebutkan bahwa gagasan ini juga membutuhkan proses kognitif serta evaluatif berupa analisa argumentasi.
Namun, tidak mudah untuk melakukannya karena juga harus mengikuti konsistensi logis agar tidak melakukan penalaran yang keliru, sebab bisa berakibat fatal dan merugikan bagi beberapa pihak.
Agar lebih efektif lagi, gagasan kritis diperlukan adanya kemampuan yang dapat menjadi pembantu agar dapat menemukan argumen-argumen yang sifatnya masih semu atau tidak logis.
Baca Juga: Pengertian Komunikasi adalah? Arti, Macam, Tujuan, dan Fungsi Komunikasi
Contoh-Contoh dari Gagasan
1. Gagasan dalam forum resmi
Pada umumnya, ide ataupun gagasan digunakan untuk menyampaikan pendapat. Hal itu bertujuan agar solusi terbaik dapat ditemukan ketika sedang ada argumentasi yang masih belum dipastikan kebenarannya.
Contoh kalimat dari gagasan adalah “saya berpendapat bahwa informasi yang ada di dalam berita tersebut masih belum valid karena tidak adanya kejelasan yang dapat dibuktikan kebenarannya.”
2. Gagasan dalam diskusi
Gagasan menyuarakan pemikiran memang mirip dengan pendapat. Hanya saja perbedaannya terletak pada kalimat yang digunakannya. Biasanya contoh gagasan satu ini lebih sering digunakan pada saat diskusi santai dan tidak terlalu resmi.
Penggunaan kalimatnya pun tidak perlu formal namun jelas dan padat agar mudah dipahami.
Kalimat contohnya, “saya ada beberapa faktor pendukung yang membuat proses kegiatan gotong royong masih belum menjadi kesadaran diri bagi masyarakat dan itu harus segera ditangani.”
3. Gagasan dalam kelas
Banyak dari pembimbing yang akan menanyakan gagasan dari setiap studi kasus yang dibagikan kepada murid ataupun mahasiswa.
Kalimat yang dipakai dalam menyampaikan hasil ide yang akan disampaikan secara individu maupun kelompok harus tetap sopan.
Misalnya “kelompok kami memiliki gagasan terkait kebenaran isu yang sedang marak di berbagai kalangan perusahaan.” Bisa juga diganti dengan “saya memiliki gagasan” di awal kalimatnya, tergantung kebutuhan penyampaiannya.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyampaikan Gagasan
1. Terbuka dan bahasa yang lugas
Gagasan yang disampaikan kepada khalayak harus dilakukan secara terbuka dengan dasar logis, sehat, dan objektif menjadi hal terpenting yang mesti diperhatikan.
Selain itu, bahasa yang lugas dan lancar juga tak boleh dilupakan. Hal itu bertujuan agar setiap orang yang mendengar maupun membacanya, tidak ragu akan kebenarannya, dan memahami konteks penyampaiannya.
2. Tidak boleh emosi dan menjelekkan orang lain
Ide, pemikiran, atau gagasan muncul karena ada persoalan yang perlu dibahas. Bisa dengan orang-orang dalam jumlah yang banyak ataupun sedikit.
Namun perlunya mengendalikan emosi untuk menyampaikan gagasan serta tidak menjelekkan orang lain di dalam kalimat pemikiran itu juga mesti dilakukan agar keributan bisa diminimalisirkan.
3. Kalimatnya tidak bertele-tele
Menggunakan kalimat yang jelas, padat, dan singkat merupakan hal dasar yang harus dimengerti sebelum menyampaikan gagasan.
Pasalnya jika terlalu banyak dan bertele-tele orang akan merasa bingung dan ambigu terkait makna sebenarnya yang tengah disampaikan tersebut.
Demikianlah penjelasan tentang gagasan. Tak sedikit dari forum maupun ruang diskusi, mulai dari skala kecil dan besar, yang selalu menggunakan gagasan sebagai jalan utama untuk menemukan solusi yang paling tepat.