in

Pengertian Ringkasan adalah: Arti, Ciri, Bentuk, dan Contoh Membuat Ringkasan

Pengertian Ringkasan adalah: Arti, Ciri, Bentuk, dan Contoh Membuat Ringkasan

Ringkasan atau bahasa Inggris “summary” berasal dari bahasa Latin “sum” yang berarti jumlah. Ringkasan adalah penyajian dari suatu teks yang panjang atau teks aslinya yang ditulis secara singkat, padat, dan jelas. Namun untuk menulisnya tidak diperbolehkan meninggalkan urutan isi dari karangan asli dan sudut pandang dari pengarangnya.

Pada umumnya tujuan orang meringkas adalah membantu para pembaca dan pendengar dalam memahami dan mengamati isi dari teks yang panjang. Nah, untuk mengetahui penjelasan lengkap apa itu ringkasan, simak definisi ringkasan berikut ini.

Pengertian Ringkasan Menurut Para Ahli

Pengertian Ringkasan Menurut Para Ahli
Photo by Pixabay

1. KBBI

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, ringkasan berasal dari kata ringkas, yang berarti perkataan atau cerita yang disingkat namun padat dengan cara mengambil poin-poin utama atau inti sarinya saja.

2. Wijayanti, dkk

Ringkasan adalah inti dari sebuah bacaan yang dibuat oleh penulis namun tidak meninggalkan urutan dari gagasan atau landasan yang menjadi dasarnya. Dengan demikian kerangka dasar tersebut masih bisa diamati dengan jelas.

3. Alfaini

Ringkasan adalah penulisan yang disajikan secara singkat dari karangan asli, dengan perbandingan bagian yang dilakukan secara proposional. Dalam artian dipertahankan meskipun bentuknya berubah menjadi lebih singkat. Ringkasan memiliki asal muasal dari kata ringkas yang artinya pendek, dan singkat dari bentuk mulanya yang panjang.

Hal tersebut digunakan untuk menyebut suatu karangan tertentu dengan pedoman pada utuhnya topik pembahasan dan gagasan yang terdapat di dalam tulisan. Dengan begitu ketika nanti sampai di tangan pembaca, makna dan tujuannya bisa tersampaikan dengan baik.

4. Isdriani

Ringkasan adalah sebuah metode untuk menyajikan karangan dalam bentuk singkat dan tetap mempertahankan sudut pandang penulis beserta isi karangannya.

5. Nurhadi

Ringkasan adalah bentuk yang singkat dari karangan tertentu namun masih ada dasar dari perwujudan aslinya. Ringkasan juga sering disebut sebagai précis namun pengertiannya tetaplah sama.

Ciri-Ciri Ringkasan

Ciri-Ciri Ringkasan
Photo by Pixabay

1. Mempunyai tujuan yang jelas

Ciri pertama dari sebuah ringkasan adalah mempunyai tujuan yang jelas. Pasalnya apa yang dijadikan rangkuman ini diambil dari referensi-referensi ternama, dan tentu saja supaya pembaca dapat memperoleh jawaban atas apa yang dicarinya.

2. Potongan gagasan terperinci

Seperti yang diketahui bahwa ringkasan ditulis secara singkat. Akan tetapi dalam mengutip potongan gagasannya haruslah dilakukan secara terperinci, dan tidak boleh keluar dari sudut pandang penulis aslinya. Sebab jika itu terjadi, maka informasinya tidak akan sesuai dengan karangan sesungguhnya.

3. Inti ringkas, sesuai, dan mudah dipahami

“Inti ringkas” maksudnya tidak bertele-tele sehingga menghasilkan tulisan yang panjang lagi, dan tentunya dapat diterima atau ditangkap pembacanya. Sedangkan “sesuai” berarti tidak menghilangkan isi dari karangan aslinya.

3. Urutan kerangka tidak berantakan

Tak hanya inti dari tulisan karangan saja yang harus dipertahankan, namun untuk urutan kerangkanya juga tidak boleh berantakan. Dalam artian kerangka ini berfungsi membangun badan dari sebuah ringkasan.

4. Kalimat pengarang direproduksi kembali

Meskipun tidak boleh keluar dari karangan, namun kalimatnya juga harus diproduksi kembali oleh penulis ringkasan. Sehingga tidak mencolok dan terkesan tidak kreatif. Namun tetap saja harus menggunakan kalimat pendek dan seragam dengan tulisan pengarang aslinya.

Bentuk-Bentuk Ringkasan

Bentuk-Bentuk Ringkasan
Photo by Pixabay

1. Sinopsis

Ringkasan dalam bentuk sinopsis lebih sering diterapkan pada buku-buku bergenre non fiksi dan fiksi. Tujuan penulisan ini lebih mengarah untuk memberikan dorongan kepada orang yang ingin membaca sehingga bisa diulas secara keseluruhan dan memahami isi dari tulisan tersebut.

2. Abstrak

Ringkasan abstrak merupakan tulisan singkat yang tertulis mengenai bagian pokok-pokoknya saja. Sehingga jika dibandingkan dengan bentuk yang lain, maka jenis ini bisa dikatakan paling pendek dan singkat, namun sudah mencakup tujuannya dan inti dari permasalahan yang sedang dibahas.

3. Simpulan

Ringkasan bentuk simpulan yaitu rangkaian kalimat yang menyatakan gagasan utama dari suatu uraian peristiwa ataupun pembicaraan. Dengan catatan memberikan penekanan terhadap ide sentral dan juga penyelesaian dari persoalan yang dikupas.

Karakteristik Ringkasan

Tujuan ringkasan adalah untuk memberi pembaca penjelasan yang singkat dan obyektif tentang gagasan utama dan suatu teks. Biasanya, ringkasan memiliki antara satu dan tiga paragraf atau 100 hingga 300 kata, tergantung pada panjang dan kompleksitas teks. Biasanya, ringkasan akan berisi hal-hal berikut:

  • Kutip penulis dan judul teks: Dalam beberapa kasus, tempat publikasi atau konteks pembasahan juga dapat dimasukkan.
  • Tunjukkan teks utama: Mewakili teks-teks utama secara akurat dan menghilangkan detail yang kurang penting.
  • Gunakan kutipan langsung dari kata kunci, frase, atau kalimat: Kutip teks secara langsung untuk beberapa teks kunci, ungkapkan teks dengan kata-kata Anda sendiri.
  • Sertakan tag penulis: Misalnya “menurut si A” atau “seperti yang dijelaskan si A” Hal ini untuk mengingatkan pembaca bahwa Anda meringkas penulis dan teks, bukan memberikan gagasan Anda sendiri.
  • Hindari meringkas contoh atau data tertentu kecuali jika membantu menggambarkan teks utama.
  • Laporkan gagasan utama seobyektif mungkin. Jangan sertakan reaksi, simpan reaksi tersebut untuk tanggapan.

Langkah-Langkah Menyusun Ringkasan

Menurut Paul Clee dan Violeta Clee, dalam menyusun ringkasan Anda tidak boleh memasukkan ide atau interpretasi Anda sendiri. Berikut ini prosedur umum yang dapat Anda gunakan untuk membuat ringkasan:

  • Langkah 1: Baca teks untuk mencari poin utamanya.
  • Langkah 2: Baca kembali dengan cermat dan buat garis besar deskriptif.
  • Langkah 3: Tulis poin-poin utamanya.
  • Langkah 4: Identifikasi bagian atau potongan teks utama di tiap-tiap poin.
  • Langkah 5: Cobalah meringkas setiap bagian dalam satu atau dua kalimat.
  • Langkah 6: Sekarang gabungkan ringkasan Anda dari bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang koheren, buat versi ringkas dari teks utama dengan kata-kata Anda sendiri.

Cara Menulis Ringkasan yang Baik dan Benar

Cara Menulis Ringkasan yang Baik dan Benar
Photo by Pixabay

1. Membuat kalimat menjadi frasa

Untuk dapat menulis suatu ringkasan dengan baik dan benar, Anda harus memahami teknik pengolahan kata. Dimana ada cara dasar yang bisa menjadi acuan yakni mengubah kalimat menjadi frasa, kemudian frasa menjadi kata. Hal ini juga berlaku untuk gagasan panjang yang hendaknya diubah menjadi gagasan sentral saja.

2. Jika memungkinkan kata sifat tidak usah diikutkan

Biasanya pada setiap tulisan pasti akan Anda temui kata sifat atau keterangan. Namun, jika memungkinkan usahakan untuk tidak mengikutsertakan kata tersebut sebab ini terlalu umum. Nantinya pembaca bisa merasa bosan ketika menemukan pengulangan jenis kata yang sebenarnya mempunyai arti yang sama.

3. Menggunakan kalimat tunggal diutamakan daripada majemuk

Kalimat majemuk kurang sesuai untuk diterapkan pada saat menulis ringkasan, karena menunjukkan bahwa terdapat dua gagasan atau lebih. Jika Anda menemukan jenis kalimat seperti ini, maka amatilah apakah memungkinkan apabila diubah menjadi bentuk tunggal karena itu jauh lebih baik.

4. Sesuaikan jumlah alinea

Menyesuaikan jumlah alinea pada ringkasan juga sangat penting untuk Anda perhatikan supaya tulisan lebih rapi dan nyaman dipandang. Alinea yang masih ada ilustrasi, deskripsi, dan contoh dapat Anda hilangkan supaya lebih singkat kecuali memang dianggap penting.

Contoh-Contoh Ringkasan

Berikut ini contoh singkat ringkasan yang bisa Anda amati. Pada intinya, ringkasan hanya mengambil poin-poin utama saja dalam suatu teks yang panjang.

1. Keuangan

Sudah sejak 8 tahun yang lalu saya menduduki jabatan sebagai Perencanaan Keuangan. Dari sini saya diajarkan bahwa kunci utama untuk bisa mengelola keuangan dengan efektif terletak pada 1 prinsip yang cukup sederhana. Dimana memperhatikan kisaran gambaran nominal akan lebih mudah untuk dimengerti.

Sementara itu pemotongan biaya selama ekonomi yang mengalami kemerosotan lebih bisa diatur jika adanya verifikasi dan ekspansi pada wilayah baru. Itulah yang menjadi kepercayaan saya bahwa perhitungan pengambilan risiko sangatlah penting bagi kemajuan.

2. Akuntansi

Sebagai seorang akuntan yang sudah memiliki sertifikat dan pengalaman untuk bekerja di perusahaan multinasional. Para pekerja mempunyai suatu misi yang akan berpengaruh kedepannya yakni memberitahukan proses baru untuk menyederhanakan alur kerja agar lebih efisien dan berakurasi tinggi.

Intinya disini ialah meminimalkan segala kemungkinan namun bukan menghilangkan kesalahan pada bidang akuntansi. Meskipun itu hanya kecil, namun jika terus dibiarkan maka dampaknya akan dirasakan oleh seluruh organisasi-organisasi pada perusahaan tersebut.

Demikianlah penjelasan mengenai ringkasan. Dengan demikian Anda bisa mulai menulis dengan benar sehingga apapun tujuan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh pembaca dengan baik.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *