Pengertian Globalisasi adalah: Arti, Ciri, Jenis, Dampak, dan Upaya Globalisasi

Pengertian Globalisasi adalah: Arti
Pengertian Globalisasi adalah: Arti
Iron Man
Iron Man
Print PDF

Secara etimologis globalisasi berasal dari kata globalization yang terdiri dari kata “global” yang berarti dunia atau mendunia. dan “lization” yang berarti sebuah “proses” atau keadaan yang sedang berjalan atau terjadi saat ini.

Jadi secara etimologis, globalisasi adalah proses mendunia yang sedang terjadi saat ini dari berbagai bidang dan aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara-negara di dunia.

Globalisasi berbeda dengan istilah pemanasan global atau global warming. Globalisasi kerap diartikan sebagai dunia tak terbatas.

Read More : The Best Scholarships for Economics Programs in Texas


Semakin berkembangnya jaman, globalisasi didukung dengan kemajuan alat transportasi, ilmu pengetahuan, hingga teknologi yang sangat bermanfaat untuk manusia tanpa adanya batasan budaya maupun geografis.

Semua informasi tentang peristiwa apapun yang terjadi di belahan bumi lainnya bisa diketahui dengan cepat oleh masyarakat yang berada di belahan bumi yang lain. Bepergian ke suatu tempat juga menjadi mudah dan cepat meskipun jaraknya ribuan kilometer. Inilah yang dimaksud globalisasi.

Read More : Computer Science College in Texas: Nurturing Tech Innovators


Untuk mengetahui apa itu globalisasi, berikut ini penjelasan lengkap mengenai definisi globalisasi.

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

1. KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Jadi, dunia terjadi pertukaran pandangan, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya, melalui kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet.

Read More : Exploring the Best Psychology Colleges in Texas


2. Azizy (2004)

Globalisasi pada prinsipnya mengacu pada perkembangan-perkembangan yang cepat di dalam teknologi komunikasi, transfortasi, yang bisa membawa bagian-bagian dunia yang jauh (menjadi hal-hal) yang bisa dijangkau dengan mudah.

3. Martono (2011)

Globalisasi adalah penyebaran kebiasaan-kebiasaan yang mendunia, ekspansi hubungan yang melintasi benua, organisasi kehidupan sosial pada skala global, dan pertumbuhan sebuah kesadaran global bersama.

4. Waters (2001)

Globalisasi adalah sebuah proses sosial dimana halangan-halangan bersifat geografis pada tatanan sosial budaya semakin menyusut dan setiap orang kian sadar bahwa mereka semakin dekat satu sama lain.

5. Selo Soemardjan

Menurut bapak Sosiologi Indonesia ini, globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasi komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia, tujuan dari globaslisasi adalah untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang tak memiliki perbedaan atau sama.

6. Anthony Giddens

Globalisasi adalah adanya saling ketergantungan antara satu bangsa dengan bangsa lain, antara satu manusia dengan manusia lain melalui perdagangan, perjalanaan, pariwisata, budaya, informasi, dan interaksi yang luas sehingga batas-batas negara menjadi semakin sempit.

7. Emanuel Richter

Guru besar ilmu politik Universtas Aashen, Jerman, berpendapat bahwa globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan yang menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.

8. Thomas L. Frienman

Globalisasi mempunyai dimensi ideologi dan teknologi. Dimensi ideologi adalah kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi merupakan teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.

Ciri-Ciri Globalisasi

Globalisasi mempunyai ciri dan karakteristik khusus tersendiri dalam proses dan perkembangannya. berikut ini ciri-ciri globalisasi.

  • Adanya perluasan aktivitas sosial, politik, ekonomi disuatu wilayah, daerah dan dunia.
  • Terjadinya intensifikasi atau peningkatan dan keterhubungan aliran ke perdagangan, investasi, keuangan, serta migrasi dan pertukaran budaya.
  • Terjadinya percepatan interaksi dan komunikasi secara mendunia dengan terciptanya sistem transportasi yang maju, sehingga mempercepat pertukaran serta difusi ide, barang-barang, informasi, modal dan juga masyarakat
  • Terjadinya peningkatan intensitas dan kecepatan interaksi global yang mengakibatkan kejadian atau peristiwa lokal di wilayah yang berjauhan dapat menjadi suatu yang berdampak global, yang berarti masalah domestik dan masalah global menjadi semakin berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Jenis-Jenis Globalisasi

Jenis-Jenis Globalisasi

1. Globalisasi Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, globalisasi adalah sistem perdagangan yang berkembang dalam pelaku transnasional. Globalisasi dalam bidang ini bisa dilihat dengan adanya LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau koperasi yang ada di Indonesia.

2. Globalisasi Keuangan

Globalisasi jenis ini berkaitan dengan sistem keuangan global yang dibangkitkan dengan adanya pertukaran moneter dan pertukaran keuangan internasional. Contoh globalisasi keuangan bisa dilihat dari adanya pasar saham. Pasar saham tersebut merupakan adanya hubungan finansial dari berbagai dunia global.

3. Globalisasi Budaya

Jenis globalisasi ini mengacu pada konsekuensi interpretasi budaya dimana prinsip, pakaian, serta kepercayaan dari satu negara diadopsi oleh masyarakat di negara lain. Hal ini bisa dilihat dari mendunianya budaya Korea yang banyak diadopsi oleh masyarakat negara lain.

4. Globalisasi Politik

Dalam bidang politik, globalisasi adalah adanya organisasi internasional yang memberikan pengaruh terhadap negara lain seperti PBB atau WHO. Contohnya saja, semua negara di dunia serempak melakukan protokol kesehatan untuk melawan Covid-19.

5. Globalisasi Sosiologis

Adanya koneksi yang kuat antara satu negara dengan negara lainnya dalam menyebarkan informasi secara real-time sehingga menciptakan rasa saling ketergantungan meliputi peristiwa yang terjadi beserta dengan konsekuensinya.

6. Globalisasi Teknologi

Globalisasi Teknologi memberikan fenomena jutaan manusia yang saling terhubung berkat kekuatan dunia digital melalui platform seperti media sosial.

7. Globalisasi Geografis

Jenis globalisasi ini berkaitan dengan transportasi yang memudahkan perjalanan dari satu negara ke negara lainnya. Contohnya saja transportasi dalam dunia penerbangan yang begitu terjangkau dan mudah. Bahkan perjalanan dunia ke negara lain yang tidak memerlukan visa juga terasa bebas tanpa batasan.

8. Globalisasi Ekologis

Globalisasi jenis ekologis memberikan penjelasan berupa gagasan dimana Bumi dianggap sebagai planet dengan entitas global tunggal, dimana semua masyarakat dunia harus melindunginya.

Dampak positif Globalisasi

Dampak positif Globalisasi

1. Perubahan Tata Nilai dan Sikap

Adanya globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.

2. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.

3. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik

Banyaknya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih menjadi kesempatan untuk menyerap ilmu dan pengetahuan sekaligus menjadi salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

4. Mempelajari budaya baru

Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.

Selain itu, globalisasi juga dapat meningkatkan kesadaran untuk meniru budaya dari negara maju seperti etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.

5. Meningkatkan ekonomi sektor perdagangan

Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan, dan komodit lain memberi peluang kepada suatu negara untuk ikut bersaing merebut pasar perdagangan luar negeri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil, dan bahan tambang.

6. Meningkatkan bidang ekonomi sektor produksi

Adanya kecenderungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara-negara berkembang dengan pertimbangan keuntungan geografis dan murahnya biaya operasional.

Dampak Negatif Globalisasi

Selain memiliki dampak positif, globalisasi juga mempunyai dampak negatif untuk kehidupan kita. Berikut ini dampak negatif globalisasi.

1. Pola Hidup Konsumtif

Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

2. Sikap Individualistik

Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

3. Gaya Hidup Kebarat-baratan

Selain mengancam eksistensi budaya lokal, tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di negara lain, khususnya di Indonesia. Budaya negatif itu misalnya seperti kehidupan bebas para remaja, dan lain sebagainya.

4. Ancaman Persaingan Global

Globalisasi membuka peluang dan akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk asing untuk konsumen dalam negeri. Industri dalam negeri akan menghadapi ancaman serius yang dapat mematikan gerak dan pertumbuhan industri nasional.

Upaya dalam Menghadapi Globalisasi

Globalisasi memudahkan masyarakat di belahan dunia dalam mendapatkan informasi melalui teknologi. Salah satu manfaatnya adalah kemudahan dalam berinteraksi melalui platform komunikasi yang bisa digunakan pada smartphone maupun laptop. Selain itu, kemudahan bepergian ke negara lain juga dimudahkan dengan adanya transportasi.

Manfaat globalisasi tersebut tentunya harus dihadapi dengan baik supaya tidak kehilangan jati diri dan identitas dari negara asalnya. Upaya menghadapinya yaitu dengan memanfaatkan potensi sumber daya nasional, mencintai produk lokal atau dalam negeri, melestarikan budaya lokal, dan mengembangkan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Globalisasi adalah perkembangan dalam berbagai bidang yang bisa membawa pengaruh terhadap masyarakat negara lain. Oleh karena itu, sangat diperlukan pemikiran yang kritis supaya bisa menyaring informasi apapun yang sesuai dengan realita dan tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang tidak baik.