in

10 Tanda Kamu Harus Resign dari Kantor Secepatnya

Resign dari Kantor Secepatnya

Aku gak kuat lagi kerja disini, kerjaanya sudah gak aku banget, pengen resign aja’ apakah kamu lagi diposisi seperti ini? mungkin kamu nanti akan merasakannya juga. Nah pertanyaannya, kalo kamu mau resign, apakah alasannya sudah tepat untuk resign? Jangan-jangan kamu cuma baper aja.

Saat diposisi tersebut, banyak yang memberi saran ‘jangan.. tahanin aja, ah kamu lemah banget, ingat cari kerja itu susah’ Tapi kalo kamu sudah gak nyaman lagi kerja disana gimana dong? Mau dipaksain juga hasilnya gak akan baik. Mungkin sudah waktunya untuk keluar dari zona nyaman, apapun kata orang abaikan saja. Nah agar kamu gak salah langkah, ada baiknya simak tanda kamu harus resign dari kantor secepatnya.

1. Tanyakan pada diri sendiri

Biasanya orang yang ingin resign dari pekerjaannya pasti punya alasan yang kuat, tapi kalo kamu mendadak mau resign, kemungkinan itu hanya emosi sesaat. Oleh karena itu, tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu lagi baper sekarang?.

Misalnya baper sama bos karena kamu gak pernah dilihat, baper sama temen kantor karena mereka mau seenaknya saja, dan lain-lain. Ya namanya juga pekerjaan, pasti ada yang enak dan ada juga yang gak enaknya.

Jadi sebelum memutuskan sesuatu, tanyakan pada dirimu sendiri apakah kamu lagi baper atau tidak? Tapi kalo kamu yakin bahwa kamu gak baper dan sudah mantap untuk resign, kamu boleh lanjut ke poin dua.

2. Etika, Agama, dan Value

Alasan yang pertama kamu harus resign dari kantor secepatnya adalah karena alasan etika, agama, dan value.

Pertama karena etika, misalnya perusahaan itu suka melanggar hukum, suka nyogok, atau kamu diposisikan yang mengharuskan melakukan entertain client, seperti ngajak client mabuk-mabukan, ngajak dugem, dan lain-lain. atau hal-hal yang tidak sesuai dengan etika kamu, maka kamu boleh resign.

Kedua karena agama, misalnya kamu seorang perempuan yang memakai hijab, namun perusahaan itu tidak memperbolehkan kamu menggunakan hijab saat bekerja, atau kamu saat ini bekerja di perusahaan yang berkecimpung dengan bunga dan riba, maka kamu boleh resign.

Ketiga karena value, misalnya perusahaan itu tidak memberikan kesempatan kamu untuk mengekplore bakat dan passion kamu, atau perusahaan itu memberikan dampak yang tidak baik bagi masyarakat, dan hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsipmu, maka kamu boleh resign.

3. Kondisi Keuangan

Setelah itu, kamu harus kembali bertanya pada diri sendiri. Gimana kondisi ekonomi kamu saat ini, apakah cukup? Kalo cukup, cukupnya bisa berapa lama?

Kemudian lihat juga tanggungan-tanggungan hidup mu, misalnya kamu harus menafkahi anak dan istri, membiayai adik kuliah, hutang cicilan kredit, dan lain-lain. Kalau misalnya kondisi keuanganmu aman, baru kamu boleh resign.

4. Potensi Perusahaan

Selanjutnya kamu bisa lihat potensi perusahaan ini gimana kedepannya. Meskipun perusahaan itu kecil tapi perusahaan punya potensi yang besar kedepannya, kamu harus pertimbangkan untuk tetap bertahan. Tapi kalo perusahaan itu sudah kecil, tidak ada potensi, dan masa depannya masih bergantung sama perusahaan lain, maka pilihan kamu untuk resign tidak salah.

5. Sudah tidak sejalan dengan visi dan misi

Saat kamu bergabung dengan suatu perusahaan pastinya kamu sudah tau tentang visi dan misinya. Tapi suatu ketika kamu merasa perusahaan itu bukan kamu benget, dan tidak sejalan lagi dengan visi dan misinya.

Terkadang kamu kecewa dengan kebijakan-kebijakan yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip kehidupanmu, bahkan tak jarang justru merugikan kamu sebagai pegawai. Kalo alasan kamu resign karena prinsipmu dilanggar, maka pilihan untuk mengundurkan bukanlah pilihan yang salah.

6. Sudah tidak akur dengan teman kantor

Dalam hubungan pekerjaan pastinya pernah dimana kamu tidak sepemikiran dengan teman sekantor, hal itu biasanya membuat kalian sedikit baper satu sama lain. Tapi kalo hubungan kalian retak dalam waktu yang lama, maka rasa nyaman ketika bekerja juga tidak akan maksimal.

Gak sedikit orang yang resign karena alasan sudah tidak sejalan dengan teman kantor. Hal ini dirasa wajar karena semua orang punya prinsipnya masing-masing. Tapi kalo kamu sudah betul-betul tidak nyaman lagi dan batin kamu terus-terusan tertekan, maka resign adalah pilihan yang bijak.

Baca Juga: Ini Lho! 5 Tanda-Tanda Teman Kamu Ingin Resign Secepatnya

7. Pekerjaan tidak sesuai dengan gaji

Salah satu alasan paling kuat kenapa seseorang ingin resign secepatnya adalah karena pekerjaannya tidak manusiawi, dalam artian perusahaan memberikan beban pekerjaan yang terlampau banyak, tidak ada libur, setiap hari lembur, dan lain-lain.

Apalagi kalo gaji kamu jauh dibawah standar umpah minimum, tentunya kamu merasa loyalitas kamu tidak dihargai oleh perusahaan.

Kalo begini, kamu bisa langsung resign saja. Karena kesehatan kamu jauh lebih penting daripada materil yang kamu cari. Jangan sampai pengeluaran ke dokter jauh lebih besar daripada penghasilan kamu di perusahaan tersebut.

8. Tidak berkembang

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang bisa menjamin karir pegawainya. Disaat kamu sudah bekerja dengan baik dan sudah lama bekerja disana, tapi kamu merasa karirnya begitu-begitu aja, tidak ada perkembangan sama sekali.

Ini bukan cuma kamu saja ya, teman-teman sekantor juga bernasib sama. Itu artinya perusahaan kamu tidak ada prosfek karir yang luas. Dengan alasan itu kamu boleh pertimbangkan untuk mencari perusahaan lain yang punya prosfek karir yang luas.

9. Punya kesibukan lain

Selanjutnya adalah karena kamu punya kesibukan yang lain, misalnya sibuk mengurus bisnis, dan lain-lain. Kalo memang bisnis kamu sudah berkembang dan sudah punya income yang tetap, maka kamu boleh resign dari pekerjaanmu saat ini. Karena jika fokus kamu terbagi-bagi, takutnya semuanya akan berantakan.

Seperti kata kata bijak mengatakan ‘Jika ada sembilan kelinci ditanah, dan kamu ingin menangkapnya. Fokuslah ke satu kelinci saja’.

10. Punya pekerjaan baru

Terakhir kamu di terima di perusahaan baru. Kadang dalam posisi seperti itu, kamu jadi galau menerima tawaran itu atau tidak. Tapi kalo pekerjaan itu sesuai dengan passion, jenjang karirnya lebih bagus, dan juga gaji yang lebih besar, tidak ada salahnya kamu menerimanya. Tapi sebelum itu kamu harus resign secepatnya dari pekerjaan lama.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *