12 Kesalahan Seorang Pengusaha yang Wajib Kamu Hindari

kesalahan-pengusaha

Menjadi seorang pengusaha tidaklah mudah. Ada banyak sekali tantangan dan cobaan yang harus dihadapi untuk menguji mental kita dan seberapa kuat ketangguhan kita sebagai seorang pengusaha. Maka dari itu, kamu harus menghindari beberapa kesalahan fatal seorang pengusaha.

Banyak orang yang tidak mampu menjadi seorang pengusaha dan lebih memilih menjadi karyawan kantoran. Padahal, berdasarkan survei kecil-kecilan terhadap orang yang sudah bekerja dan orang yang masih kuliah atau sekolah, ada sejumlah 45% responden bercita-cita menjadi seorang pengusaha.

Memang, survei yang dilakukan hanya melibatkan ratusan orang saja. Namun, ratusan orang tersebut dapat menjadi sampel yang mewakili jutaan orang di Indonesia. Cukup banyak orang yang ingin menjadi seorang pengusaha.

Namun, pada akhirnya hanya sedikit orang Indonesia yang menjadi seorang pengusaha, yaitu di bawah 2%. Sungguh miris melihat kejadian berdasarkan data di atas. kamu dapat belajar melalui data di atas, bahwasannya untuk menjadi seorang pengusaha tidaklah mudah.

Kamu perlu memiliki mental dan karakter yang kuat untuk dapat mewujudkan impian kamu menjadi seorang pengusaha. Lantas, apa saja kesalahan fatal yang harus dihindari oleh kamu untuk menjadi seorang pengusaha sukses? Berikut kesalahan seorang pengusaha yang wajib kamu hindari.

1. Tidak Konsisten

Menjadi pengusaha yang sukses tidak bisa didapatkan hanya dalam satu malam saja. Tidak mungkin kamu tidak menjumpai halangan dan rintangan di tengah jalan. Maka dari itu, kamu harus memiliki komitmen dan konsistensi terhadap apa yang telah kamu lakukan.

Kamu juga tidak boleh menyerah ketika bisnis kamu sedang gagal. Yang harus kamu lakukan adalah belajar dan introspeksi diri mengapa bisnis kamu bisa mengalami kegagalan. Kemudian, kamu perbaiki bisnis itu dan mulailah bangkit lagi.

Apabila kamu tidak memiliki konsistensi, maka akan mudah bagi kamu untuk menyerah ketika kamu menghadapi cobaan ataupun mengalami kegagalan pada bisnis. Hal ini harus dihindari oleh pengusaha, karena untuk mencapai kesuksesan, kamu harus memiliki konsistensi yang kuat.

2. Asal Action

Saat ini, banyak sekali pengusaha yang asal action tanpa berpikir terlebih dahulu. Memang banyak orang yang berkata bahwa jangan terlalu lama untuk berpikir dan merencanakan sesuatu. Namun, kamu juga tidak bisa melakukan sesuatu tanpa berpikir sebelumnya.

Action itu memang penting, namun harus diiringi dengan perencanaan yang matang serta pertimbangan mengenai baik dan buruknya keputusan yang akan kamu ambil. Itu karena, untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses, kamu perlu menguasai ilmu.

Bisnis itu merupakan sebuah kegiatan yang memerlukan kemampuan bertindak dengan tepat serta pemikiran yang akurat. Bukan berarti kamu harus terlalu banyak berpikir, namun sedikit action. Kedua unsur tersebut harus seimbang. kamu harus bisa menyeimbangkan antara action dan perencanaan yang matang.

3. Tidak Kreatif dan Inovatif

Ada banyak sekali bisnis yang menyediakan layanan yang sama. Namun, mengapa sebuah bisnis dapat hidup dan bertahan mengalahkan kompetitor mereka? Itu karena, para pemilik bisnis memiliki sifat kreatif dan inovatif yang merupakan unsur yang penting bagi kelangsungan suatu bisnis.

Untuk dapat bertahan hidup, suatu bisnis harus dapat berinovasi untuk menyediakan layanan atau produk yang unik dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, bisnis tersebut akan semakin mudah mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Terdapat sebuah aturan pada suatu bisnis, bahwa jika bisnis kamu tidak bisa beradaptasi, maka cepat atau lambat bisnis kamu akan mati. Maka dari itu, kamu harus rutin membuat sebuah layanan atau produk baru yang unik supaya bisnis kamu akan tetap hidup.

4. Gagal Memanajemen Waktu

Pasti banyak ajakan dari orang lain untuk bersenang-senang atau menghabiskan waktu yang tidak ada hubungannya dengan bisnis. Memang, kamu perlu sesekali menikmati indahnya dunia, seperti jalan-jalan, bermain game, dan lain-lain.

Namun, kamu juga tidak bisa selalu bersenang-senang. Kamu harus memikirkan bagaimana kelangsungan hidup bisnis kamu ke depannya. kamu harus memikirkan strategi bagaimana supaya bisnis kamu tetap berjaya.

Kamu harus berani berkata “tidak” apabila ada orang lain yang terlalu sering mengajak untuk bermain-main. Jangan karena kamu seorang pebisnis yang tidak mempunyai bos, kamu bisa seenaknya mengatur bisnis kamu sendiri.

Justru karena kamu adalah seorang pebisnis, kamu harus bisa mengatur diri untuk memprioritaskan mana yang lebih penting. Ingat, bos kamu adalah pelanggan kamu sendiri. Jangan pernah berpikiran bahwa kamu tidak punya bos jika kamu adalah seorang pebisnis. Karena kepuasan pelanggan ada di tangan Anda.

Baca Juga: 4 Hal Utama yang Harus Dipersiapkan Sebelum Memulai Bisnis

5. Tidak Disiplin

Sebagai pengusaha, jangan kira kamu bisa santai dan bekerja kapan saja yang kamu mau. Justru, dengan menjadi pengusaha, kamu dituntut untuk memiliki kepribadian yang baik. kamu harus bisa menahan hawa nafsu untuk bermain-main.

Memang, menjadi pengusaha terlihat lebih fleksibel karena kita bisa bekerja kapanpun yang kita mau. Namun, tantangannya jauh lebih besar. kamu harus dapat menahan hasrat untuk hang out, jalan-jalan, bermain, dan lain-lain.

Jangan salah ketika mengartikan kata “fleksibel”. Maksud dari kata itu adalah kamu bisa bekerja tanpa merasa tertekan atau merasa tidak cocok. kamu bisa bekerja sesuai dengan takaran, namun tetap produktif.

Ketika kamu memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha, maka kamu harus bisa menjadi bos untuk diri kamu sendiri. kamu tidak boleh menunda pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Karena, kalau kamu tidak disiplin, maka bisnis kamu akan menjadi taruhannya.

6. Adaptif

Bisnis yang baik harus terus berubah dari waktu ke waktu. Maka dari itu, kamu sebagai pemilik bisnis harus punya sifat adaptif. Tujuannya adalah ketika dunia mulai berubah, maka bisnis kamu akan cepat untuk berubah.

Pebisnis yang baik harus punya sifat ini. Karena, apabila bisnis tidak dapat beradaptasi dengan cepat, maka cepat atau lambat, bisnis tersebut semakin mudah untuk tumbang dan dikalahkan oleh para pesaing.

7. Mencampur Uang Pribadi Dengan Uang Bisnis

Ini merupakan kesalahan fatal yang paling sering dilakukan oleh kebanyakan pengusaha, terutama di Indonesia. Banyak pengusaha pemula menganggap remeh hal ini. Mentang-mentang semua uang yang ada di rekening itu milik mereka, mereka jadi seenaknya dalam menggunakan uang tersebut.

Mereka juga jadi tidak tahu mana uang yang didapatkan dari bisnis, dan mana uang pribadi. Mereka tidak dapat mengetahui secara detail mengenai cashflow pada bisnis mereka.

Jika kamu belum memisahkan antara uang bisnis dan uang pribadi, sebaiknya kamu membuat rekening baru yang dikhususkan untuk menyimpan penghasilan dari bisnis kamu jalankan. kamu juga sangat dianjurkan untuk membuat sistem pembukuan.

Tujuannya adalah untuk mencatat pemasukan maupun pengeluaran pada bisnis kamu. Jadi, kamu bisa tahu keuangan bisnis dialokasikan untuk apa saja. Jika tidak sempat, kamu bisa mempekerjakan accounting untuk melakukan tugas tersebut. kamu hanya tinggal menerima laporan keuangan dan mengeceknya saja.

Rekening bisnis digunakan untuk keperluan bisnis, seperti menggaji karyawan, membeli peralatan bisnis, dan lain-lain. kamu juga perlu memberikan gaji untuk diri kamu sendiri. Jadi, sebagian pemasukan menuju rekening bisnis itu merupakan bayaran untuk kamu.

Kamu bisa transfer bayaran tersebut menuju rekening pribadi sehingga dapat digunakan untuk keperluan pribadi. Oleh karena itu segera lakukan pemisahan antara uang pribadi dan uang bisnis.

8. Terlalu Mendengarkan Perkataan Orang Lain

Kamu yang menentukan kesuksesan pada bisnis yang sedang kamu jalankan. Sebaiknya, kamu  tidak perlu mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. kamu hanya perlu fokus untuk memperbesar bisnis kamu supaya semakin berkembang dan sukses.

Jika orang lain menjelek-jelekkan kamu, tidak perlu dengarkan omongan mereka. kamu hanya perlu membuktikan kepada mereka bahwa kamu dapat membawa bisnis tersebut menuju kesuksesan.

9. Tidur yang Cukup

Studi mengatakan bahwa orang yang memiliki porsi tidur yang cukup akan cenderung lebih mekar sel-sel otaknya dibandingkan dengan orang dengan porsi tidur yang sedikit. Jumlah jam tidur yang normal setiap harinya yaitu sekitar 7-8 jam.

Itu karena, pada saat tidur, racun yang ada pada tubuh akan dikeluarkan oleh otak. Kegiatan tersebut hanya dilakukan oleh otak pada saat kamu sedang tidur. Racun yang dikeluarkan tersebut adalah racun yang dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan kamu untuk berpikir.

10. Rutin Olahraga

Kamu perlu melakukan olahraga secara rutin untuk dapat meningkatkan fungsi kinerja otak. Tidak usah lama-lama, kamu cukup melakukan olahraga minimal 30 menit selama 2 kali setiap minggunya.

Olahraga dipercaya mampu memperlancar peredaran darah. Dengan demikian, oksigen akan semakin lancar dan terbawa menuju otak. Apabila otak mendapat asupan oksigen yang cukup, maka kinerja otak akan meningkat secara signifikan.

Kamu akan semakin konsentrasi dan mudah dalam mengingat sesuatu apabila kamu rutin berolahraga. Selain itu, daya kreativitas kamu akan meningkat secara signifikan. Rutin berolahraga juga mampu membuat kamu semakin percaya diri dan berpikir positif.

11. Berani Ambil Risiko

Kamu harus memiliki kemampuan dan keberanian untuk menentukan keputusan terhadap bisnis yang sedang dijalankan. kamu perlu mempertimbangkan efek positif dan negatif terhadap keputusan yang akan kamu ambil.

Perlu untuk berpikir matang terhadap keputusan yang akan kamu ambil. Setiap keputusan pasti akan ada risikonya tersendiri. kamu tidak perlu takut dengan risiko yang akan kamu lewati.

Dengan menghadapi risiko dan tantangan, maka mental kamu sebagai pengusaha semakin lama akan semakin terbentuk. Apabila kamu gagal dalam mengambil keputusan, kamu bisa belajar dari pengalaman supaya menjadi lebih baik ke depannya.

12. Ingin Hasil Instan

Tidak ada yang instan di dunia ini. Banyak orang yang tahu bahwa sesuatu tidak bisa didapatkan secara instan. Namun, banyak sekali pengusaha pemula yang masih mengharapkan hasil dengan cepat tanpa menghargai proses.

Biasanya, para pengusaha pemula yang baru saja memulai usaha akan berharap mendapatkan untung yang cepat. Banyak pengusaha yang langsung melakukan sistemasi, rekrut karyawan padahal pemasukan belum tentu banyak.

Akibatnya, mereka tidak dapat membayar karyawan karena pemasukan mereka lebih sedikit daripada pengeluaran mereka. Kemudian, mereka mengalami kebangkrutan dan mulai putus asa. Mereka berpikir bahwa mereka tidak bisa menjadi seorang pengusaha atau pebisnis sukses.

Nah, itulah 12 kesalahan seorang pengusaha yang sering dilakukan oleh pengusaha pemula. Untuk menjalankan bisnis tidaklah mudah. kamu perlu berjuang keras supaya bisnis kamu dapat memberikan sesuatu yang kamu harapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here