in

50 Kata Kata Kebenaran Akan Selalu Menang dan Terungkap

Kata Kata Kebenaran

Kutipan | Kalimat | Ucapan | Caption | Mutiara | Bijak | Motivasi | Quotes | Kata Kata Kebenaran | Selalu Menang | Selalu Terungkap |

Ada pepatah mengatakan ‘semakin tinggi pohon maka semakin deras angin yang menerjangnya’. Mungkin itulah pepatah yang bisa menggambarkan keadaan kita saat ini. Terkadang dalam hidup ini tidak semua orang akan menyukai kita, dan biasanya mereka tidak suka dengan kita karena mungkin kita adalah orang yang spesial atau kita dianggapnya lebih baik darinya.

Kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri kita terkadang membuatnya terbuai untuk menfitnah atau menyampaikan informasi yang tidak benar tentang kita. Sejujurnya tidak peduli apa yang dia katakan, orang mau bilang apa juga terserah, tapi kita cenderung memikirkan respon orang lain ketika mendengar berita-berita tidak benar tersebut. Apalagi kebohongan itu biasanya cepat sekali menyebarnya.

Tapi namanya juga hidup, kalo ada yang tidak menyukai, berarti ada juga yang masih menyukai. Daripada kita memikirkan omongan orang lain, lebih baik kita fokus kepada orang-orang yang baik dan peduli dengan kita. Masalah kebohongan tidak ada masalah, karena kita yakin kebenaran akan selalu menang, dan kebenaran akan selalu terungkap. Jika kita memang melakukan hal-hal yang benar, kenapa harus takut dengan namanya fitnah.

Kata Kata Kebenaran

Kebenaran akan selalu mencari jalan untuk mengungkapkan dirinya.

Keadilan, kebenaran, kebebasan. Itulah pangkal dari kebahagiaan.

Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar.

Bukan kebenaran yang membuat manusia menjadi besar, tetapi manusia yang membuat kebenaran menjadi besar.

Kebaikan akan mengantarkan seseorang kepada kebenaran dan kebenaran akan mengantarkan seseorang kepada puncak pengetahuan, lalu menjadi rendah hati.

Ada yang menyudutkanmu seolah dia selalu benar, padahal kebenaran tidak pernah absolut.

Kita lebih cenderung untuk mencapai kebenaran melalui kesalahan daripada melalui kebingungan.

Musuh terbesar manusia adalah kebenaran yang disembunyikan.

Pembalasan dendam merubah kebenaran kecil menuju kesalahan besar.

Mereka yang marah ketika mendengar kebenaran adalah mereka yang hidup dalam kebohongan.

Berjalanlah sesuai dengan kata hatimu selagi masih dijalan yang benar.

Satu kebohongan sudah cukup meragukan berjuta kebenaran.

Ketulusan hati adalah sumber kebenaran itu sendiri.

Seni adalah kebohongan yang menyadarkan kita akan kebenaran.

Biasakanlah kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan.

Kebenaran tidak hadir untuk mendukung zona nyaman. Kebenaran hadir untuk menghancurkan zona nyaman.

Kebenaran tidak perlu dibela, karena kebenaran akan membela kebenaran.

Mudah untuk menemukan kebenaran, sulit untuk menghadapinya, dan lebih sulit untuk mengikutinya.

Tak ada kebenaran yang selamanya terlihat benar. Tergantung tempat dan situasi saja.

Dahulukan mencari kebenaran pada diri sendiri, sebelum menyalahkan orang lain.

Terkadang untuk membuktikan suatu kebenaran kau harus berjalan sendirian.

Menerima kebenaran kadang lebih sulit dari mengucapkan kebenaran itu sendiri.

Berdirilah menyatakan kebenaran walaupun terpaksa berdiri bersendirian.

Tidak perlu mempertanyakan suatu kebenaran, lebih baik berikan kesempatan untuk sebuah pembuktian.

Sahabat terbaik adalah orang yang berani mengkritikmu untuk mencapai kebenaran, bukan orang yang selalu membenarkan tindakanmu.

Kesalahan terbesar yang manusia lakukan adalah tidak bisa melihat kebenaran dari sudut pandang orang lain.

Jangan terlalu cepat mempercayai apa yang kamu dengar, karena kebohongan selalu menyebar lebih cepat dari kebenaran.

Hanya karena kesalahan lebih mudah dilihat daripada kebenaran, bukan berarti apa yang kamu lihat salah itu pasti salah.

Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatakan pada seseorang atau pada siapapun.

Jangan merasa kesepian berada di atas jalan kebenaran hanya karena sedikitnya orang yang berada di sana.

Ketika iman menjadi kenyataan, maka kejujuran menjadi dasar kebenaran.

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.

Tidak ada yang selalu benar, sekalipun kebenaran selalu diusahakan.

Berbohong demi kebaikan, hanya akan memperburuk keadaan, karena tidak ada kebenaran yang bisa dipertahankan dengan kepalsuan.

Menelan mentah-mentah pembenaran dari satu pihak. Hanya akan membuatmu tidak menemukan kebenaran atas persaoalan yang ada.

Kebenaran tidak butuh pembenaran dari manusia mana pun. Ia berdiri sendiri. Gagah. Meski ditutupi, ada saatnya ia akan terlihat kembali.

Lihatlah kesalahan dengan benar, maka kau akan menemukan kebenaran. Lihatlah kebenaran dengan salah, maka akan kau temukan kesalahan.

Mau dibungkam dengan cara apa pun, mau disudutkan dengan isu apa pun, kebenaran tetaplah kebenaran. Ia akan hadir dengan caranya sendiri.

Kalau yang mau kita cari adalah sebuah kebenaran, jangan pernah menganggap diri kita benar. Sebab pembenaran akan menutupi kebenaran.

Terkadang semua orang suka kebenaran akan orang lain, tapi tidak semua orang suka menghadapi kebenaran tentang dirinya sendiri.

Baca Juga: 50 Kata Kata Sudahlah Abaikan dan Lupakan Saja

Kebenaran suatu hal tidaklah ditentukan oleh berapa banyak orang yang mempercayainya.

Kebohongan yang setengah kebenaran merupakan kegelapan dari semua kebohongan.

Mengetahui sedikit kebenaran tentang orang lain bukan berarti kamu sudah mengenalnya dengan baik.

Mungkin, kita terlalu pandai berpura-pura hingga kita lupa bahwa kita sedang berpura-pura. Dan akhirnya kepura-puraan tersebut kita anggap kebenaran.

Kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa.

Sebanyak apapun kebohongan, tidak akan mampu menutupi kebenaran, kebohongan hanya menunda kebenaran namun tidak menghilangkannya.

Seringkali kita merasa benar dalam sekali pandang, padahal kebenaran yang seperti itu selalu dibatasi oleh sudut pandang maupun kemampuan mata kita sendiri.

Semua kebenaran di dunia ini harus melewati tiga langkah. Pertama ditertawakan, kedua ditentang dengan kasar, dan ketiga diterima tanpa pembuktian dan alasan.

Umumnya orang tidak suka mendengar kebenaran karena kebenaran itu seringkali menyakitkan.

Kesalahan tidak akan menjadi kebenaran walau berkali-kali dibicarakan, dan kebenaran tidak akan menjadi kesalahan walau tidak pernah diumumkan.

Semua yang kita dengar adalah opini, bukan fakta. Semua yang kita lihat adalah perspektif, bukan kebenaran.

Setiap kebenaran memiliki dua sisi, penting untuk melihat keduanya, sebelum kita memutuskan untuk menerima salah satunya.

Kedewasaan seseorang bukan hanya dilihat dari caranya berpikir tentang kebenaran, tapi juga dari caranya bertanggung jawab atas kesalahan.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *