in

Apa itu Cerpen? Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Unsur, dan Tujuan Penulisan Cerpen

Apa itu Cerpen? Struktur, Ciri-Ciri, Unsur, dan Tujuan Penulisan Cerpen

Siapa yang tidak pernah mendengar atau membaca cerpen? Biasanya karangan ini hadir di berbagai media cetak maupun online. Pengertian cerpen adalah karya tulisan berbentuk cerita pendek dengan jumlah kata yang digunakan di bawah 10.000. Kebanyakan pembaca cerpen ialah pembaca yang menyukai cerita yang satu kali baca selesai.

Tujuan Penulisan Cerpen

Tujuan Penulisan Cerpen
Photo by Vlada Karpovich from Pexels

Dalam penulisan cerpen tidak terdapat hal khusus yang disebut sebagai tujuan cerpen. Tujuan penulisan tergantung yang penulis harapkan.

Namun, sesuai dengan pengertian cerpen adalah karangan pendek, terdapat beberapa tujuan yang dijadikan dasar menulis, diantaranya:

  1. Pengembangan ide.
  2. Sarana mengasah kreatifitas.
  3. Sesi curhat.
  4. Menyentil permasalahan tertentu.

Struktur dalam Penulisan Cerpen

Struktur dalam Penulisan Cerpen
Photo by Smith from Pexels

Gaya yang digunakan dalam cerpen menyerupai tulisan narasi. Berdasarkan pendapat ahli, pengertian cerpen adalah cerita singkat yang memiliki struktur dalam penulisan. Beberapa struktur cerpen, meliputi:

1. Abstrak

Abstrak berdasarkan pengertian cerpen adalah gambaran permulaan cerita yang diceritakan. Biasanya mengandung situasi atau unsur lain yang terdapat dalam cerita. Abstrak pada cerpen tidak bersifat wajib, jadi dapat ditambahkan atau tidak.

2. Orientasi

Pada bagian orientasi, latar cerita mulai dikenalkan. Baik dari segi latar tempat, waktu, atau situasi. Tokoh serta wataknya juga mulai dimunculkan pada bagian cerpen ini.

Oleh karena itu, bagian ini akan memberi jawaban tentang kapan cerita bermula, di mana cerita tersebut berlangsung, serta bagaimana hal tersebut dapat terjadi.

3. Kompilasi

Pada struktur ketiga, masalah akan mulai muncul. Baik pertentangan atau kesulitan yang dihadapi tokoh utama.

Pembawaan watak tokoh semakin terlihat jelas, sehingga dapat diketahui apakah tokoh tersebut protagonis, antagonis dan sebagainya. Bagian ini mulai memberi hubungan sebab akibat pada kejadian dalam cerpen.

4. Pencapaian Konflik

Tahap ini adalah bagian masalah pada cerpen semakin menguat, struktur ini juga disebut sebagai rising action.

Tahap ini menampilkan bagaimana permasalahan yang dialami tokoh dari masih samar menjadi kuat, meskipun berupa konflik dari dalam diri tokoh utama itu sendiri.

5. Puncak Konflik

Puncak konflik, dikenal juga dengan sebutan klimaks. Tahapan ini adalah bagian permasalahan pada titik tertinggi sehingga mempengaruhi para tokoh, baik berupa keberhasilan atau kegagalan, terlebih pada tokoh protagonis ditandai dengan titik balik perubahan emosi pada tokoh.

6. Evaluasi

Setelah masalah dalam cerpen pecah, emosi tokoh akan mulai turun. Pada bagian ini, tokoh mendapatkan pencerahan dari permasalahan. Oleh karena itu, pada bagian ini diceritakan bagaimana tokoh menyelesaikan masalah tersebut.

7. Resolusi

Setelah permasalahan pada cerpen terselesaikan, bagian ini akan menjelaskan bagaimana kondisi setelahnya. Bagian ini ditandai dengan perubahan sikap atau nasib pada tokoh. Oleh karena itu, bagian ini juga disebut sebagai akhir cerita.

8. Koda

Koda jarang digunakan pada cerpen seperti abstrak. Koda berisi amanat yang ingin diberikan pengarang pada pembaca.

Penggunaan koda biasanya memberi kesan menggurui pembaca. Oleh karena itu, tidak sedikit penulis yang membiarkan pembacanya menyimpulkan serta mengambil pelajaran tersendiri melalui cerita.

Baca Juga: Pengertian Logis adalah Ciri, Contoh, Fungsi, dan Jenis Logis

Ciri-Ciri Cerpen

Ciri-Ciri Cerpen
Photo by freestocks.org from Pexels

Meskipun memiliki kesamaan pada struktur penulisan, namun poin utama yang dituangkan pada pengertian cerpen adalah cerita pendek.

Oleh karena itu, sebagai cerita pendek terdapat karakteristik tersendiri hingga dapat digolongkan sebagai cerpen. Beberapa ciri-ciri cerpen yang membedakan dengan karya sastra lainnya, yaitu:

  • Jumlah kata yang digunakan sekitar 500 hingga 5.000 kata atau berada dibawah 10.000 kata, sehingga proporsi penulisan lebih singkat dari Novel.
  • Waktu membaca yang singkat, 15-30 menit.
  • Latar belakang cerita cenderung sederhana dan mengambil kejadian yang dialami setiap hari.
  • Bahasa yang digunakan merupakan bahasa sehari-hari yang sederhana, sehingga pembaca langsung memahami maknanya.
  • Bersifat rekayasa atau fiktif.
  • Fokus pada cerita satu tokoh.
  • Terdapat bagian pengenalan, konflik serta penyelesaian yang dialami oleh satu tokoh.
  • Hanya menggunakan satu alur cerita.
  • Pesan yang dibawakan penulis langsung mengena pada pembaca.

Unsur-Unsur Cerpen

Unsur-Unsur Cerpen
Photo by Startup Stock from Pexels

Cerpen sama seperti karya sastra yang lain, memiliki pembangun yang disebut sebagai unsur cerpen. Pada umumnya, terdapat dua unsur yang dipergunakan pada cerpen, yaitu unsur intrinsik serta ekstrinsik. Adapun penjelasan pengertian serta yang menjadi bagian unsur adalah sebagai berikut:

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik sesuai pengertian cerpen adalah pilar inti yang membangun latar cerita pendek. Unsur ini wajib ada pada sebuah cerpen. Jika ada bagian unsur yang tidak dicantumkan, maka karya tersebut tidak dapat disebut sebagai cerpen, yang termasuk sebagai unsur intrinsik ialah:

  • Tema atau ide dasar dari sebuah cerita. Tema merupakan ruh dalam cerpen.
  • Tokoh dan Penokohan merupakan bagian penting dalam cerita. Tokoh adalah seseorang yang dikaitkan dengan masalah yang dibawa, sedang penokohan menggambarkan watak si pelaku.
  • Alur atau plot merupakan tahapan masalah yang dituliskan dalam cerpen. Hal ini agar pembaca mengetahui secara runut karya yang dibawakan, terdapat dua alur yang sering digunakan, yaitu maju serta mundur.
  • Latar terdiri dari waktu, tempat serta suasana dalam cerita. Latar akan membangun dimensi bayangan seolah-olah kejadian tersebut nyata, sehingga dapat dirasakan pembaca.
  • Sudut pandang merupakan peletakkan pembaca dalam memahami cerita. Jenis sudut pandang yang kerap digunakan diantaranya orang pertama, kedua, atau ketiga. Beberapa penulis juga menggunakan sudut pandang serba tahu. Sudut pandang ini menjadikan pembaca tidak menjadi bagian cerita.
  • Amanat ialah hal yang ingin coba disampaikan oleh penulis. Amanat mengandung nilai moral yang bisa disampaikan secara tersirat atau tersurat oleh penulis. Jika dituliskan secara tersirat, penulis mengharapkan pembaca memahami sendiri nilai yang dibawakan.

2. Unsur Ekstrinsik

Berbeda dengan unsur intrinsik yang memengaruhi langsung isi cerita, ekstrinsik berada pada bagian luar cerita. Unsur ekstrinsik adalah bagian yang memengaruhi penulis dalam membuat cerita, adapun beberapa bagian yang dapat memengaruhi penulis, antara lain:

  • Latar belakang penulis

Hal ini merujuk pada alasan sebuah karya penulis itu dibuat. Latar belakang ini langsung berkenaan dengan penulis itu sendiri, seperti perjalanan hidup penulis. Hal lain yang tergolong dalam kategori ini adalah kondisi kejiwaan serta aliran sastra yang diikuti.

  • Latar belakang masyarakat

Latar belakang masyarakat yang dimaksud dalam pengertian cerpen adalah kondisi riil masyarakat sekitar yang memepngaruhi penulis dalam membuat suatu karya, biasanya hal yang termasuk dalam kategori ini adalah kehidupan sosial ekonomi, ideologi negara atau paham politik yang dianut pada masyarakat tertentu.

  • Nilai tertentu

Biasanya hal tersebut didapatkan penulis dengan melihat bagian di luar penulis, pembeda dengan latar belakang masyarakat adalah titik pandang yang digunakan.

Penulis biasanya hanya berfokus pada nilai dari kejadian yang terjadi, semisal nilai yang dibawa pada agama atau budaya tertentu. Namun, nilai moral serta sosial juga dibawakan oleh penulis.

Itulah beberapa bagian mulai dari pengertian cerpen adalah cerita pendek ringan hingga beberapa latar belakang yang melandasi seorang penulis membuatnya. Semoga bermanfaat!

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *