in

Game Tebak Gambar, Berawal dari Kumpulan Coretan Buku Gambar Menjadi Game yang Terkenal

Anda pasti tahu game Tebak Gambar yang sempat booming pada tahun 2013 di berbagai smartphone dan telah dimainkan oleh lebih dari 10 juta orang di Indonesia. Game yang cukup sederhana ini ternyata mampu menarik banyak perhatian orang yang memainkannya lantaran konsep tebak gambarnya yang bisa membuat pemain memutar otak sampai pusing tujuh keliling. Orang-orang tertarik untuk menyelesaikan tantangan demi tantangan yang ada.

Dalam setiap level terdapat tingkat kesulitan tertentu. Semakin tinggi level maka kesulitan yang didapat akan semakin sulit. Banyak kosakata-kosakata yang ternyata jarang diketahui oleh banyak orang sehingga sulit menebak kata demi kata. Hingga sekarang ini, game ini masih banyak dimainkan oleh beberapa orang. Meskipun sudah ada game-game serupa, Tebak Gambar tetap menjadi game yang begitu diminati dari tahun ke tahun.

Mungkin tidak ada yang menyangka bahwa ternyata kumpulan-kumpulan coretan gambar milik Lukis Cinderan yang ia kumpulkan sejak SD dapat memberikan desain unik untuk game yang ia ciptakan bersama Irwanto Widyatri.

Lukis memiliki hobby menggambar sejak ia masih kecil. Karena hobinya yang rutin ia lakukan, ia mengumpulkan gambar-gambarnya dalam sebuah buku. Hingga SMP, Lukis sudah memiliki buku-buku kumpulan gambarnya.

Dalam membangun game Tebak Gambar, Lukis berperan sebagai desainer gamenya, sedangkan Irwanto bertugas sebagai pengembangan aplikasinya. Keduanya bekerja sama dalam mencari setiap ide kata demi kata yang unik agar bisa mengembangkan game ini untuk dinikmati oleh semua orang. Tebak Gambar bisa dimainkan untuk semua umur mulai dari kalangan SD hingga orang tua.

Awal Perjalanan Tebak Gambar

lukis cindera Irwanto Widyatri
Sumber Gambar Liputan6.com

Lukis telah memiliki ide untuk membuat permainan tebak-tebakan menggunakan gambar sejak ia masih SD. Karena Lukis begitu menyukai menggambar. Ia banyak membuat coretan gambar dalam buku-buku menggambarnya. Sehingga terbayang imajinasi mengenai permainan gambar yang ingin dibuatnya. Buku-buku gambar yang ia kumpulkan, ia simpan dengan rapi.

Hingga duduk di bangku kuliah, Lukis sempat kehilangan koleksi buku menggambarnya dikarenakan ia lupa menaruhnya. Hal itu sempat membuat Lukis cemas dan sedih karena kehilangan kenangannya sewaktu kecil. Namun itu tak lama, Lukis kembali menemukan buku-buku gambarnya yang sempat hilang. Ia menjadikan itu motivasi untuk mewujudkan impian permainan masa kecilnya.

Lukis memanfaatkan sosial media yang ia miliki saat itu yaitu Facebook. Lukis membuat sebuah permainan Tebak Gambar di postingan Facebooknya. Namun, karena pada saat itu Lukis belum mampu menarik banyak minat orang melalui sosial media, dan juga desain gambar yang ia buat terbilang masih sangat sederhana, usahanya belum membuahkan hasil.

Sempat bingung dan hampir putus asa, Lukis tidak ingin menyerah begitu saja. Perjalanannya membawanya bertemu dengan Irwanto yang saat itu juga merupakan salah satu mahasiswa tingkat akhir. Obrolan demi obrolan mengalir di antara mereka berdua. Saat itu, Irwanto ingin sekali mencari pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi dan internet.

Kemudian, saat mengetahui konsep permainan Tebak Gambar yang terdapat di Facebook Lukis, Irwanto mendapat sebuah ide yang cemerlang. Irwanto sangat tertarik dengan konsep gambar dari Lukis dan ingin bisa membuat game tersebut dapat dimainkan pada sebuah platform yang mudah diakses. Tanpa berlama-lama lagi, Irwanto langsung memberikan penawaran kerjasama kepada Lukis dan Lukis pun menyetujuinya.

Lukis dan Irwanto kemudian memutar otak untuk menciptakan sebuah permainan tebak gambar yang dapat mengasah otak seseorang. Membuat permainan asah otak memang tidaklah mudah karena developer harus lebih pintar dari pemain. Banyak inspirasi kosakata yang mereka cari. Hingga awal peluncurannya pada tahun 2013, game ini berhasil menarik banyak orang untuk memainkannya.

Sebenarnya bukan dari segi tipe permainannya, namun karena lebih merasa tertantang untuk menyelesaikan level demi level yang terlihat mudah namun ternyata sulit. Sekarang, Tebak Gambar sudah berkembang dengan ratusan level yang bisa dimainkan.

Semakin sulit, semakin banyak orang tertantang. Kunci-kunci jawaban pun banyak tersebar, dibuat oleh orang-orang yang berhasil menyelesaikan jawaban setiap level.

Konsep Permainan yang Selalu Membuat Penasaran dan Tertantang

Game tebak gambar

Tidak semua game harus memikat para pemainnya dari segi grafis yang bagus dan gambar-gambar yang memanjakan mata. Tebak Gambar memiliki desain gambar yang sederhana. Namun permainan kosakatanya selalu membuat penasaran setiap level.

Pemain akan disuguhkan potongan-potongan gambar yang akan disusun menjadi sebuah kata atau kalimat. Dengan beberapa petunjuk ada huruf-huruf yang dihilangkan.

Pada dasarnya, game ini merupakan permainan tebak kosakata. Hanya saja diberi petunjuk dengan gambar-gambar agar pemain dapat berpikir, gambar apakah ini.

Terkadang, setiap gambar memiliki lebih dari satu sebutan. Jika pemain salah menebak gambar padahal iya yakin benar, bisa jadi ada sebutan lain pada gambar tersebut. Seperti gambar monyet yang ternyata kata yang dimaksud adalah kera.

Setelah berhasil menebak gambar demi gambar, akan tercipta sebuah kosakata. Di akhir level, pemain disuruh menebak banyak gambar hingga tersusun menjadi sebuah kalimat, ada waktu yang ditentukan sehingga pemain harus cepat. Tebak Gambar memiliki tombol bantuan yang dapat digunakan jika benar-benar tidak bisa memecahkan soal. Namun terbatas.

Konsep permainan dalam Tebak Gambar yang diusung oleh Lukis dan Irwanto ini bisa membuat seseorang mengasah otaknya dan menghafal beberapa istilah-istilah bahasa Indonesia yang masih asing untuk didengar. Di dalam game ini juga terdapat peribahasa dan beberapa perumpamaan dalam Bahasa Indonesia. Sehingga secara tidak langsung sangat cocok untuk membantu pembelajaran Bahasa Indonesia.

Tebak Gambar di Dunia Nyata

Kartu tebak gambar

Kesuksesan yang diraih oleh Lukis dan Irwanto tidak hanya sampai platform mobile saja. Setelah berhasil menjadi juara dalam peringkat terbesar permainan terbaik di Google Playstore, kini mereka menciptakan Tebak Gambar versi nyata dalam bentuk kartu. Tentu banyak orang senang dengan permainan kartu seperti kartu remi, kartu uno, dan beragam permainan kartu lainnya.

Karena banyaknya minat orang dalam permainan kartu, akhirnya Irwanto sebagai salah satu pendiri game Tebak Gambar ini ingin memvisualisasikannya dalam bentuk nyata.

Tentu saja versi fisiknya ini bisa menarik lebih banyak minat orang-orang untuk memainkannya bersama teman-teman. Konsep permainannya tidak beda jauh dengan yang ada di platform mobile.

Kartu Tebak Gambar diperkenalkan pada acara Game Prime 2018 yang diadakan oleh BEKRAF. Dan sekarang bisa didapatkan di beberapa marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.

Baca Juga: Biografi Forest Li – Pendiri SEA Ltd dan Shopee

Pada versi kartunya, pemain diharuskan menyusun gambar demi gambar menjadi sebuah kosakata tertentu. Semakin panjang susunan gambar yang dibuat, maka akan semakin banyak poin yang diadapatkan.

Permainan dapat dimulai dengan jumlah pemain minimal 2 sampai 4 orang. Setiap pemain dibagikan masing-masing 5 kartu, dengan menyisakan 4 kartu terbuka di tengah, dan sisa kartu diletakkan tertutup.

Pemain harus menyusun minimal dua buah kartu untuk merangkai sebuah kata atau kalimat. Jika tidak bisa menemukan kartu yang bisa dirangkai, bisa dengan mengambil yang di tengah. Pemain yang paling banyak menyusun kartu mendapat poin paling banyak.

Permainan Tebak Gambar yang dari tahun 2013 selalu menemani kita di kala waktu kosong ternyata memiliki perjalanan karir yang cukup panjang. Semua itu akan berkembang. Tebak Gambar sukses menjadi sebuah merek permainan yang kini dikenal oleh banyak orang di Indonesia. Sambil bermain melalui smartphone, pemain juga bisa mengajak teman-temannya bermain dengan kartu untuk menambah keseruan bersama.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *