Mengenal Tiga Sosok Pendiri Fabelio.com – eCommerce Furnitur di Indonesia

0
Mengenal Tiga Sosok Pendiri Fabelio.com
Sumber foto sindoweekly.com

Perkembangan e-commerce di Indonesia kian berkembang dengan mencatatkan pertumbuhan transaksi setiap tahunnya. Pertumbuhan ini kian mendorong banyaknya orang untuk mencoba peruntungannya di bisnis e-commerce. Salah satu orang yang tergiur besarnya pangsa bisnis ini di Indonesia adalah Christian Sutardi, Krisnan Menon dan Marshall Tegar Utoyo, yang secara aktif meluncurkan situs Fabelio.com sejak 2015 lalu.

Fabelio.com adalah portal web e-commerce dalam bidang furnitur yang menghubungkan antara pembeli dan penjual. Lalu bagaimana kisah sukses ketiga founder Fabelio.com membangun dan membesarkan situs Fabelio? Berikut ulasannya.

Alasan memilih furnitur

Berbeda dengan situs jual beli online pada umumnya yang menjual berbagai macam jenis produk, Fabelio.com memutuskan fokus menjual produk furnitur saja. Dari keputusan ini, membuat banyak orang bertanya-tanya. Kenapa Fabelio hanya fokus pada satu produk saja? Bukankah itu sama saja akan menghambat perkembangan bisnis? Namun ketiga pendiri Fabelio.com punya alasannya sendiri.

Menurut Christian, mereka ingin membuat situs e-commerce yang berbeda daripada yang lain. Apalagi Ketiga pendiri Fabelio punya latar belakang yang mendukung. Krisnan dan Christian sebelumnya sudah terjun di dunia e-commerce karena pernah bekerja di Rocket Internet, Food Panda, Lazada dan Zalora. Sedangkan Marshall sudah berpengalaman pada desain furnitur dan bahkan sudah punya perusahaan desain sendiri.

Alasan itulah membuat mereka memantapkan diri untuk membuat e-commerce khusus menjual furnitur. Mereka bertiga lalu meluncurkan Fabelio di bawah bendera PT Tiga Elora Nusantara pada tahun 2015.

Sebenarnya keputusan mendirikan e-commerce yang khusus menjual satu jenis produk saja punya kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya adalah situs akan lebih berintegritas dan mudah mendapat kepercayaan dari pelanggan tentang produk tersebut. Sementara untuk kekurangannya, situs akan sulit berkembang dikarenakan terbatasnya pangsa bisnis.

Awal mula mendirikan Fabelio.com

Membangun bisnis dari awal memang bukan semudah membalikkan telapak tangan. Hal itulah yang pernah dirasakan oleh ketiga pendiri Fabelio.com kala memulai bisnisnya.

Di awal berdirinya, mereka membangun tim dengan tanggung jawab yang berbeda, mulai dari urusan pemasok, pemasaran, teknologi informasi dan desain. Cara kerjanya pun cukup sistematis. Setelah membuat desain furnitur, selanjutnya mereka memberikan desain tersebut kepada pemasok yang menyiapkan material dan tenaga produksi.

Kini Fabelio sudah punya 25 pemasok dengan spesialisasi masing-masing. Ada yang khusus memproduksi furnitur kayu jati, mahoni, pinus, kayu solid, khusus pembuat sofa, dan seterusnya. Produk yang dijual Fabelio sendiri dibuat dari bahan baku menggunakan 100% kayu Indonesia.

Tantangan ecommerce furnitur

Meskipun memiliki peluang yang cukup besar karena sedikitnya pesaing, namun hal itu bukan menjadi dasar bahwa membangun Fabelio tidak ada tantangan sama sekali. Menurut Christian, salah satu hal krusial di bisnisnya adalah soal desain. Oleh karena itu, Fabelio didesain semenarik mungkin agar tidak membosankan. Sejauh ini konsep desainnya condong ke gaya minimalis dan Skandinavian dengan rasa Indonesia yang tak ditinggalkan.

Saat ini Fabelio memiliki tim desain yang kuat. Soal harga, produk furnitur dari Fabelio.com juga cukup kompetitif, yakni hanya berkisar Rp 5 juta-an. Sedangkan untuk produk merek luar negeri, harganya bisa mencapai empat kali lipat dari harga produk dalam negeri.

Perkembangan Fabelio.com

Perkembangan Fabelio.com di industri ecommerce di Indonesia cukup mengesankan. tiga bulan pertamanya saja mereka mencatata pertumbuhan 200%. Hal ini mungkin hasil dari riset tentang kebutuhan masyarakat yang sering dilakukan.

Fabelio memang sering melakukan riset dan analisis data dari Google Analytics. Di sana mereka melakukan tracking tentang aktivitas dan perilaku pengguna saat mengunjungi situs Fabelio.com. Dari data-data itu, Mereka kemudian membuat kesimpulan tentang apa yang menjadi kesukaan pengguna. Mulai dari produk furnitur, warna, model, dan bahannya.

Sejak awal berdiri hingga artikel ini ditulis, Fabelio sudah tiga kali menerima suntikan dana investasi. Pendanaan awal terjadi pada Juli 2015 senilai USD 500 ribu dari 500 Startups, KK Fund, IMJ Investment Partners, Sandeep Tandon (Co-founder Freecharge), dan Roshni Mahtani (Founder The Asianparent).

Pendanaan kedua terjadi pada tahun 2016 yang sukses mendapat investasi seri-A senilai USD 2 juta dari Venturra Capital, 500 Startups, dan IMJ Investment

Terkahir pada 2018, Fabelio mengumumkan kembali berhasil mendapat suntikan dana sebesar US$6,5 juta (sekitar Rp91 miliar) dari beberapa investor yang dipimpin oleh Aavishkaar Frontier Fund (AFF). Venturra Capital dan Spiral Ventures.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here