in

Pengertian Ghosting adalah? Arti, Penyebab, dan Cara Menghadapi Ghosting dalam Hubungan

Pengertian Ghosting adalah? Arti, Penyebab, dan Cara Menghadapi Ghosting dalam Hubungan

Belakangan ini terdapat sebuah fenomena menarik dalam menjalani sebuah hubungan yang dikenal dengan istilah ghosting. Ghosting adalah sebuah tindakan mengakhiri hubungan secara tiba-tiba dengan cara menghilang tanpa kabar dan menarik diri dari segala bentuk komunikasi.

Saat kamu mengalami situasi seperti ini pasti membuat kamu kebingungan karena kepergian yang tiba-tiba dan akses komunikasi yang juga tiba-tiba terputus.

Ghosting ini bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja. Lalu bagaimana fenomena ini terjadi dan apa alasannya?

Apa Itu Ghosting dan Penyebab Tindakan Ghosting

Tidak Berniat Memiliki Komitmen
Image by JULIO NERY from Pexels

Ghosting adalah sebuah tindakan menghilang secara tiba-tiba untuk mengakhiri hubungan dan memutus semua jalur atau akses komunikasi.

Tindakan ini biasanya terjadi setelah sebelumnya terjadi komunikasi yang intens antara dua orang, baik komunikasi secara online maupun komunikasi langsung.

Fenomena ghosting ternyata tidak hanya terjadi pada hubungan percintaan saja, namun juga hubungan pertemanan.

Ada alasan yang bisa membuat seseorang sampai melakukan tindakan ghosting ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya.

1. Tidak Berniat Memiliki Komitmen

Tindakan ghosting adalah sebuah tindakan yang bisa disebut melarikan diri dari sebuah hubungan, karena memutuskan sebuah hubungan secara tiba-tiba. Tindakan ini tidak akan terjadi jika seseorang merasa memiliki komitmen.

Jika seseorang merasa atau berniat untuk berkomitmen, maka dia tidak akan melarikan diri atau pergi tanpa kejelasan.

2. Menemukan Hal atau Perasaan Negatif

Penyebab selanjutnya adalah karena bisa jadi saat menjalin hubungan, seseorang menemukan hal-hal atau perasaan negatif tentang pasangannya.

Tak jarang seseorang merasakan intuisi atau getaran negatif saat menjalani sebuah hubungan.

Karena itu, untuk menghindari masalah lebih lanjut, banyak yang memilih melakukan tindakan ghosting.

3. Tidak Memiliki Keberanian Berbicara Jujur

Alasan selanjutnya adalah karena seseorang tidak memiliki keberanian ataupun kemampuan berkata jujur. Bisa jadi, selama menjalani hubungan, ada hal-hal yang tidak disukai dari pasangan atau hal-hal yang membuat tidak nyaman.

Kemungkinan lain yang juga bisa terjadi adalah karena ada sesuatu yang disembunyikan oleh pasangan yang tidak ingin dibicarakan.

Daripada berkata jujur, orang tersebut malah memilih melakukan tindakan ghosting agar dia tidak harus berkata jujur dan menjelaskan tentang hal-hal tersebut.

3. Sudah Menemukan Orang Lain

Tindakan ghosting bisa juga terjadi karena saat menjalani hubungan, pasanganmu ternyata sudah menemukan orang lain.

Hal tersebut memang menyakitkan, karena daripada berkata jujur karena sudah menemukan orang lain, dia justru memilih untuk melakukan tindakan ghosting. Namun ini adalah sebuah kenyataan dan fenomena yang tidak bisa dipungkiri.

4. Hubungan yang Dijalani Tidak Sehat

Penyebab lain yang mungkin bisa menjadi penyebab tindakan ghosting adalah hubungan yang tidak sehat. Hubungan yang sehat pasti menjadi harapan setiap pasangan.

Namun kenyataan yang terjadi terkadang jauh berbeda. Pasangan yang kasar, menyeramkan atau hal-hal lain yang menyebabkan hubungan tidak sehat membuat seseorang cenderung ingin mengakhiri hubungan.

Namun lagi-lagi, karena hubungan yang tidak sehat itu, kebanyakan justru tidak memiliki keberanian untuk mengakhirinya secara langsung. Maka dari itu, ghosting dianggap menjadi jalan keluar yang tepat.

5. Belum Pernah Bertemu secara Nyata

Dengan adanya sosial media membuat siapapun bisa menjalin hubungan pertemanan dengan lebih mudah. Namun ternyata, hal ini juga memiliki sisi lain yang cenderung negatif.

Ketika menjalin pertemanan secara online dan belum pernah bertemu, maka peluang tindakan ghosting pun semakin besar.

Ada pula yang merasa ketika berteman secara online, maka tidak ada kewajiban untuk melakukan komunikasi secara intens. Akhirnya, ghosting adalah hal yang selanjutnya terjadi dalam hubungan tersebut.

Dampak Tindakan Ghosting

Dampak Tindakan Ghosting
Image by Sofia Alejandra from Pexels

Bagi para pelaku ghosting, tindakan ini adalah tindakan paling mudah dan cepat untuk mengakhiri sebuah hubungan.

Namun bagi korban ghosting, tindakan ini bisa jadi berdampak cukup besar. Apalagi jika ternyata penyebab tindakan ini justru berasal dari orang-orang yang disayang.

Perasaan bersalah dan bertanya-tanya korban ghosting tentu akan sangat mempengaruhi psikologisnya. Ketika dia tidak juga mendapat jawaban mengapa hal tersebut terjadi padanya, bukan tidak mungkin hal tersebut akan menyebabkan depresi atau tekanan berlebih.

Belum lagi jika hubungan yang dijalani sudah cukup serius. Tindakan ghosting dianggap menghancurkan kepercayaan orang tersebut kepada pasangannya. Dalam jangka panjang, bahkan bisa mengakibatkan krisis kepercayaan oleh korban pada orang lain.

Cara Mengatasi Patah Hati Karena Ghosting

Menjadi pihak korban tindakan ghosting pastilah sangat menyakitkan. Bahkan bagi banyak orang yang sudah menjalani hubungan dalam jangka waktu yang cukup lama, ghosting adalah tindakan yang sangat dibenci.

Ketika menjadi korban ghosting, sudah pasti akan menyebabkan patah hati. Namun, kamu harus bisa mengatasinya dan melanjutkan hidup. Begini cara mengatasinya.

1. Beri Batasan Waktu pada Pasangan

Menemukan Hal atau Perasaan Negatif
Image by Min An from Pexels

Saat pasanganmu tiba-tiba menghilang tanpa kabar selama beberapa waktu, rasa gelisah pasti ada.

Agar kamu tidak mengalami patah hati terlalu dalam karena tindakan ini, berikan batasan waktu maksimal. Jika hingga batas waktu tersebut tetap tidak ada kabar, maka artinya hubungan apapun yang kamu jalankan saat itu berakhir.

2. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Tidak Memiliki Keberanian Berbicara Jujur
Image by Andrea Piacquadio from Pexels

Tidak bisa dipungkiri, tindakan ghosting adalah tindakan yang menyakitkan, terutama bagi pihak yang ditinggalkan tiba-tiba. Agar kamu tidak merasa terlalu patah hati, maka jangan terlalu menyalahkan diri sendiri.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada banyak alasan mengapa seseorang melakukan ghosting, dan itu tidak selalu datang darimu. Jadi, jangan menyalahkan diri sendiri.

3. Bercerita pada Teman atau Keluarga

Bercerita pada Teman atau Keluarga
Image by A. Piacquadio from Pexels

Saat merasa sedih dan patah hati akibat ghosting, segeralah bercerita pada teman atau keluarga kamu. Ceritakan pada orang yang bisa Anda percaya.

Selain untuk meringankan perasaan patah hati, kamu juga bisa mendapatkan perasaan tenang dan perspektif atau pandangan baru dalam menjalani hubungan kedepannya.

4. Hubungi Profesional untuk Mendapatkan Bantuan

Hubungi Profesional untuk Mendapatkan Bantuan
Image by mentatdgt from Pexels

Tidak sedikit tindakan ghosting yang bisa memberi dampak mendalam pada korbannya. Jika sudah demikian, kesedihan yang teramat dan tidak kunjung membaik dikhawatirkan akan membawa ke tindakan yang membahayakan.

Karena itu, jika diperlukan segera hubungi psikolog atau konselor untuk mendapat bantuan profesional.

5. Segera Move On

Segera Move On
Image by Bela cheers from Pexels

Cara paling ampuh untuk mengatasi patah hati akibat ghosting adalah dengan segera move on. Temukan orang lain dan mulai menjalin hubungan baru dengan orang lain. Tidak perlu buru-buru menjalin hubungan serius, bisa dimulai dengan berteman dan mengenal satu sama lain agar ghosting tidak lagi kamu rasakan.

Itu tadi penjelasan secara umum tentang ghosting. Belakangan ini memang ghosting adalah sebuah fenomena yang sering dialami dalam menjalani sebuah hubungan.

Dengan mengetahui hal-hal seperti yang dijelaskan di atas, kini kamu bisa tahu bahwa ghosting tidak hanya menjadi solusi mudah dan cepat bagi satu pihak, namun justru bisa mengakibatkan dampak yang buruk bagi pihak lainnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *