Tujuan Permainan Bola Basket: Dari Keranjang Buah Persik Hingga Sepatu Air Jordan

Tujuan Permainan Bola Basket: Dari Keranjang Buah Persik Hingga Sepatu Air Jordan
Tujuan Permainan Bola Basket: Dari Keranjang Buah Persik Hingga Sepatu Air Jordan
Iron Man
Iron Man
Print PDF

Tujuan permainan bola basket cukup unik, dimana hanya lima orang yang mendapatkan kesempatan untuk dapat mencetak gol sebanyak-banyaknya. Tentu, tim dengan poin terbanyak akan muncul sebagai pemenang.

Permainan ini diitemukan pada tahun 1891, oleh James Naismith, permainan bola basket sempat menjadi ajang ‘mengisi waktu’ dari murid Naismith saat itu.

Tujuan Permainan Bola Basket saat Awal Ditemukan

Awalnya, keranjang persik ditempelkan di bawah pagar balkon di lapangan olahraga sekolah dimana Naismith mengajar. Tingginya hanya 10 kaki. Lapangan dibagi menjadi dua bagian yang sama. Setiap area dibagi menjadi empat, yaitu three point, free throw, dan free-throw lane serta out-of-bounds.

Beberapa tahun setelah ditemukan, jumlah pemain dalam sebuah tim bervariasi, sesuai jumlah di kelas dan luas area bermain. Tahun 1894, tim mulai bermain dengan lima orang saat area bermain tidak lebih dari 167,2 m2.

Jumlah ini meningkat menjadi tujuh orang ketika area olahraga kampus diperbesar menjadi 334,5 m2. Pemain ditambah menjadi sembilan ketika area diperluas.

Sedangkan tahun 1895, jumlah pemain fleksibel, meski akhirnya jumlah pemain ditetapkan menjadi lima orang dua tahun kemudian, dan berlaku hingga saat ini.

Kanada Sebagai Negara Pertama

Naismith dan lima pemain aslinya adalah orang Kanada. Karena itulah Kanada merupakan negara pertama di luar Amerika Serikat yang memainkan bola basket.

Bola basket diperkenalkan di Prancis pada tahun 1893, kemudian di Inggris pada tahun 1894, menyusul di Australia, Tiongkok, India, dan di Jepang pada 1900.

Permainan bola basket populer di kalangan YMCA karena hanya organisasi mereka yang memiliki area yang memadai untuk bermain.

Tetapi, permainan basket sempat dilarang beberapa asosiasi. Hal ini karena gym yang sebelumnya boleh dipakai oleh tiap kelas di sekolah yang berjumlah 60 siswa, ternyata dimonopoli 10 hingga 18 pemain yang merupakan anggota YMCA.

Karena itulah, anggota YMCA justru mengundurkan diri, dan mereka membentuk tim basket sendiri, dengan menyewa ruang sendiri. Di sinilah awal permainan bola basket dilakukan secara profesional.

Awal Seragam Dikenakan

Pada awal permainan profesional diperkenalkan, tersedia tiga gaya seragam. Pertama, celana menggunakan model celana sepak bola selutut. Kedua adalah celana ketat jersey seperti yang dikenakan pegulat, dan ketiga adalah celana pendek dengan pelindung lutut. Bentuk ketiga ini adalah yang menjadi pelopor desain celana saat ini.

Namun, saat itu, lapangan berbentuk tidak beraturan, dimana sesekali ada penghalang seperti pilar atau tangga karena memang gedung olahraga dibuat seadanya.

Pada tahun 1893, Narragansett Machinery Co. of Providence, Rhode Island, memperkenalkan ring yang saat ini dipergunakan untuk mencetak gol.

Tim Inti dan Cadangan

Tim bola basket dapat memiliki hingga 15 pemain. Tetapi hanya lima pemain dari setiap tim yang bergabung dalam tim inti.  Pemain tengah biasanya adalah pemain tertinggi di tim.  Mereka bertugas mencetak angka dari jarak dekat, memblokir tembakan lawan, dan berusaha mendapatkan bola setelah lawan mencoba mencetak gol.

Pemain tertinggi berikutnya adalah penyerang. Tugas mereka adalah mencetak gol dari luar area serta sudut atau lemparan corner.

Sedangkan untuk Guard, dipilih postur yang lebih pendek namun memiliki kecepatan tinggi. Tugas mereka adalah merebut bola, mengoper bola ke tengah dan ke depan, menjaga guard tim lawan dan mencoba mencuri bola dari lawan.

Setiap tim basket memiliki pelatih kepala dan asisten serta setiap permainan basket selalu dijaga oleh dua wasit.

Permainan Bola Basket Secara Keseluruhan

Permainan bola basket pada tim profesional dan tim sekolah atau kampus itu berbeda. Untuk sekolah menengah dan perguruan tinggi, permainan dibagi dua bagian. Sedangkan permainan tim profesional terdiri dari empat bagian, dimana masing-masing bagian terdiri dari 12 menit.

Tip off adalah awal pertandingan, dimana wasit melempar bola ke udara dan masing-masing center atau pemain tengah berusaha mengoper ke arah rekan masing-masing tim.

Tim dari pemain yang mendapatkan bola langsung menyerang dengan menggiring, memantulkan atau mengoper bola kepada rekan hingga dapat masuk ke keranjang lawan.

Tim yang tidak mendapat bola saat tip off akan bertahan dan harus dapat mencuri bola atau menghentikan lawan mencetak gol.

Penilaian

Pemain yang mencetak angka dari area timnya mencetak tiga poin. Sedangkan jika pemain mencetak gol dari area milik timnya sendiri mencetak dua poin.

Pemain dianggap kehilangan bola dan harus mengoper ke tim lawan apabila membawa bola, tanpa dribble atau turnover dalam dua langkah. Pelanggaran ini disebut traveling.  

Sedangkan pelanggaran berikutnya adalah illegal dribble dimana pemain melakukan pelanggaran karena menghentikan bola, lalu melakukan dribble lagi. Bahkan, melakukan dribble dengan memutar bola juga dianggap pelanggaran, dimana pelanggaran ini disebut carrying the ball.

Pemain yang sudah mendapatkan bola bukan berarti leluasa untuk dapat membawa bola sesukanya. Ada batasan waktu untuk membawa bola. Batasan tersebut adalah :

1. 3-second

Pemain melakukan pelanggaran karena ia berada di key area 3 detik tanpa berusaha memasukkan bola.

2. 5-second

Pemain melakukan pelanggaran karena ia menahan bola selama 5 detik, namun ia tidak berupaya passing atau dribble.

3. 8-second

Tim dianggap melakukan pelanggaran karena bola tidak melewati garis tengah selama 8 detik

4. 24 second

Tim dianggap melakukan pelanggaran karena menguasai bola selama 24 detik, dan tidak menunjukkan upaya memasukkan bola ke ring lawan.

5. Back Court

Pemain sudah melewati garis tengah tetapi membawa bola kembali ke area pertahanan dianggap pelanggaran.

Untuk jenis pelanggaran berat, biasanya diberikan jika pemain melakukan kontak fisik seperti memukul, menghalangi, menyikut, menarik, dan mendorong lawan.

Bintang Basket Dunia

Menarik untuk disimak bagaimana olahraga ini menjadi olahraga bergengsi saat ini. Terlebih setelah akhir 80an hingga 90 an dimana pemain sekelas Earvin Johnson, Julius Erving, Larry Bird, dan Michael Jordan menjadi ikon bola basket, sekaligus menjadi ambassador berbagai produk fashion mahal.

Bahkan, produsen sepatu ternama, Nike, sampai memproduksi sepatu Air Jordan, karena prestasi MJ yang luar biasa itu. Michael Jordan pun sempat rela membayar denda kepada NBA, karena ia selalu mengenakan sepatu tersebut.

Padahal, NBA sudah menunjuk salah satu produsen sepatu untuk semua pemain yang bermain di ajang NBA. Hingga kini, NBA masih menjadi kompetisi basket paling bergengsi, dimana semua pemainnya selalu menarik untuk dijadikan bintang iklan produk komersil.

Intinya, permainan bola basket adalah permainan tim, dimana semua pemain tidak diperkenankan membawa bola sendiri dalam kurun waktu beberapa detik. Hal ini adalah bentuk kerjasama yang baik, dimana setiap anggota tim harus menghilangkan keinginan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan terlalu sering menguasai bola.