in

5 Hal Yang Perlu Dipastikan Sebelum Ngenalin Pasangan Kepada Sahabat Yang Berujung Ditikung

Ngenalin Pasangan Kepada Sahabat

”Alma seorang wanita muda yang tengah kasmaran lantaran hubungan percintaannya yang baru berjalan 3 bulan. Dari pendekatan hingga resmi berpacaran, hubungannya sangat romantis. Sampai-sampai menyamakan kisahnya dengan Habibie dan Ainun. Eh, saat mendekati satu tahun, hubungannya kandas karena orang ketiga yang tak lain adalah teman akrabnya sendiri.”

Duh apes banget ya. Niat mengenalkan pasangan ke sahabat biar makin akrab, malah ditikung. Kasus seperti ini udah nggak asing lagi. Desas-desus di lingkungan sepermainan, gosip di kampus atau tempat kerja, atau malah di circle pertemanan sendiri.  Istilah “teman makan teman” jadi berita paling hot dibanding kenaikan BBM, info cuaca, atau indomie baru ngeluarin varian rasa terbaru.

Semuanya lewaaat deh kalau dengar isu “si anu ditikung sahabatnya sendiri.”

Dari kasus Alma di atas, kita bisa belajar bahwa hubungan dua orang tidak benar-benar dijalankan oleh dua orang tersebut saja. ada campur tangan orang terdekat yang jika meleset sedikit saja akan berakibat fatal.

Sebelum kejadian di kamu atau orang terdekatmu, sebaiknya pastikan dulu hal-hal berikut ini sebelum ngenalin pasangan ke sahabat. Daripada menggunjing orang lain, waspadai sekitar dulu ya:)

1. Pasangan hanya fokus dengan hubungan kalian saja

Mengenalkan pasangan kepada sahabat maupun sebaliknya sah-sah saja. Bahkan sangat diperlukan jika kalian merasa sudah mantap menjalin hubungan. Namun jika hubungan baru terjalin beberapa bulan atau beberapa hari, sebaiknya jangan terburu-buru. Toh pasangan yang nggak neko-neko pasti nggak akan memburu kamu untuk mengenalkannya kepada sahabat. Apalagi hubungan kalian masih seumur jagung.

Pasangan yang baik cenderung lebih fokus untuk memahami kamu lebih dalam dan memikirkan bagaimana hubungan kalian bisa berjalan dengan baik, meski tanpa diketahui oleh orang lain. Kalian sebaiknya fokus dulu untuk saling memahami satu sama lain. Pasangan yang sudah fokus dengan hubungan biasanya akan cuek dengan berbagai godaan.

2. Pasangan terbuka dalam berkomunikasi dari hal yang remeh sampai masalah berat yang sedang Ia hadapi

Sayang, kayaknya aku mau ganti shampoo deh, yang lama bikin ketombean menurut kamu produk yang bagus apa, ya?”

Perkara shampoo yang nggak cocok ini memang terkesan sangat remeh. Tapi ada beberapa orang yang menganggapnya sesuatu hal yang manis. Dari sini kamu bisa mengukur bahwa pasanganmu tidak hanya menganggapmu sebagai pacar, namun juga sebagai teman. Jika sudah begini, jangankan menceritakan hal sepele. Tunggu saja saat kamu mengenalkannya dengan sahabatmu, pasti ada saja komentarnya tentang sahabatmu itu.

Nah dari caranya membicarakan sahabatmu. Kamu bisa melihat bahwa pasanganmu tertarik untuk mengenal sahabatmu lebih jauh, atau hanya sekedar membahasnya untuk mengisi obrolan. Semoga nggak meleset ya. Hihi.

“Hari ini pekerjaan di kantor sangat berat. Bosku sampai marah besar.”

Jika pasanganmu menceritakan masalah berat. Bukan berarti dia sengaja membebanimu. Itu artinya Ia mempercayaimu sehingga tidak sungkan berbagi masalah.

Poinnya adalah Ia sudah merasa nyaman. Kalau sudah seperti ini kamu boleh berbangga. Apalagi jika hubungan kalian masih baru. Jaga terus hal-hal yang membuatnya nyaman. Jangan sampai kamu mengumbar masalah pasangamu kepada temanmu. Hati-hati, ini bisa jadi boomerang untuk merusak hubungan kalian.

3. Lakukan test pasangan maupun sahabat kamu

Bukannya nggak percaya. Tapi daripada zonk di belakang nggak ada salahnya kan dicoba. Meskipun kamu dan sahabat udah bersama dari kalian masih ingusan, tapi tetap harus hati-hati dan di tes ya. Urusan perasaan susah euy. Daripada kamu ngorbankan perasaan kamu nantinya, kalau bisa sama-sama enak, kenapa enggak?

Salah satu cara untuk menguji kesetiaan pasangan kamu adalah dengan menceritakan hal menarik dari orang lain kepada pasanganmu. Biasanya, pasangan yang setia tidak akan mudah tergoda meski sosok yang kamu ceritakan lebih menarik daripada kamu. Bahkan tanpa ragu pasangan akan terus memujimu, entah dihadapanmu maupun dihadapan teman-temannya.

Begitu pula dengan sahabatmu, ceritakan saja tentang kebaikan-kebaikan pasanganmu, sahabat yang setia pasti akan menunjukkan supportnya agar kamu tidak melepaskan pasanganmu. Tidak hanya itu, saat kamu curhat tentang kekecewaan terhadap pasangan pun, sahabat tidak segan-segan berpihak padamu. Setelah kamu mantap dengan poin ketiga ini, lanjutkan mengenalkan pasangan ke sahabat secara langsung.

4. Pastikan pasangan atau sahabat kamu salah satunya adalah tipe yang cuek

Orang yang cuek biasanya cenderung setia dan nggak mau buang-buang waktu untuk hal yang diluar kebiasaan atau prioritasnya. Misal, pasanganmu adalah tipe orang yang cuek. Jangankan untuk kepo dan tergoda dengan sahabatmu, untuk mengetahui perasaan dia yang sebenarnya ke kamu pun perlu proses yang panjang dan pemahaman yang lebih dalam.

Meski pun kamu cerita panjang lebar tentang sahabat kamu, atau sahabat kamu lebih menarik daripada kamu, pasanganmu akan bodo amat dan bahkan ada beberapa yang malah enggan dikenalkan dengan sahabat karena menurutnya itu tidak penting dan nggak berpengaruh terhadap hubungan kalian. Kalau sudah seperti ini, tenanglah.

Sama halnya jika sahabatmu adalah tipe orang yang cuek. Sahabat yang seperti itu tidak akan peduli siapa pacarmu, dia hanya peduli tentang kamu selama itu baik. Memiliki sahabat yang cuek juga menghindarkan dari kebaperan “mentang-mentang udah punya pacar lupa sahabat.”

Baca Juga: Pacar Kelihatan Cuek? 6 Tanda Kalau Sebenarnya Dia Itu Penyayang Loh

5. Pastikan sahabat kamu sudah punya pasangan dan bucin abis

Kalau sudah cinta mati sama pacar sendiri, percayalah apa pun godaannya tak akan berpaling. Ini bisa terjadi ke pasangan maupun sahabat kamu ya. Terlebih jika sebelum mengenalkan pasangan barumu kepada sahabat, sahabat kamu sudah memiliki pasangan juga dan tenyata sahabatmu tipe-tipe bucin yang nggak bisa jauh dari pacarnya. Wah dijamin deh aman, tentram, damai sejagat raya. Hehe.

Jangankan untuk menggoda pacarmu, dia sibuk dengan urusan percintaannya sendiri. Kalian malah bisa curhat-curhatan tentang pasangan masing-masing. Persahabatan kalian makin asyik dan mungkin bisa nikah massal kelak. Ops hehe.

Kelima poin di atas bisa menjadi acuan kamu sebelum memutuskan mengenalkan pasangan barumu ke sahabat. Untuk mengantisipasi ditikung teman sendiri memang perlu amunisi. Karena kalau sampai kejadian, bukan cuma hubungan dengan pasangan yang rusak tapi juga hubungan persahabatan. Nggak mau kan kehilangan salah satunya karena kecerobohan kita sendiri?

Inti dari semua hubungan sih kepercayaan. Kepercayaan adalah pondasi. Tapi ya percuma kan kalau kita menaruh kepercayaan tapi akhirnya dikhianati? Kepercayaan harus dibangun oleh kedua belah  pihak. Namun jika pada akhirnya pasanganmu jatuh ke pelukan sahabatmu, saatnya introspeksi hubungan kalian selama ini? Jika memang pasanganmu lebih memilih sahabatmu, terimalah dengan lapang dada. Karena dicintai tidak bisa dipaksa.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *